
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Axel langsung memperkenalkan mereka pada Kakak sepupunya yang bernama Aldo, mereka langsung merasa nyaman berada di cafe itu terlebih dengan keramahan Aldo dalam menyambut mereka, juga kelucuan Aldo membuat suasana langsung mecair.
"Ya sudah, kalian silahkan pesen apapun yang kalian mau. Buat temen-temen Axel yang super duper cantik ini Kakak yang teraktir, pesen sesuka kalian ya jangan ragu!" Ucap Aldo yang langsung disambut riang oleh mereka semua.
Setelah duduk di sudut yang tidak begitu ramai, Kasih dan ketiga sahabatnya dengan sangat bersemangat langsung membuka-buka buku menu.
"Pizza udah pasti kita pesen ya!" Usul Axel.
"Pizza topingnya apa ya yang enak?" Tanya Evelyn sambil terus membaca buku menu.
"Pizza Margherita aja, pizza klasik. Enak banget tau..!" Usul Rania.
"Enggak pedes kan? Gak ada paprika nya juga kan?" Tanya Kasih malu-malu.
"Tenang, aman pokoknya. Jadi deal ya kita pesen pizza margherita!" Axel langsung meminta persetujuan pada sahabat-sahabatnya.
"Gue juga mau risoto deh!" Pinta Axel.
"Gue steak fiorentina aja!" Tambah Rania.
"Gue sama kayak Rania aja!" Sahut Evelyn.
"Kalo elo apa Sih?" Tanya Axel pada Kasih yang masih bingung membuka-buka buku menu.
"Gue enggak ngerti, gue bingung..!" Jawab Kasih lirih.
"Mau gue pilihin?" Tanya Axel mengusulkan.
"Boleh deh, yang penting jangan pedes, jangan ada cabe-cabeannya juga paprikanya!" Jawab Kasih.
__ADS_1
"Elo suka pasta?" Tanya Axel.
"Suka!".
"Pasta Carbonara aja ya!" Usul Axel yang langsung diangguki oleh Kasih.
Mereka juga memesan beberapa makan pembuka serta penutup juga minuman non alkohol, selagi menunggu pesanan mereka diantar ke meja mereka. Mereka saling bersenda gurau bahkan Kasih tanpa malu-malu meminta untuk berfoto.
Jenuh dengan berfoto-foto, akhirnya mereka kembali duduk dengan tenang.
Kasih dengan isengnya, membaca kembali buku menu yang masih tersimpan di atas meja namun kali ini ia menjumlahkan harga tiap makanan yang mereka pesan dan alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui total uang yang mereka haruskan hampir menyentuh kisaran dua juta rupiah.
"Elo kenapa melongo gitu?" Tanya Rania heran melihat raut wajah Kasih.
"Ini total makanan kita hampir dua juta lho, gue cuma bawa empat ratus ribu itu juga gak boleh dihabisin sama Mas Dewa, Mas Dewa tadi nambahin gue seratus lima puluh ribu soalnya!" Jawab Kasih malu-malu.
"Lo tadi gak denger kata Kak Aldo apa? Kita bebas milih makanan yang kita mau, dia yang bakal teraktir!" Sahut Axel mengingatkan.
"Apa gak rugi neraktir kita sebanyak ini?" Tanya Kasih polos.
"Buat orang macem Kak Aldo duit segitu mah gak ada artinya, dia malah pernah ngajak gue nongkrong sama temen-temennya terus dia yang bayar tagihannya. Tau enggak berapa tagihannya?" Axel benar-benar membuat penasaran mereka semua, terutama Kasih yang tengah menikmati orange juicenya.
"Lebih dari tiga puluh lima juta..!" Jawab Axel membuat Kasih langsung menyemburkan jus yang sedang dia minum.
"Kasiiihhhhh.. jorok ihhh!" Gerutu Rania yang terkena cipratan jus dari mulut Kasih.
"Tiga puluh lima juta cuma buat nongkrong? Luar biasa, gue sama Mas Dewa tiap makan di luar atau pun hang out sama temen-temen Mas Dewa gak pernah lebih dari lima ratus ribu, itu juga patungan!" Sahut Kasih polos tanpa memperdulikan gerutuan Rania yang masih saja mengomel.
Belum sempat Axel membalas ucapan Kasih, tiba-tiba gadis cantik itu kembali mempertanyakan satu hal yang cukup aneh sambil berdecih kesal membuatnya mengernyitkan dahi bingung dengan tingkah cewek cantik dan berisik satu ini.
"Kalo bahasa Italia nya penderitaan apaan Sel?".
"Hah..?".
"Tau enggak sih elo bahasa Italianya penderitaan apaan?" Sekali lagi Kasih menekankan pertanyaannya yang dijawab Axel dengan gugup.
__ADS_1
"Soff .. Sofferenza. Kenapa sih emang?".
"Pas banget, sofferenza gue dateng noh mau ke sini!" Semua pun melihat ke arah pandang Kasih dan tawa mereka langsung meledak ketika mereka mengerti mengapa Kasih menanyakan bahasa Italia penderitaan itu apa!.
"Boleh juga tempat hang out elo, Udik!" Ucap Genta ketika tiba di meja Kasih dan ketiga sahabatnya.
"Kenapa emang, enggak nyangka kan gue bisa hang out di tempat mewah begini?" Sahut Kasih sebal.
"Dibayarin palingan!" Ejek Genta.
"Mau dibayarin kek, gratisan kek, sumbangan kek, belas kasihan kek. Intinya gue bisa nongkrong di sini! Lagian gue bingung deh, gue ngerasa elo itu lagi stalking in gue deh. Masa iya dimana pun gue berada, elo pasti bisa ngendusin keberadaan gue sih?" Salak Kasih benar-benar tak suka.
"Ngendusin, emang gue anjing!!" Sewot Genta membuat yang lainnya menahan tawa mereka karena melihat wajah tampan itu memerah menahan kekesalan.
"Mau ngapain lo di sini?" Gertak Kasih.
"Dihhh, anak borju macem gue mah biasa keliatan di cafe-cafe elit macem ini. Justru yang aneh anak cewek kelas bawah kayak lo bisa di sini, ehh tapi gak aneh juga sih kan lo doang yang dari kalangan bawah sedangkan temen-temen lo kan enggak!" Hina Genta menyombongkan dirinya.
"GENTA..!!!" Gertak Rangga yang baru saja datang menghampiri mereka.
"Kenapa sih pake teriak? Elo enggak suka gue nyadarin nih cewek siapa dia sebenernya?" Sinis Genta.
"Elo itu udah keterlaluan tau enggak sih? Dia tuh cewek, gak pantes lo kasarin begitu!" Ucap Rangga masih dengan nada ketus.
"Udah Kak Rangga, gak apa-apa. Aku wajarin kok dia begitu, mulut banci emang pedes kalo ngomong!" Ledek Kasih yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Genta.
"Tapi elo beda kok Sel..!" Ucap Kasih tiba-tiba kepada Axel.
"Kenapa jadi gue pe'ak? Sialan lo!" Sontak semua dibuat tertawa dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Axel kecuali Genta tentunya yang masih terus menatap tajam ke arah Kasih yang mengelus kepalanya akibat toyoran dari Axel.
Bersamaan dengan pesanan mereka tiba, Kasih dengan lantang mengusir Genta untuk pergi dari mejanya membuat Genta semakin kesal terhadap Kasih.
"Makanan gue udah dateng, mending sekarang elo pergi deh gue gak mau selera makan gue ilang gara-gara kehadiran lo di sini. Sayangkan uang jutaan rupiah yang udah dikeluarin Abangnya Axel mubazir begitu aja!".
Tanpa berkata apa-apa lagi Genta langsung pergi begitu saja, disusul oleh teman-temannya dan juga Rangga yang sempat tersenyum pada Kasih dan yang lainnya.
__ADS_1
"Elo lihat Kasih, gue bakal ngebuat elo bersimpuh mohon maaf udah berani mempermalukan gue!" Batin Genta penuh amarah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=