Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Marah


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih terus saja menggigit bibir bawahnya ketika dia akan merasa gugup, terlebih melihat tatapan penuh selidik dan kecurigaan dari kekasihnya.


Meskipun merasa takut, Kasih memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Rangga, "tadi yang telpon aku Genta!" jawab Kasih dengan suara lirih.


"Mau apa dia telpon kamu malem-malem gini?" tanya Rangga ketus.


"Aku juga enggak tau, aku enggak enak kalo mutusin sambungan telponnya sepihak makanya pas Kak Rangga nelponin terus aku bilang ke dia buat udahan!" Kasih benar-benar tak berani menatap wajah sang kekasih selama menjawab pertanyaan sang kekasih.


"Kalo kamu enggak enak buat matiin telepon sepihak dari dia, ya jangan kamu angkat dong. Lagian kan aku udah bilang sama kamu, tolong kamu jaga jarak dari Genta, baru tadi siang lho aku memperingatkan kamu!" geram Rangga semakin kesal.


Kasih mulai berani menatap intens wajah Rangga yang terlihat begitu kesal, dia sadar karena sudah tak mengindahkan peringatan sang kekasih, akan tetapi dia tak menyangka jika Rangga akan sekesal ini pada dirinya.


"Iya, maaf. Lagian juga aku sama Genta gak ngomong apa-apa kok, dia nelepon tadi juga enggak lama. Jadi Kakak enggak usah khawatir, aku enggak akan pernah suka sama dia!" tegas Kasih, terselip sedikit rasa sesak di hatinya karena sikap Rangga yang terlalu over posesif. Sungguh dia tidak menyukainya.


"Udah malem, lebih baik kamu istirahat daripada besok kamu terlambat. Besok aku jemput kamu ya!" ucap Rangga membuat Kasih sedikit kecewa, karena sebenarnya Kasih begitu ingin mengobrol banyak dengan Rangga.


Namun Kasih pun bisa mengerti kekesalan sang kekasih saat ini, dia akhirnya mengiyakan ucapan Rangga dengan berat hati. Terlebih ketika Rangga mengatakan akan menjemputnya, hal tersebut sedikit mengobati kekecewaannya.


Kasih pun berjanji akan menjelaskannya besok dan mencoba untuk memberikan pengertian pada Rangga bahwa sikapnya membuat Kasih tidak nyaman.


***


Pagi hari, Kasih langsung disuguhkan pemandangan yang berbeda sekaligus menyenangkan ketika di meja makan ada sang kekasih sedang asyik mengobrol dengan Kakak sepupunya sambil menikmati sarapan pagi.


Dengan langkah riang dia berjalan ke kursinya sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Seneng bener kayaknya nih yang dijemput pacarnya, tapi gue ikut seneng juga sih paling enggak mulai sekarang gue enggak usah repot-repot anter-jemput elo lagi!" ejek Dewa.


"Jadi selama ini Mas Dewa ngerasa aku repotin?" tanya Kasih dengan mimik sedih yang dibuat-buat.


"Menurut Lo?".


Ranti yang jengah mendengar perdebatan antara Kakak beradik itu pun mulai bicara tegas, "Kalian berdua itu kalo udah ketemu ribut terus deh, heran Ibu. Ada tamu juga masih sama aja, udah cepat abisin sarapan kalian!".


Usai sarapan, Rangga dan Kasih pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah mereka.


"Kak, aku mau ngomong sesuatu sama kamu!" ucap Kasih memecahkan keheningan sepanjang perjalanan yang mereka lalui.


"Ngomong apa? Tentang tadi malem?" tanya Rangga menoleh sebentar ke arah sang kekasih yang terlihat gugup.


"Iya, tentang semalem. Emhh .. Aku kurang nyaman dengan sikap Kakak semalem!" ucap Kasih lagi sambil terus meremas rok sekolahnya.


"Aku minta maaf atas sikap aku semalem, aku sadar aku udah berlebihan!" sahut Rangga jujur.


"Aku tau sih maksud Kakak bersikap begitu ke aku, tapi aku jadi ngerasa kalo Kakak tuh enggak percaya sama aku!".


"Kak, aku juga minta maaf ke Kakak karena kalo Kak Rangga minta aku ngejauhin Genta itu pasti enggak mungkin, dia kan senior aku di ekskul teater otomatis aku bakal sering berinteraksi sama dia!" lanjut Kasih lagi.


"Aku harap Kak Rangga mau mengerti dan percaya sama aku kalo aku enggak mungkin macem-macem sama dia!".


Kasih benar-benar berharap agar Rangga bisa mempercayainya dan mengerti akan posisinya saat ini.


"Dan aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan yang aku beri!" ucap Rangga tegas, meskipun tetap tersenyum saat mata mereka saling bertemu.


Sesampainya di parkiran sekolah, Rangga langsung menggandeng tangan Kasih dengan sangat posesif terlebih ketika mereka berdua melewati Genta yang juga baru saja turun dari mobilnya.


Tanpa menoleh sama sekali ke arah Genta yang memasang senyum devil nya, mereka berdua terus saja melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Genta yang sempat terkekeh langsung berlari kecil untuk menyamakan langkah mereka berdua.


Tanpa rasa canggung sama sekali, bahkan terkesan tak punya malu Genta justru langsung merangkul pundak saudara sepupunya tersebut.


"Posesif amat gandeng cewek lu!" sindir Genta dengan gaya super menyebalkannya.


"Takut gue serobot ya?" lanjutnya lagi dengan gaya slengeannya.


Tanpa ada yang menduga sama sekali, Genta langsung berpindah ke sisi Kasih membuat keduanya menghentikan langkah mereka dan menatap penuh tanda tanya ke arah cowok tampan sekaligus menyebalkan itu.


"Inget pulang sekolah nanti, hari pertama kita mulai latihan teater ya Cantik, banyak yang mau kita bahas buat project tahun ini jadi jangan sampe enggak dateng ya!" Kasih dan Rangga langsung membelalakkan matanya ketika usai berucap demikian Genta langsung mencium pipi Kasih.


Merasa tak terima dengan kelakuan absurd Genta, Rangga yang sudah dikungkung emosi langsung merangsek ke arah Genta untuk kemudian mendorong tubuh tinggi tersebut dengan penuh amarah.


"Anjing Lo ya!" geram Rangga yang terus merangsek dan berusaha memukul wajah tampan Genta.


Sedang Genta dengan gesit terus menghindari pukulan-pukulan yang ingin dihujamkan ke wajahnya sambil terus terkekeh-kekeh.


Kasih sendiri melihat keributan antara mereka mulai dilanda kekhawatiran dan kepanikan, terlebih banyak orang yang berkumpul untuk melihat keributan tersebut.


"Udah Kak Rangga, udah. Kita balik aja ke kelas, enggak usah peduliin dia!" Kasih terus mencekal lengan Rangga yang terus menerus mencoba untuk menghajar Genta.


Rangga langsung menghentikan perbuatannya dan berbalik menatap tajam ke arah Kasih, "Kenapa? Kamu suka dicium-cium dia hah? Sampe kamu harus bilang gak usah peduliin dia?" tuduh Rangga.


"Apa?".


Sungguh Kasih dibuat tak percaya dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut kekasihnya tersebut, bagaimana bisa Rangga mempunya pikiran seperti itu dan jujur ucapan yang dilontarkan Rangga membuat hati Kasih begitu sakit.


Kasih langsung menatap tajam ke arah Rangga untuk kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan kedua cowok yang begitu menyebalkan untuknya saat ini.


Tanpa terasa air mata Kasih luruh saat dia berjalan menuju ke kelasnya, sungguh ucapan Rangga dan kelakuan Genta yang seenaknya terhadap dirinya menorehkan luka di hati Kasih.

__ADS_1


Dia marah, sangat marah saat ini hingga memutuskan seharian ini tak ingin keluar kelas untuk menghindari bertemu dengan Genta maupun Rangga, pacarnya sendiri. Dia ingin menyendiri untuk menenangkan dirinya sendiri saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2