Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Genta ..


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Dentuman musik begitu terdengar memekkan telinga di salah satu diskotik mewah di Jakarta, dimana saat ini Genta, sang kekasih serta beberapa teman mereka tengah menghabiskan malam mereka.


Pergaulan Genta dan kawan-kawannya memang terlampau bebas, bahkan saat ini tanpa rasa malu sama sekali Genta dan Clara tengah berciuman.


"Aku mau nanya sesuatu sama kamu, Hun?" Tanya Clara ketika ciuman mereka sudah terhenti.


"Apa?".


"Tadi ada temen aku gak sengaja ngeliat kamu sama anak baru yang kamu isengin itu di pojokkan sekolah yang sepi, dan ini dia sempet memfoto kalian tadi..!" Clara menyodorkan foto ketika Genta mencium paksa Kasih.


"Terus apa yang mau kamu tanyain?" Tanya Genta bingung.


"Jadi foto ini bener?" Ucap Clara balik bertanya.


"Kamu tau kan Clara aku paling enggak suka diintrogasi begini? Kamu tau juga kan aku gimana? Aku bertahan lama berhubungan sama kamu karena selama ini kamu tuh enggak bawel ngurusin urusan aku, jadi kalo emang kamu masih pengen kita jalan, please jadilah Clara yang selama ini gue sukai!" Sahut Genta dengan tatapan mengintimidasi.


"Yes, I know. I'm sorry..!" Clara menggelayut manja ke tubuh kekasihnya yang disambut dekapan oleh Genta, meskipun sungguh hati Clara masih begitu panas dengan perbuatan Genta dan anak baru itu.


"Ayo aku anter pulang, udah malem!" Ajak Genta menggandeng lembut tangan kekasihnya.


"Baru jam 11 Hun, masa kita pulang sih?" Keluh Clara.

__ADS_1


"Besok kita harus sekolah, weekend ini aku janji bakalan ngabisin waktu yang lama sama kamu. Oke!" Sahut Genta mencium sekilas bibir Clara yang sedang cemberut.


Sesampainya di parkiran dan ketika mereka sudah berada di dalam mobil, Clara masih saja menampilkan wajah masamnya karena enggan diajak pulang.


Sedang Genta yang melihat kekasihnya tengah merajuk, langsung menarik tubuh tinggi nan ramping Clara ke atas pangkuannya.


"Kenapa ngambek sih, hmm? Masalah foto itu atau karena aku ajak pulang?" Tanya Genta membelai rambut panjang kekasihnya dengan penuh rasa sayang.


"Both..!" Sungut Clara.


"Okey, masalah foto itu iya emang aku tadi nyium Kasih__!" Penjelasan Genta terpotong di udara ketika Clara menyelaknya dengan nada ketus.


"Kamu sampe inget nama tuh cewek?".


"Oohh, come on Baby, It's doen't mean anything. Aku inget nama dia karena emang aku sering ngerjain dia kan, bukan berarti aku menspesialkan dia. Mau aku terusin penjelasan aku atau mau ngambangin aja nih?" Goda Genta yang tangannya mulai menjalar nakal ke tubuh sang pacar.


"Cewek itu tipe-tipe cewek rumahan yang polos, karena dari di selalu bikin kesel aku dengan ocehannya yaa aku ngegertak dia nya dengan nyium paksa dia lah. Tipe cewek kayak Kasih kalo digituin pasti langsung mentalnya break down, anggap aja sebagai bentuk pelajaran supaya dia tau siapa aku!" Lanjut Genta sambil sesekali menyesap puncak dada Clara, yang membuat Clara men des*h kenikmatan.


"Dan untuk alasan kita harus pulang cepat yaa kamu tau sendiri kan besok kita masih harus masuk sekolah and you know how is my Dad, dia paling gak suka lihat aku bolos sekolah tanpa alesan yang jelas!" Jelas Genta dengan mata yang sudah dipenuhi gairah.


"And to treat your disappointment, let's do it quickly!" Lanjut Genta sambil menyatukan diri mereka dengan Clara yang berada di atas tubuhnya untuk memimpin permainan panas mereka di dalam mobil tersebut.


***


"Dari mana kamu Genta!!" Teriak Adam menggelegar saat ia memang dengan sengaja menunggu anak laki-lakinya itu di ruang tengah.


"Nongkrong Dad sama anak-anak di cafe Abangnya Reno!" Jawab Genta tanpa rasa takut sedikit pun melihat wajah marah Daddy nya.

__ADS_1


"Di cafe atau club malam hah?" Gertak Adam semakin menjadi.


"Ohh come on Dad, Daddy juga pernah muda kan? Apa salahnya sih aku ke club malem toh aku sudah cukup usia buat masuk ke sana!" Jengah Genta dengan sikap Daddy nya.


"Kamu baru berusia 17 tahun Genta, belum waktunya kamu menikmati tempat-tempat macam itu. Dan ini hari apa coba? Besok kamu harus sekolah, tapi lihat jam berapa sekarang? Jam 1 malam kamu baru aja sampe di rumah, mau jadi apa kamu hah?" Geram Adam membuat Genta semakin jengah.


"Oohh ayo lah Dad, di sekolah belum aktif juga kok kegiatan belajar mengajarnya masih fokus orientasi siswa baru. Santai aja lah Dad..!" Sahut Genta dengan gaya slengeannya.


"Kamu bener-bener anak keterlaluan Genta, berbeda sekali dengan Abang kamu, Arsya tak pernah sekali pun membantah ucapan Daddy dan saat Arsya seusia kamu dulu dia sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya ke club malam, sedang kamu? Entahlah hal buruk apa saja yang sudah kamu lakukan di belakang kami!" Adam benar-benar didera rasa kecewa dengan prilaku Genta, putera bungsunya itu.


"Kenapa Daddy selalu membandingkan kami? Jelas kamu dua orang yang berbeda, kapan Daddy mau mengerti itu?" Kali ini suara Genta meninggi karena untuk kesekian kali ia harus dibanding-bandingkan dengan Kakak pertamanya.


"Saya hanya ingin kamu belajar dari Abang kamu, lihat dia di usianya yang masih muda ia sudah menjadi orang yang berhasil. Hidupnya tak pernah sia-sia hanya karena ia tak menikmati masa remajanya seperti yang kamu nikmati saat ini!" Tegas Adam kemudian berlalu meninggalkan Genta.


Yaa, Arsyarendra Mahardika Dawson Kakak laki-laki pertamanya berusia 28 tahun, usia yang terpaut cukup jauh dengannya sudah menjadi Dokter spesialis kandungan di klinik yang dia bangun sendiri.


Genta terdiri dari tiga bersaudara, Arsya Kakak tertuanya, Adhisti Mahardika Dawson Kakak perempuan kedua berusia 25 tahun yang kini selain masih kuliah, ia juga sedikit membantu perusahaan Daddy nya lebih tepatnya memegang salah satu anak cabang perusahaan sang Daddy.


Dan Genta, anak yang paling muda Adam benar-benar menjadi harapan satu-satunya yang akan meneruskan perusahaan sang ayahnya setelah Arsya memutuskan untuk menjadi Dokter Spesialis kandungan.


Maka dari itu Adam benar-benar mendidik keras Genta agar kelak ia mampu meneruskan perusahaan yang akan diwariskannya kelak, namun sayang didikan yang diterapkan Adam justru membuat Genta menjadi sosok pembrontak, selalu ada saja ulah yang dibuat oleh Genta di luaran sana yang tak ayal dirinya atau Kakak-kakaknya lah yang akhirnya menyelesaikan masalah yang Genta buat.


"Kenapa harus selalu menjawab Daddy Sayang, sekali saja kamu diam dan dengarkan ucapan Daddy kamu. Apa begitu sulit, hmm?" Tegur Andhira, Mommy Genta.


"Aku capek Mom, aku mau istirahat. Aku gak mau besok terlambat masuk sekolah yang bisa dipastikan bakal bikin Daddy meradang lagi, aku naik ya Mom, mau tidur!" Sahut Genta memeluk tubuh Andhira dan memberikan kecupan di wajah perempuan yang sudah berumur namun masih terlihat cantik dan anggun itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2