Akhir Kisah Kasih

Akhir Kisah Kasih
Leader Project


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kasih menghembuskan nafasnya berat ketika masuk ke dalam aula yang diperuntukan untuk anak-anak teater berlatih, rasanya ia benar-benar enggan untuk bertatap muka dengan cowok slengean yang selalu memperlakukan dirinya semau dia.


Sedang Rania hanya terkekeh melihat raut wajah cantik sahabatnya yang terlihat tidak bersemangat sama sekali.


"Semangat dong Kasih, ini kan hari pertama kita di ekskul masa gak semangat gitu sih!" cibir Rania yang langsung mendapat tatapan tajam mata bulat Kasih.


"Elo tau lah kenapa gue enggak semangat sama sekali, asli deh gue males banget berinteraksi sama Genta!" Kasih mendudukkan dirinya di salah satu kursi di aula tersebut sambil matanya terus mengawasi keberadaan musuh tampannya.


Berbanding kebalik dengan Kasih, Rania justru tak sabar untuk segera bertemu dengan Kakak kelas idolanya itu, "kalo gue malah enggak sabar latihan bareng sama si Ganteng!".


Kasih hanya membalik bola matanya jengah mendengar ucapan genit sahabatnya. Dia bahkan tak habis pikir apa yang membuat Rania begitu mengagumi cowok tengil itu.


Hingga helaan nafasnya semakin berat ketika matanya menangkap sosok jangkung Genta mulai berjalan ke arahnya dengan terus memasang senyum menawan namun menyebalkan untuk dirinya.


"Halo calon mantannya Rangga, kirain enggak dibolehin dateng sama mantan buat latihan!" Genta langsung mendudukkan dirinya di sebelah Kasih yang memasang wajah jutek sejak melihatnya.


"Kalo ngomong jangan sembarangan, mantan-mantan, enak aja! Dia itu masih cowok gue, dan gue sih berharap gue sama Kak Rangga bisa sampe nikah!" Kasih mendengus kesal ke arah Genta yang entah mengapa langsung terbahak-bahak mendengar ucapannya barusan.


"Nikah-nikah, bocah di bawah umur udah ngebahas pernikahan, enggak pantes lu!" cibir Genta.


"Lo juga masih di bawah umur, tapi tingkat kemesuman elo udah kayak om-om cabul tau enggak!" balas Kasih menatap sebal ke arah Genta yang terus saja menertawai ucapannya.

__ADS_1


Genta yang mendengar umpatan gadis cantik di sebelahnya itu semakin dibuat terbahak-bahak, "tau banget deh sama om-om cabul, pengalaman lu ya!!" ejek Genta.


Kasih yang mendengar ejekan asal cowok jangkung itu langsung mengepalkan tangannya untuk kemudian memukul keras lengan cowok rese tersebut.


"Jangan asal Lo ya, gue tuh masih polos dan suci!".


"Masa sih?" Genta memincingkan matanya, tak percaya jika masih ada cewek bersegel di zaman sekarang.


"Terserah sih mau percaya apa enggak, enggak penting juga lagian! Udah sana lu, lihat nohh cewek lu kepalanya udah berasep mau meledak kayaknya ngeliat elo gangguin gue mulu!" usir Kasih mendorong kasar tubuh Genta.


Dengan bersungut-sungut Genta pun bangkit dari duduknya untuk menghampiri kekasihnya yang memang benar tengah memasang wajah tak suka ke arahnya.


"Kayaknya kamu suka banget ya deketin cewek itu!" geram Clara tanpa bisa menyembunyikan kekesalannya.


"Cuma ngasih arahan aja ke anak baru, di sana kan banyak anak-anak kelas satunya enggak Kasih doang!" Genta mencoba beralasan semasuk akal mungkin agar tak membuat Clara kesal terhadapnya.


"Clay, kamu tau kan aku gak suka kalo kamu over begini? Jadi please, jangan bikin mood aku jelek sama sikap kamu yang berlebihan gini. Apalagi sekarang pertama kalinya kita mulai latihan drama lagi sama anak-anak baru pula!" ucap Genta dengan nada penuh penekanan dan peringatan.


"Kalo begitu jaga juga sikap kamu, hargain aku!" tegas Clara tanpa menatap wajah kekasih, lalu berlalu pergi menjauh dari Genta yang terlihat mengeras rahangnya menahan amarah.


Setelah cukup berbasa-basi dan memperkenalkan diri, Genta yang ditunjuk sebagai leader project tahun ini pun mulai memberikan beberapa informasi dan pengarahan pada semua pemain dan peserta teater.


Rencananya tahun ini ekstrakulikuler teater akan mempersembahkan sebuah drama untuk perpisahan siswa kelas dua belas sekaligus drama tersebut juga akan dilombakan pada tingkat nasional yang akan diadakan di Jogja usai ujian semester dua nantinya.


Maka dari itu Genta meminta pada semua untuk mencari ide cerita untuk drama yang akan mereka mainkan nantinya, Genta pun menjelaskan apa saja yang harus ada di drama mereka, nilai-nilai dan makna yang berbobot yang sekiranya berbeda dan menjadi nilai lebih saat dipentaskan nanti.


Selama Genta berbicara, sungguh aura kepemimpinan Genta sangat terpancar membuatnya berkali-kali lipat lebih berkharisma hingga membuat semuanya lupa jika Genta adalah salah satu siswa slengean yang seenaknya saja.

__ADS_1


Semua siswi dibuat terpesona dengan sosok yang saat ini sedang begitu bersemangat memberi arahan pada mereka, tak terkecuali Kasih yang ikut terbuai dalam pesona Genta saat ini tanpa ia sadari tentunya.


"Ternyata kalo lagi serius gitu, ganteng juga. Image bad boy nya enggak kelihatan sama sekali!" batin Kasih memuji, namun beberapa saat kemudian langsung memasang wajah seakan-akan ingin muntah ketika sadar dia baru saja memuji calon om cabul versinya itu.


"Elo kenapa?" tanya Rania yang kaget melihat Kasih seakan-akan tengah dilanda mual.


"Enggak apa-apa, tadi otak gue baru aja mengkhianati gue!" sahut Kasih asal membuat Rania justru mengernyit bingung dengan ucapan sahabat ajaibnya tersebut.


"Apaan sih? Mulai enggak jelas deh ih!".


"Udah jangan peduliin gue, fokus aja ke depan. Entar kalo dia tau enggak kita perhatiin pasti langsung ngomel!" Kasih langsung memfokuskan dirinya lagi ke arah Genta yang masih berbicara di depan mereka.


"Jadi ada ide cerita buat drama kita?" tanya Genta menatap para anggota teater yang tengah memperhatikannya.


Dan lagi saat pandangannya ke arah Kasih yang sedang menatap nya, dia dengan jahilnya langsung menuju ke kursi Kasih untuk meminta ide cerita dari gadis unik itu.


"Mau ngapain lagi dia ke arah gue?" batin Kasih sambil terus menatap sebal ke arah Genta yang menuju ke arahnya.


"Mungkin elo punya ide?" tanya Genta saat tiba di kursi Kasih.


Kasih benar-benar dibuat kesal dengan tingkah Kakak kelasnya tersebut, dia seperti sengaja membuat Kasih menjadi siswi yang ditargetkan untuk dibully oleh para pengagum cowok menyebalkan itu.


"Kayaknya elo emang pengen ya gue enggak pernah tenang hidup di sekolah ini!" bisik Kasih mendekatkan bibirnya ke telinga Genta.


Genta hanya terkekeh lucu mendengar bisikan gadis cantik tersebut, dia benar-benar merasa terhibur dengan kehadiran Kasih di ekskul teater tahun ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2