Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Siomay


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Makan apa kita?" Tanya Axel melihat sekeliling area kantin yang sudah sesak dipenuhi oleh para murid-murid kelaparan di jam istirahat ini.


"Nyomay yukk!" Ajak Evelyn.


"Boleh-boleh, gue juga lagi pengen banget makan siomay nih. Apalagi siomay Bapak itu bumbu kacangnya enak banget!" Sahut Rania dengan liur yang seakan-akan menetes dari mulutnya.


"Ya udah biar gue aja yang antri, kalian cari bangku kosong aja. Kalian mau pesen apa aja?" Usul Axel.


"Gue siomay, kentang sama tahu putih aja. Jangan pake saos!" Jawab Evelyn.


"Kalo gue campur aja kecuali pare. Pake saos sama kecap, jangan lupa bumbu kacangnya ekstra banyak ampe luber kalo perlu!" Giliran Rania berucap.


"Elo apa Kasih?" Tanya Axel pada Kasih.


"Gue siomaynya aja deh, jangan pake bumbu kacang and saos. Cukup kecap manis aja!" Ketiga teman Kasih langsung membulatkan matanya mendengar permintaan Kasih, siomay tanpa bumbu kacang dan hanya kecap manis saja apakah enak?.


"Gue perhatiin lo enggak pernah makan pedes deh?" Tebak Evelyn yang baru menyadari selera makan sahabatnya yang cukup aneh itu.


"Iya, gue enggak suka pedes sama sekali!" Jawab Kasih malu-malu.


"Aneh ihh, baru ini gue ketemu orang Indonesia gak seneng pedes. Kita mah makan gak pedes rasanya kurang afdol gitu!" Cibir Axel seketika membuat Kasih kesal.


"Udah sih sana pesenin pesenan kita, entar keburu lupa. Gue sama yang lain cari bangku kosong. Noh udah mulai banyak yang keisi!" Salak Kasih menunjuk ke arah bangku kantin yang akan mulai terisi penuh.


"Okey, okey.. Jadi pesenannya yakin nih siomay doang cuma pake kecap manis aja?" Sekali lagi Axel mempertegas pertanyaannya untuk Kasih dengan memasang wajah meledek.


"Ishh.. Iya sana-sana!" Desis Kasih kesal.


Setelah melalui perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka bertiga menemukan bangku kosong di sudut kantin.


"Pantesan si Axel mau-maunya ngantriin siomay kita daripada cari bangku kosong. Gila bener deh perjuangannya!" Cibir Kasih.

__ADS_1


"Emang pinter dia!" Sahut Evelyn.


"Yaudah kalo gitu gue aja yang cari minum buat kita semua, pada mau apa?" Melihat para sahabatnya kehabisan tenaga, Rania pun menawarkan diri untuk membelikan minuman untuk mereka semua.


"Es jeruk aja sih yaa kita semua, biar seger!" Usul Kasih yang diangguki kedua sahabatnya.


"Pas kalo gitu..!" Sahut Rania girang sebelum beranjak meninggalkan sahabatnya untuk mencari minuman yang mereka inginkan.


"Pas apa sih?" Tanya Kasih bingung melihat ke arah Evelyn.


"Pas, noh lihat..!" Tunjuk Evelyn dengan dagunya, Kasih pun langsung melihat arah yang ditunjukkan sahabatnya itu membuatnya langsung berdecih sebal.


"Pantesan semangat bener mau beliin kita minuman, ada idolanya lagi ngantri juga!" Cibir Kasih yang meihat Genta juga di sana bersama Clara yang selalu bergelayut manja makin membuat Kasih serasa mual melihat pemandangan tersebut.


Setelah siomay dan es jeruk mereka tersaji di atas meja, mereka pun dengan lahap menyantap siomay mereka masing-masing.


"Enak Kasih?" Tanya Axel dengan mimik heran melihat Kasih begitu lahap menyantap siomay bertoping kecap manis saja.


"Kalo gue mah enak!" Jawab Kasih.


"Tapi jangan pake sendok lo ya, ada bekas bumbu kacangnya. Pedes..!" Sahut Kasih.


"Sedikit juga enggak bisa pedes lo Kasih?" Tanya Rania heran namun tetap mengambil sendok Kasih untuk menyuapkan siomay milik Kasih ke dalam mulutnya.


"Enak?" Tanya Axel dan Evelyn berbarengan.


"Aneh, seperti dugaan gue!" Jawab Rania sambil menjulurkan lidahnya, kemudian langsung meminum es nya.


"Ish.. ya udah sih. Gue juga aneh makan pedes gitu, kasihan lambung gue!" Sentak Kasih menarik sendok yang dipegang oleh Rania.


Mereka pun kembali fokus dengan makanan mereka masing-masing diselingi candaan atau lebih ke ledekan pada Kasih karena keunikan selera makannya.


Hingga candaan mereka harus terhenti ketika Kasih mendengus kesal atas kedatangan Genta, Clara dan genknya dan bertambah kesal saat dengan seenaknya mereka mendudukan diri mereka di barisan bangku mereka.


"Enggak apa-apa kan kita ikut gabung di sini?" Tanya Rangga dengan senyum manisnya membuat Kasih langsung mengangguk dan balas tersenyum juga.


"Yang bawa anak TK ke sini siapa?" Celetuk Genta memperhatikan piring siomay milik Kasih.

__ADS_1


"Anak TK? Maksudnya Kak?" Tanya Rania mewakili kebingungan yang lainnya, kecuali Kasih yang sudah mengetahui maksud pertanyaan Kakak kelas resenya itu, apalagi jika bukan untuk meledek makanannya saat ini.


"Lah itu piring siomay siapa cuma pake kecap doang?" Tanya Genta, persis seperti dugaannya.


Dan sudah bisa dipastikan bahwa pertanyaan gak penting cowok rese itu langsung membuat semuanya tertawa kecuali Rangga, dirinya serta teman-temannya.


"Ehh Genta, emang ada yang lucu apa makan siomay pake kecap doang hah? Kalo lo ngeliat gue makan siomay pake lelehan cokelat baru aneh namanya!" Geram Kasih menatap tajam Kakak kelasnya itu.


"Eh elo bisa enggak sih, ngomong sama Kakak kelas yang sopan dikit?" Gertak Clara yang justru tak terima sikap berani Kasih.


"Sopan? Kakak kelas macem lo sama Genta tuh gak pantes buat disopanin!" Balas Kasih berani tak kalah geram dengan Clara.


Tak mau terlibat pertengkaran dengan Clara lagi, Kasih memilih meninggalkan bangku dan makanannya dengan langkah kesal, namun sebelum beranjak pergi ia sempatkan diri untuk mengucapkan permisi pada Rangga.


Langkah Kasih diikuti ketiga sahabatnya dengan mimik wajah sungkan pada Kakak-kakak kelasnya.


"Maaf Kakak semua, kami duluan..!" Ucap Evelyn sebelum mereka bertiga mengikuti langkah Kasih kembali ke kelas.


"Woiiii Kasih tungguin napa? Elo itu bogel-bogel langkahnya cepet juga!" Teriak Axel yang berlari kecil untuk menyamai langkah kaki Kasih.


"Kesel gue tuh!" Desis Kasih.


"Bayangin aja cuma perkara selera makan gue yang begitu bisa jadi bahan bullyan dia, kreatif banget deh dia kalo disuruh ngebully!" Lanjut Kasih masih dengan kekesalan yang teramat sangat.


"Suka kali dia sama lo Sih, makanya seneng bener deh dia ngebully elo!" Celetuk Evelyn membuat Kasih langsung menatap sinis ke arah sahabatnya.


"Idihhh najis, cowok random kayak gitu bukan tipe gue banget. Mending gue sama Kak Rangga deh, adem kalo sama Kak Rangga!" Celetuk Kasih tanpa sadar.


"Elo suka sama Kak Rangga?" Tanya Axel penasaran.


"Siapa juga yang gak suka cowok ganteng, baik, santun macem Kak Rangga? Dia tuh tipe-tipe idaman banget tau gak sih kalian?" Kasih belum menyadari jika ucapannya membuat sahabat-sahabatnya semakin penasaran ada apa gerangan antara Kasih dan Rangga.


"Kalian berdua lagi PDKT ya?" Tebak Rania tanpa tendeng aling-aling.


"Hah..? Ap..Apa?" Tanya Kasih tergagap dengan tebakan yang baru saja terlontar dari salah satu sahabatnya itu, bahkan kini Kasih semakin dibuat gugup ketika ketiga sahabatnya memandang penuh selidik ke arahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2