Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Cheat Day


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih menggigit bibir bawahnya, mencoba mengatur nafasnya dan meredam kegugupannya ketika dirinya dan sang pacar telah tiba di rumah keluarga sang pacar.


"Aku gugup banget" ucap Kasih gelisah.


"Kenapa? Om dan Tante baik kok! Kayaknya Bang Arsya sama Kak Dhisti juga dateng, tuh mobil mereka berdua!".


Makin gugup saja Kasih, saat Rangga memberitahukan informasi tersebut sambil menunjuk dua mobil mewah yang terparkir di halaman super luas rumah Genta.


"Apa sih yang kamu gugupin? Kamu kan juga udah pernah ketemu mereka, baik kan mereka semua?" Rangga membelai lembut puncak kepala Kasih.


"Lagian kamu kan juga udah bawa oleh-oleh buat mereka, yakin deh mereka pasti seneng banget dibawain lapis legit favorit mereka. Paling mereka sedikit negur kamu, pake bawain kue semahal ini!" bukannya meredam ketakutan sang pacar, Rangga justru menambah kegugupan pacarnya.


"Kak Rangga, ihhh!" rengek Kasih dengan wajah memelas sekaligus menggemaskan, sedang Rangga langsung terkekeh melihatnya.


"Kok kamu tau, Om dan Tante suka lapis legit dari toko itu?".


"Tadi aku tanya sama Genta, dia yang kasih tau!".


Tepat seperti dugaannya jika memang Genta yang memberitahukan, Rangga pun merespon jawaban sang pacar dengan anggukkan kepala sambil tersenyum.


"Ya udah yuk kita masuk, mereka pasti udah nungguin kita!" ajak Rangga yang diangguki oleh Kasih.


Kasih langsung berdecak kagum saat pertama kali memasuki rumah mewah tersebut, "enggak heran si Genta tengilnya enggak ketulungan!" batin Kasih terkekeh sendiri.


Memasuki orang tengah, Kasih langsung disambut hangat oleh keluarga Genta, terlebih Andhira yang langsung memeluk dan mencium pipi kanan kiri Kasih dengan penuh sayang.


"Apa kabar cantik? Enggak lupa kan sama Tante?" tanya Andhira dengan suara yang begitu lembut, begitu menghangatkan hati Kasih yang memang merindukan sosok Ibu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, baik Tante. Kasih enggak akan pernah lupa dong sama Tante!" jawab Kasih sesopan mungkin, ia kemudian mengangsurkan kotak kue ke arah Andhira sambil tersenyum malu-malu, "buat Tante sama Om, Genta bilang Tante sama Om suka lapis legit ini".


Andhira sempat terperangah dengan kotak cantik pembungkus kue yang ia tahu betul kotak itu berasal dari toko mana.


"Sayang, besok-besok kalo main ke sini lagi enggak perlu repot-repot bawa-bawa ya. Apalagi yang manis-manis seperti ini, Tante sama Om udah tua, udah harus ngurangi makan makanan manis!" Andhira berusaha mencari alasan yang tak menyinggung perasaan Kasih.


Menurut Andhira apa yang dibawa oleh Kasih jelas berlebihan untuk seorang pelajar sekolah, juga Kasih yang bukan berasal dari keluarga wahh jelas harga kue tersebut tidaklah terjangkau.


Sayang, sepertinya alasan yang dibuat oleh Andhira tetap membuat Kasih bersedih, karena sungguh Kasih hanya ingin mendapatkan kesan yang baik saat berkunjung ke kediaman mereka.


"Maaf Tante, Kasih enggak tau" sahut Kasih tertunduk lesu.


"Tapi karena udah dibawain sama si Cantik, enggak apalah sekali-kali kita makan lapis legit. Tante sama Om juga udah kangen sama lapis legit ini!" Andhira yang tak ingin membuat Kasih kecewa langsung mengambil alih kotak kue tersebut dari tangan Kasih, untuk kemudian memberikan ciuman sayang di pipi kanan dan kiri Kasih.


Hati Kasih begitu terasa hangat menerima perlakuan dari Andhira, ia serasa diperlakukan oleh seorang Ibu. Meskipun Budenya juga sering memberinya ciuman sayang, tapi entah mengapa ada perasaan yang berbeda ketika ia mendapat ciuman itu dari Andhira.


"Enggak apa-apa Tante, jangan dipaksa makan kue ini kalo memang Tante dan Om lagi jaga pola makan. Aku enggak apa-apa kok!" cegah Kasih tak enak hati.


"Hari ini kita 'cheat day' Sayang, bebas makan apa aja. Oke?" Andhira langsung merangkul tubuh mungil Kasih dan membawanya ke dapur.


"Tante sama Om, udah lama banget enggak makan lapis legit ini. Rencananya, tadi tuh Tante mau suruh orang buat ke toko kue ini beli beberapa boks, ehh udah dibawain duluan sama kamu!" Andhira terus menampilkan senyuman selama berbicara dengan Kasih, membuat Kasih langsung merasa nyaman.


"Tapi nanti tetep nyuruh orang ke sana buat beli lagi beberapa, nanti kamu bawa ya pulang!".


"Ehh, enggak usah Tante. Kok malah kayak tuker tambah?" tolak Kasih cepat-cepat.


Kasih jelas harus menolak, bukan? Tante Andhira akan memberikan beberapa boks kue yang sama, yang artinya beberapa juta nomimal rupiahnya, karena tadi dirinya membeli satu boks nya saja seharga sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah.


Andhira langsung tertawa mendengar celetukan 'tukar tambah' yang Kasih lontarkan.


"Enggak apa-apa Sayang, nanti bawa ya! Biar orang rumah kamu nyicip kue kesukaan keluarga Tante dan Om!" rayu Andhira.


"Mending enggak usah Tante, repot kalo ketagihan. Mahal soalnya.." suara Kasih semakin lirih, akan tetapi masih didengar oleh Andhira yang langsung tertawa mendengar ucapan polos gadis cantik itu.

__ADS_1


"Ya nanti tinggal hubungi Tante, Tante traktir lagi!" sahut Andhira terus tersenyum.


"Ya enggak begitu lah Tante Dhira, ngelunjak namanya!" sungut Kasih dengan wajah menggemaskan.


"Sekarang cobain deh lapis legitnya, Tante minta mbak di dapur buat bikin teh kita semua. Sambil nunggu makan malam, kita ngeteh cantik ya!" Andhira menyodorkan beberapa potong lapis legit yang ditata di piring yang begitu elegan.


Kasih langsung memotong kue tersebut dengan garpu, dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Enak banget, pantes mahal" puji Kasih dengan suara lirih.


***


Saat ini Kasih berada di ruang terbuka, dimana ada meja panjang yang sudah tersaji berbagai makanan ringan dan minuman ringan.


Sedikit kikuk saat melihat semua anggota keluarga Genta berkumpul, hanya Genta saja yang tak terlihat dan tentunya dia tak perduli. Untuk apa?


Setelah menyalami satu per satu dengan sopan santun.


"Apa kabar Kasih?" tanya Adam membelai surai indah Kasih.


"Baik Om, Alhamdulillah!" sahut Kasih.


"Masih suka ada yang dirasa enggak setelah kejadian waktu itu?" tanya Adam lagi masih membelai lembut penuh kasih sayang pada Kasih.


Kasih bisa melihat tatapan penuh sesal dan kekhawatiran dari Adam.


"Enggak kok Om, Kasih udah sehat sekarang. Makasih ya Om udah biayain pengobatan Kasih waktu itu".


"Enggak perlu ngucapin terima kasih, Sayang! Itu memang sudah tanggung jawab Om, gara-gara keisengan anak Om sampe bikin kamu masuk rumah sakit!" Adam terlihat tulus mengucapkan kata-katanya.


Tak lama setelah berucap, sosok yang sedang dibicarakan datang menghampiri mereka.


"Hai semua, selamat sore!" sapa Genta dengan gaya tengilnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2