Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Aditya Saputra Wijaya


__ADS_3

Aditya Saputra Wijaya, anak angkat dari Papi Wijaya dan Mami Shinta. Seorang anak yang memiliki latar belakang yang hebat hingga harus disamarkan menjadi anak dari papy Wijaya yang memiliki kekuasaan untuk melindungi anak itu dari kekejaman dunia.


Hanya papy Wijaya dan ayah dari Aditya sendiri lah yang mengetahui tentang kenyataan tersebut, mereka menukar putra dan putri mereka demi kepentingan dan keselamatan anak-anak mereka itu sendiri.


"Jika saatnya tiba, kita baru bisa mengatakan yang sebenarnya kepada mereka. Tapi sebelum itu, jangan pernah sekali-kali kamu memberitahukan hal ini kepada siapapun, termasuk istri-istri kita yang akan mengurus mereka sekalipun, " ucap ayah Aditya saat kedua lelaki itu melakukan perjanjian.


Dan saat teringat hal itu membuatnya merasa bersalah karena sudah membongkar rahasia Aditya kepada Adrian. Ia berharap agar Adrian bisa menjaga rahasia itu sampai waktunya tiba nanti, agar ia tak disalahkan oleh ayah Aditya.


"Ini sudah dua puluh tiga tahun... masih butuh berapa tahun lagi aku baru bisa bertemu dengan putriku, " guman papy Wijaya seraya pandangannya menatap keluar jendela.


Lelaki itu selalu terbayang wajah polos bayi merah yang baru beberapa jam dilahirkan oleh istrinya, yang sudah harus ia tukar dengan putra dari seseorang yang harus ia jaga dengan sepenuh jiwa seperti ia mengurus putra kandungnya sendiri.


"Sudah seperti apa sekarang kamu, Nak? Apa kamu tumbuh menjadi gadis cantik dan menawan seperti Mami mu? " tanyanya bergumam pada diri sendiri.


"Papy sudah tak sabar menunggu hari itu tiba, Nak," papy Wijaya kembali terduduk di kursi kerjanya.


Diusianya yang sudah tak lagi muda, ia masih harus menyimpan rahasia besar yang ia takutkan tak akan pernah terkuak jika dirinya yang mungkin bisa tiba-tiba meninggal kapan saja. Apalagi dengan masalah yang saat ini tengah Adrian hadapi mengenai Kavita yang pergi meninggalkan Adrian dengan membawa serta calon cucunya yang masih dalam kandungan.


Ia sudah melakukan berbagai macam upaya agar bisa bertemu dengan menantu kesayangannya itu, tapi semua jalan yang ia tempuh seakan buntu. Karena orang tua Kavita yang membisu, tak mau membuka suara saat ditanya mengenai Kavita. Boro-boro ditanya, untuk menghubunginya saja seakan tidak ada akses.


Rumah orang tua Kavita dijaga ketat oleh para pengawal dan bahkan polisi karena mereka seringkali merasa terganggu oleh kedatangan orang tua Adrian yang sering membawa rombongan para pengawal juga.


Ingin sekedar menghubungi melalui ponsel pun sudah tidak bisa karena semua nomor merak di blokir oleh keluarga Kavita. Tapi hebatnya, hubungan kerjasama mereka tetap berjalan lancar dengan menggunakan seorang utusan untuk mengurusnya, itulah profesional kerja yang dilakukan oleh papa Indrawan, lelaki itu tak pernah menyangkut pautkan maslah pribadi dengan masalah pekerjaan sama sekali.


Jadi meskipun ia sangat kecewa terhadap Adrian dan bahkan membenci laki-laki yang sudah menyakiti putrinya itu, tetapi papa Indrawan tetap tak memutuskan kerjasama yang telah terjalin baik diantara kedua perusahaan mereka.


"Apalagi cara yang bisa aku tempuh agar bisa bertemu dengan menantu dan cucuku, meski hanya sekedar bisa bertemu dengan mereka saja itu sudah sangat cukup untukku, " gumam Papy Wijaya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aditya.. apa merka juga menutup jalan untuk Aditya? " gumamnya lagi.


🔥🔥🔥


Dikamar Aditya, pemuda itu mengoperasikan komputer di hadiahnya dengan wajah yang tampak serius. Kacamata kotak bertengger di hidungnya yang mancung, matanya sesekali menyipit membaca tulisan yang ada pada layar komputernya tersebut.


"Semoga aja kamu nggak menghindar dariku, Vit. Aku 'kan nggak ada salah apa-apa sama kamu, " ucapnya sendiri penuh harap.


"Disini posisi aku nggak ngerebut kamu dari Bang Adrian dong, kan dia yang udah sia-siain kamu, sampai kamu memilih pergi darinya. Dan aku... aku hanya memanfaatkan kesempatan yang ada, itu bukan suatu kesalah 'kan?" monolognya pada diri sendiri.


Aditya memandangi lukisan digital wajah Kavita yang ia buat sendiri, lelaki itu memang sangat lihai dalam mengoperasikan komputer untuk berbagai macam hal. Untuk sekedar bermain game, bekerja, mendesain, bahkan meretas suatu data. Itu adalah hal yang sangat mudah bagi dirinya.


Lelaki itu tersenyum saat ia menangkap sinyal keberadaan Kavita. Dalam hatinya bersorak gembira, ia berharap itu merupakan pertanda baik baginya untuk mengobati rasa kecewa yang dulu pernah membayanginya.


"Akhirnya kutemukan kamu... "


Tapi betapa kecewa dirinya saat papi Wijaya justru mengatakan akan menjodohkan sosok wanita itu dengan Adrian kakaknya, bukan hanya dirinya sendiri saja yang terkejut melainkan semua orang yang waktu itu ada di ruang makan dan mengelilingi meja makan usai melaksanakan makan malam.


"Bagaimana bisa Papi menjodohkan aku dengan wanita lain sedangkan aku sudah memiliki istri, " tolak Adrian kala itu secara langsung.


"Keputusan Papi mutlak dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun! " ucap Papi Wijaya tegas hingga tak ada orang lain lagi yang berani bicara.


Jangan tanya bagaimana reaksi Vara saat mendengar keputusan dari papa mertuanya tersebut, hatinya terasa tercabik-cabik hingga tak terbayangkan lagi bagaimana sakitnya. Air matanya saja sudah langsung mengalir tanpa permisi.


Sedangkan Aditya, ia harus menelan pahitnya kekecewaan yang membuat tenggorokannya tercekat hingga tak mampu lagi berkata-kata. Waktu itu ia hanya mampu berlalu tanpa kata, bahkan air matanya pun ia tekan kembali agar tak keluar dan ada yang tau jika hatinya tengah menahan luka.


Makanya sikapnya yang biasanya selalu ceria, menjadi pendiam dan pemurung sejak saat itu. Lelaki itu berusaha untuk tetap kuat dan tegar, ia mencoba berpositif thinking jika mungkin saja Kavita memang bukanlah jodohnya, tetapi akan ada wanita lain yang sudah Tuhan persiapkan untuknya kelak.

__ADS_1


Namun kenyataan nya kini sudah berbeda, wanita itu sebentar laginbukalah milik kakaknya, sehingga ia berfikir bisa bebas mendekati Kavita lagi sesuai dengan apa kata hatinya.


"Tunggu kedatanganku, Vita.. aku akan menjadi pangeran penyelamatmu. Dan kita bisa berbahagia bersama nanti, " khayal Aditya melambung jauh.


Lelaki muda itu berbaring dengan bayang-bayang Kavita yang tengah tersenyum menari di atas kepalanya. Sepertinya ia sudah mulai dimabuk cinta pada wanita yang mungkin akan terancam segera berganti status menjadi janda muda tersebut.


"Ah, apa masalahnya jika janda beranak? Asalkan itu Kavita, tidak akan jadi masalah bagiku,"


"Semoga saja mimpi bertemu Kavita, lalu aku dan dia akan menjadi kita, " gumamnya lagi sebelum memejamkan mata.


🔥🔥🔥


Apa memang begitulah cinta yang buta?


Yang tak memandang status dan kasta?


Atau Authornya yang kurang pengetahuan tentang cinta? 🤔


Bisa sharing dong🤗


Kenapa aku kasih kisah tentang Aditya?


Karena Aditya bakal ada cerita sama si Vita nantinya, kalian setuju nggak?


Atau lebih setuju kalau Kavita deketnya sama dokter Valdi aja?


Ditunggu komennya🥰

__ADS_1


__ADS_2