
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Foto, foto ini--?" Kasih langsung terbata-bata.
"Itu beneran elo kan, Kasih?" selidik Rania dengan wajah kesal.
"Iya, ini emang bener gue dan foto ini juga beneran bukan rekayasa, tapi cerita dari foto itu yang bohong!" Kasih mencoba menjelaskan pada sahabat-sahabatnya yang juga menatap dirinya dengan tatapan kecewa.
"Terus?" Rania terus menuntut penjelasan yang masuk akan dari sahabatnya yang terlihat frustrasi tersebut.
Dengan mengambil nafas dalam-dalam Kasih pun menceritakan cerita sebenarnya foto tersebut, Kasih juga menunjuk bukti jika dirinya dalam keadaan tak sadar saat kedua lelaki bermarga Dawson tersebut memberikan nafas buatan bergantian.
"Gue yakin ini pasti ulahnya Clara!" tuduh Evelyn dengan wajah merah padam menahan gejolak amarah.
"Tapi tadi bukan Clara yang ngirim foto itu di grup?" tanya Rania.
"Ohh, come on Rania! Dia kan bisa nyuruh orang, dan tinggal duduk manis nunggu hasil kerja seseorang yang dia suruh!" Axel mengingatkan yang langsung diangguki oleh semua.
"Jadi semalem elo ngedate sama Kak Rangga ke rumah keluarga Genta?" lanjut Axel kembali bertanya yang diangguki oleh Kasih.
"Kak Dhisti, kakaknya Genta ulang tahun. Di sana juga ada keluarga inti Kak Rangga, gue sengaja dibawa ke sana buat dikenalin sama keluraga Kak Rangga!" jawab Kasih apa adanya.
Saat mereka sibuk bercerita, Rangga datang dengan wajah yang dilipiluti kekhawatiran.
"Kamu enggak apa-apa? Maaf baru datang nemuin kamu, aku baru buka chattan grup!" Rangga langsung menarik tubuh Kasih ke dalam dekapannya, ia pun menghujani kecupan-kecupan di kepala Kasih yang duduk di kursinya.
Pemandangan romantis tersebut tak ayal membuat semua yang menyaksikannya tersipu malu, begitu pula Kasih. Tak pernah menyangka jika Rangga akan memperlakukannya dengan seromantis ini di depan teman-temannya.
"Jangan khawatir, aku bakal meluruskan berita sampah itu. Aku juga bakal cari siapa biang keladi di belakangnya!" ucap Rangga penuh kekesalan, terlihat sekali jika ia benar-benar ingin melindungi sang pacar.
Kasih hanya menganggukan kepalanya, ia bingung ingin menanggapi Rangga seperti apa, selain itu ia masih terlalu malu karena perlakuan Rangga.
Adegan romantis mereka pun terpaksa terhenti saat bel sekolah berbunyi. Sekali lagi Rangga mencium dahi Kasih dalam dan lama, serasa ingin memberikan ketenangan pada Kasih tanpa memperdulikan sekitar yang memperhatikan kelakuan mereka saat ini.
"Kak Rangga sayang banget ya sama elo!" goda Evelyn setelah sosok tampan Rangga sudah tak berada di kelas.
Kasih pun hanya mengangguk dengan semburat merah di pipinya.
Ternyata hari ini tak seburuk yang dia kira, perlakuan manis Rangga setidaknya membuat dia melupakan kejadian mengesalkan dengan kakak-kakak kelasnya tadi.
Kejutan tak berhenti di situ saja, saat jam pelajaran pertama berlangsung. Genta dengan pakaian seragam yang berantakan langsung masuk ke kelasnya dan berdiri di hadapannya membuat kegiatan belajar mengajar seketika berhenti.
"Elo enggak apa-apa kan?" tanya Genta tak kalah khawatir dengan Rangga tadi, bedanya Rangga langsung memeluk Kusih, sedang Genta hanya berjongkok di samping kursi Kasih.
"Gue bukan GC sekolah dan ngeliat elo abis-abisan dibully!" lanjut Kasih yang hanya terdiam menatap Genta.
"Elo ngapain di sini?" tanya Kasih setelah menguasai keterkejutannya.
__ADS_1
"Tadinya gue bolos sekolah, tapi pas bangun tadi gue ngecek hp GC heboh banget ngebahas elo. Gue yakin anak-anak THB bakal ngebully Lo abis-abisan!" jawab Genta menatap lekat wajah cantik Kasih.
"Bukan itu, elo mau ngapain di kelas gue. Ini tuh jam pelajaran, lihat tuh Ibu Helga ngeliatin kita!" tunjuk Kasih dengan matanya ke arah sang guru yang menatap kesal ke arah mereka berdua.
"Gue tau kok dan gue enggak perduli, yang penting gue bisa mastiin kalo elo baik-baik aja. Percaya sama gue, gue bakal cari biang kerok yang bikin sekolah heboh!" jawab Genta seperti biasa dengan cueknya.
Ia kemudian berdiri untuk keluar dari kelas Kasih, dan tentu tanpa memperdulikan semua yang ternganga dengan sikapnya.
Dengan rasa tak enak hati, Kasih langsung berdiri seraya mengucapkan maaf pada sang guru.
***
Benar saja, ketika jam istiahat tiba semua telah berangsur normal. Tak ada lagi pandangan merendahkan ke arah Kasih lagi.
Kasih dan ketiga sahabatnya juga sempat melihat GC sekolah mereka, dimana Rangga mati-matian memberi penjelasan tentang kebenaran foto tersebut.
Akan tetapi saat Rangga mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi, masih saja ada siswa dan siswi yang mematahkan penjelasan Rangga.
Berbeda saat Genta muncul dan langsung memberi klarifikasi, mereka langsung terdiam dan tak berani membalas isi chat Genta.
Padahal Genta memberikan klarifikasi yang sama dengan Rangga, bedanya adalah Genta menggunakan bahasa yang sangat kasar untuk menunjukkan kekesalannya, juga dibubuhi sedikit ancaman-ancaman.
Memang tak diragukan lagi aura dominan yang dimiliki Genta tak terbantahkan, jangankan hanya siswa dan siswi sekolah mereka, bahkan guru-guru pun tak ada yang berani menginterupsi seorang Genta.
"Gue bakal cari biang kerok berita sampah ini. Jangan sampe ketika gue nemuin orang itu, elo semua yang terlibat bisa lari dari gue!"
Ancam Genta di akhir pesan chat nya di grup.
"Ngaco!" sahut Kasih dengan mimik gugup, ia sendiri pun tengah berusaha mengenyahkan pikiran yang sama dengan apa yang dipikirkan sahabatnya ini.
Berbeda dengan Rania yang langsung memasang wajah bete mendengar dugaan Evelyn, Axel dan Evelyn justru makin gencar menggoda Kasih.
"Gue udah ada Kak Rangga, enggak mungkin gue bisa oleng ke Genta. Lagian lihat dong Genta sama Kak Rangga tuh beda banget sikapnya. Kalo Kak Rangga adem, nenangin. Sedangkan Genta, mana pernah dia bikin hidup gue tenang?".
"Elo masih muda Kasih, kisah percintaan elo juga belum tentu berhenti di Kak Rangga. Masih banyak kemiungkinan yang terjadi. Siapa tau malah pelabuhan cinta elo berhenti di Genta!" ujar Axel menggoda Kasih.
"Masa kalian tega ngelihat gue berjodoh sama Genta!" sungut Kasih.
"Enggak semua rela kok, tuh lihat tampangnya Rania. Butek gitu!" ejekan Axel kini dilontarkan untuk Rania.
Sontak ejekan Axel membuat semuanya terbahak-bahak begitu pula Kasih.
"Tapi bener lho seorang Genta bener-bener mendominasi. Lo perhatiin deh, Rangga berulang-ulang kali mencoba mengklarifikasi foto itu tapi malah jadi perdebatan. Sedangkan Genta cuma sekali ngasih pesan chat langsung pada mungkin!" ujar Axel yang diangguki semuanya.
"Padahal bahasa Kak Rangga lebih sopan ya dibanding Kak Genta!" sahut Rania.
"Kak Rangga tuh bener-bener tipe gue banget deh, cowok badboy yang mendominasi. Cool abis!" lanjut Rania tersipu sendiri.
Semua menatap Rania dengan tatapan geli, karena memang Rania yang ekspresif selalu menunjukkan kebucinannya pada Genta.
"Cari cowok tuh jangan yang badboy napa? Cari yang baik kayak Kak Rangga!" Kasih mencoba memberi saran sahabatnya.
__ADS_1
"Cowok yang tampilannya badboy, biasanya kalo udah jatuh cinta tuh setia tau!" sahut Rania membenarkan dirinya.
"Cihhh, setia? Gue yakin udah banyak cewek bego di sekolah ini yang udah di 'iya-iya' sama dia!" cibir Kasih.
Semua sahabat Kasih ternganga saat Kasih mengucapkan kalimat terakhirnya, mereka terkejut bukan karena ucapan Kasih, akan tetapi sosok Genta yang datang dan berdiri di belakang Kasih.
Mereka yakin sekali jika Genta mendengar semua ucapan cewek mungil tersebut.
Kasih yang masih belum menyadari kehadiran Genta di belakangnya, masih saja asyik bergosip tentang cowok paling populer di sekolahnya.
"Seru bener ghibahin gue nya!" Genta membungkuk, mensejajarkan wajahnya ke telinga Kasih yang duduk membelakanginya.
Kasih langsung membelalakan matanya, bahkan dirinya terlihat seperti seorang yang baru saja kepergok mencuri.
Kasih langsung menengok ke belakang, wajah mereka pun langsung bertemu dengan jarak yang sangat dekat.
Genta langsung terpesona dengan wajah Kasih yang begitu cantik saat dilihat dari jarak yang begitu dekat seperti saat ini, bahkan dirinya langsung kesusahan menelan salivanya.
Sedang Kasih, ia yang terkejut karena telah kepergok bergosip tentang cowok tampan di hadapannya pun sama terpesonanya melihat wajah bak pangeran yang dimiliki Genta.
Genta langsung tersenyum simpul saat menyadari Kasih juga tengah menatap dirinya lekat, ia yakin gadis galak itu pun terpesona akan ketampanannya.
Ia pun kemudian meniup lembut wajah Kasih yang membuat gadis itu langsung tergagap. Setelah bisa menguasai dirinya, buru-buru Kasih memutus pandangan antara mereka berdua dengan perasaan canggung.
"Terpesona sama ketampanan gue, hm?" sindir Genta.
Kasih kembali memelototi cowok menyebalkan itu, "IDIIIIHHHH, NAJIS!!" salaknya ketus.
Genta hanya terkekeh mendengar umpatan gadis cantik itu dan dengan percaya dirinya dia langsung meminta kursi yang di tempat Axel untuk dirinya duduk.
Axel pun menurut, meski Kasih memberi ancaman lewat tatapannya agar Axel tidak beranjak dari kursinya.
"Lihat aja Lo nanti!" ancam Kasih tanpa suara, membuat Axel hanya meringis membaca gerak bibir Kasih.
"Gue udah tau siapa biang kerok di belakang berita sampah tentang kita!" ucap Genta menginformasikan.
Lagi, dengan tanpa permisi Genta meminum milo boba milik Kasih bahkan hingga tandas.
Kasih yang penasaran dengan siapa orang yang telah menyebarkan berita bohong tentang dirinya pun tak ambil pusing dengan tingkah Genta yang seenaknya.
"Ada kenalan Clara di pesta keluarga gue semalem, pas kejadian kalian jatuh ke kolam renang, bahkan saat kalian berantem dia udah ngambil video kalian. Nah Clara yang nge screen shot video saat gue dan Rangga ngasih elo nafas buatan--!".
Entah mengapa wajah Kasih langsung memerah saat Genta mengucapkan kalimat yang terakhir.
"Elo mau gue ngapain si Clara?" tanya Genta membuyarkan lamunan Kasih.
"Gue, gue belum tau harus ngapain sama cewek lu. Yang jelas gue sakit hati sama kelakuan dia yang udah nyebar berita sampah kayak gitu" jawab Kasih.
"Elo mau gue seret dia buat minta maaf sama elo?" tawar Genta menatap lekat mata Kasih.
Jujur, setiap Genta menatapnya lekat-lekat seperti saat ini, seakan ada desiran aneh di hati Kasih.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=