
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
"Kasihhhhh..!" Sapa ketiga sahabatnya juga Rangga ketika jam besuk sore hari tiba, bahkan mereka masih mengenakan seragam sekolah mereka saat menemui Kasih saat ini.
"Kalian dateng?" Tanya Kasih berbinar tak menyangka jika para sahabatnya mau menyempatkan diri untuk menjenguknya.
"Datenglah, masa sohib kesayangan kita lagi sakit enggak kita jengukin sih?" Seloroh Axel mendudukan diri di atas ranjang Kasih.
"Nih buat elo!" Evelyn menyodorkan beberapa paperbag ke arah Kasih yang langsung disambut gembira olehnya.
"Pake repot-repot segala" ucap Kasih basa-basi.
"Entar giliran dateng tangan kosong disindir-sindir, tau banget deh kita siapa elo?" Cibir Rania membuat semua tergelak, kecuali Rangga yang justru terlihat memandang kecewa ke arah Kasih.
Bagaimana tidak, Rangga melihat Kasih kini tengah memangku boneka pemberian Genta, sedangkan boneka pemberiannya hanya tergeletak di atas bantal Kasih saja.
"Gue enggak begitu kali orangnya!" Elak Kasih yang langsung disoraki para sahabatnya.
"By the way, kita bertiga udah transfter tiga juta ke rekening lo ya. Lo nya sih ngasih nomor rekening aja lama banget, jadi lama deh bayar taruhan kitanya!" Sungut Rania yang diangguki oleh kedua sahabatnya yang lain.
"Gue pikir mah enggak serius kok, duit segede itu agak ragu gue juga nerimanya. Orang cuma taruhan begitu aja juga!" Elak Kasih lagi.
"Ya enggak gitulah, kalo elo kalah taruhan mah tetep kita-kita bakal nagih challenge kita!" Cibir Axel.
__ADS_1
"Ehh, tapi Kasih tuh ibarat menang juga, kalah juga iya enggak sih?" Tanya Evelyn membuat semuanya bingung.
"Maksudnya?" Tanya Kasih mewakili yang lainnya.
"Lo emang menang taruhan dari kita tiga juta, tapi waktu audisi kemaren Kak Genta nyium elo ibarat kata elo kayak kalah taruhan juga karena mau enggak mau menuhin tantangan kita kalo elo kalah, elo harus nyium Kak Genta. Iya kan?" Jelas Evelyn yang diangguki oleh kedua sahabat lainnya.
Sedang Kasih langsung terlihat gugup dan memandang tak enak pada Rangga yang juga tengah memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ya enggak juga sih, gue kan taruhannya kalo gue kalah gue yang nyium sedangkan waktu itu kan Genta yang nyium gue tiba-tiba, gue aja kaget!" Kasih mencoba meralat ucapan Evelyn karena sungguh ia tak ingin membuat Rangga salah sangka padanya.
"Taruhan apa sampe cium-ciuman?" Tanya Rangga dengan suara kaku membuat Kasih bersusah payah menelan ludahnya, sedangkan yang lain memandang aneh ke arah Rangga.
"Waktu audisi, aku taruhan sama anak-anak kalo banyak yang suka sama penampilan aku, mereka bakal kasih aku per orang satu juta. Sedangkan kalo cuma sedikit yang suka sama penampilan aku, aku harus cium Genta. Tapi aku menang taruhannya kok!" Kasih mencoba menjelaskan dengan sebenarnya.
"Tapi tadi Evelyn bilang kamu tetep dicium Genta? Kok bisa?" Tanya Rangga penuh selidik dan nada bicara penuh kecemburuan.
"Tapi kayaknya kamu suka ya sama boneka pemberian Genta?" Sindir Rangga membuat Kasih bingung.
"Hah?".
"Itu dari tadi boneka anjing yang dia kasih buat kamu, gak pernah lepas dari pangkuan kamu" tunjuk Rangga ke arah pangkuan Kasih.
Kasih langsung tergagap mengikuti arah pandangan Rangga dimana boneka anjing pemberian Genta berada di atas pangkuannya.
"Oohh ini tadi aku habis makan, makanya aku pangku nih boneka. Kalo aku pangku Kara takut kecipratan kuah makanan, nanti jadi kotor!" Sahut Kasih beralasan, karena jujur dia sendiri bingung mengapa dirinya lebih menyukai boneka anjing berwajah garang pemberian Genta dibandingkan boneka kucing lucu berwajah menggemaskan pemberian Rangga.
Interaksi antara Kasih dan Rangga benar-benar membuat ketiga sahabat Kasih menaruh curiga jika mereka berdua menjalin sebuah hubungan. Karena sikap Rangga yang seperti cemburu dan Kasih yang mencoba meredam kecemburuan Rangga membuktikan bahwa mereka memang tengah dekat saat ini.
__ADS_1
"Tadi aku cuma nganter temen-temen kamu, hari ini aku ada keperluan sama temen aku. Malam nanti kalo sempat aku datang ke sini lagi, sekarang aku tinggal gak apa-apa kan?" Izin Rangga.
"I.. iya.. Kak gak apa-apa. Makasih udah nganter temen-temen aku ke sini, nanti kalo Kakak capek gak usah paksain diri dateng ke sini lagi apalagi besok sekolah, nanti Kak Rangga kecapekan" Ucap Kasih tergagap karena menatap wajah penuh selidik sahabatnya saat ini ke arahnya.
"Apa nanti malem Genta mau ke sini lagi jadi kamu ngelarang aku buat dateng lagi?" Tanya Rangga curiga.
"Hah? Ak, aku, aku gak tau dia mau ke sini atau enggak? Gak penting juga sih, kalo Kak Rangga mau dateng lagi, ya dateng lagi aja. Aku gak masalah!" Jawab Kasih sedikit kesal.
"Aku pastiin malem ini aku dateng lagi, kalo gitu aku permisi dulu ya. Cepet sembuh, aku kangen ngelihat kamu di lingkungan sekolah" sontak ucapan Rangga membuat ke empat orang di ruang rawat Kasih membola, terlebih Kasih yang semakin sulit menelan salivanya.
Sepeninggalan Rangga, ketiga sahabat Kasih langsung mengerubungi gadis cantik itu dengan diliputi aura penasaran tentang hubungan Rangga dengan Kasih.
"Jadi, ada yang mau lo jelasin ke kita bertiga?" Tanya Axel menatap tajam ke arah Kasih.
"Hufthh.. Iya, gue sama Kak Rangga emang lagi pendekatan. Tapi inget masih sebatas pendekatan doang ya, belum ke tahap pacaran. Kita berdua mau saling kenal dulu as a best friend, lagian kita juga baru kenal beberapa hari kok masih butuh waktu buat saling mengenal" Jawab Kasih menjelaskan pada akhirnya.
"Sipp, sipp, sipppp gue dukung elo sama Kak Rangga bisa sampe jadian!" Sahut Rania bersemangat.
"Iya dukung, biar elo enggak insecure lagi buat ngedeketin Genta. Ngurang-ngurangin saingan, ya kan?" Celetuk Axel membuat semuanya tertawa.
"Ishhh, kenapa sih enggak ada yang percaya sama gue kalo gue beneran ngedukung Kasih jadian sama Kak Rangga. Lihat deh mereka, udah cocok banget!" Sahut Rania mendengus kesal, membuat para sahabatnya tertawa.
"Percaya kok percaya..!" Ejek Evelyn semakin membuat semuanya semakin terbahak-bahak.
"Lagian biar pun gue jomblo nih ya Ran, gue tetep ogah sama Genta. Mending gue jomblo sampe lulus SMA" Sahut Kasih memasang wajah galak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1