Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Rencana Valdo


__ADS_3

Valdo masih saja teringat dan merenungi masa lalu nya dengan Vara dulu.


Vara yang lama kelamaan mulai menjauh dari Valdo. Dan Valdo juga mulai menyadari jika Vara tak ingin lagi ia berada di dekatnya. Ia pun memilih untuk pergi ke luar negeri dan melanjutkan pendidikannya di sana, dengan harapan bisa melupakan Vara dari hidupnya.


Lain Valdo lain pula Valdi, kembarannya itu malah berpikiran lebih dari hati dan lebih santai daripada Valdo. Ia tak terlalu memusingkan segala sesuatu yang belum terjadi. Bukan berarti Valdi juga terlalu abai dengan segala sesuatu, tapi dia sangat yakin pada rencana Tuhan, bahwa semua yang terjadi itu adalah kehendak Tuhan dan merupakan yang terbaik bagi umat manusia.


Sejak kecil Valdo dan Valdi tidak pernah sependapat, jadi mereka tidak pernah selalu bisa akur saat bersama. Tetapi bukan berarti mereka selalu bertengkar juga, namun mereka hanya mencoba untuk tidak berdebat tentang segala sesuatu yang tidak penting bagi kehidupan mereka.


"Udahlah, nggak penting juga debat cuma bikin permusuhan diantara kita, " ucap Valdi suatu hari.


"Gue juga mau ke luar negri kok, mau lanjut study disana, " balas Valdo lesu.


Valdi mengernyit mendengar ucapan kembarannya itu, "lo serius? Emang... lo nggak berat ninggalin doi lo itu? "


"Dia udah ada yang jagain, " jawab Valdo malas.


"Siapa? Dah punya doi lain gitu maksud lo? " semakin Valdo malas untuk membahas, semakin Valdi getol untuk memperjelas. Begitulah kelakuan duo kembar identik tersebut.


Valdi memilih untuk bergaul pada sesama pria, karena ia belum mau terlibat soal asmara di usianya yang masih belia kala itu.


Valdi tetap memilih untuk berada di Indonesia dan melanjutkan studinya di Indonesia ketika Valldo yang harus melarikan diri ke luar negeri karena mencoba menjauhi Vara sang sepupu yang dicintainya.


"Lagian lo kayak gak ada cewek lain aja, cewek itu banyak, Bro! Kenapa lo mesti cinta sama kerabat sendiri itu. Sekarang tau 'kan kalo perasaan Vara itu nggak pernah ada buat lo, " hal yang selalu diucapkan oleh Valdi dan memicu emosi Valdo. Sehingga mereka lebih baik untuk menjauh daripada berdekatan tetapi terus bertengkar.


Dokter Farhan sang Ayah pun tak bisa lagi mengakrabkan mereka jika sudah seperti itu, karena kedua anaknya itu sudah merupakan lelaki dewasa yang bisa berpikir apa yang terbaik untuk mereka masing-masing, sehingga dia hanya bisa mendukung apa yang menjadi keinginan dari anak-anaknya tersebut.

__ADS_1


Dan siapa sangka keputusannya itu salah ketika ia membebaskan anak-anaknya untuk memilih sesuatu yang mereka sukai karena pada akhirnya Valdo tetap pada pendiriannya. Ya, dia tetap mencintai Vara meskipun wanita itu sudah dimiliki oleh laki-laki lain.


"Apa yang mesti gue lakuin sekarang? Vara pasti kecewa banget sama gue. Gue nggak mau dia terus-terusan nganggap gue itu jahat dan buruk. Gue ingin menjadi yang terbaik buat Vara, gue ingin dia itu jadi cinta sama gue, bukannya Adrian," gumamnya galau.


Tapi sesuatu pemikiran tiba-tiba muncul dalam benaknya, "atau malah sebaiknya gue dukung aja Si Adrian buat deket sama Si Kavita, Kavita itu? Biar Si Vara bisa berpaling dari Adrian, terus jadi suka sama gue. Ya seenggaknya gue masih punya kesempatan lah ya buat milikin Vara, soal anak bisa kita pikirin nanti lah, bayi tabung juga gampang sekarang, "


"Keluarga gue 'kan nggak se-gila keluarga Adrian itu yang harus terlihat sempurna, padahal kan Vara masih bisa hamil meskipun harus lewat rahim dari wanita lain. Gampanglah bisa gue atur semuanya, " guman Valdo seorang diri. Dia bahkan terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri sejak tadi.


Tetapi ada sesosok wanita yang mengaguminya meski ia tampak seperti orang gila bagi orang lain. Gadis itu yang sudah mempunyai perasaan padanya sejak dulu, tapi tak pernah berani untuk mengungkapkannya karena ia tahu, jika dirinya bukanlah merupakan tipe dari Valdo.


"Oke, gitu aja rencana gue ke depannya. Cerdas juga gue sekarang, " gumam Valdo terkekeh.


"Sorry, Var. Gue nggak maksud jahat sama sekali sama lo, justru gue mau lakuin ini semua demi kebaikan lo sendiri juga. Gue nggak mau lo terus-menerus terjebak dalam perasaan cinta lo sama Adrian, yang bahkan dia aja tega buat dua'in cinta lo, "


"Meskipun lo bilangnya lo sendiri yang udah maksa-maksa Adrian buat nikah lagi, tapi tetep aja hati lo aslinya nggak rela 'kan, lo juga sakit 'kan ngeliat suami lo bermesraan sama wanita lain, " Valdo terus berfikir dan menggumam dalam hatinya.


Niat Valdo sangat baik sebenarnya, ia yang sangat mencintai Vara tak sanggup kalau harus melihat wanitanya itu merasakan sakit yang berkepanjangan.


Karena Vara sudah merasakan sakit fisik yang disebabkan oleh penyakit kangker yang di deritanya, ditambah dengan kedua mertuanya yang menuntut keturunan yang jelas-jelas ia tak bisa memberikannya, hal tersebut menyebabkan luka hati tersendiri bagi wanita itu.


Dan kini, wanita itu malah harus kembali mengalami cobaan berat dalam hidupnya, yakni diangkat rahim dari tubuhnya, yang membuatnya merasa terpuruk dan seolah menjadi wanita paling cacat sedunia.


Valdo beranjak, ia melihat sesuatu yang akan ia beli untuk diberikan pada Vara, guna menghibur wanita kesayangannya itu.


Lelaki itu masuk ke dalam ruangan Vara dengan berbagai macam barang memenuhi tangannya. Vara pun sampai ternganga dibuatnya.

__ADS_1


"Lo mau jualan, Do? " tegur Vara yang melihat Valdo menurunkan satu persatu barang-barang yang dibawanya.


"Iya, dan lo yang harus beli semuanya, "


"Ih, ogah ya gue beli kek gituan. Emang gue bocah? " tolak Vara.


Valdo mengendikkan kedua bahunya, "terserah lo mau atau nggak, yang jelas semua ini buat lo dan harus lo abisin juga lo mainan sesuka hati lo, "


"Lo bener-bener udah gila ternyata, Valdo, " Vara meneliti satu persatu barang yang dibawa oleh Valdo.


Ada coklat, es krim, chiki, buah, permen berbagai macam bentuk dan warna, belum lagi barang-barang berupa boneka, balon dan aneka mainan anak-anak lainnya.


🔥🔥🔥


Makasih banyak untuk mampir di karya saya ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, komentar positif, gift, Vote dan rate bintang 5 ya.


Dan jika berkenan kalian bisa juga mampir di karya Author yang lain yang berjudul


'Apa Salahku, Ibu Mertua?'


Yang Up beriringan dengan novel Kavita ini.


Di sana nggak kalah seru dan menguras emosi. Ada Angita yang selalu disiksa oleh ibu mertuanya itu membuat emosi tersendiri pada jiwa kalian nantinya.


Kalian juga bisa memaki dan mencaci Ibu mertua si Anggita itu dia sesuka hati kalian, bahkan jika mau menyumpah serapah ataupun mendoakan agar ibu mertua nerna Siska itu mendapatkan karmanya juga boleh banget loh😆

__ADS_1


Makasih semuanya... love you all❤


__ADS_2