Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kecelakaan


__ADS_3

......................


CIITTTTT..


Braaggghh...!!!!


......................


...Pukul 20.00...


Slamat malam para pemirsa sekalian. Informasi berita hari ini, telah terjadi kecelakaan tunggal dijalan Xx yang mengakibatkan kerusakan parah pada mobil mewah mersa dan memakan korban seorang supir yang tewas ditempat. Diduga karna mengantuk dan hilang kendali. Berikut tayangannya.


......................


Ternganga, bengong dengan mata tak berkedip saat menatap layar televisi.


Itulah eskpresi Boby saat bertugas dipos depan sembari menonton siaran berita.


Seketika otak Boby yang payah ini mencerna berita dan berfokus pada mobil yang disorot kamera yang terlihat hancur parah dibagian kepala, dan dibagian kursi pengemudi yang tercecer d4rah yang disensor. Dan kaca mobil yang hampir 70% pecah karna benturan kuat menghantam beton pembatas jalan.


"Hah ASTAGFIRULLAH..!!"


Kejut Boby langsung berdiri begitu sadar mobil yang mengalami kecelakaan adalah mobil majikannya.


"RIAANNNNN..!!"


Teriak Boby memanggil Rian yang ternyata sudah berlari menghampiri Boby di pos depan.


"Hah... Bob ayok, kerumah sakit sekarang.!"


Ucap Rian terengah dengan sikap gelapan dan panik bukan main. Rian ternyata sudah mendapat kabar dari rumah sakit. Ia segera berhamburan lari menghampiri Boby.


"Bob, mo-bil bapak."


"Iya gue udah liat berita. Tapi..."


"Udah buruan, ntar aja bahasnya dijalan." potong Rian segera berlari menuju garasi mobil.


"Yan gue kedalem dulu. Orang dalem pasti belum tau kan.?"


Malihat Rian tak merespon, Boby langsung lari masuk kedalam dan segera naik kelantai dua.


Seperti malam biasanya, rumah sudah terlihat sepi sunyi. Para pemghuni rumah sudah membiasakan diri disaat jam 7 malam mereka sudah masuk kedalam kamar. Terutama Karin, maklum karna Maura masih balita, pola tidurnya masih belum teratur.


Bahkan terkadang pada sore hari menjelang malam, Karin sudah masuk lebih dulu kekamar karna Maura sudah tidur.


......................


Dengan langkah tergesah-gesah, ia menaiki anak tangga 2 hingga 3 anak tangga sekaligus.


Begitu sampai didepan pintu kamar Karin, Boby menelan salivanya sebelum mengetuk pintu.


Tokk tokk tokk

__ADS_1


...


Ceklek. !!


"Eh Bob, ada apa.?"


Seru Karin saat membuka pintu kamar. Lagi-lagi Boby menelan salivanya karna melihat penampilan Karin yang terbilang vulgar.


Menurut Boby, Karin ini sadar atau tidak dengan penampilannya yang secara tidak langsung ditunjukkan secara blak blakan didepan Boby.


Dress hitam berbahan sutra dengan tali spagetti yang menggantung dipuncak putih Karin. Membuyarkan niat awal Boby datang kesini.


"Oi Boby..!!"


"Ada apa.? Kenapa malah ngelamun."


Sentak Karin keras membuyarkan lamunan Boby yang menatap kosong penampilan Karin.


'Astaga.. Maaf Rin"


Boby menggeleng cepat lalu kembali fokus dengan tujuannya.


"Rin.. Apa lo udah lihat berita malam ini.?"


....


"Woi Boby, buruan!! Ngapain disana.?!"


Teriak Rian dari bawah yang membuat Boby panik saat ia bingung hendak memberitahukan keadaan sekarang mulai dari mana.


"Ada apa ini.? Bob. Kenapa.?" Tanya Karin panik.


"Rin tenang ya.. Insya Allah gak kenapa-kenapa. Gue sama Rian mau cek keRS. Lo dirumah aja jangan kemana-mana."


"Apaan sih kalian ini. Ada apa sebenernya.?"


"Kenapa gue harus dirumah aja.?"


Sejenak Karin terdiam lalu kembali menembak Boby dengan pertanyaan.


"Kak Choki." gumam Karin dengan gerakkan tangan menutup mulut.


"Apa terjadi sesuatu dengannya.?"


Sambung Karin dengan menatap instens wajah Boby yang ikut menatapnya dengan tatapan sedih.


"Rin tenang ya.. Ada berita nyiarin kecelakaan tunggal, dan mobil itu.."


Seru Boby memelan diakhir kalimatnya lalu beralih mengelus lembut lengan Karin guna menenangkannya. Namun sudah kepalang tanggung, Karin yang sudah keburu panik langsung lari kebawah menghampiri Rian.


Saat sampai dibawah, tangan Karin langsung ditahan oleh Rian. Melihat Karin menangis membuatnya tersentuh sedih.


"Ngapain lo nahan gue."

__ADS_1


"Ayok ke RS sekarang."


Ujar Karin histeris dengan menepis kasar tangan Rian, deru air mata terus mengalir deras dipipi mulusnya


"Maaf sebelumnya bu Karin. Lebih baik ibu dirumah aja, jaga non Maura."


"Kita juga dapat kabar masih abu-abu. Ibu berdoa aja dirumah ya. Selebihnya biar kami yang mengurus."


Tungkas Rian menjelaskan dengan suara lembut dan sopan.


Rian ke Karin sama sopannya saat ke Choki. Berbeda dengan Boby ke Karin, mungkin karna mereka lebih santai saat berbincang. Jadi untuk bahasa yang mereka pakai saat berbincang lebih santai, lain hal dengan Rian.


Wajah Karin menunduk dengan isak tangis yang masih terdengar. Sesak sekali mendengar suara isak tangis seorang wanita, membuat Boby yang baru sampai anak tangga terakhir menghela nafas berat.


"Udah yuk, gue anter ke kamar."


Seru Boby seraya menuntun lengan Karin namun langsung ditepis Karin dengan kasar.


"Kabarin gue secepatnya begitu kalian sampai di RS."


ujar Karin dengan lalu melangkah pergi meninggal mereka menuju kamarnya.


Tangis Karin masih terdengar ditengah-tengah langkahnya, suara itu bisa terdengar jelas dikedua pasang telinga Boby dan Rian.


......................


...Ditengah-tengah perjalanan....


"Yan lo liat berita tadi.?"


"Liat, mangkanya gue buru-buru nyusul lo ke pos. Pihak RS juga ngubungin gue lewat nomor hp pak Joko."


"Semoga pak Choki gak kenapa-kenapa. Untuk pak Joko semoga husnul khotimah."


Jawab Rian dengan raut wajah sedih saat menghadapi musibah yang menimpah majikannya dan juga pak supir (Joko) yang sudah ia anggap sebagai ayah sendiri.


Hal yang sama dirasakan Boby, raut wajahnya terlihat sedih namun tidak menangis. Mungkin karna memang kebanyakn pria menghadapi segala sesuatunya tidak dengan menangis.


"Tapi Yan.. Lo gak sadar, di dalam mobil cuma ada pak Joko."


***Deg.!!


......................


......................


Maaf guys baru up.


Insya Allah hari ini up doble ya, episode berikutnya ntar ya, tengah malem.


Makasih guys😘


Jangan lupa dukungannya ya.

__ADS_1


Di like sama komen.


Barang kali ada masukkan yang membangun untuk author kecil sepertiku ini 😊***


__ADS_2