
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Kasih begitu bersemangat menjalani harinya saat ini, bahkan ia terlihat berkali-kali lipat lebih lincah saat membantu kedai sang Bude yang selalu ramai saat akhir pekan.
Dan alasan semangat Kasih tentu karena ia telah mengetahui jika sang pujaan hati akan mengajaknya malam mingguan, hal yang akan menjadi pengalaman pertamanya.
Dewa meskipun beberapa kali terlihat mencibir ke arah sang adik, namun tak dipungkiri jika ia ikut bahagia melihat rona bahagia yang selalu terpancar dari wajah cantik sang adik.
"Yang mau malem mingguan, semangat bener!" cibir Dewa yang entah sudah yang keberapa kali terlontar dari mulut jahilnya.
"Iya dongg..!" Kasih menjulurkan lidahnya untuk meledek sang Kakak yang hanya dibalas tawa gemas oleh Dewa.
Tiba-tiba mata Kasih membola saat mendapati sosok jangkun nan tampan Genta berjalan masuk ke dalam kedai mereka, untuk apa cowok itu nekat menemui dirinya?
Tunggu-tunggu, di sini ada Mas Dewa, jelas akan ada keributan jika kedua laki-laki tampan itu bertatap muka.
"Arrrgghhh, musibah apa lagi ini yang akan gue alami di hari gue yang tenang ini?" batin Kasih menggerutu.
Melihat perubahan raut wajah sang adik, Dewa langsung membalikkan wajahnya untuk mencari tahu apa yang membuat sang adik terlihat begitu tegang.
Benar saja, rahang Dewa langsung mengeras saat melihat sosok Genta dengan gaya cuek dan tengilnya memasuki kedai. Bahkan Genta tanpa rasa canggung, dengan wajah yang masih menyisakan beberapa luka hasil karya Dewa tersenyum ke arah mereka berdua.
"Mau ngapain elo ke sini?" gertak Dewa.
"Opss, nyantai Bro! Gue dateng ke sini sebagai costumer, emang gini cara elo memperlakukan pelanggan?" sindir Genta tersenyum tengil.
Dewa terdiam, akan tetapi matanya tetap melihat tajam ke arah Genta yang tak terprovokasi sama sekali.
__ADS_1
Sedang Kasih, jangan ditanya lagi. Dirinya begitu panik dan ketakutan, tak bisa dibayangkan jika terjadi keributan di kedai mereka akan seperti apa malunya.
Beruntung sang Bude datang yang langsung membuat suasana tegang diantara mereka berangsur menurun, karena Dewa tak akan berani bertindak gegabah di depan Ranti.
"Nak Genta ya? Apa kabar? Tumben ke sini?" serentetan pertanyaan diajukan oleh Ranti begitu ramah dan juga terselip nada suara yang tak enak hati, atau mungkin rasa bersalah. Terlebih saat melihat wajah memar di wajah tampan anak Boss besar itu yang ia yakin ulah anaknya.
"Baik Tante. Tante sendiri apa kabar? Saya ke sini mau makan siang, tiba-tiba pengen makan gudeg dan oseng mercon di sini!" jawab Genta tak kalah ramah.
Tapi entah mengapa keramahan yang ditunjukkan oleh Genta membuat Kasih dan Dewa justru merotasi mata mereka malas.
"Panggil Bude aja Nak Genta!" pinta Ranti membuat Kasih dan Dewa berdecih, sedang Genta terlihat sekali senyum puas terukir di bibirnya.
"Seneng rasanya kamu suka makanan di kedai Bude. Ayo, mari sini!" Ranti menarik lembut lengan Genta untuk menggiringnya ke salah satu meja makan.
"Kasih, kamu bawa buku menu ke meja Nak Genta ya. Layani dia sebaik mungkin!" seperti bisa mengerti apa yang diinginkan oleh Genta, Ranti pun meminta Kasih mengikuti mereka untuk melayani cowok rese tersebut.
Selagi digiring ke salah satu meja, Genta sempat menengok ke arah Kasih untuk mengerlingkan matanya tentu diiringi dengan senyum yang sengaja untuk menggodanya.
Kesempatan ini pun digunakan Ranti untuk meminta maaf pada Genta atas perbuatan Dewa yang sudah menghajarnya habis-habisan.
"Enggak apa-apa Bude, namanya juga cowok. Senggolan dikit udah biasa, lagian luka-luka begini doang mah enggak berasa apa-apa. Palingan kadar kegantengan saya agak berkurang ketutup lebam-lebam ini!" seloroh Genta menunjuk beberapa lebam di wajahnya.
Sempat terdiam mencerna kenarsisan Genta, keduanya akhirnya tertawa karena ulah narsis dan blak-blakan cowok random tersebut.
"Ya sudah kalo begitu, sekali lagi maafin Dewa ya. Sekarang Bude tinggal dulu, tuh si Kasih udah datang!" tunjuk Ranti pada sosok cantik yang tengah menghampiri mereka.
"Makasih Bude!" ucap Genta tulus karena telah menerima keramahan dari Ranti.
Ranti hanya mengangguk dan tersenyum ramah, ia pun langsung meminta Kasih yang sudah berdiri di sebelahnya dengan memegang buku menu, "layani Nak Genta dengan baik dan sopan, dia itu pelanggan kedai kita. Jangan jutek-jutek!".
Kasih langsung mengerucutkan bibirnya mendengar titah berlebihan sang Bude, "lagian kapan sih Kasih jutek sama pelanggan?" gerutunya.
__ADS_1
Ranti mengusap-usap puncak kepala Kasih dengan sayang, tanpa mau meladeni gerutuan keponakan cantiknya, ia memutuskan untuk meninggalkan keduanya.
"Denger tuh kata Bude lu, layani gue dengan baik dan sopan, jangan jutek-juyek!" ejek Genta terlebih melihat wajah tak ikhlas yang diperlihatkan Kasih.
"Harusnya elo tuh pengecualian, bisa ngelunjak lu kalo dibaikin!" balas Kasih galak.
"Nih pilih menu yang elo mau, biar gue catet!" Kasih menyodorkan buku menu pada Genta dengan gerakan kasar.
"Yang sopan Kasih, baik-baik ngelayani guenya. Kalo enggak gue bilangin Bude lu lho!" ancam Genta penuh dengan senyum kemenangan.
Kasih dengan gerakan cepat langsung menarik lagi buku menu yang masih di atas meja, "selamat siang Kak, selamat datang di kedai kami. Silahkan dipilih menunya!" ucap Kasih dengan keramahan yang dibuat-buat membuat Genta langsung tergelak.
Cukup lama Genta membolak-balik buku menu di tangannya, seakan lupa jika sang pelayan cantik tengah menunggu pesanan si pelanggan untuk dicatatnya. Yupz,, Genta memang sengaja melakukannuya untuk membuat kesal Kasih.
"Maaf Kak, apa perlu saya tinggal dulu selagi Kakak memilih makanan yang Kakak inginkan?" tanya Kasih pura-pura sopan.
"Tunggu aja dulu sebentar!" jawab Genta tersenyum devil, membuat Kasih langsung menggeram.
"Mau elo apa sih Genta, udah sepuluh menit elo cuma bolak-balik tuh buku menu. Kaki gue pegel tau!" rengek Kasih langsung mendudukkan dirinya di bangku seberang Genta.
Genta langsung tersenyum penuh kemenangan melihat cewek cantik itu akhirnya menyerah bersikap layaknya pelayan profesional dan akhirnya duduk merengek di hadapannya.
"Gue mau paket gudek komplit, ditambah oseng mercon sama minumannya es kelapa jeruk. That's all!" ucap Genta tanpa merasa berdosa sama sekali!
"Dasar setan, mau mesen itu aja pake bikin gue naek darah lu! Bentar gue siapin pesenan lu! Ada lagi enggak yang perlu ditambah?" Kasih bangkit dari duduknya, usai mencatat pesanan Genta.
"Ada. Gue mau elo nemenin gue makan. Gue yang teraktir!" sahut Genta.
Jelas permintaan seenaknya Genta tersebut membuat Kasih membelalakkan matanya terkejut.
"APA..?".
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=