
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya ππ..
Happy Reading ππ
πππ
Sempat bercengkrama dengan keluarga inti Rangga, kini Kasih memilih untuk menuju meja panjang yang dihias begitu elegan dan menarik dimana di atasnya tersaji banyak menu makanan.
Perutnya memang lapar, karena terakhir dia mengisinya ketika makan siang tadi bersama Genta.
Mengingat dirinya terakhir makan adalah bersama Genta tadi, ia pun tersadar jika sedari tiba dirinya tak melihat kehadiran cowok ajaib itu.
Kemana kah dia? Apakah keluarga besarnya melarang dia untuk hadir?
Ahh, terserah lah bukan urusannya. Urusan gadis cantik itu yang penting adalah mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta kelaparan.
Pilihannya pun jatuh pada makanan khas Britania Raya, Inggris, yaitu Fish and Chip dan kue lamington khas Australia serta orange juice yang terlihat begitu menyegarkan pastinya.
Dengan susah payah, tubuh kecil Kasih membawa nampan yang begitu banyak berisi makanan pilihannya dan jangan salah Kasih pun menambahkan salad buah.
"Kapan lagi gue makan makanan bule, gratis pula?" ujar Kasih lirih senyam senyum sendiri.
Sialnya saat Kasih memfokuskan dirinya pada keseimbangan nampan yang ia bawa, ia justru tak melihat ke arah depan hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang dan membuat nampan yang dipegangnya jatuh tak terselamatkan.
PRAAANNGGGG
Suara menggelegar dari piring dan nampan yang terjatuh langsung membuat Kasih menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.
Dengan perasaan sedih, marah, dongkol Kasih menatap lama makanan yang ia pilih hancur berantakan dan berserakan.
"Eehhh, elo bisa enggak sih hah jalan pake mata? Kalo jalan liat ke depan tolol! Lihat nih pakaian sama sepatu gue, kotor semua!" Suara gertakan seseorang yang ia hafal betul milik siapa membuat Kasih langsung mendongakkan kepalanya dan menatap tajam cowok di hadapannya.
"Ehh bego, kasih tau gue gimana caranya jalan pake mata? Dimana-mana jalan tuh pake kaki bodoh! Lagian yang tolol tuh bukan gue, tapi elo tuh harusnya fokus kalo ada orang yang jalan gak ngeliat ke depan, elo yang harusnya perhatiin dan ngasih jalan. Bukannya malah masang badan biar ditabrak!" balas Kasih penuh tuduhan.
__ADS_1
Genta sempat terkejut dan terpesona dengan sosok cantik yang tengah berwajah garang itu, akan tetapi langsung bisa menguasai dirinya untuk kembali memasang wajah sengit usai mendengar tuduhan cewek cantik di hadapannya.
"Jadi menurut elo gue yang salah?" salak Genta.
"Jelas elo yang salah lah! Elo tau enggak gue tuh udah laper banget, lidah gue udah ngebet pengen nyicip tuh makanan semua. Terakhir gue makan tuh pas sama elo tadi siang!" geram Kasih dengan mata berkaca-kaca, "gue laper banget!" jebol sudah air mata yang berusaha ditahan-tahan oleh gadis cantik itu.
Kasih langsung berjongkok, membereskan makanannya yang berserakan di atas tanah dengan sesegukan membuat Genta langsung menarik tangan kiri Kasih agar berdiri kemudian menggandengnya.
"Biarin petugas kebersihan yang beresin. Ikut gue!" Genta menarik tangan Kasih sambil berjalan ke arah meja panjang prasmanan.
"Tapi gue malu, masa abis ngambil, ambil lagi sih?" keluh Kasih berbisik.
"Udah jangan bawel, gue temenin. Gue tuan rumah di sini, enggak bakal ada yang berani nyinyir. Bahkan nih kalo elo mau bungkus biar gue suruh petugas katering bungkusin!" sahut Genta dengan tingkat kesombongan yang tak terkira.
Sesampainya mereka di meja prasmanan, Kasih kembali mengambil satu per satu makanan yang seperti tadi. Meskipun malu-malu, terlebih saat Kasih membuat pesanan fish and cheap untuk kedua kalinya pada sang koki, sungguh Kasih teramat sangat malu.
Selama Kasih melakukan kegiatannya, Genta tak henti-hentinya menatap lekat-lekat sosok yang begitu cantik.
"Cantik banget nih cewek, sial!" batin Genta memuji sekaligus mengumpat secara bersamaan.
Kasih sendiri sadar sekali jika Genta terus menerus menatapnya dan ini benar-benar membuatnya jengah, "kenapa elo ngelihatin gue begitu? Belum pernah ngelihat cewek secantik gue? Mulai terpesona sama gue?" serentet pertanyaan narsis yang menyindir membuat Genta berdecih kesal.
Percaya diri sekali cewek ini!
"Narsis lu! Gue merhatiin porsi makanan elo yang wah. Bingung gue, makanan sebanyak itu larinya kemana? Badan lu bogel and kurus gitu!".
"Coba sekali-kali elo periksa ke spesialis gizi, jangan-jangan elo cacingan lagi!" lanjut Genta semakin senang menyindir untuk menggoda Kasih.
Kasih langsung mencebikkan bibirnya mendengar sindiran halus cowok rese itu.
Saat semua makanan telah tersaji di nampan Kasih, Genta tanpa permisi langsung mengambil alih nampan yang akan dibawa oleh Kasih.
"Biar gue yang bawa, entar nabrak orang lagi, mewek lagi lu!".
__ADS_1
Meski kesal mendengar ejekan dari Genta, akan tetapi Masih tak memungkiri cukup menganggumi sikap Genta yang gentle.
"Mau duduk dimana?" tanya Genta.
"Deket kolam renang aja deh, enggak terlalu rame. Anginnya juga enak di sana!" tunjuk Kisah pada salah satu bangku kosong di dekat kolam renang.
Genta langsung melangkahkan kakinya ke arah yang ditunjuk Kasih tadi.
Sesampainya di bangku tersebut, Genta langsung meletakan nampan berisi makanan milih Kasih, bedanya kini ditambah esspreso frape dingin milik Genta.
Dengan wajah berbinar Kasih langsung mulai memakan makanannya setelah sebelumnya berdoa, sedang Genta sambil terus menyesap esspreso frape dinginnya, ia terus menerus menatap Kasih.
"Kasih!"
"Genta!"
Panggil keduanya bersamaan lagi, membuat keduanya saling menatap untuk kemudian menertawakan kebetulan yang lagi-lagi terjadi diantara mereka.
"Elo dulu!" perintah Genta melemparkan pandangannya ke arah lain, tak ingin terfokus dengan kecantikan Kasih yang benar-benar menarik hatinya.
"Clara mana? Kok elo sendirian? Ehh, tadinya malah gue pikir elo enggak juga enggak dateng deh, mungkin keluarga besar elo enggan nerima kehadiran elo!" cerocos Kasih yang langsung membuat Genta membelalakkan matanya.
Kehadiran dirinya tak diterima oleh keluarga besarnya? Bisa-bisanya gadis aneh itu berpikiran seperti itu?
"Gue ini bintang di keluarga gue, enggak mungkin gue enggak dateng, enggak mungkin juga keluarga besar gue enggak nerima kehadiran gue!" cebik Genta, wajahnya terlihat benar-benar kesal.
"Dan Clara sekarang lagi sama Kak Dhisti!" lanjutnya lagi memberitahukan yang disahuti dengan o besar oleh Kasih.
"Kak Dhisti sama Clara ulang tahunnya sama ya?" tanya Kasih lagi yang hanya diangguki oleh Genta.
"Rangga mana?" kini giliran Genta yang bertanya.
"Lagi sama saudaranya yang lain, gue tadinya gabung tapi karena enggak ngerti pembahasan mereka, gue minggir aja. Lagian gue nya juga laper, jadi mending makan!" jawab Kasih yang kini tengah asyik memakan kue lamington nya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=