Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Mengodekan Perasaannya


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Kalo umur elo berapa?" tanya Genta, ia memilih tak menyahuti segala tebakan asal gadis cantik yang beberapa hari sudah mengganggu tidurnya.


"Lima belas, sebentar lagi enam belas tahun!" jawab Kasih jujur.


"Berarti selera gue bukan yang lebih tua atau pun yang seumuran, karena ternyata selera gue yang lebih muda dari umur gue. Sekarang umur gue tujuh belas mau delapan belas tahun."


Kasih langsung menangkap kode yang baru saja diberikan oleh Genta, tapi tentu saja ia tak ingin terlihat terlalu percaya diri jika dirinya lah yang dimaksud oleh Genta.


"Clara lebih muda dari elo?" tanya Kasih.


Ya, tentu saja Kasih harus menebak jika Clara lah yang sedang dibicarakan oleh Genta karena Genta dan Clara saat ini berpacaran, bukan?


"Kok jadi Clara sih? Clara itu seumuran sama gue!" ketus Genta.


"Dihhh, dia ngomel-ngomel! Elo kan pacaran sama Clara, wajar dong kalo gue nebak yang elo maksud itu yaa cewek elo!" Kasih balik mengomel tak kalah ketusnya.


"Tapi sayangnya elo yang gue maksud, bukan Clay!"


Suasana seketika menjadi hening dan terasa canggung, usai Genta mengatakan hal tersebut. Meskipun keduanya hanya sekedar terhubung melalui sambungan telepon, akan tetapi keduanya tetap salah tingkah.


Genta yang terang-terangan mengodekan perasaannya tanpa ia sadari, sedang Kasih tak menyangka jika Genta akan terang-terangan mengatakan jika dirinya lah yang dimaksud oleh cowok aneh bin ajaib itu.


Tapi entah mengapa, ucapan Genta justru membuat wajah Kasih merona. Bukan karena marah, tetapi perasaanya yang tiba-tiba melayang mendengar ungkapan Genta barusan.


Tunggu-tunggu, Kasih menggeleng-gelengkan kepalanya menyadari perasaannya yang sedang berkhianat.

__ADS_1


Tentu saja ia tak boleh serasa melayang hanya karena ucapan Genta yang menyatakan dirinya lah tipe perempuan selera seorang Genta, ia harus ingat jika dirinya saat ini sudah milik Rangga, cowok super baik yang begitu tulus menyayanginya.


"Emhh, ihhh, itu, emhh balik ke masalah minyak goreng. Elo belum jawab kenapa elo ngasih sebanyak itu? Itu terlalu banyak!" Kasih tak bisa sama sekali menutupi kecanggungannya.


"Enggak ada alasan khusus sih, anggap aja gue lagi gabut! Tiap gabut emang gue bawaannya pengen bagi-bagi kebahagian. Cuma minyak goreng se truk itu mah kecil buat gue!" untuk menutupi rasa canggung dan malunya, Genta memilih menunjukkan kesombongannya.


"Dihhh sombong banget!" cibir Kasih.


"Biarin!" sahut Genta terkekeh.


"Ngeselin!"


"Enggak masalah!"


Kasih langsung menarikkan bola matanya malas, cowok ini benar-benar menyebalkan.


"Bude enggak bakal nerima begitu aja semua yang elo kirimin ke Bude, apalagi Bude Ranti enggak tau siapa pengirimnya. Jadi mending elo tarik aja lah tuh semua minyak goreng!" perintah Kasih.


"Sok kaya lu!" sindir Kasih yang hanya disahuti gelak tawa oleh Genta dari seberang sana.


"Emang udah kaya!" balas Genta membuat Kasih berdecih kesal.


Yang lebih membuat Kasih membelalakkan matanya adalah ketika Genta tanpa permisi atau apapun itu langsung mengakhiri panggilan telepon mereka sepihak.


"Dasar cowok belagu, cowok sok kaya, cowok enggak punya sopan santun!" omel Kasih pada layar yang sudah kembali ke foto wallpaper ponselnya yang bergambarkan dirinya dan sang kekasih, Rangga.


Kasih langsung meletakan ponsel ke atas tempat tidurnya dengan gerakan kasar akibat rasa dongkol ulah Genta yang seenaknya saja.


Ia pun memilih untuk beranjak dari atas tempat tidurnya untuk keluar kamar menuju ke bawah, ia sungguh-sungguh ingin tahu nasib minyak goreng di bawah sana. Ditolak kah atau diterima?


Sesampainya di bawah, Kasih sudah langsung mengetahui jawabannya saat dirinya melihat karton demi karton berisikan minyak goreng sedang dipindahkan dari truk ke gudang penyimpanan.

__ADS_1


"Bude ambil?" tanya Kasih untuk memastikannya.


"Iya, terpaksa. Tadinya Bude udah tolak, tapi Mas Kurirnya bilang kalo Bude tolak, si pengirim misterius itu bolehin Bude buat buang semuanya atau enggak bagi-bagiin ke orang daripada dikembalikan!" jawab Ranti panjang lebar.


Kasih langsung memasang wajah kesal, ternyata menghadapi kesombongan seorang Genta benar-benar meningkatkan emosi jiwanya.


Besok ia berencana akan berbicara tegas dengan Genta, ia tak mau Genta terus menerus berbuat semaunya, terlebih menyangkut uang. Ia tak mau suatu saat nanti, Genta menuntut macam-macam sebagai timbal balik dengan apa yang sudah cowok itu berikan padanya.


"Tadi kamu kayaknya nyebut nama seseorang sebelum kamu pergi ke kamar kamu, siapa? Kamu tau siapa si pengirim misterius ini?" pertanyaan Ranti langsung membuyarkan lamunan Kasih.


"Aku belum yakin Bude, besok kalo emang bener dia, aku bakal bawa dia ke hadapan Bude!" jawab Kasih.


Buka maksud berbohong, tapi ia memang berencana membawa Genta ke hadapan Budenya untuk menjelaskan sendiri alasan mengapa cowok sombong itu membelikan minyak goreng sampai sebanyak itu pada sang Bude.


"Emang siapa yang kamu curigai?" tanya Ranti lagi penasaran.


"Sabar Bude, nanti kalo emang tuh orang yang kirim aku seret mengahadap ke Bude! Kalo gitu Kasih ke kamar ya Bude, Kasih mau tidur dulu!" pamit Kasih yang langsung kembali ke kamar setelah sang Bude menganggukkan kepalanya memberi izin.


Setelah mencuci muka, menggosok gigi dan mengganti bajunya dengan piyama tidur. Kasih langsung bersiap untuk tidur, tetapi seperti biasa ia mengecek sebentar ponselnya sambil tiduran.


Betapa terkejutnya Kasih ketika ia kembali mendapati grup chat sekolahnya begitu ramai, rasanya ia trauma, membayangkan jika dirinya kembali harus menjadi objek berita sampah seantero sekolah lagi.


Meski ragu, Kasih yang teramat sangat penasaran akhirnya memberanikan diri membuka grup chat sekolah yang masih saja sibuk berbalas pesan.


Kasih dibuat ternganga ketika baru saja ia membuka kolom chat sekolahnya langsung tersaji video yang menampilkan wajah cantik Clara yang sendu.


Dengan mengumpulkan keberaniannya, Kasih mulai mengklik tombol play untuk memutar video yang menampilkan sosok cantik Clara. Ia berharap-harap cemas, takut-takut jika Clara berulah dengan kembali membuat berita sampah tentang dirinya.


"Pertama-tama gue cuma mau bilang, cerita tentang foto antara Kasih, Rangga dan Genta itu semua bohong. Fotonya emang benar, tapi kisah dibalik fotonya yang udah gue manipulasi. Waktu itu Kasih ribut sama gue, sampe akhirnya gue dorong dia ke kolam renang, gue enggak nyangka ternyata Kasih enggak bisa berenang yang akhirnya ngebuat dia hampir tenggelam. Hal yang membuat gue marah adalah gue harus menerima kenyataan kalo Rangga dan cowok gue sendiri Genta berebut buat nolongin dia. Gue marah dan gue benci. Jadi saat ketika gue dapet kesempatan buat ngebales mereka, gue langsung lakuin aja tanpa gue berpikir sama sekali akibat yang dialami oleh Kasih. Gue, gue bener-bener minta maaf udah bikin gaduh di sekolah!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2