Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Dihh, Kepo..


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Lama banget sih lu, telponan sama siapa coba?" Salak Genta ketika kembali mencoba menelpon Kasih dan berhasil terhubung.


"Dihh, sewot! Suka-suka gue lah mau lama kek, sebentar kek, telepon sama siapa kek!" cibir Kasih tak kalah kesal.


"Kan siang tadi gue bilang mau nelpon elo, harusnya elo tuh gak terima telepon dari orang lain tau enggak!" Genta masih saja dalam mode sewotnya.


"Lah emang lu siapa, gue kudu nunggu telpon dari elo? Mendingan gue telepon Ayang Beb gue lah! Ehh lagian elo kan punya cewek, kenapa juga enggak nelpon dia aja, malah gatel nelponin gue?" sindir Kasih telak.


"Dia mah udah tadi, makanya gue nelpon elo! Elo tadi bilang elo telponan sama Ayang Beb, emang elo udah punya cowok?" tanya Genta penasaran.


"Udah lah, masa cewek secantik gue enggak punya cowok. Enggak mungkin kan?" jawab Kasih narsis.


"Siapa?".


"Dihh, kepo deh!" cibir Kasih.


"Rangga?" tebak Genta.


"Tuh tau!" sahut Kasih bangga.


"Kapan kalian jadian?" tanya Genta bak wartawan.


"Ishhh, bener-bener deh jiwa kepo Lo tuh tingkat dewa tau enggak!" cibir Kasih makin kesal.


"Rangga itu ngebosenin, entar kalo Lo bosen dan butuh sesuatu yang beda misalnya pacaran sama cowok berkarakter jiwa petualang, Lo bisa backstreet an sama gue. Rahasia dijamin aman!".


"Idihhh ogah gue backstreet an sama Lo, lagian ngebosenin kan itu menurut elo bukan gue. Buat gue tuh ya Kak Rangga cowok yang baik, yang bisa ngasih rasa aman sekaligus nyaman dan yang penting tuh ya tangannya itu enggak celamitan kayak lu!" hardik Kasih, sedang Genta tertawa mendengar hardikan cewek mungil bin ajaib itu.


"Isshhh, udah ahh males telponan sama Lo. Gue mau tidur, enggak mau telat ke sekolah besok buat ketemu Ayang Beb gue!" dan tanpa basa-basi apapun lagi Kasih langsung memutus sambungan telpon mereka secara sepihak.


***


Pagi ini Hana bangun dengan semangat berkali-kali lipat, bahkan ia juga sedikit memoles wajahnya dengan make up tipis.

__ADS_1


"Elo dandan?" tanya Dewa, memperhatikan wajah adiknya yang baru saja duduk di sampingnya.


"Sedikit, biar cantiknya makin jadi!" jawab Kasih narsis seperti biasanya.


"Dihh ganjen lu, bilang aja mau keganjenan sama Rangga!" sindir Dewa, namun hanya dibalas dengan Kasih dengan mengatakan 'suka-suka' tanpa suara.


Kasih pun tanpa memperdulikan wajah kesal sang Kakak langsung mengalihkan perhatiannya pada sang Bude, "sarapan apa kita Bude pagi ini?".


"Elo enggak lihat nasi goreng ngepul gitu di depan elo!" geram Dewa menunjuk-nunjuk nasi goreng yang tersaji.


"Sensi amat Bang Jones!" ledek Kasih kemudian tergelak.


Mendengar ledekan sang adik, dengan tanpa ampun Dewa langsung menangkap kepala sang adik untuk kemudian mengapitnya di ketiaknya hingga jerit minta ampun langsung keluar dari mulut Kasih.


"Mas Dewa ihh jorok tau!" salak Kasih membenarkan kuciran rambutnya yang berantakan akibat ulah jahil Kakak sepupunya.


***


Sesampainya di sekolah, seperti biasa Dewa akan langsung memberikan petuah-petuah handalannya, tetapi yang berbeda kali ini Dewa menambahkan satu nasehat penting untuk adik kesayangannya.


"Belajar yang bener, jangan pacaran mulu. Inget, jangan sampe di luar batas kalo pacaran. Gue ngasih izin Lo pacaran artinya gue percaya sama elo kalo elo bisa jaga diri dan yang paling penting kalo dia nyakitin elo, elo harus bilang sama gue!".


Dan tanpa aba-aba Kasih pun langsung merangkul Dewa dengan mata berkaca-kaca.


"Aku pasti jaga kepercayaan yang Mas Dewa beri buat aku, aku enggak bakal ngecewain Mas Dewa dan Bude Ranti. Aku sayang sama Mas Dewa!".


"Iye, iye.. gue percaya. Udah lepas gihh, masuk sana! Buru cowok lumutan nungguin elo!" Kasih langsung mendongakkan kepalanya dengan tampang bingung.


Mengerti kebingungan sang adik, Dewa yang menundukkan kepalanya langsung menunjuk dengan dagunya ke arah Rangga yang tengah berdiri di depan gerbang sekolah.


Kasih yang sadar sedang ditunggu langsung tersipu, ia pun sekali lagi mencium punggung Dewa dan berlari kecil menghampiri sang pacar.


"Selamat pagi Kak Rangga!" sapa Kasih ceria.


"Pagi Sayang, cantik banget kamu hari ini!" puji Rangga membalas sapaan pacar cantiknya.


"Gombal dehh!" cibir Kasih dengan wajah tersipu malu.


Mereka akhirnya berjalan beriringan masuk ke dalam sekolahan, kedekatan mereka sontak menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah yang mereka lewati.

__ADS_1


Kasih pun beberapa kali mendengar bisik-bisik dari beberapa murid yang mereka lewati.


"Pacaran sama Kak Rangga tuh anak baru?".


"Salut bisa ngegaet salah satu idola sekolah!".


"Siswi beasiswa kan dia? Kok bisa Rangga jalan sama dia?".


Kasih berusaha tak ambil pusing dengan beberapa komentar netizen sekolah, yang penting saat ini adalah dirinya nyaman berada di samping Rangga sebagai seorang pacar.


Dan jelas menjadi kebanggan tersendiri bisa memiliki hubungan spesial dengan salah satu murid dengan prestasi yang menganggumkan dan jangan lupa Rangga ketua OSIS tampan idola para cewek sekolah.


Rangga melepas genggaman tangan Kasih ketika mereka telah tiba di depan kelas Kasih, jelas kedekatan mereka menjadi perhatian seluruh teman sekelas Kasih.


"Istirahat nanti mungkin kita enggak bisa ketemu, tapi pulang nanti kamu aku anterin. Tadi aku udah bilang sama Mas Dewa buat nganterin kamu pulang!" ucap Rangga.


"Kapan Kak Rangga bilang ke Mas Dewa?" tanya Kasih dengan wajah kebingungan.


"Aku WA dia subuh tadi!" jawab Rangga sambil terus mengulum senyum.


"Kok bisa punya nomornya?" Kasih benar-benar dibuat bingung.


"Semalem sekitar jam satuan dia nelpon aku, dia nitipin kamu sama aku, nyuruh aku jagain kamu!" jawaban Rangga justru membuat Kasih semakin bingung.


"Apa iya Mas Dewa ngambil nomor Kak Rangga dari hape aku?" tanya Kasih dalam hati.


Tak lama kemudian wajahnya langsung bersemu merah saat teringat bahwa dia menamai kontak Rangga dengan nama 'kesayangan'.


"Jelas ini sih bakal jadi bahan ledekan!" lirih Kasih dengan gerak tubuh penuh kegugupan.


"Bahan ledekan apa?" tanya Rangga yang menangkap perkataan pelan tambatan hatinya.


"Oohh, bukan apa-apa Kak. Bentar lagi bel masuk Kak, mendingan Kakak ke kelas gih, takut terlambat masuk kelas!".


"Okeh sayang, kamu belajar yang giat ya. Sampai jumpa pulang sekolah nanti, jangan kangen aku okeh!" goda Rangga mengacak-ngacak lembut puncak kepala Kasih yang ditanggapi dengan senyum lebar yang memperlihatkan gigi ginsulnya yang menambah kesan cantik di wajahnya.


Dan ketika Kasih memasuki ruang kelasnya, tatapan penuh keinginantahuan dari ketiga sahabatnya langsung menghunusnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2