Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Tiba-Tiba


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Maaf.." ucap Kasih lagi tertunduk saat secara halus Rangga menyindirnya lagi.


"Nanti malam dandan yang cantik ya, aku jemput kamu jam tujuh. Jangan khawatir aku udah izin ke Mas Dewa kok!" Rangga sekali lagi membawa tubuh mungil kekasihnya ke dalam rengkuhannya.


"Kalo boleh tau, Kakak mau ngajak aku kemana nanti malam?" tanya Kasih mendongakkan kepalanya.


"Kejutan! Pokoknya aku mau nanti malem kamu dandan yang cantik, oke!" jawab Rangga menjauhkan tubuh Kasih dari tubuhnya untuk kemudian menyentil pelan hidung mancung gadisnya.


Kasih mengangguk sambil tersenyum menyahuti jawaban Rangga dan dengan senang hati ia menerima paper bag berukuran besar tersebut.


"Makasih ya Kak, aku janji bakal dandan yang cantik!" ucap Kasih bersemangat.


Ia kemudian berpamitan turun dari mobil Rangga, untuk kemudian melambaikan tangannya sesaat sebelum mobil Rangga kembali melaju.


***


Sesampainya di kamar, Kasih langsung membuka paper bag pemberian Rangga.


Wajahnya seketika berbinar melihat gaun cantik nan elegan, juga heels yang begitu manis. Dia pun bisa menebak kisaran harga yang pasti sangat fantastis yang harus dikeluarkan oleh Rangga.


Ia pun berjanji dalam hati jika malam nanti ia akan dandan secantik mungkin, ia tak akan membuat kekasihnya kecewa.


Saat masih asyik menggumi dress dan heels pemberian Rangga, ponsel Kasih berbunyi. Dilihatnya nama Genta yang menghubunginya.


Sebenarnya Kasih agak ragu untuk mengangkat panggilan Genta, tapi saat ia teringat wajah penuh kekhawatiran Genta, ia pun memberanikan diri untuk mengangkatnya.


Kasih yakin saat ini Genta tengah mengkhawatirkan dirinya, tak apalah mengangkat panggilan cowok itu untuk sekedar memberitahukannya bahwa dirinya baik-baik saja.


"Elo enggak apa-apa?"


Benarkan cowok aneh bin ajaib itu langsung menanyakan keadaannya sesaat setalah ia mengangkat panggilannya.


"Iya, gue enggak apa-apa." jawab Kasih.

__ADS_1


"Syukur kalo enggak apa-apa, awalnya gue kira elo ribut besar sama Rangga terus putus. Baru gue niat pengen nembak elo kalo elo putus dari dia!" entah ingin menghibur atau memang niat sebenarnya cowok menyebalkan ini, yang jelas ucapannya ini membuat Kasih langsung naik pitam.


"Elo itu ya, gue kira mah beneran tulus khawatir sama gue. Ckk, malah ada niat terselubung ternyata. Ngeselin banget sih elo!" decak Kasih.


Genta terkekeh mendengar gadis galak itu uring-uringan, ini menandakan jika sang gadis memang dalam keadaan baik-baik saja, "kalo udah mode jutek gini berarti beneran elo baik-baik aja nih! Maaf ya gara-gara gue elo harus ngalamin hal enggak ngenakin macam tadi!"


Kali ini Kasih bisa menangkap ketulusan dari ucapan Genta, ia sebenarnya juga tak enak hati membuat Genta seperti tadi.


Jujur Kasih mulai merasa nyaman berteman dengan cowok rese itu, semakin ia sering ia mengobrol dengan Genta, semakin ia tahu jika Genta tidaklah semenyebalkan yang dia kira selama ini.


"Beneran nih minta maafnya, enggak ada modus buat nikung sodara sepupu elo kan?" sindir Kasih.


"Nikung mah pengen, tapi elo nya enggak mau. Gimana dong?"


Malas meladeni ucapan asal Genta, Kasih hanya terdiam.


Sebenarnya ingin sekali ia mengatakan pada Genta jika lebih baik diantara mereka berdua tak seakrab ini, karena ia bisa melihat Rangga begitu tak suka jika dirinya berdekatan dengan Genta. Entah apa alasannya.


Sayangnya Kasih tak sampai hati untuk menyinggung perasaan Genta, tetapi ia juga tak mau membuat Rangga yang sudah begitu tulus padanya untuk kembali mengecewakannya.


"Genta!"


"Kasih!"


Terdengar suara kekehan lucu dari mulut Genta setelah mereka saling memanggil nama mereka bersamaan, sedang Kasih hanya tersenyum simpul.


Dilema di hatinya sungguh tengah menguasai dirinya. Ah, andai Genta dan Rangga akur, mungkin tak akan sesulit ini untuk Kasih mengambil sikap.


Ia bisa berteman baik dengan cowok rese di seberang telfonnya saat ini tanpa harus merusak hubungan kasih antara dirinya dan Rangga.


"Elo duluan aja, mau ngomong apa?" Kasih mempersilahkan untuk Genta terlebih dahulu berbicara, sebelum ia yang berbicara.


Jujur ia sedang mempersiapkan diri untuk mengambil keputusan yang tegas, meskipun ia tahu Genta akan merasa kecewa, tetapi lebih baik sebelum mereka terlalu akrab berteman.


"Enggak bisa gitu dong, cewek duluan lah!" tolak Genta gentle.


"Ya udah deh, kalo elo enggak mau duluan. Mending gue tutup aja, gue mau mandi, mau siap-siap jalan sama Kak Rangga!" ketus Kasih.


Genta langsung tergagap mendengar jika cewek judes itu akan mematikan sambungan telpon mereka sepihak.

__ADS_1


"Eh, iya, iya tunggu. Gue tadi cuma mau tanya, elo sama Rangga mau jalan kemana?"


"Dihh, kepo..!!" cibir Kasih membuat Genta langsung tergelak.


"Gue juga enggak tau mau diajak kemana, surprise kata dia!" lanjut Kasih.


Mendengar jawaban Kasih, Genta menjadi yakin jika saat saudara sepupunya itu akan membawa Kasih ke acara keluarganya.


"Sekarang gantian elo. Elo mau nanya apa tadi?" tanya Genta.


"Pas elo sama Kak Rangga berantem tadi, Kak Rangga dua kali bilang kalo elo itu udah sering ngambil apa yang dia punya. Maksudnya apa?"


Genta tak menyangka jika gadis cantik itu sadar tiap ucapan yang terlontar dari mulut Rangga saat mereka bertengkar tadi.


"Dihh, malah diem?" sembur Kasih karena cukup lama Genta tak menjawab pertanyaannya dan hanya terdiam.


"Kalo itu elo tanya sendiri aja sama Rangga!" jawab Genta tersenyum getir, yang tentu tak bisa dilihat Kasih.


"Ngeselin deh!" gerutu Kasih yang hanya dibalas kekehan pelan dari Genta.


"Genta!"


"Hm..!"


"Kak Rangga kayaknya enggak suka kalo gue deketan sama elo--!" Kasih sedikit ragu untuk melanjutkan ucapannya.


Ia pun mengambil nafasnya dalam-dalam untuk kembali melanjutkan ucapannya, "lebih baik kita enggak coba berteman baik lagi, kita saling jaga jarak. Gue, gue enggak mau ngecewain Kak Rangga, gue enggak mau nyakitin dia!" ucap Kasih akhirnya antara lega dan berat hati karena telah membuat orang lain merasa kecewa.


"Ohh, oke!" sahut Genta padat, singkat dan jelas.


Kasih yang berpikir jika setelah mendengarkan apa yang diucapkannya, Genta akan merongrong tak terima dan mengajaknya beradu argumen.


Justru dibuat melongo dengan jawaban yang cowok aneh itu berikan.


Tak lama, Genta langsung mematikan sepihak hubungan telepon mereka berdua, makin syok saja Kasih dibuatnya.


"Bener-bener cowok aneh! Apa dia terlalu marah dan kecewa ya sama gue? Ahh bodo amatlah!" gerutu Kasih pusing sendiri.


Tak lama Kasih justru tersenyum, ternyata tak salah jika ia menyematkan panggilan 'cowok aneh' pada Genta, karena memang Genta aneh dengan segala sikap tiba-tibanya.

__ADS_1


Tiba-tiba baik, tiba-tiba galak, tiba-tiba menyenangkan dan tiba-tiba bisa jadi sangat menyebalkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2