
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Mas Dewa..!" Panggil Kasih menyembulkan kepalanya di pintu kamar Dewa.
Mereka baru saja menjalani hari yang cukup melelahkan, seperti akhir pekan sebelum-sebelumnya kedai mereka selalu lebih ramai dikunjungi para pembeli.
Dan pukul enam sore akhirnya ia dan sang adik menyelesaikan pekerjaannya dan mulai membersihkan diri untuk kemudian melaksanakan kewajiban mereka lalu bersantai.
"Aku mau izin keluar sama sahabat-sahabatku, boleh kan?" Izin Kasih manja yang telah mendudukan dirinya di sofa sebelah Dewa.
"Izin kemana, ini tuh udah mau menjelang malem?" Tanya Dewa ketus.
"Diihh judes amat, tapi ini kan belum jam sepuluh malem Mas. Sesuai kesepakatan yang Mas Dewa buat, aku boleh main sama temen-temenku gak lewat dari jam sepuluh malem. Inget kan Mas Beb ku?" Kasih menaik-turunkan alisnya untuk menggoda sang Kakak yang sudah terlihat kaku
"Langsung ya digunain izin resmi yang gue buat tanpa nunggu entar-entar lagi!" Sindir Dewa.
"Oohh, harus dong, aku bukan tipe cewek cantik yang menyia-nyiakan kesempatan yang udah di genggaman!" Sahut Kasih narsis.
"Dihh, siapa bilang lo cantik? Jangan kepedean, malu kalo didenger haters lu!" Dewa begitu gemas dengan tingkah adik sepupunya itu, ia pun sebenarnya tak memungkiri bahwa Kasih memanglah cantik. Bahkan sangat cantik.
"Haters kan emang kerjaannya syirik Mas, ngapain dipeduliin. Yang penting tuh kenyataan yang sebenernya, Mas Dewa juga andai aja aku bukan adek sepupu Mas Dewa aku yakin banget kalo Mas Dewa pasti rajin modusin aku!" Ucap Kasih semakin narsis.
"Bener-bener narsis lu jadi cewek!" Sahut Dewa pura-pura geli dengan ucapan adiknya itu.
"Jadi boleh ya Mas Dewa?" Izin Kasih sekali lagi.
__ADS_1
"Mau kemana sih emang? Lo nya juga gak capek apa seharian udah bantu-bantu di kedai?" Tanya Dewa heran.
"Biar aku imut-imut gini ya Mas Dewa, jangan pernah Mas Dewa ngeraguin tenaga dan semangat aku yang luar biasa besar ini!" Narsis Kasih lagi membuat Dewa terlihat jengah dengan sikap dan sifat adik berisiknya itu.
"Terserah, terserah! Yang penting lo harus inget jam sepuluh udah harus di rumah, awas aja kalo lebih dari jam sepuluh lo masih di luar gue bakal cabut izin resmi yang udah gue kelarin tanpa naik banding lagi. Paham?" Ucap Dewa tegas.
"Siap Mas Dewa, siap! Makasih ya Mas Dewa, Mas emang yang terbaik deh pokoknya. I love you..!" Sahut Kasih girang yang langsung menubruk tubuh Dewa dan memeluk Kakak tersayangnya itu dengan manja.
Setelah menciumi pipi Dewa, dengan sangat bersemangat Kasih langsung beranjak untuk bersiap-siap. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, Dewa kembali memanggil Kasih.
"Apalagi sih Mas? Tenang aja aku inget sama semua petuah Mas Dewa selama aku main di luar!" Kasih berdecih kesal, namun tetap menghampiri Dewa.
"Nih, kalo lo pengen jajan. Inget jangan diabisin!" Ucap Dewa memberikan uang sebesar seratus lima puluh ribu pada adiknya itu.
"Loh, beneran ini? Aku kan nanti dikasih Bude seratus ribu upah bantu-bantu di kedai!" Kasih terlihat tak enak hati menerima uang dari Dewa, lagi pula menurutnya upah yang biasa diberikan oleh Budenya setiap weekend sebesar seratus ribu akan cukup kalo hanya untuk jajan di luar bersama ketiga sahabatnya.
"Temen-temen lo itu dari kalangan berada, yakin gue tempat tongkrongan mereka gak kaleng-kaleng. Daripada lo malu bawa duit nge pas atau bahkan kurang mending lo terima duit dari gue buat jaga-jaga, bagus-bagus gak lo abisin tuh duit nanti! Inget jam sepuluh udah harus di rumah!" Sahut Dewa mendorong pelan tubuh adiknya agar segera pergi dari hadapannya.
Yang tak diketahui oleh Kasih adalah hati Dewa yang saat ini terasa seperti dicubit karena kepolosan adiknya yang bahkan ternyata tak mengerti sama sekali jika bergaul membutuhkan biaya, terlebih melihat circle pertemanan Kasih dengan ketiga sahabat sang adik yang berasal dari keluarga berada bisa dipastikan jika mereka pasti memiliki jatah lebih untuk sekedar hang out.
***
"Seneng deh akhirnya elo dizinin hang out sama kita-kita!" Ucap Axel bersemangat.
Karena belum memiliki kartu izin mengemudi, Axel terpaksa menjemput ketiga sahabatnya dengan diantar oleh seorang supir. Namun keberadaan sang supir tak sama sekali menggaggu keceriaan mereka.
"Kita mau kemana nih?" Tanya Kasih bersemangat.
"Gue mau ngajak kalian ke pembukaan kafe punya Abang sepupu gue!" Jawab Axel bersemangat.
__ADS_1
"Wahh seru nih bakalan!" Ucap Rania bersemangat.
"Seru lah, apalagi kalo lo semua doyan makanan Italia. Beuhhhh, mantaplah!" Sahut Axel tak kalah bersemangat.
"Emang konsep cafe abang lo itu bernuansa Itali-itali gitu?" Tanya Evelyn.
"He.eh, dia kan pernah kuliah di sana. Buat ngobatin kangennya yaa dia diriin cafe itu, namanya aja "Felicità Bar and Cafe" udah pasti banyakan khas Italianya, tapi kata Abang sepupu gue sih dia tetep masukin beberapa menu Indonesia buat orang-orang yang lidahnya kurang cocok sama menu Itali!" Jawab Axel menjelaskan.
"Felicità artinya apa?" Tanya Kasih sungguh ingin tahu.
"Felicità itu artinya kebahagiaan, jadi Abang gue berharap siapa pun yang abis mampir dari cafenya Abang gue mereka bisa merasa bahagia atau mungkin bisa menemukan kebahagiaannya di sana!" Jawab Axel.
"Bagus nama dan maknanya, semoga apa yang diharapkan Abang elo dari cafenya terwujud dan semoga cafenya sukses, berkembang sampe memiliki banyak cabang di Indonesia!" Doa Kasih tulus yang langsung diamini semua yang berada di dalam mobil.
Sesampainya mereka di cafe yang dimaksud, mereka langsung dibuat terkagum-kagum oleh desain bangunan bergaya eropa tersebut terlebih Kasih yang memang baru pertama kali menginjakan kaki di tempat semewah cafe milik Kakak sepupu sahabatnya tersebut.
Bahkan Kasih langsung minder ketika melihat tampilannya yang terkesan biasa saja untuk cafe sekelas yang dimiliki oleh Kakak sepupu sahabatnya itu.
"Tenang aja Sih, elo cantik kok!" Ucap Axel yang mengerti kegelisahan Kasih saat menelisik penampilan dirinya sendiri.
"Gue enggak tau kalo gue bakal dateng ke tempat semewah ini, makanya gue dandan dan pake baju seadanya kayak gini. Gue takut malu-maluin kalian!" Sahut Kasih tak percaya diri.
"Dihhh nyantai aja sih, elo cantik kok. Elo bakal malu-malu in kita kalo lo gak pake baju ke sininya!" Goda Evelyn membuat semuanya terbahak-bahak, termasuk Kasih.
"Ya udah masuk yuk, gue kenalin sama Abang gue!" Ajak Axel yang diangguki para sahabatnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1