Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Canggih lo Kasih, absen tapi tetep bisa ngikutin pelajaran tanpa hambatan. Karena hari ini elo keren gue teraktir elo bakso sepuasnya!" Ucap Evelyn saat mereka sudah berada di kantin.


"Kasih doang, gue sama Rania enggak?" Cibir Axel merengut.


"Iya deh kalian berdua juga!" Sahut Evelyn.


"Ya udah sini gue sama Rania yang pesen baksonya. Elo sama Kasih pesen beli minumannya!" Usul Axel bersemangat.


"Kalo semuanya ninggalin bangku ini, yang ada nanti ditempatin orang. Biarin gue aja deh yang beli minuman, Evelyn jaga bangku kita aja!" Usul Kasih.


"Bener juga apa yang elo bilang, tapi emangnya elo gak apa-apa?" Tanya Evelyn.


"Lah emang gue kenapa?" Kasih justru dibuat bingung dengan pertanyaan sahabatnya tersebut.


"Elo kan baru sembuh, emang enggak apa-apa elo ngantri-ngantri. Lihat noh, desek-desekan banget!" Tunjuk Evelyn ke salah satu stand minuman favorit mereka.


"Iya ya, tapi enggak apa-apa kok. Gue tuh udah sembuh, please deh jangan kayak Mas Dewa. Jangan anggap gue sakit dan lemah, I'm fine okay!" Tegas Kasih sedikit kesal karena banyak yang mengkhawatirkannya secara berlebihan.


"Iya deh iya, kalo gitu gue Milo ice deh!" Sahut Evelyn.


"Sama gue juga!" Ucap Rania dan Axel berbarengan.


"Kalo begitu gue juga lah Milo ice!" Sahut Kasih dengan cengiran khasnya karena ia memiliki gigi ginsul yang membuatnya terlihat semakin cantik saja.


Mereka pun berpencar untuk menunaikan tugas mereka masing-masing.


"Rame banget tumben?" Gerutu Kasih saat mengantri.


"Beli apa, Juragan Kebab?" Sapa suara menyebalkan yang teramat sangat ingin Kasih hindari.


"Beli apa kek, bukan urusan elo!" Ketus Kasih.

__ADS_1


"Jutek amat sih, perasaan waktu sakit elo gak sejutek ini deh?" Keluh Genta kesal.


"Elo bisa enggak sih kalo di sekolah jangan terlalu sering berinteraksi sama gue?" Tanya Kasih menatap kesal Genta.


"Oohh jadi ceritanya elo mau kita diem-diem gitu, backstreet gitu? Kenapa? Takut ketahuan Rangga, hm?" Selidik Genta tersenyum smirk.


"Apa tuh maksudnya? Kepedean lu! Gue cuma gak mau ketenangan gue menuntut ilmu di sekolah ini terusik sama ulah pemuja bego lo dan tentu cewek elo!" Geram Kasih yang malah membuat Genta tertawa keras.


"Ishhh elo itu ya emang gak pengen gue hidup tenang sekolah di sini!" Kasih memelototkan matanya karena kesal dengan ulah Genta yang terbahak-bahak seakan-akan menunjukan kedekatan mereka.


"Oohh elo beli es Milo, Laen kali coba cheese tea nya deh. Enak banget!" Tanpa memperdulikan wajah kesal adik kelasnya, Genta justru mempromosikan salah satu minuman favoritnya saat melihat Kasih menerima empat gelas plastik minuman pesanannya dari sang penjual.


"Enggak suka!" Sahut Kasih ketus kemudian langsung pergi meninggalkan Genta begitu saja.


Genta hanya tersenyum melihat keketusan yang ditunjukkan Kasih padanya, ia tahu Kasih sebenarnya anak yang cukup easy going tetapi ia hanya ingin ketenangan menjalani hari-hari di sekolahnya tanpa gangguan dari para penggila Genta.


"Kenapa muka lo ditekuk gitu?" Tanya Axel heran melihat kedatangan Kasih dengan wajah cemberut.


"Kayaknya si Genta emang pengen deh ngebuat gue gak punya ketenangan sama sekali sekolah di sini!" Jawab Kasih mengeluh.


"Dia tuh gak ada capeknya ngedeketin gue buat ngeledek, tau ceweknya bringas belum lagi cewek-cewek bego pengaggum dia kalo ngeliat gue macem pengen nelen gue idup-idup!" Geram Kasih meluapkan kekesalannya.


"Yaudah sih cuekin aja, menghindar aja dari Kak Genta!" Sahut Rania ketus.


"Udah, udah mending sekarang kita makan baksonya keburu dingin lagi. Sorry tadi gue lupa pesenan kalian apa aja, jadi semua campur!" Axel yang tahu suasana akan tak mengenakan antara Kasih dan Rania jika membahas Genta langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


Dan kembali mereka bertiga terkekeh melihat Kasih menikmat baksonya tanpa ditambahi apapun, sedang Kasih cuek saja sambil terus menikmati baksonya.


***


"Rese amat sih kenapa gak bilang dari tadi sih kalo gak bisa jemput jadi kan aku bisa nebeng sama temen aku, sekarang temen aku udah pulang!" Kesal Kasih melalui sambungan telfonnya pada Dewa.


"Iya, sorry banget Dek, tadi tuh gue kira bakal bisa jemput Lo makanya gue suruh tunggu, ehh ternyata acaranya molor. Udah sih pake ojol kalo gak taksi onlen entar gue ganti uangnya!", Sahut Dewa penuh Sesal


"Ya udah deh, aku mau pesen ojol dulu. Awas aja pulang enggak bawa oleh-oleh!" Ancam Kasih kemudian mematikan sambungan telfon mereka.


Saat tengah sibuk untuk memesan ojek online, Rangga mengklakson mobilnya membuat Kasih mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


"Kak Rangga" Kasih begitu berbinar mendapati Rangga menyapanya, karena memang sehari ini mereka hanya bertegur sapa tanpa punya kesempatan mengobrol.


"Kok belum pulang?" Tanya Rangga dari dalam mobil.


"Ini mau pulang, aku lagi coba pesen ojek tapi ditolak terus!" Jawab Kasih lesu.


"Lho Mas Dewa enggak jemput emangnya?" Tanya Rangga yang kini sudah keluar dari mobilnya untuk mendekati Hana.


"Enggak bisa, ada acara di kampusnya katanya!" Jawab Kasih masih terlihat sedikit kekesalan di wajah cantiknya.


"Aku anter aja yuk!" Tawar Rangga tersenyum ramah.


"Hah?".


"Yee, malah kaget. Aku anter pulang aja ya, mau?" Tawar Rangga sekali lagi terkekeh lucu melihat ekspresi terkejut gadis pujaannya itu.


"Enggak usah Kak, nanti malah ngerepotin. Aku bisa kok naik ojol aja apalagi jalan ke arah rumah Bude agak macet. Gak enak akunya ngerepotin Kak Rangga!" Kasih mencoba menolak karena memang ia merasa tak enak hati merepotkan Rangga terlebih seharian ini dia melihat Rangga begitu sibuk di sekolah tadi, karena memang Rangga yang juga menjabat sebagai ketua OSIS.


"Dihh kayak ke siapa aja sih kamu, masa nganterin calon pacar pulang ngerasa direpotin? Enggaklah, yuk aku anter pulang keburu sore apalagi dari tadi kamu ditolak terus kan?".


"Ya udah deh, aku mau dianterin. Maaf ya Kak kalo ngerepotin?" Sahut Kasih dengan cengiran khasnya membuat Rangga reflek mengacak-acak lembut rambut Kasih saking gemasnya.


Sepanjang perjalanan mereka tak berhenti-berhentinya berbicara dan bercanda. Ada saja hal yang mereka bahas serta mereka tertawakan Karena saking lucunya, hingga sebuah pernyataan yang membuat suasana menjadi serius.


"Mau enggak?" Tanya Rangga sekali lagi.


"Emhh, aku__!" Jawab Kasih gugup dan bingung.


"Kasih, denger aku. Semalaman aku bener-bener mikir apa bedanya melakukan pendekatan kayak sekarang yang kita jalani sekarang dengan langsung aja kita pacaran? Aku bener-bener suka sama kamu, sayang sama kamu dan aku berjanji bakal memperlakukan kamu sebaik mungkin. Yang terpenting adalah aku enggak mau sampe orang lain mendahului aku karena aku lihat Genta juga ada rasa sama kamu!" Sontak perkataan terakhir Rangga membuat Kasih memekikkan suaranya Karena saking terkejutnya.


"APA??".


"Kasih aku tau banget Genta, meskipun kamu ngelihat dia seakan cuma suka jahilin kamu doang, tapi aku tau dia ada rasa sama kamu hanya saja dia belum sadar sama perasaannya. Dan aku berharap kamu mau nerima aku jadi pacar kamu, karena memang kamu dan aku memang sama-sama suka, sama-sama Sayang!" Rangga terlihat begitu sungguh-sungguh dengan pernyataan cintanya pada Kasih.


"Kasih aku waktu Kak, malam ini aku akan kasih jawabannya buat Kakak!" Pinta Kasih, membuat Rangga mengangguk menyetujui permintaan Kasih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2