
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Sesampainya di kelas, Kasih langsung mendudukan diri di kursinya. Wajah sembab serta mood yang terlihat kacau membuat ketiga sahabatnya memandang bingung ke arahnya, karena biasanya cewek cantik itu akan sangat berisik setibanya di kelas.
"Kenapa sih lu, masih pagi udah lecek aja tuh muka?" tanya Axel, namun Kasih tetap bergeming.
"Bukannya tadi sempet update status wa ya, kalo dijemput Ayank pagi ini? Dijemput kok asem gitu mukanya?" timpal Evelyn, akan tetapi Kasih tetap diam.
"Jangan-jangan ngambek enggak dikasih morning kiss lagi sama si pujaan hati!" ledek Rania membuat yang lain tergelak.
Mendengar ledekan Rania, sontak Kasih langsung semakin membrengut kesal karena justru mengingatkannya pada perbuatan Genta.
"Emang tampang gue tampang cewek gampangan ya? Cewek murahan gitu?" tanya Kasih menghentikan gelak tawa ketiga sahabatnya karena bingung dengan arah obrolannya.
"Kok elo nanya begitu?" tanya Axel.
"Tadi di parkiran Genta sama Kak Rangga ribut--!" Kasih sempat terdiam saat ketiga sahabatnya memekik keras karena terkejut.
"Gara-gara si cabul Genta nyium pipi gue di depan Kak Rangga, marahlah Kak Rangga, hampir baku hantam!" lanjut Kasih lagi menghela nafasnya berat, sedang ketiganya tetap fokus dengan cerita Kasih yang tersendat-sendat.
"Karena keributan mereka udah menyita perhatian banyak siswa, gue coba pisahin dong. Gue bilang ke Kak Rangga supaya enggak usah peduliin Genta, ehh malah Kak Rangga mikirnya kalo gue ngomong kayak gitu karena gue suka dicium si Genta!" Kasih menyusut air matanya yang mulai luruh karena rasa sesak yang dirasakannya akibat perilaku kedua saudara sepupu tersebut.
Kasih sempat terdiam cukup lama sambil terus menyusut air matanya dengan punggung tangannya, lalu setelah mampu menguasai dirinya dengan suara tercekat Kasih pun kembali bercerita.
"Emang gue itu kelihatan kayak cewek gampangan ya, sampe si Genta seenaknya memperlakukan gue semau dia dan ini tuh bukan pertama kalinya dia berbuat kurang ajar ke gue, seakan-akan gue kayak cewek yang enggak ada harga dirinya. Terlebih Kak Rangga, yang seenaknya nuduh gue suka sama apa yang diperbuat Genta. Hati gue sakit tau enggak!" Kasih langsung menutup wajahnya dengan telapak tangannya saat tangisannya pecah.
__ADS_1
Ketiga sahabat Kasih langsung menghampiri Kasih seraya memberikan pelukan padanya, mereka begitu merasa iba dengan apa yang menimpa sahabat cantik mereka.
Sedang Rangga yang awalnya hendak meminta penjelasan pacarnya tentang ucapannya untuk tak memperdulikan apa yang sudah Genta perbuat terhadap sang kekasih, justru dibuat sesak dengan apa yang baru saja dia dengar.
Sungguh Rangga menyesali ucapan yang seenaknya sudah menuduh Kasih tanpa mencoba mencerna maksud permintaan Kasih.
Dia pun lantas meninggalkan kelas Kasih untuk memberi Kasih waktu menenangkan dirinya akan tetapi dia berjanji jam istirahat nanti akan menemui kekasihnya untuk meminta maaf dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Mungkin cowok Lo cuma lagi cemburu plus kesel aja kali makanya ngomongnya enggak di ayak dulu!" hibur Axel yang mendekap erat tubuh Kasih yang naik turun akibat menangis.
"Kalo si Genta mah emang dasar soang, maen sosar-sosor anak orang aja seenaknya!" lanjut Axel lagi kali ini membuat semuanya tertawa, termasuk Kasih yang langsung tertawa disela isakkannya.
"Hari ini hari pertama latihan teater, rasanya gue males banget ikutan. Males ngeliat Genta dan berinteraksi sama dia, gue tuh pengen seharian ini nggak ketemu sama Genta atau pun Kak Rangga. Pengen nata hati dulu!" ucap Kasih lesu.
Kasih langsung melepaskan diri dari dekapan tubuh Axel, untuk kemudian menyusut air matanya lagi. Ia pun menarik nafas dalam untuk memberikan ketenangan pada dirinya sendiri.
"Udah enggak usah mikirin yang entar-entar, siapa tau istirahat nanti mood elo udah balik lagi!" sahut Axel.
***
Kasih memilih tetap di kelas ketika semua pergi ke kantin untuk mengisi perut lapar mereka, meskipun dibujuk oleh ketiga sahabatnya sungguh mood Kasih saat ini sedang tidak menyenangkan.
Dia hanya meminta pada ketiga sahabatnya untuk membelikan sesuatu usai dari kantin nanti.
Namun sepertinya usaha untuk menyendirinya tak berhasil karena kini Rangga sudah duduk tepat di kursi sebelahnya, mengusap lembut punggungnya.
Kasih yang tengah menelungkupkan wajahnya di atas meja sontak langsung mengangkat kepalanya saat merasakan punggungnya dibelai dengan lembut.
Tak ayal dia langsung terkejut mendapati Rangga yang duduk di sebelahnya sambil tersenyum hangat saat kedua mata mereka bertemu.
__ADS_1
"Enggak istirahat, hm?" tanya Rangga menatap dalam mata indah Kasih yang terlihat sembab.
"Enggak lapar!" jawab Kasih berbohong.
"Enggak lapar atau enggak mau ketemu sama aku?" Rangga terus membelai lembut pipi halus Kasih yang memerah.
"Kita ke kantin yuk, temenin aku makan, aku laper banget!" ajak Rangga melihat Kasih hanya diam saja dengan sikap dinginnya.
"Aku masih marah sama Kak Rangga!" ketus Kasih menatap tajam kekasihnya, bukannya takut Rangga justru mengulum senyum dengan tingkah Kasih.
"Makanya aku ajak kamu ke kantin, aku ajak makan biar marahnya reda. Cewek kan biasanya kalo ngambek gampang luluh kalo dikasih makanan!" goda Rangga masih terus mengulum senyuman.
"Dihhh, jangan samain aku sama cewek lain lah, aku tuh beda tau!!" gerutu Kasih.
"Kalo sama ini luluh enggak?" Rangga menyodorkan cokelat yang begitu manis karena dihias pita berwarna pink.
"Nyebelin ihh!" Kasih menerima cokelat tersebut dengan wajah kesal yang dibuat-buat.
Rangga langsung bisa bernafas lega melihat kemarahan Kasih yang berhasil mereda hanya dengan sebatang cokelat, "jadi mau nemenin aku ke kantin?".
"Tapi aku masih kesel lho, pokoknya aku enggak mau Kakak kayak tadi lagi, aku enggak mau Kakak mikir kalo aku menikmati perbuatan Genta. Asal Kak Rangga tau, harga diri aku tuh rasanya kayak diinjak-injak!" salak Kasih begitu menggebu-gebu.
"Iya, aku minta maaf ya udah enggak peka. Aku emosi tadi!" Rangga mengelak sambil terus mengelus pipi mulus Kasih.
Kasih yang melihat penyesalan dari mata Rangga, akhirnya mengangguk menerima ucapan maaf dari sang pacar. Sungguh Kasih dibuat tak tega dengan sikap Rangga saat ini yang begitu memelas meminta maaf darinya.
"Kakak harus percaya sama aku, aku enggak mungkin tertarik sama Genta. Dia itu tuh kayak mimpi buruk tau enggak, jadi sekali lagi enggak mungkin aku mau sama dia!" sekali lagi Kasih mencoba membuat Rangga agar mau percaya padanya, karena keraguan Rangga benar-benar melukai hatinya.
***
__ADS_1
Sekalian Othor mau promoin karya sahabat Othor yang kerennnn abizzzzz .. cuzz mampir kuyyyy ππ