Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Fakta Baru


__ADS_3

Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim yang dijalani oleh Vara berlangsung selama hampir 2 jam. Selama itu pula Valdi tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk wanita itu. Valdo menunggui Vara dan mengusap keringat yang muncul di dahi sepupunya tersebut.


Ia tak ikut dalam pelaksanaan operasi tersebut karena merasa tak tega dengan wanita yang selama ini di kagumi nya dalam diam. Karena ia sadar jika perasaannya itu kurang telat, tapi ia bisa apa jika dewa Amor sudah melesatkan panahnya kedalam jiwanya.


"Kamu pasti bisa menjalaninya, Vara. Karena aku belum rela kehilangan kamu untuk selamanya. Cukup aku merasakan kehilangan saat kamu memilih Adrian sebagai pendamping hidupmu. Tapi jika untuk menghadap Tuhan, aku belum siap, aku belum ikhlas, "


Valdo merupakan saudara sepupu jauh Vara, karena kakek dan nenek mereka yang bersaudara. Tapi tetap saja Valdo yakin jika perasaannya terhadap Vara tidak akan di dukung oleh keluarganya. Maka dari itu ia lebih memilih untuk tinggal jauh dari sepupunya tersebut untuk melupakan perasaannya daripada harus merasakan sakit hati karena ditentang oleh keluarga.


Ia berfikir dengan menjauh nya dirinya dengan Vara akan menghilangkan perasaannya terhadap wanita itu, tapi ternyata tidak. Bahkan sampai Vara menikah dengan Adrian pun perasaannya masih saja sama, tak ada yang berubah sama sekali.


Karena perasaannya terhadap Vara itulah yang membuat nya kembali saat mengetahui jika wanita yang dicintainya mengidap penyakit serius. Penyakit yang mungkin ia sebut sebagai penyakit turun temurun sejak nenek mereka, itulah sebabnya ia ingin menjadi dokter spesialis kangker rahim agar tak ada lagi wanita yang bernasib sama seperti neneknya dulu.


Tapi apa mau dikata jika Tuhan sudah berkehendak, ia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati para pasiennya, dan ia tak menyangka bahwa Vara akan menjadi salah satunya.


"Lo udah gila, Vara! " teriak Valdo kala Vara menceritakan padanya jika ia menyetujui perjodohan antara Adrian dan seorang gadis bernama Kavita.


Valdo tau betapa penting dan berharganya Adrian dalam kehidupan Vara, karena lelaki itulah yang ada pada saat-saat terburuk di hidup Vara. Sedangkan dirinya yang tak tau menahu tentang apa yang sudah dialami oleh Vara karena menjauh di luar negri, dan baru kembali lagi setelah mendengar kabar bahwa Vara sakit dari dokter Farhan, yang merupakan ayahnya.


Tapi Valdo sama sekali tak menyangka jika Vara sampai rela mengorbankan perasaannya sendiri demi kelangsungan kehidupan Adrian. Yaitu karena ia tak bisa memberikan keturunan pada suami yang dicintainya itu.


"Lo punya solusi lain, Do? Lo bisa bikin gue sembuh dari penyakit terkutuk ini, dan menyatakan gue hamil anak Adrian? Hah? Enggak 'kan? " balas Vara berteriak pula.


Valdo terdiam, ia mencoba mengerti perasaan sepupu tercintanya itu. Meski tak bisa ia pungkiri jika hatinya ikut sakit melihat tangis pilu dari Vara.


"Sebenernya gue juga nggak rela, Do. Harus berbagi suami dengan wanita lain, gue nggak ikhlas liat dia bersanding dengan gadis lain. Tapi gue bisa apa? " Vara menangis tersedu.


"Gue nggak boleh egois dengan hanya memikirkan perasaan gue sendiri, Do. Gue nggak bisa punya anak, sedangkan Adrian bisa untuk punya anak berapapun yang dia mau, demi menjaga nama keluarga besar kami agar tetap utuh dan terus turun temurun kelak, "


"Kalian bisa program bayi tabung, atau sewa rahim, Var. Dan lo masih tetep bisa jadi ibu dari anak lo sendiri, " ucap Valdo mencoba memberi solusi.

__ADS_1


Vara terseyum miris dalam tangisnya, "bayi tabung? Sewa rahim lo bilang? "


"Ternyata lo yang gila, Valdo! " Vara menunjuk dada Valdo.


"Lo pikir siapa yang bakal setuju dengan ide gila lo itu? Nggak ada! Terutama kedua orangtua Adrian yang sangat menyukai kesempurnaan.. dan Kavita adalah kandidat yang sempurna untuk memenuhi kesempurnaan itu, "


"Tapi, Var... "


"Cukup, Do. Gue cukup tau diri, siapa dan bagaimana keadaan gue. Gue udah cukup bersyukur dengan apa yang gue punya saat ini. Papi dan mami Adrian mau nerima gue meski keluarga gue miskin, mereka tetap menerima gue sebagai menantu pertama di keluarga itu, " ungkap Vara.


"Bahkan, setelah mereka tau kalau gue kena penyakit ini dan kemungkinan besar nggak akan bisa lagi kasih mereka keturunan, mami sama papi tetep nggak ngebuang gue. Mereka juga minta Adrian buat ninggalin gue ataupun cerai dari gue, mereka cuma minta satu ... "


"Lo ngizinin Adrian buat nikah lagi, gitu? " tebak Valdo dengan raut wajah sinis.


Vara mengangguk dan masih terus mengusap air matanya yang tak henti mengalir.


"Dasar orangtua gila! Ada ya orangtua yang nyuruh anaknya buat poligami, dan membuat menantunya buat rela, " umpat Valdo.


Valdo termenung, ia mulai membenarkan apa yang Vara katakan.


Dan terjadilah pernikahan atas dasar perjodohan dari kedua orangtua Adrian dan Kavita. Apalagi Vita yang dengan senang hati menerima perjodohan itu tanpa ada sedikitpun penolakan sebelumnya.


Dan tanpa ada yang mengetahui jika status Adrian adalah seorang suami dari seseorang, meskipun itu tidak tertulis di KTP Adrian karena pernikahannya dengan Vara yang baru sekedar di dalam pernikahan siri saja.


Sebenarnya Adrian dan kedua orang tuanya sudah merencanakan pesta pernikahan dan meresmikan kembali pernikahannya dengan Vara secara negara setelah masa berkabung meninggalnya orangtua Vara usai.


Tapi siapa sangka jika ada kejutan lain yang menanti saat rencana itu belum terlaksana. Kabar kehamilan Vara menjadi kebahagiaan terbesar dalam keluarga Wijaya, diakan mereka akan mempunyai penerusnya dari putra sulung mereka.


Maka dari itu, Papi Saputra Wijaya menyuruh Adrian segera mengadakan resepsi pernikahannya dengan Vara untuk mengumumkan jika wanita itu adalah istri sahnya dan ibu dari calon anaknya.

__ADS_1


Namun takdir berkata lain saat dokter mengatakan jika janin yang Vara kandung tidak berkembang dan harus segera di kuret.


"Jika hanya itu masalahnya, Mami sama Papi masih bisa nunggu kehadiran calon cucu kami yang selanjutnya, jadi nggak masalah. Kan masih bisa hamil lagi, " mami Sinta mencoba mengerti dan bersabar.


"Bukan hanya itu, Mi.. " Adrian dan Vara menunduk. Adrian menggenggam tangan Vara yang terasa dingin karena merasa gugup dan takut, takut akan dibuang oleh mertuanya.


"Lalu? "


"Vara.. terkena pe-penyakit kangker rahim, " ucap Adrian seperti gumaman.


"Apa... ?" Seru kedua orangtua Adrian terlonjak kaget.


Tanpa babibu, papi Saputra beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang keluarga beserta semua krnag yang ada disana.


Sedangkan mami Sinta tertunduk lesu.


"Apa dokter menyatakan kalau kalian tidak akan isa lagi punya keturunan? " tanya nya ragu, suaranya lun bergetar.


Mami Sinta sungguh mengerti bagaimana besarnya rasa cinta Adrian terhadap Vara. Dan ia pun mengakui jika Vara merupakan menantu yang baik, tapi tanpa adanya keturunan,merwka bisa apa? Bagaimana kelanjutan keluarga mereka nantinya?


"Bukankah masih ada Aditya yang bisa meneruskan nama perusahaan dan silsilah keluarga kita, Pi? " tanya Adrian yang tak terima saat ia akan dijodohkan dengan Kavita yang merupakan anak dari rekan bisnis papanya itu.


"Asal kamu tau, Adrian. Aditya itu bukan adik kandung kamu, dia itu anak angkat kami..."


"Apa, Pi ...? "


🔥🔥🔥


Jika berkenan bisa mampir juga ke karya Othor yang berjudul 'Apa Salahku, Ibu Mertua? ' disana ada Anggita yang selalu disiksa oleh ibu mertuanya. Bahkan suaminya juga ikut membencinya karena difitnah oleh sang ibu mertua juga.

__ADS_1


Kalau lagi pengen menguras emosi lagi, bisa mampir ya.. terimakasih 🙏


__ADS_2