
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Pokoknya gue mau ngelaporin Genta ke pihak sekolah biar di skorsing, bagus-bagus dia dikeluarin sekalian. Bahaya predator macem dia dibiarin berkeliaran di sekolah ini!" Kasih begitu menggebu-gebu ingin membalas perbuatan Genta.
"Apa? Lo gila apa? Mending enggak usah lah Sih!" Teriak mereka bertiga serempak.
"Kok gue yang gila? Yang gila tuh dia, bisa-bisanya ngelakuin pelecehan seksual di area sekolahan. Apa coba namanya kalo bukan sakit jiwa?" Sahut Kasih kesal dengan spontanitas teman-temannya
"Dan apa lo semua bilang tadi, enggak usah lah? Dia ini ngelakuin pelecehan seksual lho, gue ini korbannya. Setajir apapun orang tua si Gentayangan, gak mungkin pihak sekolah mentolerir perbuatan kotor dia!" Lanjut Kasih lagi masih berapi-api.
"Gue kasih tau elo ya Kasih, elo itu enggak tau seberapa berpengaruhnya keluarga Ayang Genta di sekolah ini, enggak mungkin lah pihak sekolah ngegubris laporan anak baru kayak elo and tanpa bukti yang menyertai pula!" Sahut Rania mengingatkan.
"Loh tanpa bukti gimana? Nihh bibir gue jeding gara-gara digigit sambil disedot kenceng sama bibir dia, terus kalian tadi udah lihat kan seragam gue sampe rusak gara-gara ulah dia yang nge ***** pegunungan gue!" Ucap Kasih tak terima, namun bukannya iba ketiga teman Kasih justru malah terbahak-bahak mendengar penuturan Kasih.
"Pegunungan dia bilang? Gunung yang kena longsor kali, rata gitu!" Ledek Axel membuat yang lainnya semakin terbahak-bahak kecuali Kasih tentunya.
"Lo bisa enggak sih, enggak body shaming terus ke gue!" Sungut Kasih kembali mengepalkan tangannya untuk kemudian memukul kepala Axel.
"Lo sendiri bisa enggak kalo gak pake kekerasan!" Balas Axel tak kalah kesal.
"Ada sebab, ada akibat!" Sindir Kasih yang membuat Axel berdecih kesal.
"Udah Kasih, mending lo urungin niat lo buat ngelaporin Genta. Percuma!" Pinta Evelyn kali ini.
"Kok gitu? Masa pelecehan begini pihak sekolah ngebiarin? Kasus berat ini kan?" Hardik Kasih tak terima.
__ADS_1
"Kasih, please. Dengerin gue!" Sahut Evelyn.
"Sorry, enggak! Gue gak terima diperlakukan kayak gini!" Ucap Kasih tegas dan langsung berdiri meninggalkan teman-temannya.
"Lo mau kemana?" Tanya mereka bertiga.
"Mau nyari Genta, mau gue seret ke ruang BK!" Jawab Kasih tanpa menghentikan langkahnya.
Namun sayang bell sekolah membuat Kasih mengurungkan niatnya, ia kembali masuk ke dalam kelas yang disambut oleh wajah-wajah penuh kelegaan dari teman-temannya.
"Jam istirahat gue pastiin nyeret si Gentayangan ke ruang BK!" Ujar Kasih berapi-api membuat ketiga temannya menghela nafas berat serta menggeleng-gelengkan kepalanya.
***
Benar saja, jam istirahat Kasih memisahkan diri dari rombongan teman-temannya, ia lebih memilih mencari Genta untuk menyeretnya ke ruang BK dan mengadukan perbuatan tak senonoh murid paling menyebalkan seanterio SMA Tunas Harapan Bangsa.
Ia pun memantapkan diri untuk menghampiri Genta and then genk dan langsung menarik tangan Genta dengan kasar.
Genta sempat berontak dan menghempas keras tangan Kasih, tak terima dengan perlakuan gadis mungil di hadapannya ini.
"Lo apa-apa in sih hah? Kurang puas apa service an gue tadi pagi?" Geram Genta.
"Brengsek lo Genta, gak punya malu lo emang. Gue mau ngebawa lo ke guru BK, lo harus mempertanggung jawabkan tindakan tak senonoh lo tadi ke gue, ngerti lo?" Kasih tak kalah geram menghardik Genta.
"Menarik juga nihh cewek..!" Batin Genta menatap lekat ke arah Kasih.
"Gue minta maaf!" Ucapan Genta membuat Kasih seketik membelalakan matanya.
"Lo bilang apa barusan? Lo minta maaf?" Tanya Kasih tak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar, namun Genta hanya bergeming.
__ADS_1
"Hujan badai Jakarta hari ini!" Ledek Kasih dengan bergidik ngeri.
"Jangan bawa gue ke BK, gue udah terlalu banyak kasus. Bisa-bisa bokap gue ngamuk kalo lo juga bawa masalah kita ke BK!" Ucap Genta lesu.
"Oohh jadi lo minta maaf sama gue, cuma gara-gara lo takut sama bokap lo, bukan karena lo menyesal? Keteraluan!" Hardik Kasih memelototkan matanya.
"Enggak bisa, lo harus tetep nerima hukuman yang setimpal, kalo bokap lo sampe tau justru malah bagus sekalian biar Beliau tau kalo Beliau punya anak 'Produk Gagal' macem elo!" Lanjut Kasih kembali menarik lengan Genta.
"Tunggu, tunggu, tunggu.. Apa lo bilang tadi? Gue Produk Gagal, maksud lo apa?" Tanya Genta ketus.
"Lihat kan betapa gak bekerjanya otak elo itu, jelaslah lo itu produk gagal. See, Bokap lo itu Donatur terbesar di SMA itu berarti beliau mempunyai hati yang baik, peduli sama pendidikan apalagi biaya anak-anak beasiswa kayak gue, Beliau juga yang nanggung artinya apa kalo enggak Bokap lo itu emang punya kepeduliaan yang tinggi sama anak-anak dengan kecerdasan otak di atas rata-rata kayak gue, tapi gak memiliki kesempatan buat menikmati fasilitas belajar sebagus sekolah ini. Sedangkan lo yang bukan apa-apa, sekolah bukanya belajar yang bener malah tebar pesona, sok jadi jagoam sekolah, jadi tukang bully parahnya lagi lo juga seorang predetor. Ngeri banget gak sih perwujudan lo ini!" Sindiran Kasih jelas membuat Genta menggeram marah, bahkan wajahnya kini sudah memerah.
"Ngapain lo melotot-melotot? Gak terima sama omongan gue?" Gertak Kasih tanpa memperdulikan aura kemarahan yang semakin menjadi pada diri Genta.
"Berisik aja tau gak lu dari tadi!! Lo mau ke nyeret gue ke ruang BK kan? Ayo jalan sekarang!" Genta justru berbalik menarik tangan Kasih, membuat Kasih bingung.
"Di sini kan tersangkanya elo, kok gue sih yang elo tarik-tarik gini, kesannya jadi gue yang salah tau enggak!".
"Bodo amat! Intinya kan kita sampe ke ruangan BK, puas-puasin deh lo di sana nanti ngaduin gue!" Ucap Genta tanpa ragu sama sekali.
"Kok sekarang elo gak ketakutan sih mau gue bawa ke BK?" Tanya Kasih heran dengan perubahan mendadak Genta.
"Enggak ada di kamusnya seorang Genta Mahardika Dawson takut sama apapun!" Jawab Genta menyombongkan diri.
"Idiiihhh modus kenalan lo sama gue, sampe nyebutin nama lengkap lo gitu!" Ledek Kasih terkekeh lucu, membuat Genta semakin memandangnya sebal.
NB : Ruang BK \= Ruang Bimbingan Konseling.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1