Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Pesona Genta


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih dan Rangga sudah berada dalam mobil menuju ke rumah Bude Ranti, Rangga pun tadi mengutarakan keinginannya untuk makan siang di kedai milik Ranti.


Tentu saja hal tersebut membuat Kasih senang bukan kepalang, paling tidak Rangga mau mendekatkan dirinya pada keluarga Kasih.


"Kamu tadi digangguin lagi sama Genta?" tanya Rangga memecah keheningan, karena memang sedari tadi Rangga fokus dengan kemudinya sedang Kasih asyik melihat pemandangan yang dilalui sepanjang perjalanan.


Kasih sempat tergagap untuk kemudian mulai berani menceritakan semua yang terjadi di kantin saat jam istirahat tadi.


"Iya, biasalah. Genta kan emang iseng banget sama aku, aku udah biasa digangguin dia!".


"Gangguin gimana?" tanya Rangga melirik sekilas wajah cantik pacarnya itu.


"Yaaa, jahil gitu. Enggak tau kenapa dari awal masuk dia seneng banget bikin aku naik darah!" keluh Kasih.


"Boleh aku minta sesuatu sama kamu?".


"Apa?".


"Tolong mulai saat ini kamu usahain jangan terlalu deket sama Genta, maksud aku jangan terlalu ditanggepin dia!" pinta Rangga penuh penekanan.


"Dihhh, lagian siapa yang deket sama dia sih?" cibir Kasih dengan wajah tidak suka.


"Dia itu pinter banget bikin terlena cewek, aku takutnya kalo kamu sering berhubungan sama dia, kamu bakal jatuh ke dalam pesona seorang Genta" ujar Rangga sungguh-sungguh.


"Iya, cewek-cewek bego jelasnya. Tapi kan aku bukan cewek bego Kak, aku tau banget Genta itu tipe cowok begajulan, cowok cabul, cowok yang seenaknya aja. Pokoknya jauh deh dari kriteria aku, jadi Kak Rangga tenang aja!" ejekan Kasih jelas memancing tawa Rangga, karena bisa dia bayangkan wajah merah padam sepupunya itu jika mendengar umpatan untuknya dari Kasih.


"Ya aku harap kamu enggak sampe jatuh ke dalam pesona dia!" harap Rangga sungguh-sungguh.


"Idihh, amit-amit. Ogah banget deh!".

__ADS_1


Sesampainya di rumah Ranti, Rangga dan dirinya langsung masuk ke dalam kedai dan duduk di salah satu bangku yang berada di sudut.


"Kak Rangga mau makan apa?" tanya Kasih.


"Paket komplit nasi gudeg ditambah oseng mercon, minumnya es kelapa jeruk. Seger panas-panas gini minum itu!" jawab Rangga.


"Ya udah aku ke dalam dulu ya, aku siapin pesenan Kakak! Pamit Kasih yang diangguki oleh Rangga.


Tak butuh lama, Kasih bersama seorang pelayan datang membawa nampan berisi makanan pesanannya juga makanan milik Kasih.


"Kamu makan apa?" tanya Rangga menengok ke arah piring Kasih.


"Tahu bacem, tempe bacem, pindang telur sama sayur bayam. Tadi sebelum berangkat sekolah aku emang pesen ke Bude buat masakin sayur bayam buat aku!" jawab Kasih menunjuk satu per satu menu makanannya.


"Kamu bener-bener enggak bisa kena cabe ya?" tanya Rangga sungguh ingin tahu.


"Enggak bisa sama sekali Kak, aneh ya cewek seumur aku makanannya kayak makanan anak TK?" keadaan yang dialami Kasih memang terkadang membuat Kasih kurang percaya diri.


"Aneh kenapa? Namanya juga selera masing-masing, wajarlah! Apalagi kamu emang ada riwayat alergi, kalo dipaksa suka sama makanan yang intoleran sama tubuh kamu, yaa kamu sendiri yang rugi!".


Mendengar apa yang dikatakan sang kekasih, Kasih langsung tersenyum lega karena pemikiran yang dimiliki Rangga sangat berbeda dengan milik Genta yang sepertinya menganggap aneh selera makanannya.


Malamnya seusai belajar, Kasih langsung menyambar ponsel hendak melihat apakah sang kekasih menghubunginya atau paling tidak mengiriminya pesan. Namun sayang apa yang diharapkannya ternyata tidak ada, justru ada beberapa telepon dan pesan dari orang yang sangat ingin dia hindari.


Genta : "Angkat telepon gue, Bogel!!!!!!!!!".


Kasih mendengus kesal membaca beberapa pesan yang terselipkan cacian untuknya dari Genta, sungguh cowok menyebalkan itu tak punya sopan santun.


Saat ingin membalas pesan dari si menyebalkan, lagi dering telepon panggilan masuk kembali berbunyi. Dengan perasaan malas dan jengkel yang teramat sangat, Kasih pun mengangkatnya.


"Lama amat ngangkat telepon dari gue sih, pacaran lu ya?" sembur Genta ketika panggilan terhubung.


"Ehhh, gue tuh murid teladan, rajin dan pintar. Pastinya gue lagi belajar lah, ngerjain PR. Emangnya elo selalu banyak waktu buat ganggu hidup orang, terlebih hidup gue!" salak Kasih.


"Ngapain susah-susah kalo banyak cewek yang suka rela ngerjain PR gue!" sungguh saat ini Kasih hanya ingin memutus panggilan telepon dari cowok menyebalkan ini, tapi Kasih tahu jika dia melakukan itu Genta tak akan menyerah untuk terus menelepon dirinya.

__ADS_1


"Enggak heran elo bego!" ejek Kasih.


"Biar bego tapi gue kaya, jadi enggak bakal ngerasain susah!" balas Genta penuh kesombongan.


"Yang kaya ortu Lo, buka elo!".


"Terus? Gue kan anak mereka, pasti udah masuk daftar ahli waris lah!" .


"Gue doain moga aja Lo cuma anak pungut!" Genta langsung tergelak mendengar sumpah yang dilontarkan cewek berisik itu untuknya.


"Enggak mungkinlah, gue itu anak kebanggaan mereka!" pamer Genta menyombongkan diri.


"Enggak yakin gue, malah nihhh feeling gue ortu Lo nyesel banget punya anak serese elo!" cibir Kasih, dan lagi membuat Genta tergelak.


"Sotoy lu!!".


"Udah sih mau ngapain nelpon gue? Bukannya nelpon cewek Lo sana!" salak Kasih, karena beberapa kali ada panggilan masuk dari Rangga membuat Kasih gugup, sedang untuk langsung memutus panggilan dengan Genta, Kasih tak cukup enak hati.


"Cewek gue mah udah gue telpon sebelum elo, nah sekarang giliran elo yang gue telpon deh!" ucap Genta seenaknya.


"Ishhh, kalo emang enggak ada yang penting udahan ajalah mendingan. Ini Kak Rangga udah nelponin gue terus! Udah ya, Wassalam mualaikum!" benar saja usai mengucapkan salam, dengan tanpa ampun Kasih memutus sambungan telpon mereka sepihak.


Hal tersebut sontak membuat Genta berdecih kesal, karena ini pertama kalinya bagi Genta ada seorang gadis yang berani memperlakukan dirinya sepeti ini.


"Gue yakin, Rangga pasti ngelarang elo buat berhubungan sama gue. Kita lihat aja Bro, apa Lo bisa mempertahankan cewek elo? Karena gue bakal ngerebut Kasih dari elo, rasanya gue harus akui gue pun jatuh cinta sama cewek elo!" lirih Genta dengan senyum liciknya.


Sedang di kamar Kasih, usai memutuskan sambungan telpon dengan Genta langsung mendial nomor sang kekasih. Sungguh hatinya saat ini begitu gugup, takut jika Rangga mengetahui dengan siapa dirinya bertelponan.


"Kak!" sapa Kasih saat sambungan video mereka terhubung.


"Sibuk banget hape kamu, telponan sama siapa?" cecar Rangga tanpa basa-basi.


Kasih sempat terdiam, merasa ragu apakah dirinya harus mengatakan yang sejujurnya ataukah lebih baik berbohong untuk menjaga perasaan kekasihnya.


Meskipun pada kenyataannya tak ada yang perlu dirahasiakan dari sang kekasih tentang Genta, tetapi Kasih menyadari telah tidak menuruti ucapan Rangga yang memintanya untuk tak menanggapi seorang Genta.

__ADS_1


Kasih pun sadar betul apa yang dilakukannya akan mengecewakan kekasihnya, Karena tetap menanggapi seorang Genta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2