Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kecanduan


__ADS_3

Flashback On.


"Kopi pak Joko."


"Oh iya makasih dek, kebetulan banget. Saya sedikit ngantuk."


jawab pak Joko diaera parkir gedung kantor Johan Gruop.


Beberapa saat kemudian disaat yang bersamaan jam sudah memasuki jam pulang kantor.


...


"Hoamm..."


"Hoamm.."


Tak henti-henti pak Joko terus menguap ditengah perjalanannya mengantar Choki pulang kerumah besar.


Choki yang asik dengan ponselnya tak menyadari bahwa pak Joko selaku supirnya tengah mengantuk berat ditengah mengemudinya.


"Haduh gimana ini.. Ngantuk banget mataku."


Gumam pak Joko dalam hati sembari memejam mejamkan matanya berharap rasa kantuknya menghilang.


Namun hasilnya nihil, rasa kantuk itu benar-benar menguasai diri pak Joko. Hingga setir yang dikemudinya hilang kendali diiringi kaki kanan yang terus menekan pedal gas mobil.


"WAAA WAAA... PAK JOKOO..!!"


Teriak Choki saat sadar keseimbangan mobilnya lepas kendali kekanan dan kekiri hingga akhirnya menabrak beton pembatas jalan.


CIITTTT... BRAGGGHHH.!!!


......................


"Cepat angkat. Mumpung sepi.."


Seru seseorang pada orang yang berada didekatnya. Tubuh Choki yang masih syok dengan tingkat kesadaran yang masih sangat minim.


Pelipis dahinya mengeluarkan d4rah cukup deras, tubuh Choki menghantam bagian belakang kursi penumpang. Pelipisnya terkena pecahan kaca mobil yang pecah karna benturan.


Bahkan beberapa pecahan kaca itu tertanc4p didahinya. Untungnya tubuhnya tidak terpental keluar karna ia menggunakan sabuk pengalam yang melingkar dipinggangnya.


Penglihatannya kabur saat mencoba menatap siapa yang mengangkat tubuhnya keluar dari mobil.


Otaknya masih bisa berfikir jikalau tubuhnya diangkat lantaran hendak ditolong oleh warga sekitar.


Namun ternyata dugaannya salah besar, memang benar dirinya ditolong krluar dari mobil. Tapi bukan untuk dibawa kerumah sakit, melainkan dibawa kesuatu tempat dimana terdapat gedung terbengkalai yang berada cukup jauh dari pusat kota.


"Haahh.."


"Untung kita gerak cepat. Kalau enggak, pasti akan membuat warga sekitar curiga."


"Haahh benar banget. Gue salut sama ide lo ngasih obat tidur dikopi tu supir. Jadinya kita gak akan dicurigai saat polisi menyelidiki nanti."


"Karna memang pyurr ini murni kecelakaan tunggal karna mengantuk saat mengemudi."

__ADS_1


Obrolan itu terdengar sangat jelas ditelinga Choki. Namun matanya dangat sulit untuk terbuka karna rasa sakit yang teramat masih ia rasakan dibagian kepala.


"Aagghhh.."


Keluh Choki dalam hati saat mencoba membuka mata lalu mencoba menggerakkan tubuhnya yang meringkuk dikursi belakang serta tangan yang diikat tali tambang spagetti melilit ditubuhnya, membuatnya sulit untuk bergerat.


Tak berselang lama mobil berhenti setelah berjalan dijalan bebatuan. Mengapa Choki bisa tahu.. Karna dia bukan tempe WKWKWKW.


Jadi karna ia merasakan perbedaan gerakan roda mobil yang alus saat berjalan dijalan aspal lalu bergerak kasar dijalan bebatuan.


Saat mobil berhenti, kedua pria asing yang membawa Choki ketempat asing ini keluar dari luar mobil lalu membuka pintu sekaligus memopong tubuh Choki keluar dari mobil.


Tubuh Choki masih tak berdaya lantaran diikat dan kondisinya juga masih lemah akibat kecelakaan yang menimpanya.


"Ayok jalan.!"


"Tubuhmu berat juga ternyata"


Oceh pria asing itu mengeluh saat memopong tubuh Choki, sedangkan pria asing satunya hanya bisa memutar mata malas.


"Si..apa ka..lian.?"


Lirih Choki bertanya ditengah langkahnya masuk kedalam sebuah ruangan terbengkalai.


BRUGH.!!


Tubuh Choki dihempas kedepan hingga ia terhuyung tersungkur kebawah lantai yang berpasir kasar.


"Ssshh agh.." Choki meringis kesakitan lalu melihat kearah depan.


"You.!" Ujar Choki tajam.


"Heh. Annyeong Choki-sii." seringai Kim sinis menatap Choki.


"Sudah ku duga, ternyata kau tak akan menyerah untuk mendapatkannya." Seru Choki tajam dalam bahasa korea.


"Ha Ha Ha.. Bahasamu cukup baik terdengar ditelingaku Choki-sii."


"By The Way. Dimana wanitaku.?" Ucap Kim tanpa basa basi.


Semenjak Karin kabur dari apartemennya, Kim tak tinggal diam. Dia menyuruh bawahannya untuk memantau keberadaan Karin dan gerak gerik Karin.


Baginya itu semua adalah hal mudah untuk digapai, akan tetapi hanya satu yang belum ia dapatkan. Yaitu informasi mengenai seseorang yang membantu Karin saat kabur dari apartemennya.


Kim sudah berkali-kali mengirim email keperusahaan Choki, dalih untuk mengajak kerja sama antar perusahaan. Namun ternyata strateginya terbaca oleh Choki.


Pesannya emailnya tak kunjung dapat balasan. Sekalinya dapat balasan yaitu penolakaan dengan alasan harganya yang tak cocok.


Kim menyeringai senyum dingin saat mengetahui dari sekertarisnya bahwa Johan Gruop menolak tawaran kerja sama.


......................


"Kau sudah mengetahui rupanya niat dari kerja sama yang aku tawarkan untuk perusahaan kita."


Seru Kim sembari berdiri dari duduknya dan melangkah menghampiri Choki.

__ADS_1


"Heh. Rencanamu terlalu mentah untuk disantap Kim."


Bugh! Satu pukulan mendarat diwajah Choki.


Siapa yang mukul.? Tentu saja Kim, ia kesal dan geram saat menatap wajah Choki yang terlihat sombong dan angkuh.


"KATAKAN DIMANA KARINA.!!"


Kim berteriak dengan menarik kasar kerah Choki. Tatapan tajam Kim menatap Choki tak main-main soal pertanyaannya barusan.


Tak ingin merasa diintimidasi, Choki kembali menatap wajah Kim tak kalah tajam.


"Cih. Lihat dirimu Kim, kau terlihat bodoh sekarang. Karna kebodohanmu Karina sampai pergi meninggalkanmu begitu saja. Ha ha ha .!!"


Choki mengejek Kim dengan tatapan penuh ejekkan serta tawanya yang tak kalah mengejek.


Kim tak menjawab apapun dari pernyataan yang dilontarkan Choki, akan tetap raut wajah serta rahangnya yang mengeras tak bisa dibohongi. Sangat jelas bahwa Kim sedang dilanda emosi saat ini.


"Oh ya.. Apa kau sudah mendapat informasi juga bahwa wanitamu masih mencintaimu atau tidak.?"


"Jika belum. Ha ha, kau memang pantas dikatakan bodoh Kim." lagi-lagi Choki mengejek Kim dengan ucapannya.


"Ma..ksudmu.!?" tanya Kim bingung dengan ucapan Choki.


"Haish pabbo.!!"


"Bibirnya saja sudah sangat memabukkan. Bahkan kau sendiri bisa sampai rela-rela datang jauh-jauh kemari untuk mendapatkan Karina lagi."


"Dia memang sangat nikmat, aku sendiri sangat kecanduan akan gair4hnya. Heh."


Seru Choki dengan seringai senyum licik diwajahnya.


"KAU..!!!!"


"AAAGGRHHHH!!!!."


Bugh!! Bugh!! Bugh!!


Pukulan demi pukulan Kim layangan diwajah dan perut Choki.


Hatinya terbakar api cemburu saat mendengar pernyataan Choki. Meskipun Choki tak memberi point dari pernyataannya.


Otak Kim sudah pasti konek akan maksud dari ucapan Choki.


Flashback Off.


......................


Sorri baru up guys..


Author dari kemarin lagi kemas-kemas buat mudik.


Alhamdulillah sekarang udah dikampung halaman. Yeayy🥳🥳


Jangan lupa komen dan like ya guys. Makasih 😘

__ADS_1


__ADS_2