Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Standing Applause


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih dan ketiga temannya kini telah sampai di aula yang memang dibuat untuk audisi perekrutan para siswa-siswi yang ingin mengikuti ekstrakulikuler teater.


Beberapa murid mengikutinya memang benar-benar sangat berminat, sedangkan beberapa sebagian hanya ingin bisa berdekatan dengan sang Kakak kelas yang memang pesonanya tak terbantahkan cukup menarik banyak siswi-siswi sekolah tersebut.


Meskipun bernampilan tipe-tipe cowok badboy, wajah tampan, kulit putih, tubuh tinggi tegap dan cukup kekar membuat Genta begitu digilai oleh para siswi, bahkan mungkin semua kaum hawa terkecuali tentu Kasih yang selalu memasang wajah bermusuhan terhadapnya, namun hal ini justru membuat Genta begitu penasaran dengan sosok gadis mungil bersuara menggelegar tersebut hingga ia pun sangat senang menjahilinya.


Sesekali Genta menengok ke arah pintu masuk, ingin memastikan jika cewek unik itu sudah memasuki ruang audisi. Genta sedikit merasa cemas karena Kasih sama sekali belum terlihat membuatnya berfikir jika gadis itu benar-benar membatalkan niatnya untuk bergabung dengan organisasinya.


Namun senyum kelegaan berhasil mengembang ketika matanya menangkap sosok yang sedari tadi ia tunggu kehadirannya. Kasih berjalan beriringan dengan ketiga temannya, saat pengambilan nomor peserta hanya Kasih dan satu temannya yang mengantri sedangkan dua lainnya memisahkan diri untuk bergabung dengan murid lainnya yang hanya sekedar ingin menyaksikan audisi tersebut.


Setelah mendapatkan nomor peserta Kasih dan Rania bergabung dengan murid lainnya yang juga sedang menunggu giliran untuk menampilkan bakat mereka.


"Lo mau tampilin apa?" Tanya Kasih pada Rania, Kasih benar-benar belum tahu apa yang sahabatnya tunjukkan nanti di atas panggung.


"Bakat akting gue lah!" Jawab Rania pongah.


"Oohh, elo bisa akting?" Tanya Kasih lagi bersemangat.


"Bisalah..!" Jawab Rania dengan mimik sombong, sedang Kasih hanya mengulum senyum melihat tingkah temannya itu.


"Elo sendiri yakin mau nyanyi di depan nanti?" Kini Rania balik bertanya dengan nada ragu.


"Elo siapin aja satu juta, terserah deh mau kes atau via transfer!" Jawab Kasih yakin dan mantap.


Setelah beberapa penampilan dari murid-murid kini giliran Rania tampil ke atas panggung untuk menunjukkan kebolehannya.


Kasih serta yang berada di aula dibuat berdecak kagum dengan bakat akting Rania yang begitu natural hingga suara riuh tepuk tangan menggelegar di seantero aula setelah Rania menyelasaikan pertunjukkannya.


"Keren banget, sumpah!" Puji Kasih saat Rania kembali ke bangkunya.


"Jelas dong, gue kan ikut kelas akting di luar sekolah!" Sahut Rania bangga membuat Kasih tersenyum getir.


Tentu saja orang seperti Rania bisa mengasah kemampuannya dengan melakukan berbagai les, sekolah tambahan atau apalah semacamnya untuk semakin menggali kebisaan mereka. Berbeda dengan dirinya yang hanya memiliki sedikit bakat tanpa bisa mengasahnya di tempat-tempat les terbaik dan hanya mengandalkan diri untuk mengasah kemampuan dirinya secara otodidak.


"Diihh bengong..!" Tegur Rania yang melihat Kasih asyik termenung membuatnya sedikit terkejut.


"Ehh__!".


"Nomor lo udah dipanggil dua kali tuh, mau dianggap mengundurkan diri?" Ucap Rania lagi.


"Enggak lah, gue bakal maju!" Sahut Kasih berdiri.


" Inget, jangan sengaja dijelek-jelekin penampilan elo supaya bisa nyium kesayangan gue Kak Genta!" Sinis Rania membuat Kasih berdecih kesal.


"Justru gue enggak mau sampe kalah taruhan terus nyium Genta ngebuat gue yakin penampilan gue bakal keren sekerennya di atas panggung nanti. Lo lihat aja dan siapin sejuta gue!" Sahut Kasih percaya diri kemudian melangkahkan kakinya menuju ke atas panggung.


Kasih menatap sinis ketika berhadapan dengan Genta di atas panggung, ia pun langsung mengambil gitar tanpa membalas senyuman mengejek yang diperlihatkan oleh Genta.

__ADS_1


Kini Kasih telah siap duduk di depan mikrofron, sedikit menyetel senar gitarnya agar pas dengan keinginannya membuat Genta menghampiri hendak sedikit menggoda Kasih.


"Elo yakin mau tetep nyanyi? Enggak kasihan sama kita-kita?" Tanya Genta berbisik.


"Kasihan kenapa?" Kasih justru dibuat bingung oleh pertanyaan cowok menyebalkan di hadapannya tersebut.


"Kita semua yang ada di sini masih muda banget, masa depan kita masih sangat panjang. Masa elo tega ngebuat kita semua cacat pendengarannya?" Ejek Genta membuat Kasih langsung memasang wajah bermusuhan.


"Kita lihat aja gimana reaksi mereka semua termasuk elo setelah denger suara merdu gue!" Sahut Kasih percaya diri, Genta pun langsung dibuat tergelak melihat kepercayaan diri Kasih yang menurutnya berlebihan.


"Kasih, Kasih..Atau gini aja, elo gue kasih cuma-cuma lima ratus ribu tapi dengan syarat elo gak perlu nyanyi. Gimana?" Tawar Genta.


"Lima ratus doang? Katanya orang kaya, nawarin duit cuma lima ratus ribu doang. Keliatan banget pelitnya lu!" Ejek Kasih.


"Okey kalo gitu gini aja, kalo lo gak bisa ngebuat semua yang di sini puas sama penampilan lo, lo harus nyium gue. Tapi kalo sebaliknya terjadi, gue yang nyium elo?" Tantang Genta dengan senyum smirk nya.


"Idih najis, semuanya mah nguntungin elo-ngerugiin gue lah!" Salak Kasih kesal menatap tajam Kakak kelasnya itu, sedang Genta langsung terbahak-bahak melihat kekesalan adik kelas cantiknya itu.


"Udah ihh sana, enggak liat noh cewek lo matanya kayak mau keluar ngeliatin kita!" Usir Kasih.


"Gue juga mau mulai nih, kelamaan elo di deket gue bikin mood gue anjlok tau enggak. Entar yang ada penampilan gue berantakan!" Lanjut Kasih lagi sambil mendorong perut Genta.


"Songong lu sama kakak kelas!" Kesal Genta menoyor pelan jidat Kasih yang langsung dibalas dengan pukulan keras ke arah lengan Genta.


Setelah beberapa saat mengatur nafasnya, Kasih mulai memetik gitarnya. Petikan gitar Kasih menjadi awal yang baik karena Kasih melakukan dengan sangat bagus.


Dengan memejamkan matanya, Kasih mulai menyanyikan bait pertama lagu yang ia mainkan yaitu cinta luar biasa milik Andmesh Kamaleng. Dirasa kepercayaan dirinya sudah penuh Kasih pun membuka matanya sambil terus menyanyikan lagu tersebut.


🎡🎡


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati Β tenang mendengar suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari hari berganti kini cinta pun hadir


Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari

__ADS_1


Lentik indah matamu manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


🎡🎡


Dan benar saja, Kasih mampu menghipnotis semua yang hadir di aula itu dengan penampilan serta suaranya yang luar biasa merdu sangat berbanding terbalik dengan ketika dia berbicara apalagi berteriak.


Dan seperti dugaannya, riuh tepuk tangan pun menggema seantero aula tersebut membuat Kasih berdiri dengan bangga dan tak lupa untuk kemudian menundukkan tubuhnya seraya mengucapkan terima kasih.


Dan kali ini Genta tak bisa memungkiri bakat yang dimiliki oleh adik kelas ajaibnya tersebut, ia pun dengan bangga memberikan standing applause atas penampilan Kasih membuat Kasih kini membalasnya dengan tersenyum mengejek ke arah Genta.


~ Visual Pemeran ~



Kasih \= Sandrina



Genta \= Omar Daniel



Rangga \= Al Ghazali



Dewa \= Junior Roberts

__ADS_1


Semoga suka ya sama visual mereka, kalo aku sih " Iyess" ..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2