Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Pertemuan Menggemparkan


__ADS_3

Semenjak kepergian Vara dari rumah Adrian, lelaki itu melarang siapapun untuk masuk ke dalam kamar tamu yang semula di tempati oleh Vara dan juga dirinya jika Kavita sedang tertidur. Jadi sampai saat ini kamar tersebut masih sama seperti terakhir kali saat Vara meninggalkannya. Bahkan malah lebih berantakan dari waktu itu karena Adrian sempat menempatinya beberapa kali namun ia tetap melarang para asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamar itu.


Aditya yang saat ini mendapatkan jatah untuk menempati kamar itu pun kini mendelik menyaksikan pemandangan menakjubkan di depan matanya. Alias betapa berantakan nya ruangan yang memiliki ukuran lumayan luas tersebut.


"Mamiii...! " Bukan asisten rumah tangga bukan pula kakaknya yang memberantaki kamar itu yang di panggil oleh Aditya, melainkan ibunya. Teriakannya sampai menggantikan ke seluruh rumah saking nyaringnya.


"Mulai mode manja nya Aditya, " gumam papi Wijaya seraya memijat pelipisnya.


Sudah merasa pusing oleh Adrian, kini malah Aditya ikut-ikitan membuat kepalanya berdenyut.


Tak ingin suaminya semakin marah, Mami Shinta pun berlari ke arah dimana putra bungsunya itu berada sambil berteriak pula menimpali panggilan Aditya tadi.


"Ada apa sih, Dit...? Nggak usah teriak-teriak juga lah, "

__ADS_1


"Mami lihat sendiri deh, ini kamar apa kandang! " ketus Aditya. Ia merasa sangat kesal karena tubuh yang lelah minta segera dibaringkan itu amlah harus melihat pemandangan tak mengenakan, apalagi ada barnag-baramg pribadi Adrian dan Vara juga yang berserakan di sembarang tempat.


Mami Shinta mematung di depan pintu, belum masuk saja matanya sudah mendeliki seperti hendak keluar dari sarangnya, apalagi kalau sampai nanti ia melihat apa Aditya bisa-bisa pingsan karena syok nantinya.


"Bentar deh, biar Mami minta tolong sama pembantu buat beresin semua kekacauan ini. Nggak sanggup Mami musti ngeliatin tempat super berantakan kayak gini, " Mami Shinta berbalik hendak manggil asisten rumah tangga yang ada di rumah itu, mungkin ia akan memarahi para pembantu itu karena dianggapnya tidak becus bekerja.


"Tunggu, Mi! " seru Aditya menghentikan langkah kaki ibunya.


"Mami liat dulu deh, apa aja yang berserakan itu. Jadi Mami bisa simpulkan juga kenapa Kak Vita bisa sampai nekat pergi dari rumah ini, "


"Apa nih? "


"Mami liat aja sendiri! "

__ADS_1


Sebuah benda pipih menunjukkan gambar dua insan yang tengah bermesraan dengan pose yang sangat intim, begitu menjijikkan dimata Aditya.


Yang lebih menggelikan nya lagi, benda tersebut tidaklah hanya satu buah saja, melainkan ada sangat banyak dan berserakan di lantai.


Ada yang menampakkan Adrian tengah berpelukan dengan Vara, ada yang tengah mencium Vara, ada juga yang berciuman. Bahkan lebih parahnya ada yang menunjukkan jika keduanya seperti habis bergumul, dan hanya tertutupi oleh selimut saja. Tubuh bagian atas Adrian saja terekspos sempurna, sedangkan Vara menutupi dadanya dengan selimut.


"Oh My God! " seru mami Shinta merasa syok.


"Dasar manusia-manusia bodoh! Ceroboh! Bagaimana bisa mereka melakukan ini semua disaat kita semua sudah membicarakannya dan menyepakatinya bersama, " maki mami Shinta sambil mengobrak-abrik apapun yang ada di atas ranjang.


"Kalau memang nggak setuju, tapi nggak gini juga caranya kan. Disaat semuanya hampir aja kita gapai, malah jadi kacau. Hancur semuanya! " terlihat wajah wanita paruh baya itu merah padam menahan amarah.


Mami Shinta begitu murka, apalagi saat netranya menangkap benda-benda yang berserakan lainnya diantara foto-foto berpose mesum itu.

__ADS_1


"Adrian menjijikkan. Adrian...!!! "


"O ow... perang Dunia dimulai, " gumam Aditya seraya keluar dari kamar tersebut mengikuti langkah kaki cepat ibunya.


__ADS_2