
Hari-hari tenang sedang dinikmati oleh Vita, karena dengan pengawasan ketat dari orang-orang yang menyayangi Vita. Adrian tak bisa berkutik selain berlaku baik dan manis kepada istrinya itu. Bahkan terkadang ia juga harus bersikap romantis untuk menyenangkan Vita yang tengah hamil muda.
Apalagi jika melihat tatapan Vero yang masih sangat terlihat membenci Adrian, membuat lelaki itu berusaha juga untuk mengambil kembali hati adik iparnya tersebut. Semua dia lakukan demi seseorang yang masih memenuhi ruang hatinya, Vara. Istri pertamanya, meski statusnya hanyalah istri siri, tapi wanita itu mampu menjadi ratu dalam hati Adrian sejak dulu hingga kini.
"Semua ini aku lakukan demi kamu, Vara Sayang... aku nggak mau kamu dianggap mandul dan nggak bisa kasih keturunan buat aku. Aku akan lakuin apapun demi kamu, kebahagiaan kamu dan kesempurnaan hidup kamu, " batin Adrian.
Lelaki itu selalu memaksakan dirinya untuk menahan amarah, benci, kesal, dan jijik setiap kali harus berlaku baik dan bersandiwara di depan keluarga Kavita.
"Meskipun aku harus menjadi lelaki penjilat yang menjijikkan seperti yang sedang aku lakukan saat ini, " gumam Adrian dalam hatinya. Lelaki itu saat ini sedang membakar daging untuk acara dinner terbuka mereka malam ini.
Tak lupa senyum manis ia suguhkan pula di hadapan semua orang, meski itu hanya senyum terpaksa.
"Sampai kapan ya gue harus pamer gigi terus kayak gini? Pegel juga ni pipi, " batinnya mulai kesal.
"Hubby ... udah mateng belum seafood nya? " Vita berjalan mendekat ke arah Adrian dan bergelayut manja di pundak suaminya tersebut.
Adrian tersenyum dan mengelus tangan istrinya, "Bentar ya, Beib. Ini mudah mau mau mateng kok,"
Lelaki itu lalu berjongkok di depan perut Kavita, "Ututu... anak Daddy udah laper ya? Sabar ya, Sayang," ucap Adrian seraya mengelus lembut perut rata Kavita yang berbalut dress.
Mata Kavita berembun, hatinya menghangat menerima perlakuan semanis itu dari lelaki yang dicintainya untuk yang pertama kalinya.
"Nggak usah baper, Kak. Modus doang tuh orang, " ucap Vero yang tiba-tiba lewat di belakang mereka, pemuda itu memang jelas-jelas bermaksud menyindir Adrian.
"Mulai lagi nih bocah," batin Adrian kesal.
"Vero ... kamu nggak boleh kayak gitu ah sama Abang kamu, yang sopan dong ngomongnya. Mas Adian 'kan abang kamu juga, " tegur Kavita pada Vero, yang membuat Adrian membusungkan dada bangga karena mendapatkan pembelaan dari istrinya.
Vero mendengus malas, "Ya.. ya.. begitulah kalo orang udah dibutakan oleh cinta," ucap Vero yang langsung melenggang pergi begitu saja setelah merasa tak di dengarkan oleh kakaknya.
"Maafin Vero ya, Hubby.. Vero 'kan masih muda, jadi ya gitu.. emosinya masih labil, " Kavita berusaha menenangkan suaminya.
"Nggak papa, aku juga bisa maklum kok, " jawab Adrian berkata nggak papa di bibir, tapi di hatinya berdecih.
__ADS_1
"Begok banget sih Si Vita! Bisa-bisanya dia masih aja ketipu sama Si Adeian itu. Hmmh! Gue mesti cari cara biar Si Vita bisa segera menjauh dari suaminya itu. Sebel gue, " gerutu Nadhiva dari agak kejauhan dimana tempatnya duduk berada.
Valdi jadi turut memperhatikan interaksi antara Adrian dan Kaviita yang memang terlihat sangat romantis saat ini. Tapi lekaki itu tak mengucapkan apa-apa dan tak bereaksi apapun.
Dokter Valdi malah justru terkekeh melihat reaksi berlebihan dari wanita yang duduk di sebelahnya terhadap Adrian dan Kavita itu. Apalagi jika teringat Kavero tadi yang kilatan matanya tampak sangat terlihat jika ia tak suka dengan apa yang dilakukan Adrian terhadap kakaknya.
"Cemburu, Mbak? " komentarnya pada Diva.
Nadhiva mendengkus, "mana ada gue cemburu sama lelaki modelan kayak Adrian kayak gitu, najis ya, " jawab Diva tegas.
"Aku tuh cuma kasihan aja sama Kavita, kalau sampai dia cuman dimanfaatin atau ditipu sama Si Adrian itu. Soalnya, Kavita emang belum pernah sama sekali deket sama cowok. Apalagi jatuh cinta sama cowok sampai bucin macam itu. Hal ini pertama kalinya dialami Vita, dan dia diperlakukan buruk sama tuh laki, tapi bisa-bisanya Kavita masih mau maafin Si Adrian itu. Gila ya!" Terang Diva panjang lebar. Yang sontak membuat kedua alis Valdi terangkat.
"Belum pernah jatuh cinta dan belum pernah berhubungan sama cowok sebelumnya? " tanyanya memastikan.
"Ya, bener. Vita itu mungkin dari luarnya aja kelihatan kayak cewek gaul dan tau segala hal, tapi sebenarnya hatinya itu polos, sepolos tisu yang baru aja dibuka dari plastiknya, " jawab Diva membenarkan sekaligus berumpama.
"Perumpamaan lo, Bu! "
"Oke-oke sorry, Mbak Nadhiva yang cantik jelita sepanjang masa, "
Diva melirik tajam dokter Valdi yang terdengar menggombalinya, "lo ngegombalin gue, dokter? "
"Enggak! Mana gue berani ngegombalin cewek galak kayak lo," elak Valdi sembari melambaikan-lambaikan kedua tangannya.
"Berarti bener yang udah gue duga selama ini, Vita itu emang cewek baik-baik. Sayang aja dia malah jatuh ke pelukan cowok brengsek kayak si Adrian. Cowok yang bahkan nggak punya prinsip dan pendirian sama sekali. Pengen gue bejek-bejek juga tuh orang! " batin Faldi yang merasa mulai jengkel juga.
Tapi apa boleh buat, cinta Kavita sudah lebih dulu berlabuh untuk Adrian. Bahkan wanita itu terkesan bucin yang berleverl dewa hingga akan terasa sangat sulit jika harus menjauh. Apalagi ditambah dengan kondisinya yang kini tengah mengandung anak dari lelaki itu, akan membuat Vita susah untuk pergi dari Adrian. Mungkin.
"Kalau seandainya Kavita itu nikah sama gue, lo setuju nggak? " pertanyaan Valdi terlontar begitu saja dari bibirnya.
Nadiva yang sedang meminum es kelapa mudanya, mendadak tersedak dan menyemburkan air itu kembali mendengar perkataan dokter Valdi.
Wanita itu sama sekali tak menyangka jika Valdi yang merupakan seorang dokter muda dan tampan bisa bercanda seperti itu.
__ADS_1
"Bercanda lo nggak lucu ya, Di, "
"Sebenarnya gue setengahnya nggak bercanda juga sih, aslinya gue emang kagum sama Si Vita itu. Sayangnya aja gua udah kalah cepet sama Si Adrian. Siapa juga yang tahu kalau dia bakal dijodohin sama cowok kayak Adrian itu, "
"Yang bahkan udah melabuhkan hatinya pada Vara, sepupu gue tanpa sepengetahuan kalian," lanjut Valdi di dalam hatinya.
Nadiva sedikit mengerutkan keningnya, "Kok Si Valdi bisa tau kalo Vita sama Adrian itu dijodohin? Apa Kavita udah cerita-cerita sama ni dokter? "
"Baru juga tahu Si Kavita di kata-katain dengan kalimat yang kayak gitu sama Si Adrian aja kalian udah benci setengah mati sama itu orang. Gimana kalau kalian sampai tahu yang sebenarnya tentang hubungan Adrian dengan Vara.. hmm bisa-bisa kalian langsung ngebakar Adrian idup-idup kali ya," batin Valdi lagi.
"Tapi gue dukung sih kalau kalian mau ngebunuh Adrian, meskipun pembunuhan itu dilarang. Tapi.. pakai tapi nih! Jangan bunuh fisiknya, tapi bunuh hati dan jiwanya. Karena itu adalah kematian yang sangat nyata bagi pria seperti Adrian, " Valdi sibuk sendiri dengan pemikirannya, hingga tanpa sadar sudut bibirnya terangkat ke atas.
Ya, itulah Valdo dan Valdi, si saudara kembar identik yang mencintai wanita yang sama-sama merupakan istri dari Adrian, meskipun wanita itu keduanya berbeda orang.
Itulah cinta, yang kita sama sekali tak bisa menyalahkannya. Karena kehadirannya yang tak tau akan berlabuh kepada siapa saja orangnya, yang bahkan tak kita sangka-sangka sebelumnya.
🔥🔥🔥
Makasih banyak udah mampir di karya Othor ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like👍, komentar positif, gift 🎁, Vote dan rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ 5 ya.
Semua itu mungkin terlihat sepele bagi kalian, tapi sangat berarti bagi Author😍
Dan jika berkenan kalian bisa juga mampir di karya Author yang lain yang berjudul
'Apa Salahku, Ibu Mertua?'
Yang Up beriringan dengan novel Kavita ini.
Di sana nggak kalah seru dan menguras emosi. Ada Angita yang selalu disiksa oleh ibu mertuanya itu membuat emosi tersendiri pada jiwa kalian nantinya.
Kalian juga bisa memaki dan mencaci Ibu mertua si Anggita itu dia sesuka hati kalian, bahkan jika mau menyumpah serapah ataupun mendoakan agar ibu mertua nerna Siska itu mendapatkan karmanya juga boleh banget loh😆
Makasih semuanya... love you all❤
__ADS_1