Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Cerita Percintaan Dewa


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Iya gak apa-apa, aku enggak sibuk. Sengaja nungguin telpon balik dari kamu!" Jawab Rangga membuat Kasih tersenyum


"Kak, jaketnya maaf ya belum bisa aku balikin!" Ucap Kasih memecah keheningan yang beberapa saat terjadi tadi.


"Iya gak apa-apa, nyantai aja sih. Kan aku bilang gak dibalikin pun gak apa-apa, simpen aja buat kamu supaya inget terus sama aku!" Goda Rangga, beruntung mereka melakukan sambungan telfon biasa jadi Kasih bisa menyembunyikan semburat merah pipinya akibat ulah manis kakak kelasnya ini.


"Kasih, boleh aku alihkan ke sambungan video?" Tanya Rangga ragu-ragu, namun tanpa dia sangka Kasih membolehkan permintaannya.


"Kamu pucet? Kamu yakin baik-baik aja Kasih?" Tanya Rangga penuh kekhawatiran ketika sambungan video mereka telah terhubung.


"Iya aku baik-baik aja kok Kak, tenang aja. Besok mungkin aku izin gak masuk sekolah dulu, mau bedrest total dulu kayaknya. Padahal mah aku enggak apa-apa, udah baik-baik aja tapi Mas Dewa tuh gak bisa dibantah. Yaa mau enggak mau aku harus nurut deh!" Gerutu Kasih dengan wajah cemberut membuat Rangga yang memperhatikannya begitu gemas.


"Kalo aku setuju sama Mas Dewa kamu itu, daripada besok kamu drop di sekolahan. Lihat aja sekarang tuh, muka kamu pucet gitu!" Sahut Rangga membuat Kasih berdecih kesal.


"Kalo malem ini dibuat tidur, aku yakin kok besok pagi aku udah membaik. Aahh.. Kak Rangga sama Mas Dewa mah sama aja deh!" Keluh Kasih, namun sesaat kemudian membuat mereka sama-sama tertawa.


"Boleh aku tau, kamu ada masalah apa sama si Clay?" Tanya Rangga yang sudah tak bisa menahan rasa penasarannya lagi.


"Oohh jadi beneran nama panggilannya si Clara tuh Clay, aduhhh aku lupa lagi mau nanya ke Mas Dewa kok bisa manggil Clay ke dia. Pasti Mas Dewa pernah deket nih sama si Clara" Bukan menjawab pertanyaan yang diajukan Rangga, Kasih justru sibuk berceloteh dengan rasa penasarannya sendiri.


"Bentar ya Kak Rangga, nanti aku telfon lagi. Aku mau nanya sama Mas Dewa kok dia bisa tau nama panggilannya Kak Clara!" Baru akan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, Rangga harus menerima dengan lapang dada ketika Kasih langsung memutuskan sambungan video call mereka, membuatnya ternganga namun kemudian tergelak sendiri dengan tingkah adik kelasnya itu.


Bisa-bisanya Kasih memutuskan sambungan video mereka hanya untuk menuntaskan rasa penasarannya pada sang kakak sepupu.

__ADS_1


***


Sedang Dewa yang sibuk dengan game di ponselnya dikejutkan oleh Kasih yang langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi.


"Mas Dewa sibuk enggak? Aku lupa mau tanya sesuatu tadi deh dan aku mau tanyain sekarang!" Kasih langsung mendudukan dirinya di atas ranjang Dewa yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


"Besok aja deh nanyanya gue lagi seru nih nge game nya!" Tolak Dewa tanpa melirik sama sekali ke arah sang adik sepupu.


"Gak bisa Mas, harus sekarang juga. Aku gak mau gak bisa tidur karena penasaran gini, ayo dong Mas berhenti dong nge game nya. Jangan tega-tega sama adekmu yang cantik ini!" Paksa Kasih mulai menggoyang-goyangkan lengan Dewa membuat pergerakan permainan tangan Dewa di atas ponselnya terganggu.


"Enggak bisa Kasih, game gue lebih penting ini. Gue lagi ngepush rank! Mending tidur lo sono, anak kecil gak baek tidur malem-malem apalagi lo lagi sakit!" Usir Dewa mendorong tubuh Kasih pelan, tapi entah mengapa dorongan pelannya bisa membuat tubuh Kasih terjerembab ke bawah.


Hingga tanpa berfikir dua kali, Dewa melempar ponselnya ke ranjang ketika mendengar pekikkan serta rintihan kesakitan dari mulut Kasih.


"Elo kenapa Dek? Sakit ya?" Tanya Dewa turun dari ranjangnya untuk membantu Kasih berdiri dari atas lantai.


Tawa Kasih menggelegar bersamaan dengan kalimat yang terucap dari game yang sedang di mainkan oleh Kakak sepupunya itu.


Yang artinya bahwa pemain yang dimainkan oleh sang Kakak terbunuh.


"Elo tuh ya, kalahkan tuh gue!" Gertak Dewa kesal.


"Udah sih, mainnya nanti lagi. Kasihan gak sama aku yang lagi dilanda rasa penasaran yang teramat sangat, sesek lho Mas di dada!" Kasih benar-benar menikmati kekesalan Dewa saat ini.


"Ishhh, kalo bukan kesayangan Ibu lo, udah gue pites tau enggak lo!" Dewa yang geram menggerakan tangannya seakan-akan ingin memites adik cantiknya itu selayaknya kutu rambut.


"I love you, Mas Dewa ku!" Rayu Kasih memeluk erat tubuh kekar Dewa berharap dapat melunturkan kekesalan kakak sepupunya.


"Badan lo kok panas banget, obatnya udah lo minum belum sih?" Tanya Dewa yang menyambut pelukan Kasih.

__ADS_1


"Belum, Kasih lupa!" Jawab Kasih dengan cengiran khasnya.


"Si Oneng, ayo ke kamar lo gue siapin obatnya!" Dewa langsung menarik tangan Kasih dan menggiringnya ke kamar adik bawelnya itu.


"Tapi aku masih mau nanya-nanya Mas Dewa!".


"Nanti di kamar lo juga bisa nanya-nanya sepuasnya kok!" Dewa benar-benar dibuat kesal dengan tingkah adiknya itu.


Sesampainya di kamar sang adik, Dewa langsung menyiapkan obat untuk Kasih.


"Minum nih obatnya terus istirahat!" Perintah Dewa sambil menyodorkan beberapa butir obat pada Kasih, dan dengan senang hati Kasih menerimanya untuk kemudian menelannya dengan bantuan air putih.


"Sekarang lo mau nanya apa? Sini sambil rebahan, gue temenin elo sampe tidur!" Ajak Dewa yang terlebih dahulu merebahkan tubuhnya di atas ranjang Kasih.


Dewa dan Kasih memang sudah terbiasa tidur bersama, hingga tak ada lagi rasa canggung diantara keduanya. Rasa sayang Dewa pada Kasih selayaknya seperti adik kandung sendiri membuat Kasih begitu nyaman dengan selalu berdekatan dengan Dewa.


Kasih langsung ikut merebahkan diri menghadap Dewa dengan memeluk gulingnya.


"Mas Dewa kok bisa tau nama panggilan Clara itu Clay?" Tanya Kasih mendongakan wajahnya ke arah Dewa yang mulai memejamkan matanya.


"Ampunnn Kasih, elo dari tadi ngeribetin gue cuma mau nanya pertanyaan yang gak penting gini?" Sentak Dewa kesal menajamkan matanya ke arah Kasih.


"Pentinglah Mas buat aku karena menurut aku cuma orang-orang yang pernah saling deket aja yang sampe tau nama panggilannya!" Salak Kasih tak kalah kesal.


"Nyebelin tau gak lo!" Cibir Dewa membuat Kasih terkekeh.


"Clara itu mantan gue, baru sekitaran tiga bulan yang lalu gue putus sama dia. Kita pacaran semenjak dia kelas delapan SMP, gue kelas 12 SMA. Gue sayang banget sama dia sebenernya, walaupun dia agak sombong tapi enggak tau kenapa gua bisa nyaman banget sama dia. Dan meski pun gue macarin dia sewaktu dia masih ABG, gue serius kok ngejalaninnya karena gue bener-bener sayang sama dia!" Lanjut Dewa menjelaskan sambil tersenyum getir.


"Kalo Mas Dewa sayang banget sama dia, kok kalian bisa putus?" Tanya Kasih semakin tertarik dengan cerita percintaan Dewa.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2