
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Sempat tertidur di atas kursi dengan meletakan kepala di atas meja, karena ranjang yang dikuasai oleh Genta Hana terbangun ketika tubuhnya dirasa ada yang menggoyang-goyangkan.
Setelah matanya terbuka dengan sempurna, yang dilihat pertama kali adalah sosok Salma yang tengah tersenyum di hadapannya.
"Udah jam pulang..!" Ucap Salma memberitahukan.
Namun konsentrasinya justru tertuju pada ketiga temannya yang berdiri di belakang Salma dengan mulut ternganga menatap dirinya.
"Kasih kok lo bisa seruangan sama Kak Genta?" Tanya Rania sambil menyodorkan tas miliknya.
"Apa?" Kasih yang belum sadar jika Genta juga tengah terlelap di atas ranjang justru balik bertanya.
"Tuh..!" Tunjuk mereka bertiga dengan dagu mereka ke arah ranjang.
Kasih mengikuti arah yang mereka tunjukkan dan betapa terkejutnya ketika Kasih melihat keberadaan Genta yang ternyata masih di ruangan yang ia tempati.
"AARRRGGHHHHHHH.. ALLAHU AKBARRR..!" Teriak Kasih reflek dengan suara menggelegar membuat semua yang berada di ruangan tersebut refleks menutup telinga mereka.
Sedang Genta langsung terpernjat kaget dan memegang dadanya.
"Bener-bener lu ya Kasih, bisa mati jantungan gue lama-lama di deket elo tau enggak!" Gertak Genta mengusap-usap dadanya.
"Lo ngapain masih di sini hah?" Kasih begitu geram dengan keberadaan Genta saat ini.
"Kan elo sendiri yang minta gue temenin di sini, pas mau balik ke kelas lo ngelarang gue malah ngerengek-ngerengek minta gue temenin di sini. Gimana sih?" Semua yang mendengar penjelasan Genta sontak semakin membelalakan matanya dengan mulut sama-sama terbuka.
"Apa?" Tanya Kasih seakan ingin memperjelas ucapan ngaco Kakak kelasnya itu.
__ADS_1
"Elo bilang baby kita lagi pengen deket-deket papanya, maklum dia sakit karena lagi hamil muda anak gue, jadi gue harus jadi Papa siaga demi untuk benih yang lagi tumbuh di rahim dia! Dan please kalian semua rahasiain dari orang lainnya..!" Genta begitu suka mengerjai Kasih dan teman-temannya saat ini, terlebih melihat muka shock mereka saat ini.
"Elo tuh ya, jangan suka bikin omongan ngaco tau enggak! Amit-amit tau ihh..!" Gertak Kasih mengepalkan tangannya untuk kemudian memukul keras lengan Genta yang berdiri di sampingnya.
"Aduhh, duhh .. Elo itu ya bogel-bogel tenaganya kuat juga!" Genta benar-benar mengaduh akibat pukulan telak yang diayunkan Kasih di lengannya.
"Makanya kalo ngomong jangan sembarangan, bikin gosip aja lo!!" Gertak Kasih.
"Udah ah, gue mau balik! Elo jagain yang bener nih calon anak gue yang di dalem, entar gue cari waktu yang tepat nemuin keluarga lo buat ngelamar elo sebagai bentuk tanggung jawab gue!" Sekali lagi ucapan Genta membuat semua yang berada di ruangan membelalakan matanya dengan mulut yang ternganga lebih lebar lagi.
"DASAR GILA LO!" Umpat Kasih dengan lantang saat Genta melewati dirinya untuk keluar dari ruangan UKS.
"Elo bener hamil anaknya Genta?" Tanya Axel penasaran.
"Jangan ikutan gila deh lo!" Salak Hana kesal yang memancing gelak tawa lainnya.
Setelah mengucapkan terima kasih dan meminta maaf telah membuat ruangan UKS heboh akibat ulah Kakak kelasnya yang super menyebalkan pada Salma, Kasih pun permisi untuk pulang yang diikuti oleh ketiga temannya di belakang.
Tetapi berbeda dengan Evelyn yang lebih memperhatikan kondisi Kasih saat ini, dimana wajah Kasih yang terlihat semakin pucat dan juga cara berjalan Kasih yang agak terpincang-pincang membuat Evelyn berfikir jika telah terjadi sesuatu yang buruk dengan sahabat berisiknya itu.
"Kasih elo beneran baik-baik aja? Kok jalan lo agak pincang-pincang gitu?" Hingga ia yang tak tahan untuk menahan rasa penasarannya pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Ohh, ehh itu gue, gue tadi sempet jatoh di kamar mandi. Kayaknya kaki gue agak keselo dikit. Nih gue pake jaket Kak Rangga, tadinya gue mau pulangin tapi karena seragam gue kotor akibat jatoh tadi, terpaksa malah gue pinjem lagi!" Jawab Kasih sempat terbata-bata.
"Lain kali hati-hati Kasih, bahaya jatoh di kamar mandi!" Sahut Rania menasehati yang diangguki oleh Kasih, namun Evelyn terlihat masih tak percaya dengan penjelasan Kasih tadi, membuat Kasih tersenyum getir menatap Evelyn.
"Kalian kok malah ngikutin gue, enggak pada ke parkiran. Siapa tau udah pada dijemput?" Tanya Kasih heran karena ketiga temannya mengikuti dirinya ke parkiran.
"Kita-kita sengaja nganterin elo, mau nemenin elo sampe Kakak sepupu elo dateng jemput elo. Lihat tuh elo pucet gitu, entar lo pingsan gak ada yang tau lagi!" Jawab Axel dengan cengiran khasnya.
Kasih yang memang masih merasakan kepalanya berdenyut nyeri serta sekujur tubuh yang terasa sakit pun mengiyakan saran temannya untuk ditemani sampai Dewa datang menjemputnya.
Beruntung tak butuh waktu lama, motor Dewa sudah terlihat dan berhenti tepat dimana mereka berempat berdiri.
__ADS_1
"Udah lama nunggunya?" Tanya Dewa membuka helm nya.
"Enggak, baru aja keluar kok. Oh ya Mas, kenalin ini teman-teman aku. Axel, Rania sama Evelyn!" Kasih memperkenalkan satu per satu temannya.
Dewa pun memperkenalkan diri dengan menyalami satu per satu teman-teman Kasih dengan ramah.
"Nitip Kasih ya, hati-hati sama suaranya yang melengking bikin sakit telinga kalian. Saya aja gak tahan kalo dia teriak!" Goda Dewa memancing tawa semua, kecuali Kasih tentunya.
Namun, bukannya ketakutan saat Kasih memelototkan matanya justru menjadi kekhawatiran oleh Dewa dan teman-temannya ketika sesaat setelah melotot tubuh Kasih tiba-tiba merosot tak sadarkan diri, beruntung Axel yang berdiri di sebelah Kasih langsung sigap menangkap tubuh Kasih.
Dewa langsung turun dari motornya yang sudah ia standarkan terlebih dahulu kemudian mengambil alih tubuh Kasih, ia sama sekali tak bisa menutupi kekhawatirannya.
"Dibawa ke UKS aja dulu Bang atau mau dibawa ke klinik pake mobil?" Usul Axel.
"Ke UKS aja, bisa tolong anter saya!" Dewa langsung membopong tubuh Kasih, mengikuti ketiga teman Kasih yang menunjukkan jalan ke ruang UKS.
Saat berjalan beriringan tak ayal membuat siapapun yang mereka lewati menatap dengan tatapan ingin tahu, begitu pula ketika melewati Genta and the genk, tatapan mereka begitu fokus ke arah Kasih yang tak sadarkan diri di gendongan Dewa.
"Masa iya cewek setangguh dia bisa sakit?" batin Genta bermonolog.
Sesampainya di ruang UKS, Dewa langsung disambut wajah khawatir Salma yang masih bertugas di ruangan tersebut.
"Lho Kasih kenapa lagi?" Tanya Salma khawatir.
"Kenapa lagi?" Dewa yang baru saja membaringkan Kasih justru balik bertanya.
"Iya tadi sejak selesai jam istirahat dia izin ke UKS karena enggak enak badan katanya!" Jawab Evelyn.
"Kok dia gak ngabarin saya? Biasanya ngabarin saya dia?" Tanya Dewa menatap wajah pucat adik sepupunya yang baru dia sadari.
"Iya tadi dia ngeluh pusing sama nyeri di seluruh badannya, tapi maaf sebelumnya menurut saya Kasih baru saja terlibat perkelahian karena beberapa bagian tubuh dia terdapat memar-memar yang cukup parah dan sepertinya Kasih mencoba menutupi hal tersebut dari orang lain!" Sontak penjelasan Salma membuat semua terkejut.
"APA__ ??" Pekik semua yang berada di ruangan.
__ADS_1