Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Meleleh


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ๐Ÿ™๐Ÿ™..


Happy Reading ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


"Enggak kok, aku sama Genta baru ini telfonan. Aku enggak tau dia dapet nomor aku dari mana? Tapi Kak Rangga tau lah, Genta is Genta yang bisa dapetin apa aja yang dia mau, jangankan nomor hape aku, nomor __!" Kasih langsung menghentikan penjelasannya ketika ia akan mengutip ucapan absurd musuh tampannya tersebut.


"Nomor__?" Tuntut Rangga meminta Kasih melanjutkan penjelasannya.


"Nomor sepatu aku!" Jawab Kasih sekenanya.


"Yupz, Genta is Genta. He always get what he wants!" Sahut Rangga membenarkan ucapan Kasih.


"Kamu udah tau kapan rencana kamu keluar dari rumah sakit?" Tanya Rangga lagi yang kini sudah mendudukan dirinya di atas ranjang berhadap-hadapan dengan Kasih.


"Tadi Mas Dewa sempet nge wa aku, lusa aku udah keluar dari rumah sakit. Tapi kata Mas Dewa aku mulai masuk ke sekolahnya hari Senin aja!" Jawab Kasih tersenyum lebar.


"Aku ikut seneng dengernya. Ini apa?" Tanya Rangga mendapati beberapa buku berantakan di atas ranjang Kasih.


"Oohh ini, aku lagi nyalin pelajaran tadi di sekolah. Dipinjami catatannya Axel, daripada bosen enggak ngapa-ngapain di sini. Mending nyicil catatan, biar nanti pas aku masuk gak banyak ketinggalan materi pembelajaran!" Jawab Kasih penuh semangat.


"Kamu semangat banget ya buat belajar?" Tanya Rangga lagi sungguh ingin tahu.


"Banget, aku suka belajar. Aku punya cita-cita yang pengen aku wujudin, jadi aku harus semangat dan rajin belajarnya!" Jawab Kasih menggebu-gebu membuat Rangga terkekeh melihat semangat gadis mungil di hadapannya saat ini.


"Kalo boleh tau cita-cita kamu apa emangnya?".


"Aku pengen jadi Dokter spesialis jantung Kak!" Kasih tersipu ketika memberitahukan cita-citanya itu.


"Kenapa harus spesialis jantung? Enggak yang lain?" Rangga benar-benar ingin mengetahui semua keinginan gadis yang sudah mengganggu hari-harinya itu.


"Enggak tau, pengen aja! Menarik aja bisa jadi seseorang yang mungkin bisa menyembuhkan orang lain dari penyakit yang menyerang organ penting dan vital kehidupan manusia!" Jawab Kasih tersenyum senang ketika menyadari jika Rangga bisa menjadi partner yang cukup baik dalam berdiskusi.


"Hebat, semoga tercapai cita-cita kamu ya. Amin!" Ucap Rangga mengacungkan dua jempol ke arah Kasih.


"Amin!" Sahut Kasih senang.


"Kak Rangga mau kebab, tadi aku ambil lima dari Genta. Ayo kita makan, temenin aku makan!" Ajak Hana menyodorkan satu bungkus kebab ke arah Rangga.

__ADS_1


"Sebenernya aku males makan makanan dari dia, tapi karena Princess satu ini minta ditemenin harus kita ikutin dong!" Sahut jenaka.


"Ini enggak ada saus cabe nya?" Tanya Rangga setelah gigitan pertamanya.


"Kayaknya enggak deh Kak, dia kan beliin buat aku makanya gak dipakein saus cabe. Kurang enak ya Kak kalo enggak pedes?".


"Genta perhatian ya sama kamu!" Ucap Rangga tanpa memperdulikan pertanyaan Kasih.


"Perhatian gimana?" Tanya Kasih benar-benar tak mengerti.


"Ini, sebelum dateng ke sini masih nelfon kamu, nanya kamu minta dibawain apa. Sedang aku dateng, dateng aja!" Jawab Rangga lesu.


"Aku gak pernah mikir ini bentuk perhatian, malah aku ngiranya ya karena dia merasa bersalah aja udah ngebuat aku kayak gini, makanya baik-baikin aku!" Ralat Kasih tak setuju dengan ucapan calon pacarnya itu.


"Semoga kamu enggak sampe jatuh hati sama Genta!" Ucap Rangga tersenyum miris.


"IDIIIHHH NAJISSS..!!" Salak Kasih dengan mimik geli dan suara menggelegar.


***


Sepulangnya Rangga, kini Kasih kembali ditemani oleh Dewa yang seperti biasa langsung asyik dengan layar televisinya.


Ia teringat jika belum pak setengah dari uang kebab membuatnya dengan berat hati mengirim pesan pada Genta.


Kasih : "Mana nomor rekening lo?".


Genta : "Buat apaan?".


Kasih : "Gue mau transfer uang kebabnya, gimana sih lo?".


Namun tak ada balasan dari Genta lagi setelah pesan terakhirnya sudah dibaca membuat Kasih berdecih kesal.


Kasih kemudian kembali mengirimi Genta pesan penjabaran total uang yang harus ia transferkan pada Genta.


Kasih : " Jadi gue transfer ke elo Rp. 1.237.500. Lima kebab kan gratis, jadi 45 kebab di kali 55.000 sama dengan Rp. 2.475.000 dibagi dua jadi masing-masing patungan Rp. 1.237.500. Kirimin nomor rekening lo sini!".


Genta : "Udah enggak usah sih, duit segitu doang buat apaan gue?".


"Sombong amat nih orang!" Cibir Kasih setelah membaca pesan balasan dari Genta.

__ADS_1


"Sorry Dek lagi seru nihh soalnya, bukan maksud gue nyuekin elo!" Sahut Dewa membuat Kasih menaikan salah satu sudut bibirnya ke atas sambil mencibir.


Kasih : "Segitu sombongnya sih lu. Ini sejuta lebih tau!".


Tanpa membalas apapun, Genta justru men screenshot saldo tabungannya dan langsung mengirimkannya ke Kasih.


Kasih langsung membelalakan matanya ketika melihat gambar hasil screen shot an yang dikirimkan oleh Genta dimana jumlah Saldo sebesar lebih dari tiga ratus juta.


"Gila pantesan aja tingkat kesombongan nih cowok di atas rata-rata!" Pekik Kasih lantang membuat Dewa yang tengah fokus melihat pertandingan bola kesebelasan favoritnya menengok ke arah adik cerewetnya.


"Gue sombong dari mananya sih? Perasaan gue biasa aja! Gue cuma mau fokus sama pertandingan kualifikasi buat liga champions, sorry kalo gue agak nyuekin elo!" Sembur Dewa kesal.


"Apaan sih Mas Dewa, nonton mah nonton aja?! Kenapa jadi nyembur Kasih gitu?" Salak Kasih tak kalah kesal.


"Lah elo dari tadi bilang sombang-sombang-sombang-sombong ke siapa dong?" Tanya Dewa penasaran.


"Aku lagi chattingan sama temen, ehh musuh deh. Tapi gimana ya bilangnya yang pas, temen tapi musuh gitu deh lah ya!" Jawab Kasih bingung sendiri.


"Siapa sih, ribet amat perasaan?".


"Idihhh, kepo ihh Mas Dewa!" Cibir Kasih memicingkan matanya.


"Alaaahhh, terserah lo aja dah, gak penting juga kok!" Sahut Dewa mengibas-ngibas kan tangannya.


Genta : "Woii, diem aja gak bales-bales. Kenapa lo, shock sama nominal ATM gue? Apa jiwa matrealitis lu mulai meronta-ronta? Pengen jadi cewek gue kan sekarang?".


Kasih : "IDIIIHHHH NAJIS ๐Ÿคฎ๐Ÿคฎ!!!!".


Genta langsung tergelak membaca balasan yang dikirimkan oleh Kasih, ia bahkan merasa takjub dengan gadis ajaib itu karena biasanya setiap perempuan yang ia pamerkan jumlah saldonya akan langsung bersikap manis padanya, tetapi Kasih berbeda, ia bahkan tanpa ragu mengumpatinya.


Mungkin benar jika Kasih bukanlah cewek matrealistis, ia benar-benar perempuan sederhana tanpa dibuat-buat.


Genta : "Udah lo simpen aja duit lo, gue tau lebih butuh tuh duit dibanding gue. Lagian ternyata berbagi itu nyenengin kok, gue ikut seneng saat ngelihat orang yang gue kasih kebab bahagia banget kayaknya nerima tuh kebab, apalagi dua anak kecil ini. Thanks ya Kasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜".


Genta juga mengirimkan sebuah foto dirinya yang diapit dua anak kecil yang sepertinya adalah pengamen kecil dengan tersenyum bahagia memamerkan kebab pemberian Genta.


Kasih pun ikut tersenyum melihat foto tersebut, tak pernah menyangka seorang Genta dengan segala pesona dan kesombongannya tanpa risih mau diapit oleh dua anak kecil yang terlihat lusuh tersebut. Tapi Kasih tetaplah Kasih yang tak mau menunjukkan jika dirinya kini tengah meleleh hanya karena sebuah foto.


Kasih : "Gak usah pake emoticon nyium juga keles ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘!".

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2