
Nggak mungkin! Ini semua nggak mungkin! Vara nggak mungkin nglakuin semua itu! Vara nggak mungkin bohongin aku! " teriak Adrian mengamuk.
"Waow.. cerita yang sangat seru. Tentang seorang lelaki yang dibohongi dan diselingkuhi oleh wanita yang sangat dicintainya dan merupakan istrinya, mungkin itu semua adalah balasan karena si lelaki yang menyia-nyiakan istri lainnya yang sangat tulus mencintainya. Hah.. miris! " batin Aditya sembari duduk santai disamping mami Sinta yang masih bersedih.
Jika diperkenankan ingin rasanya Aditya menyaksikan drama kehidupan nyata di depan matanya itu sembari mengemil popcorn dan ditemani dengan satu cup minuman boba favorit, humm... pasti akan sangat sempurna seperti saat sedang menonton film di bioskop. Tapi ia masih sangat menghargai papi dan maminya sehingga tak melakukan hal tersebut.
"Nggak ada gunanya kamu mengamuk seperti apapun sekarang. Semuanya sudah terjadi, sekarang tugas utama kamu adalah mencari dimana keberadaan menantu dan calon cucuku, mengerti? " ucap papi Wijaya tegas.
Adrian masih menagis dan bersimpuh di lantai, tangannya meremas kertas dari rumah sakit Setia Kasih tempat dimana semula Vara melakukan operasi dan dirawat.
Perasaannya hancur karena merasa dikhianati dan dibohongi oleh sosok wanita yang selama ini sangat dipuja nya.
"Kenapa Vara bisa melakukan semua ini padaku? Kenapa dia tega membohongi ku? " ratapnya dalam hati
"Apa kamu masih mau menuduh kalau Papy bohong? Kamu mau bilang kalau surat pernyataan itu palsu? " Papy Wijaya mengoperasikan tablet miliknya, dan memperlihatkan sebuah Video pada Adrian yang masih enggan beranjak dari tempatnya bersimpuh.
"Ini apa, Pi? "
"Lihat aja sendiri, " Adrian menerima tablet itu dan memperhatikan isi dalam video yang sedang berputar tersebut.
"Vara..." gumamnya saat melihat Vara yang sedang duduk di kursi roda dan didorong oleh Valdo. Semula video itu menampakkan punggung kedua orang tersebut, tapi begitu orang itu berbelok menuju taman dan duduk di kursi yang ada disana, mulai terlihatlah siapa gerangan yang saat ini tengah bersama Vara.
"Valdo...? "
"Hmm, sepertinya kamu sangat mengenal lelaki itu, dan Papi rasa... Papi juga masih ingat siapa orang itu. Dia kembarannya dokter Valdi yang menangani Vita itu 'kan? Namanya Valdo, lelaki yang sudah menyukai istri pertamamu itu dari dulu. Dan sepertinya lelaki itu belum bisa move on, dan dia juga tidak menyerah dengan perasaannya terhadap Vara, "
"Nggak mungkin, " Adrian tetap tidak mau mengakui jika perkataan ayahnya itu benar adanya. Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Papy Wijaya menghela nafas, "itu video call, Adrian. Bukan video rekaman, jadi itu semua real yang sedang terjadi saat ini. Buka mata hati kamu yang udah dibutakan oleh cinta semu dari wanita itu! " ucap papy Wijaya yang meninggi di akhir kalimat nya.
"Varaaaaa....! " teriak Adrian menggila.
"Kamu jahat, Vara...! Kenapa kamu lakuin itu sama aku? "
"Kalau lo aja bisa sehancur itu tau bini kesayangan lo selingkuh, gimana perasaan Vita kalau sampai tau tenyata lo udah punya istri lain, kalau dia tau lo dan istri tercinta lo itu cuma mau manfaatin dia aja, begok!" batin Aditya protes.
"Gue harus cari dimana Vita berada, dan gue harus bisa nemuin dia sebelum Adrian dulu yang nemuin, " tekad Aditya.
"Ehm, Mih, Pih.. Adit pamit ke atas dulu, gerah.. mau mandi, " pamit Aditya seraya berdiri dari duduknya.
"Ya, " jawab Papi Wijaya, sedangkan Mami Shinta hanya mengangguk.
"Duluan, Bang, " ucap Aditya saat melewati Adrian.
"Kamu sendiri yang memintaku untuk menikah dengan Vita, dengan tujuan agar memiliki anak dengan wanita itu. Tapi setelah semuanya hampir terwujud, kenapa kamu malah berbuat seperti ini terhadapku, Vara? "
"Apa kurangnya aku bagi kamu? Semuanya udah aku kasih buat kamu.. harta, benda, cinta tulus ku dengan segenap jiwa dan ragaku semuanya sudah aku curahkan buat kamu.. tapi kenapa kamu malah tega membohongi ku, Vara? Kenapa... ? " Adrian sangat marah melihat Vara yang tertawa bersama Valdo, ingin rasanya ia menghajar lelaki yang sudah merebut istri tercinta miliknya itu, tapi ia bisa apa jika dirinya hanya melihat kedua orang itu melalui layar tablet.
"Mereka ini dimana, Pi? " tanya Adrian dengan mata menatap tajam Valdo dan Vara dilayar.
Papi Wijaya menaikkan sebelah alisnya, "memangnya kamu mau apa? "
"Aku harus kasih pelajaran buat mereka, Pi.. mereka udah nipu aku, mereka udah nusuk aku dari belakang, " sorot mata Adrian menampakkan kemarahan yang besar.
Papi Wijaya mendengus, "huh? Anggep aja itu pembelajaran buat kamu, atau balasan yang setimpal buat kamu karena udah berbuat semena-mena sama Vita yang udah cinta tulus sama kamu, "
__ADS_1
"Kenapa Papi masih aja ngebelain wanita yang udah ngerusak kebahagiaan rumah tangga ku sama Vara itu sih, Pi? " seru Adrian.
"Siapa yang udah ngerusak kebahagiaan kamu? Vita? huh! No, Drian! Yang udah ngerusak kebahagian rumah tangga kamu itu si Vara sendiri, wanita itu yang sejak awal tak bisa diandalkan, " bela Papi Wijaya pada Kavita.
"Si Vara itu yang gak bisa ngasih kita penerus keluarga, udah bagus Papi nggak nyuruh kamu buat cerai sama dia. Tapi apa yang dia perbuat sekarang? Dia malah berbuat picik dibelakang kamu 'kan? "
"Huh! Kelihatannya sok baik, sok-sok'an nge bolehin kamu buat nikah sama Vita, padahal dia ngelakuin itu juga supaya dia sendiri bisa dengan bebas kembali berhubungan dengan sepupunya itu, " tak hentinya Papi Wijaya memprovokasi pemikiran Adrian.
Pasalnya pria paruh baya itu sudah sangat kesal dengan tingkah Admin dan Vara yang ternyata memiliki rencana buruk dibelakangnya terhadap Vita, menantu kesayangannya. Menantu yang ia pilih sendiri karena merupakan anak dari teman baiknya sekaligus rekan bisnisnya juga.
Sebenarnya papy Wijaya dan papa Indrawan sudah memiliki rencana untuk menjodohkan anak-anak mereka saat kedua anak mereka itu sudah beranjak dewasa dan siap untuk menikah.
Tapi kenyataan jika Adrian sudah memiliki tambatan hati membuat papy Wijaya seakan menyerah, ia pun tak ingin dicap sebagai orang tua yang hanya mementingkan egonya sendiri. Jadi ia menyetujui hubungan Adrian dan Vara demi kebahagiaan putra sulungnya tersebut.
Namun setelah ia mengetahui tentang fakta jika Vara memiliki penyakit yang membuatnya sulit untuk memiliki anak, terlebih saat menantunya itu keguguran, membuat pemikiran papy Wijaya kembali pada perjodohan yang sudah ia rencanakan dahulu.
Apalagi setelah ia tau jika Vita tumbuh menjadi wanita cerdas dan mandiri, bahkan gadis itu tak mau meneruskan perusahaan ayahnya dan memilih membuka usahanya sendiri. Hal itu membuat Papy Wijaya sangat menginginkan Kavita untuk bisa menjadi menantunya.
Semula Aditya menyangka jika yang akan papinya jodohkan dengan Vita adalah dirinya, makanya ia merasa sangat senang karena ia sudah mengagumi sosok Kavita terlebih dahulu. Tapi ternyata begitu lelaki ituntau yang akan dinikahkan dengan Vita adalah Adrian, rasa kecewa memenuhi ruang hatinya dan membuatnya merasa terabaikan.
🔥🔥🔥
Senin day... senin day, bestie..
Vote nya dong buat Vita biar cepet nongol lagiðŸ¤
InsyaAllah aku usahain double up deh kalo banyak yang Vote🥰🤗
__ADS_1