Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Akhirnya Aku Memilih Pergi


__ADS_3

Adrian semakin mencari alasan dan membuat masalah untuk menunda dan mengulur-ulur waktu jalannya persidangan. Begitupun Valdi yang semakin mencari bukti untuk bisa memperkuat alasan Kavita menggugat cerai Adrian.


Karena semakin cepat Kavita dapat berpisah dari Adrian, maka akan semakin cepat pula baginya untuk bisa mendapatkan kesempatan mendekati Kavita nantinya. Hahaha ... modus juga kamu, Dokter Valdi.


Papa Indrawan pun semakin berasa gerah saja melihat tingkah Adrian yang semakin menjadi. Tekadnya untuk mempercepat perceraian antara Kavita dan lelaki nyang pernah dipilih olehnya itu semakin besar. Dirinya semakin yakin jika Adrian memang bukan lelaki yang baik untuk putrinya, sedangkan sebaliknya, dokter Valdi lah yang merupakan lelaki terbaik yang sebenarnya menurut pengamatannya beberapa waktu ini.


Tapi tetap saja, ia tak lagi ingin menilai sesuatu hanya berdasarkan penilaiannya sendiri, dan memutuskan sesuatu sesuatunya sendiri seperti dahulu. Ia tak ingin kembali salah dalam memilihkan pendamping hidup untuk Kavita. Mungkin kali ini dirinya akan menyerahkan soal pendamping putrinya itu pada Kavita sendiri.


"Apa-apaan ini? Bukankah seharusnya persidangan akan berjalan cepat dan lancar kalau Kavita tidak hadir? Tapi kenapa masih bisa ditunda da lagi? " ucap papa Indrawan marah pada pengacaranya.


"Maaf, Tuan, sepertinya ada yang tidak beres antara pihak tergugat dengan anggota pengadilan, " jawab Pak Dodi selaku pengacara. Ia mengamati Adrian dan juga kedua orang tuanya sepanjang berjalannya persidangan. Mereka tampak santai meski tak ada Kavita yang turut hadir disana.


"Maksud kamu, mereka merekayasa persidangan ini? Bagaimana bisa? " seru papa Indra. Ia semakin marah mengetahui hal seperti itu bisa terjadi kepadanya.


"Menurut pengamatan sya seperti itu, Tuan. Padahal seharusnya sidang sudah diputuskan tadi, karena nona Kavita tidak menghadiri persidangan tersebut, "


"Mereka benar-benar sudah sangat keterlaluan kali ini. Awas saja, aku akan tunjukkan bagaimana kekuatanku juga. Mereka tidak akan bisa lagi seenaknya setelah ini, "


"Setuju, Om. Valdi juga udah punya bukti-buktinya untuk memberatkan Adrian dalam persidangan selanjutnya. Valdi yakin, setelah ini mereka tidak akan punya cara lagi untuk berkilah walau apapun yang mereka lakukan di belakang, "


Papa Indra menoleh pada sosok pemuda yang baru saja datang. Valdi tersenyum di ambang pintu, dengan tangan yang memegang sebuah berkas.


"Oh, Dokter Valdi. Silahkan duduk, Nak!"

__ADS_1


Amarah papa Indra yang semula sudah memuncak di ubun-ubun, kini bisa menyusut mendengar penuturan yang disampaikan oleh dokter muda nan tampan rupawan itu.


"Makasih, Om, " Valdi berjalan pelan menuju kursi yang ada di depan papa Indra.


Sedangkan dua orang lainnya, yakni Om Dino dan Pak Dodi sejak tadi masih berdiri di tempatnya semula. Mana berani ada yang beranjak dari sana kalau papa Indra masih marah dan belum memberikan perintah kepada mereka berdua untuk pergi.


"Apa maksud kamu tadi dengan berbicara seperti itu, maksudnya kamu memiliki bukti apa? " tanya papa Indra to the point.


Valdi pun menjelaskan tentang semua berkas yang selama ini ia kumpulkan. Bukan suatu hal yang main-main, Valdi sudah menyelidikinya terlebih dahulu sebelum yakin jika barang tersebut bisa menjadi bukti yang kuat di persidangan nantinya.


"Disini, " Valdi mengangkat tas yang berisi berkas-berkas hasil dari penerusnya, "Ada semua bukti yang kita butuhkan, Om. Dari mulai awal Kavita disakiti oleh Adrian, disia-siakan, dibohongi, serta ditipu oleh keluarga besar dari Adrian itu, "


Kedua bola mata papa Indra membulat, ia tak menyangka jika pemuda di hadapannya tersebut bisa sejeli itu dalam mengamati semuanya.


"Iya, Om. Valdi bakal jadi saksi di persidangan selanjutnya. Dan kita bisa memastikan, persidangan besok akan menjadi persidangan yang terakhir, dan menjadi sidang putusan, "


Mungkin bisa terlihat sebagai pahlawan kesiangan, tapi Valdi memang baru bisa merasa yakin jika semua bukti itu memanglah bukti yang kongkrit, dan ia yakin jika sidang perceraian Kavita akan segera dapat diputuskan. Serta pihak Kavita bisa mendapatkan hak asuh baby Kava yang merupakan anak kandung dari Kavita dan Adrian. Yang berarti garis keturunan asli dari keluarga Wijaya.


Sebab memang itulah yang mereka incar jikapun tak bisa mempertahankan Kavita untuk bisa tetap menjadi bagian keluarga mereka. Meskipun Adrian tetap berusaha sekuat tenaganya untuk bisa mendapatkan keduanya, tetapi jika tak bisa, salah satunya pun tak apa menurut papi Wijaya.


Papa Indrawan mengangguk-anggukkan kepalanya, ia tersenyum puas mendengar penjelasan Valdi. Ia berharap jika smuanya bisa berjalan lancar nantinya. Karena ia ingin melihat anak dan cucunya itu bahagia.


🍃🍃🍃

__ADS_1


"Mau kemana kamu, Adrian? "


"Adrian mau ke tempat Kavita, Pi, "


"Kemana lagi kamu mau nyari dia? Belum cukup kamu buat malu keluarga kita, hah? "


"Adrian udah tau dimana Kavita tinggal saat ini, Adrian juga gak bakal bikin keributan kok. Aku bakalan ngomong baik-baik sama Vita, "


"Apa perkataan kamu itu bisa dipercaya? "


"Apa Papi nggak percaya sama anak Papi sendiri? Bukankah Papi selalu percaya sama Aditya, kenapa sama Adrian enggak? "


Papi Wijaya terdiam sejenak sebelum menjawab, "itu karena kamu sendiri yang sudah merusak kepercayaan Papi! Kamu yang sudah mengacaukan semuanya, bahkan kamu juga mencoreng nama baik keluarga besar Wijaya dengan tingkahmu yang seperti preman itu! " serunya kemudian. a


"Huh! Itu juga salah Papi sendiri, kenapa dulu Papi menjodohkan aku dengan Kavita, bahkan saat itu aku sudah menolaknya dengan tegas, " seru Adrian membela diri, ia pun tak ingin disalahkan seorang diri, "dan sekarang, giliran Adrian udah cinta sama Vita, kalian dengan mudahnya mau mendukung perceraian ini? " teriak Adrian marah.


Lelaki itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "Enggak, Pi! Adrian akan melakukan apapun untuk bisa membuat Kavita kembali kepadaku, aku akan membangun rumah tangga ku dengan Kavita mulai dari awal lagi! "


"Baiklah kalau memang kamu bisa melakukannya, silahkan saja. Tapi kalau sampai kamu kembali membuat ulah yang bisa lebih mempermalukan keluarga kita lagi, Papi bakalan menurunkan jabatan kamu di perusahaan kita! " ancam Papi Wijaya dengan tegasnya.


"Oke! " Adrian langsung berbalik degan cepat dan segera menuju ke mobilnya, sudah ada beberapa bodyguard di dalamnya yang siap untuk mengawalnya.


Apa Adrian benar sudah tau dimana keberadaan Kavita?

__ADS_1


__ADS_2