Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Terinspirasi


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Kamu enggak apa-apa?" tanya Rangga menghampiri Kasih.


"Iya, aku enggak apa-apa Kak. Cuma kaget aja!" jawab Kasih tersenyum, berharap dapat mengikis kekhawatiran sang pacar.


Rangga balas tersenyum mendengar jawaban Kasih, ia pun lantas mengajak Kasih untuk kembali ke mobil dan mengantarkannya pulang.


Sepanjang perjalanan, Kasih bisa merasakan sikap Rangga sedikit berbeda. Meskipun Rangga dengan suka rela menerima suapan cilok dan sostelnya, tetapi Kasih bisa tahu sedang ada yang difikirkan pacarnya itu.


"Ini kali pertama aku makan jajanan depan sekolah, biasanya pulang sekolah aku langsung pulang aja, enggak pernah mampir-mampir. Ternyata enak juga ya!" ucap Rangga akhirnya memecah keheningan.


"Kalo aku tiap pulang sekolah, buat ganjel perut atau enggak pas nungguin Mas Dewa jemput pasti jajan apa dulu gitu di depan sekolah" sahut Kasih.


"Genta, biar pun anaknya begitu tapi dia itu down to earth lho pembawaannya. Enggak pernah ragu jajan-jajan di pinggir jalan, meskipun kelihatan sok-sok an anak borju tapi dia aslinya dia enggak pernah masalah makan dimana aja, yang penting makanannya enggak aneh-aneh!" Rangga terkekeh menceritakan saudara sepupunya tersebut.


"Kenapa jadi ke Genta sih pembahasannya?" batin Kasih bingung sendiri.


Rangga sendiri sepertinya masih sangat bersemangat menceritakan tentang Genta, meskipun sempat melihat Kasih yang memasang wajah tak berminat untuk mendengar cerita tentang saudara sepupunya.


"Genta itu anaknya emang slengean, bukan tipe cowok yang setia sama satu cewek. Tapi yang jelas aku tau banget kalo dia udah peduli sama satu cewek, artinya cewek itu emang bener-bener ada di hati dia..!" Rangga menengok sekilas sambil memberikan senyuman pada Kasih yang terlihat semakin kebingungan.


"Dan aku lihat, dia peduli banget sama kamu. Kelihatan banget betapa worried nya dia pas kamu hampir kecelakaan tadi--!"


"Oke, sekarang gue bisa nangkep arah omongan dia. Ternyata dia lagi bete sama kejadian tadi!" batin Kasih menerka.


Kasih hanya tersenyum simpul mendengar ocehan pacarnya itu, ia tahu Rangga tengah insecure dengan sepupunya sendiri.


"Kalo semisal, Kak Rangga yang disitu terus Clara ngelakuin kecerobohan yang sama kayak yang aku lakuin. Apa yang Kak Rangga bakal lakukan?".


"Kak Rangga juga bakal ngelakuin sama dengan apa yang Genta lakuin ke aku, kan?" ucap Kasih balik bertanya.

__ADS_1


"Kak Rangga enggak mungkin kan ngebiarin sesuatu yang buruk terjadi sama Clara di depan mata Kakak langsung?" Kasih terus mengulum senyuman selama berbicara pada Rangga.


"Jadi aku rasa apa yang dilakuin Genta itu spontan cuma pengen nolong aku, cuma pengen nyegah sesuatu yang buruk terjadi di depan mata dia. Bukan karena ada perasaan khusus!" lanjut Kasih mencoba menghilangkan gundah di hati sang kekasih.


"Tapi tadi pertama kalinya aku ngeliat muka dia yang panik sekaligus khawatir!" selak Rangga tersenyum miris.


"Aku juga ngelihat wajah Kak Rangga yang panik dan khawatir tadi..!".


Rangga hanya terkekeh menyadari Kasih selalu saja bisa membalikkan ucapannya.


CUPP ..


Rangga membelalakkan matanya saat sapuan lembut bibir merah muda Kasih mendarat di pipi sebelah kirinya, ia pun langsung memandang tak percaya dengan apa yang baru saja ia terima dari sang kekasih.


"Aku sayang Kak Rangga, jangan mikir macem-macem lagi ya!" wajah Kasih merona, malu dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"Pinter banget ngeluluhin hati akunya, pacar siapa sih?" goda Rangga makin membuat Kasih tersipu.


"Jadi pengen ngambek terus rasanya, biar dapet sun terus!" lanjut Rangga berseloroh membuat keduanya tergelak.


***


Malamnya usai bercengkrama sebentar dengan budenya dan Dewa, Kasih yang juga baru saja selesai mengerjakan PR nya pun tinggal menunggu Rangga untuk menghubunginya.


Bukannya Rangga yang menghubungi, justru Genta lah yang berkali-kali mencoba menghubunginya. Malas sekali rasanya ia merespon cowok yang sudah seenaknya memperlakukan dirinya tersebut.


Genta : "Angkat Kasih, elo gak mau ngucapin makasih udah gue tolongin tadi sore?"


Kasih berdecih membaca pesan yang dikirimkan oleh Genta tersebut.


Kasih : "Iya, makasih udah nolongin gue tadi! Makasih juga udah ngomel-ngomel enggak jelas!"


Genta tersenyum membaca pesan balasan dari Kasih, tapi tentu dia belum puas hanya berbalas pesan. Ia pun mencoba lagi untuk menelpon gadis jutek itu.


Dan lagi, dia menghela nafasnya berat karena Kasih tak juga mengangkat panggilan darinya.

__ADS_1


"Pasti Rangga nih yang ngelarang dia!" batin Genta menerka.


Genta : "Angkat Kasih! Kalo enggak Lo angkat juga, gue langsung otewe ke rumah Lu nih?"


Kasih langsung tergagap membaca pesan yang penuh ancaman, dan dia tau Genta adalah cowok nekat yang enggak pernah main-main dengan ucapannya.


Terpaksa, saat Genta kembali menelpon Kasih langsung buru-buru mengangkatnya. Bisa dibayangkan jika cowok rese itu bertatap muka dengan Mas Dewa?


"Apa sih lu? Gue kan udah ngucapin makasih tadi!" sembur Kasih.


"Elo enggak apa-apa kan? Enggak ada yang luka kan? Sorry gue langsung cabut tadi, gue takut lepas kontrol ngehajar tuh cowok yang bawa motor!".


Entah mengapa ucapan Genta langsung membuat hati seorang Kasih berdesir aneh, namun cepat-cepat menghempaskan perasaan yang tengah mengkhianati logikanya.


"Gue cuma sakit hati dibentak-bentak alo tadi!" sahut Kasih ketus.


Kasih kembali tergagap saat Genta mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video, lagi-lagi Kasih terpaksa meladeni keinginan cowok rese itu karena tak ingin mendengar ancaman-ancaman darinya.


"Ngelunjak lu!!" sembur Kasih judes, sedang Genta langsung tergelak melihat sang lawan bicara begitu galak padanya.


"Gue cuma pengen mastiin aja elo enggak kenapa-kenapa, dan karena elo jutek gini gue yakin elo oke-oke aja!" Genta terus mengulum senyuman selama berbicara dengan Kasih yang masih saja menampakan wajah judesnya.


"Thanks ya cerita yang elo udah bikin, para pembina puas semua. Ceritanya bagus, sesuai realita yang terjadi di zaman sekarang!" sempat terdiam dan hanya saling memandang, Genta pun memutuskan untuk mulai membahas tentang project drama mereka.


"Bagus deh kalo suka, padahal gue asal aja bikinnya. Tiba-tiba terinspirasi pengen bikin cerita begitu".


"Emang elo terinspirasi dari siapa?" tanya Genta sungguh-sungguh ingin tahu.


"Dari elo sama Clara!" jawab Kasih tanpa sungkan dan ragu sama sekali.


Kasih bisa melihat wajah kebingungan yang saat ini ditampilkan oleh Genta, membuatnya justru tersenyum penuh kemenangan.


"Kok bisa gue sama Clara?".


"Gaya pacaran kalian bebas kan? Tadi pas gue ngelihat elo sama Clara di atas panggung, gue tiba-tiba kepikiran kalo kalian harus terpaksa menanggung tanggung jawab yang besar akibat pergaulan bebas kalian, gimana?" jawab Kasih sarkasme.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2