Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Playboy Akut


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Elo itu bener-bener cocok menyandang julukan Playboy akut tau enggak? Gue yang tau elo membual aja, meleleh. Gimana cewek-cewek bego penggila elo?" ucap Kasih sarkasme.


"Gue emang playboy, tapi gue enggak sembarangan muji cewek! Elo gak percaya?" Genta memincingkan matanya ketika melihat wajah Kasih yang terkesan tak percaya dengan ucapannya.


"Enggaklah! Mana mungkin kan elo bilang ke cewek begini 'kamu jelek deh, mau tidur sama aku?'. Elo pikir cewek-cewek yang elo ajak bobo bareng rela gitu abis elo katain terus elo kelonin?" cibir Kasih.


"Pasti lah Lo puji-puji, elo puja-puja biar modus Lo berjalan mulus! Cihhh..!" lanjut Kasih menggebu-gebu seakan tak ingin berhenti menguliti Genta.


"Gue enggak perlu segitunya kok, justru mereka yang dateng menawarkan diri mereka ke gue dengan suka rela!" pongah Genta.


Kasih langsung menarik salah satu sudut bibirnya, sebal mendengarkan kenarsisan cowok asal di hadapannya sekarang.


Akan tetapi yang tak Kasih sama sekali sadari adalah tangannya yang masih digenggam oleh Genta selama mereka berjalan.


Genta sendiri harinya begitu diliputi kebahagiaan ketika Kasih mau diajaknya jalan dan tak sadar jika tangannya selalu digenggamnya.


"Mau makan apa jajan dulu enggak, gue yang traktir?" tawar Genta, namun Kasih langsung menggelengkan kepalanya.


"Langsung aja cari apa yang elo butuhin. Gue mau siap-siap, soalnya Kak Rangga mau ngajak gue jalan!" pungkas Kasih.


"Buru-buru amat!" cibir Genta dengan mimik tak suka.


"Kencan pertama gue, harus enggak mengecewakan dong!" sanggah Kasih, wajahnya yang berbinar justru membuat Genta jengah.


Cemburu kah?


Dengan berat hati, Genta pun langsung meminta pendapat Kasih kado yang manis dan cocok untuk Clara, juga yang pasti pantas


Tak lupa ia juga menyebutkan barang-barang apa saja yang sudah pernah diberikan pada kekasihnya tersebut, tentu memberikannya bukan atas inisiatifnya sendiri.

__ADS_1


Saat sang kekasih menginginkan sesuatu dengan senang hati Genta mengajaknya untuk membelikannya.


"Semua barang udah elo pernah kasih, jadi bingung sendiri gue. Kira-kira apa yang pantes buat cewek Lo ya?" Kasih melihat satu per satu toko dengan brand ternama yang mereka lewati.


"Oohh iya, ada satu yang pasti elo belum kasihan ke dia!" ucap Kasih berbinar penuh semangat.


"Apa?" tanya Genta tanpa curiga sama sekali.


"Coba elo kasih testpack, siapa tau justru dia yang mau ngasih hadiah ke elo!" jawab Kasih tergelak.


Genta langsung menoyor kepala Kasih yang masih saja menertawakan lelucon yang dia buat sendiri, "sorry, gue selalu maen aman!".


"Maen aman gimana?" tanya Kasih sungguh-sungguh tak mengerti.


"Pake sarung alias Caps alias kkondom!" jawab Genta enteng tanpa memperdulikan wajah Kasih yang langsung berubah merah padam, malu sendiri.


Meski gugup, Kasih masih berusaha untuk menggoda cowok tampan yang masih saja setia menggenggam tangannya.


"Yaaa, kali aja elo lagi apes, 'sarung laknat' Lo bocor. Who knows, kan?".


"Bisa iya, bisa enggak. Tergantung tingkat kebaperan Lo aja!" ejek Kasih kembali terbahak-bahak.


Merasa gemas dengan tingkah dan ejekkan Kasih, dengan mudahnya Genta memiting kepala gadis ceria itu di ketiaknya, membuat si gadis berusaha keras melepaskan diri dari pitingan cowok jangkung yang sedang menikmati penderitaannya.


Mereka tak menyadari bahwa kelakuan mereka yang seperti sepasang kekasih sedang bercanda, membuat seorang cowok mengetatkan rahangnya dengan wajah dan mata merah penuh amarah.


Yupz, Rangga memang sedang berada di mall tersebut untuk membelikan kekasihnya dress dan heels cantik, karena malam ini rencananya ingin membawa Kasih ke sebuah acara yang keluarga Genta adakan.


Meski diliputi perasaan cemburu dan marah yang membuncah di dadanya, Rangga mencoba menahan diri dan terus mengikuti kemana kedua orang tersebut pergi.


Saat ini, sungguh hati Rangga serasa sesak dan panas melihat pemandangan di depan matanya.


Dilihatnya mereka berdua memasuki salah satu toko tas dengan brand ternama luar negeri, makin kesal saja Rangga dibuatnya. Terlebih saat dirinya melihat jika Kasih dan Genta terus menerus bergandengan tangan selayaknya sepasang kekasih.


"Menurut elo ini bagus?" tanya Genta memperhatikan tas ransel terbaru dari salah satu brand dunia tersebut.

__ADS_1


"Kalo gue sih suka!" jawab Kasih.


"Ya udah gue ambil yang ini, gue yakin pilihan Lo pasti the best lah!" sahut Genta tanpa berpikir dua kali lagi.


Kasih hanya menggelengkan kepalanya, heran pada cowok tampan tersebut yang membeli tas dengan harga hampir menyentuh nominal empat puluh jutaan, seperti membeli permen karet di minimarket saja.


Sambil menunggu Genta yang sedang meminta petugas sales nya untuk membungkus tas pilihannya dengan kotak yang begitu elegan, Kasih melihat satu per satu tas yang di display di toko tersebut.


Hingga matanya menangkap sebuah tas sekolah model sederhana, tetapi sangat cantik dan elegan mengalihkan perhatiannya.


Penasaran dengan harga tas tersebut, Kasih pun mencari barcode harganya.


Matanya serasa ingin loncat keluar saat melihat nominal angka yang cukup fantastis, hampir menyentuh tujuh puluh jutaan.


Hingga suara berat yang sudah ia hafal betul pemiiknya menyadarkan dari keterkejutannya, "elo mau?".


"Engg, enggak.. cuma lihat-lihat aja!" jawab Kasih gugup.


"Elo kalo mau, ambil aja. Gue beliin, lagian tadi bukannya elo bilang enggak gratis nganterin gue nya?" Genta mengingatkan Kasih selorohan gadis mungil di mobil tadi.


"I, iya.. Tapi gue enggak minta barang semahal ini kali. Gue, gue cuma mau minta kue lapis legit kayak yang Tante Andhira kasih kemaren!" Kasih terlihat makin gugup, ia tahu cowok di hadapannya terlalu bodoh untuk diajak bergurau, sedikit saja tak berhati-hati dengan candaan yang akan dilontarkannya pasti Genta akan menganggapnya serius.


Karena awalnya Kasih ingin menggoda Genta dengan berpura-pura meminta tadi cantik nan elegan tersebut, akan tetapi ia langsung teringat kejadian kebab sewaktu di rumah sakit sehingga ia cepat-cepat mengenyahkan fikiran untuk menggoda Genta lagi.


"Elo kalo mau tas ini bilang aja, jangan sungkan. Gue mampu kok ngebeliinnya dan asal elo tau, gue ini bukan Sultan abal-abal. So, ambil aja klo elo pengen tuh tas!" pongah Genta dengan tampang sombongnya membuat Kasih hanya mencibir kesal.


"Itu tas harganya lebih mahal dari tas yang mau elo kasih ke Clara, tau!" salak Kasih.


"Any problem with that?" Genta mengernyitkan dahinya, masalahnya apa memang kalau tas yang gadis berisik itu inginkan lebih mahal dari tas yang ia belikan untuk Clara?


Hingga, tarikan pada lengan Kasih dan suara penuh kemarahan mengejutkan mereka berdua yang masih asyik melihat satu sama lain.


"Seseru ini, hm, kamu jalan sama cowok lain? Kamu udah ngejadwalin buat bagi waktu kecan antara aku sama dia, iya?" gertak Rangga penuh kemarahan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2