Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Tak Gentar ..


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih sempat dibuat terkejut dengan serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Kakak kelasnya.


"Kecentilan gimana hah?" Salak Kasih kesal.


"Itu pagi tadi PD banget lo gak ngelepas rangkulan cowok gue!" Hardik Clara makin kesal dengan sikap berani Kasih.


"Maaf ya Kak, tadi aku udah berusaha ngelepas rangkulan dia, dia juga aku udah minta supaya ngelepasin rangkulannya tapi dia gak mau!" Ucap Kasih tenang mencoba untuk menjelaskan pada perempuan yang tengah dilanda kecemburuan tersebut.


"Oohh, jadi maksud elo Genta yang kegatelan sama elo gitu!" Clara semakin menyalang marah.


"Yaa Kakak fikir aja sendiri, lagian maaf-maaf ya Kak aku gak sama sekali selera tuh sama cowok Kakak dan kalo bisa tolong bilangin dia jauh-jauh lah dari aku, nasib aku tuh selalu sial kalo ketemu sama dia!" Kasih benar-benar tak gentar dengan situasi panas yang sedang terjadi saat ini.


"Jadi maksud lo, Genta yang lagi ngejar-ngejar elo gitu? PD banget lo!!!" Geram Clara.

__ADS_1


"Yaa aku enggak tau, Kakak tanyain aja ke pacar Kakak sendiri. Lagian aku sekolah bukan niat pacaran, tapi mau belajar jadi Kakak gak perlu khawatirin cowok Kakak aku rebut, selain emang aku gak tertarik sama cowok Kakak itu, fokus aku di sini belajar!" Tegas Kasih melawan tatapan mengintimidasi kakak kelasnya itu.


"Cihh, gak tertarik tapi rela dicipok sama digerayangin gini. Dasar cewek murahan..!" Hina Clara sambil mengeluarkan ponselnya untuk menunjukan foto ketika Genta menciumnya paksa di lorong sepi sekolah kemarin.


"Dia yang nyium paksa gue kemarin, bukan gue rela!" Elak Kasih emosi dengan tuduhan yang Clara lontarkan.


"Cihh lagu lama, lo tuh bukan satu-satunya cewek yang playing victim begini. Berasa menjadi korban, padahal mah lagi ngejalanin trik buat memikat cowok tajir dan ganteng macem Genta supaya jatuh ke pelukan lo buat mempertebal isi dompet elo kan? Apalagi elo dari kalangan miskin, kapan lagi bisa jerat cowok kayak Genta?" Maki Clara seenaknya, membuat Kasih kehilangan kesabarannya.


"Eehhh, jangan sama ratakan gue kayak elo ya yang bisa nyerahin segalanya cuma supaya bisa berhubungan sama cowok macam Genta! Mungkin bukan perkara duit karena gue tau elo sama-sama dari kalangan orang berada, tapi kebucinan akut elo ini ngebuktiin kalo elo cuma cewek yang enggak ada artinya sama sekali dimata cowok elo itu terbuktikan dia seenaknya ngerangkul gue, nyium gue tanpa mikirin elo sama sekali. This proves that you mean nothing to him!" Balas Kasih telak, membuat emosi Clara langsung memuncak.


Dengan tanpa ampun, Clara menjambak rambut panjang Kasih yang memang tergerai dan menghempaskan tubuh kecil Kasih ke lantai. Bukan tak ada yang mau menolong Kasih, namun mereka yang ada di toilet lebih memilih menghindar dan tak mau berurusan dengan Clara yang terkenal angkuh dan bisa berbuat apa saja pada orang-orang yang tak disukainya.


"Kalian kasih pelajaran ke cewek miskin tapi sombong ini, inget jangan sampe buat memar di bagian badan yang terbuka, cukup kalian buat luka-luka di tempat yang tertutup aja supaya enggak ketauan!" Perintah Clara pada kedua teman wanitanya.


Sedang Clara begitu menikmati tontonan yang tersaji di depan matanya saat ini dengan seringai puasnya. Dirasa cukup, Clara pun meminta kedua temannya untuk menghentikan perbuatan mereka. Ia mendudukan dirinya agar dapat menjangkau Kasih yang terkapar kesakitan di atas lantai toilet yang dingin.


"Gue rasa pelajaran singkat hari ini bisa ngebuat elo ngerti kalo lo udah salah berurusan sama gue!" Ucap Clara dengan seringai jahatnya.


Namun Kasih adalah Kasih, meski talah kelak ia sama sekali tak gentar dengan gertakan kakak kelasnya tersebut.

__ADS_1


"Ya, sekarang gue ngerti gue udah salah berurusan sama orang kayak elo karena ternyata yang gue hadapi sekarang ini binatang berotak tapi gak bisa buat mikir!".


Clara sempat akan memukul Kasih, tapi langsung dihalangi kedua temannya.


"Udah Clay, mendingan kita keluar. Elo bukannya selalu ditungguin Genta tiap jam istirahat!" Ucap salah satu teman Clara mengingatkan. Dan dengan tanpa rasa kasihan mereka meninggalkan Kasih yang terkapar di toilet.


Dengan hati dan tubuh yang teramat sakit, Kasih berusaha bangkit dan merapikan dirinya yang terlihat sangat kacau.


Ia membasuh wajahnya untuk membersihkan dan menghilangkan sembab di matanya, karena sekuat apapun ia bertahan tangis Kasih tetap mengucur deras karena perlakuan kejam yang baru saja ia dapatkan. Namun dalam hati ia bertekad untuk tetap kuat dan berjanji untuk menghindari Genta dan orang-orang disekeliling cowok jangkung nan tampan namun selalu menjadi mimpi buruk Kasih.


Dengan langkah tertatih, Kasih lebih memilih kembali ke kelasnya bukan menyusul teman-temannya di kantin. Ia masih terkejut dengan apa yang baru saja ia alami dan menyendiri untuk menenangkan dirinya sendiri saat ini adalah pilihan terbaik.


Sesampainya di kelas, Kasih mendudukkan dirinya di bangkunya. Perhatiannya pun tertuju pada paperbag berisi jaket Rangga yang tadinya hendak ia kembalikan tapi sepertinya ia akan urungkan niatnya itu dan kembali meminjamnya lagi mengingat kondisi seragamnya yang sangat kotor akibat jejak sepatu Kakak kelas yang tadi menginjak tubuhnya.


"Kak Rangga, sebenernya aku mau balikin jaket Kakak hari ini tapi enggak jadi. Kayaknya mau aku pinjam lagi dulu aja soalnya seragam aku kotor gara-gara jatuh tadi. Gak apa-apa ya Kak aku pinjam lagi. Hehhe..!" Kasih memutuskan mengirim pesan pada Rangga.


"Kamu jatuh? Hati-hati cantik kalo jalan! Kamu pake aja dulu, kapan aja ngebalikinnya kok, gak dibalikin juga gak apa-apa. Simpen aja buat kamu, biar kamu inget terus sama aku. Hihihi.." Kasih tersenyum membaca balasan yang dikirimkan Rangga untuknya, ia pun kembali menyimpan ponselnya tanpa membalas godaan Kakak kelasnya itu.


Kasih kemudian buru-buru mengenakan jaket tersebut untuk menghindari tatapan penuh tanya dari teman-teman sekelasnya yang dari tadi melihat dirinya yang sangat kacau.

__ADS_1


Ia menundukkan kepalanya di atas mejanya, merasakan nyeri di tubuhnya juga sakit dihatinya. Kasih benar-benar berusaha keras meredam suara tangisnya, ia tak ingin terlihat lemah di depan teman-temannya karena dirinya yakin jika ia terlihat lemah siapapun yang tidak menyukainya akan semakin semena-mena terhadapnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2