Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Clay??


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Dewa yang mendengar penuturan Salma, langsung membuka jaket yang dikenakan Kasih, ia juga sedikit menyingkap seragam yang dikenakan oleh Kasih dan apa yang dilihatnya membuatnya sangat terkejut dan marah.


"Siapa yang ngelakuin ini semua?" Tanya Dewa dengan ekspresi marah pada semua yang berada di ruangan tersebut.


"Kita enggak tau Mas, tadi kita sempet pisah pas jam istirahat. Dianya mau ke toilet dulu katanya, tapi sebelum pisah dia minta dipesenin bakso soalnya dari toilet dia nya mau nyusulin kita. Tapi ternyata sampe jam istirahat udahan dia enggak dateng dan malah tiduran di kelas. Bilangnya tiba-tiba enggak enak badan!" Rania mencoba menerangkan apa yang terjadi.


"Jangan-jangan pas di kamar mandi Kasih dikerjain orang lagi?" Celetuk Axel membuat semua menatap mengiyakan ucapannya.


"Kasih bukan tipe cewek suka kekerasan, ribut mulut mungkin iya, tapi kalo fisik gue jamin dia gak bakal pernah mau. Pasti Kasih dikerjain ini!" Geram Dewa dengan aura marah yang sangat kentara.


"Tapi sama siapa? Kasih kayaknya gak punya musuh kok!" Tanya Evelyn mencoba mengingat-ingat siapa yang bersinggungan dengan Kasih.


"Arah ke toilet yang Kasih datengin ada CCTV enggak?" Tanya Dewa.


"Tiap lorong ada CCTV nya kok Bang!" Jawab Axel.


"Anter gue ke ruang pantau CCTV, gue mau coba ngaksesnya!" Perintah Dewa yang langsung diangguki oleh Axel.


"Aku ikut ya Mas, aku banyak kenal sama siswi-siswi senior juga yang baru!" Pinta Rania, yang diangguki oleh Dewa.


Mereka bertiga pun langsung meluncur ke ruang pantau CCTV, setelah sampai mereka sempat dilarang untuk masuk, tapi Dewa yang dalam keadaan sangat marah tak kehabisan cara untuk memperoleh izin dari pihak keaman ruang pantau.


"Adik saya korban bullying di sekolah ini, saya masih berbaik hati tidak meminta pihak luar untuk mengakses CCTV untuk mencari pelaku pembullyan terhadap adik saya yang dipastikan akan membuat buruk citra sekolah ini. Tapi jika Anda tetap keukeuh tidak mengizinkan saya mengakses sendiri CCTV nya terpaksa saya minta pihak luar untuk mengaksesnya!!".

__ADS_1


Dengan terpaksa penjaga ruang CCTV mengizinkan Dewa untuk melihat CCTV yang menampilkan kejadian di luar toilet saat Kasih akan memasuki toilet tersebut.


Kini mereka tengah fokus pada satu lorong arah toilet yang kemungkinan besar digunakan oleh Kasih, dan benar saja pada jam isitirahat tersebut, Kasih mengenakan seragam tanpa balutan jaket di tubuhnya masuk ke dalam toilet tersebut seorang diri, diikuti oleh beberapa siswi baru dan siswi senior yang kemungkinan juga ingin menggunakan toilet tersebut.


Tak lama ada tiga siswi senior yang masuk ke dalam, dan kecurigaan Dewa, Rania dan Axel bahwa mereka lah yang mengerjai Kasih di dalam.


Terlihat dari siswi lain yang keluar toilet dengan buru-buru, bahkan ada juga siswi yang hendak masuk namun keluar lagi seperti ketakutan.


Dan setelah beberapa lama, ketiga siswi tersebut keluar dengan tertawa-tawa, sedangkan Kasih tak juga keluar membuat mereka yakin bahwa ketiganya pelaku penganiayaan pada Kasih.


Dewa menggeram marah ketika memperhatikan layar yang saat ini menunjukkan Kasih yang berjalan tertatih-tatih sambil mengusap air matanya dengan seragam yang kotor dan berantakan.


"Siapa mereka bertiga?" Tanya Dewa dengan raut wajah merah padam akibat menahan gejolak amarah.


"Dia Clara sama genknya, anak kelas 11 IPA 4 ..!" Jawab Rania.


"Iya pacarnya Genta, anak kelas 11 IPA 1 Mas!" Jawab Rania lagi.


Dewa yang teringat sesuatu langsung kembali memutar rekaman CCTV dan menghentikan rekaman tersebut pada saat menampilkan sosok Clara.


"Clay??" Cicitnya lirih.


Ya, Dewa ingat sosok Clara. Perempuan cantik mantan pacarnya, karena kurang lebih sekitar tiga bulanan yang lalu mereka memilih untuk putus atau lebih tepatnya diputuskan setelah Clara mengatakan jika ia telah menemukan laki-laki yang jauh membuatnya lebih merasa nyaman.


"Mas Dewa kenal?" Tanya Rania, yang hanya ditanggapi oleh senyum miris Dewa.


Dewa kemudian memindahkan file video tersebut ke ponselnya untuk dijadikan bukti kuat jika ingin mengusut bullying yang diterima adik sepupunya tersebut.


Sepanjang perjalanan kembali ke uks, fikiran Dewa terus tertuju kepada Clara. Gadis belia yang pernah memporak porandakan hatinya ternyata harus dipertemukan lagi dengan suasana berbeda.

__ADS_1


Bukan rindu, melainkan perasaan marah karena mantan kekasihnya itu telah menyakiti adik sepupu kesayangannya.


Dan seperti sebuah kebetulan, ia melihat Clara yang tengah bersenda gurau dengan teman-temannya termasuk Genta.


Tanpa fikir panjang ia pun menghampiri Clara dengan wajah penuh emosi. Dewa langsung menarik kasar lengan Clara agar menghadap ke arahnya.


"LO APAIN ADEK GUE HAH CLAY?" Gertakan Dewa langsung membuat semua yang berada di sana terkejut, tak terkecuali Genta bahkan Genta juga menyadari jika Dewa tadi memanggil Clara dengan nama panggilan yang hanya orang-orang yang berhubungan dekat saja dengan sang kekasih.


"Kak Dewa?" Pekik Clara terkejut.


"Gue tanya sekali lagi ke lo Clay, ada masalah apa elo sama adek gue?" Tanya Dewa sekali lagi dengan aura hitam penuh kemarahan.


"Adek?" Clara benar-benar tak mengerti siapa yang sedang dimaksud oleh mantan kekasihnya itu.


"Kasih, elo apain dia di toilet tadi hah? Dia ada salah apa sama elo?" Geram Dewa tanpa memutus tatapan tajamnya pada Clara.


"Kasih, adeknya Kak Dewa?" Clara cukup terkejut dengan pernyataan mantan kekasihnya itu.


"Ada apa ini Beb?" Genta akhirnya membuka suara karena merasa bingung dengan situasi yang saat ini sedang terjadi.


"Gak ada apa-apa Hun, ini ada salah faham aja kayaknya. Aku coba lu__!" Ucapan Kasih terpaksa tak selesai karena dipotong oleh geraman amarah Dewa.


"Salah faham gimana? Jangan lo fikir gue enggak tau apa yang udah elo perbuat ke adek gue Clay. Dan buat lo, atur cewek elo biar gak semena-mena sama murid lain. Sekali lagi gue tau Kasih terluka gara-gara elo ya Clay, gue bakal perpanjang urusan ini! Dan gue tunggu elo minta maaf sama Kasih, ngerti lo!".


Puas melampiaskan amarahnya, Dewa langsung beranjak pergi disusul oleh Rania dan Axel meninggalkan Clara dan teman-temannya yang kebingungan, tentu terkecuali Clara dan dua temannya yang tadi membully Kasih di toilet.


"Ada yang mau kamu jelasin ke aku Beb? Siapa cowok itu, kok aku ngerasa kalian pernah begitu deket kayaknya? Terus apa maksud cowok itu kalo kamu harus minta maaf ke Kasih? Dan apa yang udah kamu perbuat ke anak baru itu?" Selidik Genta penuh kecurigaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2