Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Taruhan


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊l


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Kita, kita gak lagi PDKT kok. Aku sama dia cuma mau menjalin pertemanan aja!" Kasih sengaja tidak memberitahukan terlebih dahulu pada sahabat-sahabatnya tentang dirinya dan Rangga yang tengah menjalin pendekatan.


Ia takut jika pendekatan antara mereka tidak berhasil, tetapi kehebohan sudah terjadi terlebih melihat Axel satu-satunya sahabat laki-lakinya yang selalu kelepasan berbicara.


"Gak yakin gue" Ucap Axel dengan tatapan curiga.


"Terserah sih yaa..!" Dengus Kasih kesal kemudian melanjutkan langkahnya ke dalam kelas.


Di dalam kelas Kasih langsung mendudukano dirinya di kursi, ia memegang perutnya yang sebenarnya masih lapar. Tapi kedatangan cowok rese dan genknya membuatnya terpaksa tak menghabiskan siomaynya.


"Masih laper gue..!" Keluh Kasih, ketiga sahabatnya pun langsung berdecih kesal.


"Sama..!" Jawab mereka serempak.


"Lagian elo sih sok-sok an cabut gitu aja, tau siomay kita belum abis tadi. Mana bumbu kacangnya lagi enak banget hari ini!" Ucap Rania dengan mimik sedih dan kecewa.


"Beli snack aja ya, gue yang traktir!" Usul Kasih yang disambut gembira oleh ketiga sahabatnya.


Kasih kemudian mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan dan memberikannya pada Axel, mereka pun menyebutkan snack yang mereka inginkan pada Axel.


***


Kasih dan Rania bersiap menuju ruang teater untuk mengikuti audisi. Rania terlihat begitu antusias, berbeda dengan Kasih yang sangat terlihat begitu terpaksa.


"Ayo dong Kasih, semangat!!" Ucap Rania menyemangati.


"Asli deh gue males banget ikut audisi, males banget bersinggungan sama Genta!" Keluh Kasih.


"Munrdur aja lah kalo begitu!" Usul Axel yang diangguki oleh ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Enak aja mundur, yang ada dia makin jadi ngebully gue dan yang pasti gue gak bisa ngebuktiin dong kalo gue bisa nyanyi!" Salak Kasih tidak setuju, namun entah mengapa ketiga sahabatnya justru terpingkal-pingkal setelah mendengar ucapannya.


"Sorry Kasih bukannya gue enggak cinta nih sama elo, tapi menurut gue Kak Genta kali bener deh. Gak mungkin elo bisa nyanyi, sedangkan ngomong aja fals apalagi kalo teriak. Allahu Akbar, gak tahan kuping gue dengernya!" Ledek Axel membuat semuanya kembali terbahak-bahak.


"Oke, ayo kita taruhan!" Tantang Kasih.


"Taruhan gimana?" Tanya Evelyn penasaran.


"Kalo pas nanti gue selesai nyanyi banyak yang tepuk tangan elo bertiga masing-masing ngasih gue seratus ribu-seratus ribu, tapi kalo gue dapet sedikit tepuk tangan gue yang ngasih kalian masing-masing seratus ribu, gimana?".


"Kecil amat taruhannya?" Cibir Axel.


"Apa lo bilang? Kecil? Elo tau enggak, kalo gue kalah artinya gue harus ngeluarin uang tiga ratus ribu, dan itu tuh jumlah yang gede!" Salak Kasih.


"Tapi buat kita-kita segitu mah kecil, Kasih!" Kini Evelyn yang menimpali membuat Kasih semakin kesal saja.


"Emang kalian sehari-hari dikasih berapa sih sama orang tua kalian?" Tanya Kasih penasaran.


"Kita dikasih bulanan Kasih bukan harian!" Jawab Rania.


"Oohh, emang per bulan kalian dikasih berapa?" Tanya Kasih serius.


"Gue juga sama!" Kini giliran Axel yang memberitahukan membuat Kasih semakin ternganga.


"Gue lima belas juta, kadang suka lebih!" Sahut Rania yang bahkan kini membuat Kasih sulit menulan salivanya.


"Luar biasa kalian semua..!" Ucap Kasih tak lagi bisa berkata-kata.


"Kalo elo sendiri dikasih berapa per bulan?" Tanya Rania gantian.


"Gue enggak per bulan dikasihnya, tapi per hari!" Jawab Kasih.


"Berapa?" Tanya ketiga sahabatnya serempak.


"Ti, tiga puluh ribu..!" Jawab Kasih tertunduk malu, takut jika jawabannya akan menjadi bahan ejekan ketiga sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Oohh, gue juga kalo di sekolah paling jajan cuma tiga sampai lima puluh ribu. Boros di salon sama nge mall aja sih gue mah!" Ucap Evelyn yang dianggukin oleh Rania.


"Kalo gue mah lima puluh ribu di sekolah, uang bulanan gue lagi gue kumpulin buat beli mobil. Jadi nanti pas gue tujuh belas tahun gue udah kebeli mobil impian gue!" Sahut Axel.


Jujur, obrolan tentang uang saku membuat Kasih menjadi sedikit minder. Terasa sekali perbedaan status sosial antara dirinya dengan ketiga sahabatnya.


"Tapi tadi lo neraktir kita sampe lima puluh ribu?" Tanya Axel.


"Itu uang yang kasih Mas Dewa tadi, makanya gue bisa jajanin kalian!" Jawab Kasih.


Evelyn sadar betul jika Kasih terlihat mulai agak canggung dengan mereka membuat dirinya merasa tak enak hati membicarakan tentang uang bulanan mereka.


"Berapa pun uang jajan kita yang penting cukup, iya gak sih? Mau besar, mau kecil yang penting kita inget buat saling berbagi apalagi berbagi dengan sahabat sendiri!" Ucap Evelyn yang langsung merangkul tubuh mungil Kasih, membuat Kasih tersenyum lebar.


Mengerti jika Evelyn tengah menghibur Kasih kedua sahabatnya yang lain pun mengangguk setuju ucapan Evelyn, mereka kemudian bersama-sama merangkul tubuh mungil sahabat cantiknya itu.


"Emhh, gini deh gue ada ide!" Ucap Axel tiba-tiba yang tak ingin mereka larut dengan suasana mellow terlalu lama membuat ketiga lainnya melepaskan rangkulan mereka dan memfokuskan diri pada Axel.


"Ide apa?" Tanya Rania.


"Kalo misalnya pas lo tampil banyak yang terpukau, masing-masing dari kita ngasih elo duit satu juta per orangnya, tapi kalo sedikit yang terpukau el__!" Ucapan Axel terpaksa menggantung di udara ketika Kasih menyalaknya dengan nada keberatan.


"Ahh, gue enggak sanggup lah kalo harus ngeluarin duit tiga juta buat kalian. Tau sih nanti bakal banyak yang terpukau sama penampilan gue, tapi kalo gue dibebanin taruhan dengan jumlah segede itu, gue yakin bakal kacau deh penampilan gue entar!".


"Ishh, denger dulu kenapa! Elo gak perlu ngeluarin duit tiga juta, cukup kalo nanti elo kalah taruhan, elo cium Genta langsung selesai elo tampil!" Tantang Axel dengan senyum smirknya.


"Oke, deal..!" Sahut Kasih mantap.


"Lah,.tadi katanya elo gak berani, kok sekarang langsung deal aja?" Tanya Rania heran.


"Kan gue udah bilang, kalo gue mah yakin banget bakal menang taruhan asalkan jangan dibebanin taruhan segede itu yang ada gue gugup and then penampilan gue bakal kacau. Nah kalo cuma sekedar nyium Genta mah gak bikin gue beban sama sekali dan gue yakin kalo gue bisa ngebuat semua yang nyaksiin penampilan gue bakal terpukau!" Jawab Kasih percaya diri.


"Yakin lo?" Tanya Rania lagi.


"Lihat aja nanti..!" Jawab Kasih tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ya, asalkan penampilan elo serius, enggak elo jelek-jelekin dengan sengaja supaya bisa nyium Kak Genta!" Sinis Rania membuat Kasih dan kedua teman lainnya menyernyit bingung dengan ucapan bernada sinis dari mulut Rania.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2