
"Apa itu, Nak Valdi? "
Valdi segera menetralisir rasa keterkejutan nya, ia segera menyayangi kembali sebuah barang yang semula di pegangnya. Senyum canggung ia tunjukkan kepada laki-laki paruh baya yang kini sudah duduk di sampingnya.
"E, eh, Om Indra, " ucap Valdi salah tingkah.
Papa Indrawan terkekeh melihat kegugupan Valdi.
"Kamu masih malu saja sama Om, Di... Di. Padahal kamu sudah Om anggap seperti anak Om sendiri loh. Malah kamu yang masih menganggap Om ini orang asing, " ujar Papa Indrawan.
Valdi menggaruk kepalanya yang tak gatal, "bukannya gitu, Om. Cuma... Cuma ... apa ya, "
"Cuma apa?" Om Indrawan seakan menggoda Valdi yang memang merasa begitu canggung dan malu padanya.
"Maaf, Om. Kalau Valdi terkesan grasah grusuh atau terburu-buru perihal Kavita. Valdi cuma nggak mau terlambat lagi, Om, " akhirnya Valdi memberanikan diri untuk jujur juga pada ayah dari wanitayang di sukainya itu.
__ADS_1
"Terlambat... lagi? Maksud kamu dengan 'lagi' itu gimana? "
Valdi pun menceritakan bagaimana ia dulu pernah melihat Kavita saat di pesta dan merasa tertarik pada wanita itu, namun ternyata ia malah terlambat untuk mengenalnya. Tau-tau Kavita sudah menikah dan hamil dari hasil pernikahannya dengan lelaki lain. Makanya, kini Valdi tak ingin terlambat untuk yang kedua kalinya. Ia terus memepet Kavita begitu ia mendapatkan kesempatan. Apalagi setelah Kavita resmi bercerai dari Adrian dan sudah berstatus single. Valdi merasa harus gercep, tetapi tak boleh juga terkesan grasah grusuh yang nantinya malah justru akan membuat Kavita menjadi ilfil terhadap dirinya.
Papa Indrawan manggut-manggut, ia pun seakan flashback pada kejadian beberapa tahun yang lalu dimana ia menghadiri pesta yang diadakan oleh mantan besannya saat peresmian kantor cabang baru perusahaan mereka. Waktu itu memang ia sempat bertemu dengan dokter Valdi meskipun belum mengenalnya. Rupanya ia masihlah bersaudara jauh dengan Adrian, mantan menantunya.
"Seandainya dulu Om ini mengenal kamu terlebih dahulu, saat itu Om pasti akan menikahkan Kavita dengan kamu, Di. Bukan malah dengan laki-laki yang sudhs beristri dan tidak bertanggung jawab seperti mantan suami Kavita itu," ucap papa Indrawan dengan tersenyum miris. Lelaki itu menghela nafas dalam, begitu terlihat menyenangkan di dalam dirinya yang sama saja dengan menjadikan putrinya yang kedua, kemudian harus menjadi janda di usia muda.
"Om jangan seperti itu, mungkin semua ini memang sudah jalan takdir, antara kami harus ada Adrian terlebih dahulu. Dan jika memang saya nantinya di jodohkan dengan Kavita, itu pasti sudah menjadi bagian dari takdir kami berdua, Om, " ucap Valdi bijak.
Valdi tersenyum, "makasih, Om. Tapi... " Valdi menghentikan perkataan nya.
"Apa? " tanya papa Indrawan penasaran.
"Valdi beneran boleh 'kan, Om, buat deketin Kavita? Dan jadiin Kavita pendamping hidup Valdi?" Valdi mengutarakan niatnya lagi, setelah bisa menguasai kegugupan nya.
__ADS_1
"Kamu memang pemuda yang beda, Valdi. Disaat lelaki lain mengutarakan isi hatinya pada wanitanya terlebih dahulu, kamu justru sebaliknya. Malah memintanya pada Om dulu, padahal kamu Baum ngomong apa-apa kan sama si Vita? "
Lelaki muda itu tertawa pelan, memamerkan deretan giginya, "Om tau aja, " ucapnya kemudian sambil malu-malu.
"Valdi... Valdi. Kali Om sih, setuju-setuju saja. Kamu itu pemuda yang baik, dan semoga saja kamu juga benar-benar tulus sama putri Om. Jadi semuanya Om kembalikan pada Kavita, karena semuanya dia yang akan menjani, " papa Indrawan enghadap ke depan, tatapannya menerawang jauh.
"Sudah cukup satu kali Om membuat langkah yang salah dan menjerumuskan anak Om ke dalam neraka rumah tangga yang di bangun oleh Adrian, menantu pilihan Om. Makanya, untuk selanjutnya semuanya biarlah Kavita sendiri yang menentukan bagaimana kehidupannya untuk kedepannya, " lanjutnya kemudian.
"Baiklah, makasih banyak, Om, atas izinnya. Valdi bakalan berusaha untuk mendapatkan hati Kavita dan baby Kava, "
"Semangat ya, Di, "
"Siap, Om, "
"Ehm... ehm. Yang lagi pedekate ama camer, " goda Vero yangewat sambil berlalu, meninggalkan tawa yang nyaring. Pipi Valdi memanas dibuatnya.
__ADS_1