
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Dia, dia Kak Dewa. Mantan pacar aku__!" Jawab Clara tanpa berani melihat Genta.
"Kita omongin di mobil, ayo aku anter pulang!" Genta menarik tangan Clara tanpa permisi pada semua teman-temannya.
"Gue duluan!" Sedang Rangga yang sedari tadi menyimak kejadian yang cukup mengejutkan pun memilih beranjak pergi, bukan untuk pulang tetapi untuk melihat keadaan Kasih di ruang UKS.
Dan sesampainya Rangga di ruang UKS ternyata suasana cukup tegang karena Kasih yang baru saja sadar sedang meluapkan kemarahannya pada Dewa.
"Mas Dewa kenapa harus sampe negur mereka, aku gak mau mereka nganggap aku lemah, nganggep aku anak manja, anak pengaduan?" Isak Kasih.
"Terus gue harus diem aja gitu ngeliat elo dibully pake kekerasan begini! Lo juga kenapa gak mau bilang kalo lo dibully gini sih?" Gertak Dewa masih dengan wajah emosi.
"Aku baru ini Mas bermasalah begini, dia cuma cemburu karena cowoknya sering godain aku padahal mah aku enggak pernah tanggepin godaan cowoknya. Tapi namanya cewek cinta akut yaa gitu Mas suka gelap mata!" Sahut Kasih memilih berbohong menutupi kenyataan yang sebenarnya.
"Dasar cewek tolol!" Geram Dewa.
"Mas Dewa ngatain aku cewek tolol?" Kesal Kasih mendelikkan matanya.
"Bukan, gue ngatain si Clay bukan ngatain elu!" Sahut Dewa menghela nafas berat.
"Clay? Aku ribut sama Kak Clara bukan sama Clay kok!" Protes Kasih, ia takut jika Kakak sepupunya itu salah orang.
"Iya Clay itu Clara, nama panggilan dia!" Jawab Dewa.
"Kok Mas Dewa tau kalo nama panggilan Kak Clara itu Clay?" Tanya Kasih dengan tatapan curiga.
"Bawel lu, ayo pulang!" Dewa enggan membahas lebih lanjut rasa penasaran adik sepupunya itu.
Namun sebelum mereka beranjak, Rangga menyapa mereka yang membuat mereka semua kembali terdiam di tempat.
"Hai Kasih, kamu kenapa?".
"Ehh, Kak Rangga. Aku gak apa-apa kok!" Jawab Kasih malu-malu.
" Gak apa-apa gimana lu.. di keroyok dia!" Adu Dewa geram.
"Kok bisa?" Rangga tau jika Kasih dikerjai oleh Clara dan teman-temannya, yang dia tidak mengerti alasan mengapa Clara sampai harus mengeroyok Kasih.
__ADS_1
"Ceritanya besok aja, gue mau bawa ke dokter dulu. Nih bocah ntar malem pasti panas badannya, kebiasaan luka dikit langsung demam!" Selak Dewa saat Kasih membuka mulutnya hendak bercerita.
"Oohh, ya udah nanti malam aku telpon kamu ya Kasih!" Sahut Rangga.
***
Di tempat lain, Genta dan Clara tengah beragumen hebat. Tak pernah menyangka jika kekasihnya berbuat senekat itu pada Kasih.
"Enggak harus kamu keroyok juga kan anak baru itu?" Geram Genta sambil terus melajukan mobilnya.
"Gimana aku enggak keroyok dia, jelas-jelas dia nantangin aku dengan terang-terangan mau ngerebut kamu dari aku!" Ucap Clara berbohong.
"Kamunya juga sih kebangetan Hun, ngisengin dia tapi malah bikin dia baper sama kamu. Aku gak suka Hun kamu terlalu intens ngerjain anak baru itu!" Lanjut Clara semakin menggebu-gebu.
"Ohh come on Clay, aku tuh cuma suka ngejahilin dia gak lebih dan kamu sendiri kan tau tipe-tipe aku kayak gimana. Pokoknya aku gak mau kejadian kayak gini keulang lagi!" Tegas Genta.
"Kalo begitu berhenti baperin anak baru itu..!!" Perintah Clara tak kalah tegas.
"Terus cowok tadi siapa?" Malas menanggapi kecemburuan kekasihnya, Genta memilih bertanya tentang Dewa karena jujur ia sangat penasaran bagaimana Dewa bisa tahu nama panggilan untuk Clara.
"Emmhh, dia.. dia mantan aku dulu!" Jawab Clara lirih.
"Yang ngambil keperawanan kamu?" Tanya Genta melirik sekilas ke arah kekasihnya.
"I.. iya..!" Jawab Clara terbata-bata.
"Dia cowok yang care, yang tulus banget sama aku. Selalu ada buat aku, dia sayang banget sama aku makanya aku rela ngelepas hal yang paling berharga buat dia!" Jawab Clara tertunduk.
"Tapi kok kalian bisa putus? Apa dia yang mutusin kamu setelah berhasil nyicipin kamu?" Genta benar-benar seperti sedang menguliti Clara saat ini.
"Aku yang mutusin dia, bukan dia yang mutusin aku. Dia malah marah besar waktu aku putusin, gak mau aku putusin sama sekali!" Sahut Clara cepat.
Melihat refleks yang ditunjukkan Clara, Genta bisa menangkap jika kekasihnya ini masih ada hati dengan sang mantan.
"Kenapa kamu sampe tega mutusin dia?" Tanya Genta penasaran.
"Karena aku lebih memilih kamu, aku jatuh cinta sama kamu!" Jawab Clara menatap dalam ke arah kekasihnya.
"Apa suatu saat nanti kalo ada cowok yang lebih membuat kamu tertarik dibanding aku, apa kamu akan memperlakukan aku kayak mantan kamu itu?".
"Kok kamu nanyanya gitu?" Clara begitu protes dengan pertanyaan yang diajukan kekasihnya itu.
"Ya ngeliat apa yang terjadi antara kalian berdua aja aku sih. Kamu udah nyerahin segalanya ke cowok itu, tapi kamu dengan mudahnya berpaling ke aku padahal kamu udah ngasih hal paling berharga, sedangkan cewek-cewek lain pasti bakal mati-matian nempel terus ke cowok yang udah ngambil keperawanan mereka. Tapi kamu beda, kamu justru dengan mudahnya ngelepas cowok itu cuma karena kamu bakal jalan sama aku!" Sindir Genta telak.
__ADS_1
"Bukannya having s*x itu hal biasa saat ini di setiap pasangan yang sedang menjalin hubungan?" Tanya Clara mempertegas.
"Mungkin bagi orang-orang kayak kita, tapi aku yakin masih banyak cewek yang ngejaga keperawanannya benar-benar untuk suaminya kelak!" Jawab Genta tersenyum miring.
"Salah satunya Kasih, hmm?" Sindir Clara menatap tak suka pada kekasihnya.
"Kok jadi ke dia? Aku mah gak peduli tentang dia!" Salak Genta ketus.
"Ya kali aja kamu mau nyicip dia" sindir Clara.
"Kalo pun aku mau nyicip dia, gak bakal masalah kan? Kamu masih inget komitmen kita kan, kita berhubungan tapi jangan sekali pun ngekang aku karena aku enggak suka dan kamu udah setujui itu. Remember?" Ucap Genta mengingatkan.
"Boleh enggak sih aku ngelanggar komitmen itu?" Pinta Clara penuh harap, namun kenyataan yang didapat hanya kesunyian. Genta memilih diam tak menanggapi permintaan kekasihnya.
***
Malamnya benar saja Kasih mulai demam, beruntung Dewa sudah hafal betul semua tentang Kasih. Meskipun seharian Kasih terkena omelan Kakak sepupunya, tetapi ia tetap menurut dengan semua yang diperintahkan oleh Dewa.
"Besok izin sakit aja, gak usah masuk!" Perintah Dewa saat mereka tengah menikmati makan malam.
"Gak bisa lah Mas, aku kan masih masa orientasi!" Tolak Kasih tidak setuju.
"Lo mau kondisi lo makin buruk, heh?" Geram Dewa.
"Tapi kan Mas__!" Kasih masih berusaha untuk tidak menuruti permintaan Kakak sepupunya itu.
"Ohh atau lo mau gue bikin laporan aja ke sekolah lo tentang pembully an yang terjadi sama elo?" Ancam Dewa.
"Jangan Mas, masa aku entar jadi siswi famous gara-gara kena bully Kakak kelas. Enggak banget..!" Tolak Kasih seketika membuat Dewa kesal.
"Si Pe'ak..!" Cibir Dewa mendorong dahi adik sepupunya itu yang justru malah cekikikan.
"Kamu itu Kasih, kalo ada apa-apa cerita Sayang jangan dipendem sendiri gini. Lihat tuh sekarang badan kamu babak belur parah gitu, Bude sih sebenernya gregetan pengen ke sekolah kamu, pengen negur guru-guru juga murid yang ngerjain kamu. Kalo bisa mah pengen Bude pukul mereka!" Ucap Ranti menggebu.
"Ihh jangan Bude, Kasih gak mau kelihatan kayak anak pengaduan, anak manja. Kasih pengen murid-murid di sana tau kalo Kasih anak yang kuat. Nanti kalo emang mereka keterlaluan lagi baru deh aku bolehin Bude atau Mas Dewa bikin laporan ke sekolah!" Sahut Kasih.
"Bener lu ya, kali ini gue gak bakal bikin pengaduan ke sekolah tapi kalo nanti gue sampe tau elu di bully pake kekerasan lagi, gue enggak bakal ragu buat ke sekolahan elo!" Tegas Dewa tak terbantahkan.
"Iya Mas Dewa ku tayaaaaang, iyaaa..! Udah ah Kasih kenyang mau ke kamar, mau langung tidur!" Kasih pun beranjak dengan membawa perlengkapan makannya yang telah kosong untuk langsung ia cuci sendiri.
Sesampainya di kamar, Kasih menyempatkan diri mengecek ponselnya. Terihat ada empat panggilan tak terjawab dari Rangga serta beberapa pesan dari beberapa teman-temannya termasuk juga dari Rangga yang menanyakan keadaannya saat ini.
Setelah satu per satu pesan tersebut ia balas, kecuali pesan dari Rangga yang dibiarkan saja karena Kasih berniat untuk langsung menghubungi Rangga.
__ADS_1
"Assalamualaikum Kak Rangga, maaf gak keangkat tadi. Aku lagi makan di bawah, hape aku tinggal di kamar. Kakak sibuk sekarang?" Sapa Kasih ketika panggilannya sudah tersambung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=