
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Jadi apa yang kita bertiga enggak tau, hm?" selidik Axel saat Kasih sudah mendudukkan dirinya di kursi.
"Nanti jam istirahat, Lo bertiga jajan gue yang teraktir. Bebas mau makan apa aja!" jawaban Kasih yang jauh dari pertanyaan yang diajukan oleh Axel justru membuat ketiga sahabatnya memasang wajah bingung.
"Gue semalem baru jadian sama Kak Rangga, jadi buat merayakannya gue mau berbagi kebahagiaan sama elo bertiga!" lanjut Kasih menggebu-gebu dengan rona merah di pipinya.
"Serius Lo Kasih? Enggak lagi ngehalu kan Lo?" tanya Rania mendelikkan matanya tak percaya.
"Serius lagi, ngehalu gimana coba? Lo kan lihat sendiri tadi, gimana mesranya gue sama Kak Rangga tadi, sampe dianterin ke kelas coba. Kurang jelas apa lagi sih kalo gue emang punya hubungan spesial sama Ayang Beb Rangga?" salak Kasih tak terima.
Rania, serta kedua sahabatnya yang lain pun mengangguk-anggukan kepala mereka, setuju dengan apa yang dikatakan oleh cewek mungil bersuara berisik itu.
***
Benar saja saat jam istirahat tiba, Kasih dan sahabat-sahabatnya langsung menuju ke kantin dengan bersemangat. Terlebih sejak jam pelajaran kedua mereka semua justru sibuk memperdebatkan akan makan apa nanti di jam istirahat ini.
Pilihan pun akhirnya jatuh pada mi ayam dan Milo Boba, juga sosis bakar. Mereka memang selalu kompak untuk urusan makanan, kecuali jika mereka ingin saling mencicipi makanan yang baru mereka lihat, mereka akan memilih menu yang berbeda agar bisa saling mencicipi.
Tak lama Axel sudah kembali dengan sebuah nampam berisi empat mangkok mie ayam, serta saos dan sambel di tempat terpisah, juga Rania yang tak lama datang dengan empat es Boba dan empat sosis bakar di sebuah nampan juga.
Mereka pun kini menikmati makan mereka diselingi obrolan dan Senda gurau hingga terlihat meja mereka lah yang paling gaduh.
__ADS_1
Hingga mereka harus terdiam ketika tanpa permisi Genta langsung mendudukannya dirinya di sebelah Kasih, dan tentu dengan cengiran khasnya yang begitu membuat Kasih makin kesal saja.
Dan lagi sikap seenaknya saja yang ditunjukkan Genta semakin membuat Kasih meradang saja, bagaimana tidak dengan tanpa izin Genta menggigit sosis miliknya dan meminum Milo Boba favoritnya.
"Kok Ayang Beb elo enggak ikutan makan?" tanya Genta kemudian menggigit sosis milik Kasih lagi.
"Dia itu siswa teladan, ketua OSIS pasti lagi sibuk ngurusin organisasinya. Emang elo jam belajar aja bebas apalagi jam istirahat!" cibir Kasih membuat Genta tergelak sambil terus menikmati potongan demi potongan sosis milik Kasih yang hampir habis olehnya.
"Jadi tawaran gue gimana semalem?" tanya Genta usai menghabiskan potongan sosisnya, lalu menyesap kembali Milo Boba milik Kasih tanpa rasa bersalah.
"Tawaran yang mana?" Kasih balik bertanya karena memang dia lupa dengan semua yang diobrolkan semalam dengan cowok ganteng tetapi super menyebalkan di sampingnya ini.
"Ckkk, katanya pinter, baru semalem aja diobrolin udah lupa!" ejek Genta yang sudah menghabiskan minuman milik Kasih.
"Bukannya lupa, tapi obrolan antara kita itu enggak pernah gue anggap penting jadi enggak bakal gue inget-inget!" decak Kasih memandang sebal ke arah Genta.
"Tengil lu! Oke gue ingetin lagi ya, semalem tuh gue nawarin diri ke elo kalo misalnya elo bosen pacaran sama Rangga yang lempeng-lempeng aja gitu dan butuh ngerasain pacaran yang menantang gue siap kok jadi selingan--!".
"Enggak apa-apa backstreet juga, pokoknya gue mau ngasih pengalaman ke elo gimana menyenangkannya berhubungan penuh petualang sama gue, daripada sama Rangga yang gitu-gitu aja. Pegang omongan gue nih ya Kasih, si Rangga enggak bakal berani nyipok elo dalam waktu deket. Mana seru pacaran enggak *******?" lanjut Genta frontal yang langsung dihadiahi ketokan di kepalanya dengan sumpit yang digunakan Kasih untuk makan mie ayamnya.
"Ya itulah bedanya Kak Rangga sama elo, kalo Kak Rangga tipe cowok sopan dan jelas dia ngejaga bener cewek yang dia sayang dengan enggak sembarangan nyentuh. Sedangkan elo, kenal enggak sama gue udah langsung ngelecehin gue. Ketahuan banget kan elo itu tipe cowok cabul!" hardik Kasih kesal.
"Ngelecehin gimana? Gue cuma bantuin elo aja kok!" salak Genta kesal.
"Bantuin gimana maksudnya?" tanya Kasih mewakili yang lain yang juga kebingungan dengan apa yang dikatakan cowok paling populer di sekolah mereka ini.
"Bantuin memperbesar apa yang harusnya besar, bukannya tetep rata di usia elo yang sekarang!" jawab Genta dengan tatapan mesum, lalu terbahak-bahak begitu juga ketiga sahabat Kasih yang lain yang juga langsung terpingkal-pingkal mendengar jawaban Genta.
__ADS_1
Sedang Kasih wajahnya langsung merah padam antara malu dan menahan kesal yang teramat sangat dengan ucapan frontal Genta.
Sedang Genta dengan santainya langsung beranjak dari kursi dan sebelum meninggalkan Kasih dan teman-teman Kasih dia sempat mencium pipi mulus cewek berisik di sampingnya itu.
Makin kesal aja Kasih dibuatnya, dengan refleks Kasih berteriak dan melempar sumpit ke arah Genta yang sudah berjalan menjauh dari mejanya.
"GENTAAAAA, DASAR COWOK CABUL SIALAAAN LO!!" teriak Kasih dengan wajah merah padam, sedang Genta tanpa menoleh terus berjalan sambil terbahak-bahak mendengar umpatan cewek mungil di belakangnya.
Kasih langsung menjadi pusat perhatian seantero kantin yang memandangnya dengan tatapan tertegun, karena baru dia seorang yang berani mengumpat cowok paling populer di sekolah mereka.
***
Kasih tersenyum lebar ketika matanya menangkap sosok Rangga yang telah menungguny di depan pintu kelasnya, dengan langkah ceria dia langsung menghampiri Rangga yang juga menyambutnya dengan senyuman hangat seperti biasanya.
"Siap pulang?" tanya Rangga mengulurkan tangannya untuk menggandeng gadis cantik pujaan hatinya tersebut.
Kasih pun menganggukan kepalanya, untuk kemudian menengok ke belakang untuk berpamitan pada ketiga sahabatnya, "gue duluan ya Guys, sampe jumpa besok!".
"Gandengan teroossss, udah kayak truk gandeng aja kalian berdua!" ledek Evelyn yang disambut tawa yang lainnya.
"Maklum, masih anget-angetnya!" timpal Axel.
"Bukannya masalah masih anget-angetnya Sel, paling berharga ini, kalo enggak digandeng takut ilang!" sahut Rangga yang langsung membuat sorak sorai anak-anak sekelas, sedang Kasih wajahnya langsung bersemu merah mendengar gombalan kekasihnya itu.
Melihat ekspresi malu dari wajah Kasih, Rangga terus saja mengulum senyuman. Hatinya begitu bahagia akhirnya bisa menjadikan Kasih pacarnya, karena memang sejak awal berjumpa dengan cewek imut ini, hati Rangga langsung jatuh hati dengan Kasih.
"Ayo kita pulang!" ajak Rangga menggandeng mesra tangan mungil Kasih.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=