Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
I Love You Babe


__ADS_3

Heemmppphhhhh.. Suara geliyatan tubuh Karin. Lalu tangannya meraba kesebelah tubuhnya. Dia mendapati kekosongan disana.


"Dimana dia?? Duh!! Sakitnya badanku," Gerutu Karin dengan suara khas bangun tidur.


Tulangnya serasa rentek karna pertarungannya semalam. Karin melewati hari yang cukup berat, dari perasaan kecewa karna pertanyaan Irene, lalu berubah menjadi tenang saat bertemu dengan Park dan juga Choki yang membuat hati dan pikirannya tenang. Dan kembali kecewa sekaligus emosi saat mendapati Irene berada diapartemen Kim dan sempat berseteru dengan mereka. Sampai pada akhirnya semua berakhir diatas kasur yang menjadi saksi bisu, atas pergulatan sepasang kekasih yang tengah memadukan kehangatan ditengah datangnya musim dingin. HAZEKKKKK!!🤪🤭


......................


Tak berselang lama, Karin bangkit dari tidurnya dan bergegas memakai baju. Saat sedang sibuk mengenakan pakaiannya, sekilas Karin mendengar suara gaduh diluar, ntah suara apa itu. Namun suara itu membuatnya penasaran dan memutuskan untuk melangkah mendekati suara gaduh itu.


"ASSTAGAA!!!!" Kejut Karin saat baru keluar dari kamar. Ia mendapati Dapur yang berantakan sampai tak bisa berkata-kata.



"Morning Chagia.." Sahut Kim tanpa melihat Karin, ia tengah sibuk dengan bahan masakan ditangannya.


Benar-benar diluar nalar, dapur benar-benar kacau. Banyak tepuk bertaburan dilantai, meja sudah penuh dengan semua alat masak. Karin hanya bisa menepuk jidat sembari melangkah perlahan karna kondisi lantai yang sudah pasti licin karna dilumuri tepung.


"Aigo.. Apa yang kau lakukan Kim.? Kenapa sampai jadi seperti ini.?!" Tanya Karin heran bercampur kesal. Sudah pasti setelah ini dialah yang akan membersihkan semua ini.


"Oh ini.?? A-aku sedang memasak, aku ingin membuatkan sarapan untukmu Chagi." Jawab Kim polos dan tetap fokus pada tepung yang ia tuangkan ke dalam mangkuk timbangan.


"Ah passs!! Selanjutnya aku akann.. Apa ya selanjutnya? Aku lupa dengan urutan cara membuatnya. Sebentarr, aku cek lagi." Oceh Kim sembari merogoh ponselnya dikantung celana guna melihat tutorial resep masakan di youtube.


"Kim cukup! Biar aku yang lanjutkan." Sahut Karin seraya menutup layar ponsel Kim.


"Aniyaaa.. Biar aku saja, kau tunggu saja dimeja makan. Sebentar lagi selesai, percaya padaku.!" Jawab Kim tegas lalu menatap Karin sembari melontarkan senyum.


Karin jengah saat mendengar ucapan Kim. Pasalnya Kim belum sama sekali melakukan apapun selain menimbang tepung dan ntah apa yang akan ia lakukan setelah menimbang tepung itu.


"Ahh ini, aku harus menuangkan air dan telur kedalam mangkuk yang sudah ada tepungnya." Oceh Kim pada dirinya sendiri. Kim bergegas membuka kulkas mengambil telur dan air. Dan dengan polosnya ia memecah telur dengan cara menepuk kejidatnya, lalu menuangkannya kedalam mangkuk timbangan yang berisi tepung tanpa memindahkannya kemangkuk lain.

__ADS_1


Sontak kelakuan Kim membuat Karin tertawa, sungguh konyol yang dilakukan Boss Kim ini.


"Chagia.. Sudahlah, biarkan aku yang melanjutkannya. Aku menghargai usahamu, tapi ini sungguh kacau sayang." Sahut Karin seraya menyentuh tangan Kim yang masih memegang cangkang telur.


"Tidak Chagia.. Aku bisa, akan ku selesaikan.." Ucap Kim kekeh, namun tangan Karin meremas pelan tangannya Kim. Tatapan Karin membuat Kim akhirnya menyerah dan mempersilahkan Karin untuk mengambil alih dapur.


"Apa yang ingin kau buat Kim.?" Tanya Karin sembari menuangkan tepung kemangkuk yang lebih besar.


"Eee ituu.. Aku tadinya ingin membuat pancake, tapi keburu kau bangung. Jadinya masakanku belum siap." Ucap Kim ragu dan menjadikan Karin sebagai alasan masakannya yang belum jadi.


Respon Karin hanya senyum dan kembali fokus dengan bahan-bahan makanan didepannya. Kim memerhatikan Karin sebagai wanita multitalenta yang bisa segalanya. Pintar, perhatian, telaten, dan yang pasti Lihaiii. Hemmm🙃


"Kim.." Panggil Karin sekilas melirik Kim yang berdiri tak jauh darinya.


"Nee babe.."


"Apa kau punya madu.?"


"Sebantar, aku cek dulu dikulkas." Kim bergegas membuka kulkas, namun tak menemukan madu yang dipinta Karin.


Beberapa menit kemudian, waffle ala Karin selesai dan siap dimakan. Setelah cukup lelah beraktivitas didapur membuat hidangan sembari membereskan dapur yang kacau seperti kapal pecah. Kim juga sesekali membantu Karin mengaduk adonan, namun Karin mencegahnya dan mengalihkannya untuk membersihkan lantai saja.



"Sipp.. Beres deh.!!" Ucap Karin pada diri sendiri setelah selesai menuangkan slai coklat keatas ice cream.


"Kajja kita makan bersama.." Ucap Karin hendak membawa waffle namun terhenti lantaran Kim memeluk Karin dari belakang. Pelukkan itu terasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kali ini terasa seperti meminta agar tetap ditempat dan jangan pergi.


"I Love You babe.." Bisik Kim dengan suara deep man. Karin hanya tersenyum merespon ungkapan Kim dan mengelus pipinya.


"Mee too babe.." Jawab Karin singkat.

__ADS_1


"Eemghh Kim jangan sekarang, tulang pinggangku masih terasa sakit karna semalam." Sahut Karin ketik Kim mulai menci*mi leher dan mengendus diarea telinganya. Kim melepas pelukkan dan ci*mannya seraya tersenyum bangga telah membuat pinggang Karin terasa sakit karna permainannya.


Setelah itu Karin mengangkat piring dan secangkir coffe lalu membawanya kemeja makan. Dan diikuti Kim dibelakangnya.


"Cah, makanlah.." Ucap Karin seraya meletakkan piring dan gelas dan melangkah hendak pergi.


"Tunggu, kau tak ikut memakannya.?" Tanya Kim seraya menahan lengan Karin. Respon Karin hanya menggeleng dan menatap Kim. Dengan cepat Kim menarik kursi dan menekan pundak Karin agar tubuhnya duduk dikursi.


"Tunggu disini.." Pinta Kim, lalu ia beranjak kearah dapur. Tak lama Kim kembali membawa gelas susu dan juga sendok. "Ayok makan ini bersama-sama." Pinta Kim kembali seraya menatap dalam bola mata Karin.


Lontaran senyum manis Karin ukir sembari mengangguk pelan. Mereka memakannya bersama tanpa rasa canggung. Sesekali saling tersenyum ketika tatapan mata mereka bertemu.


......................


Derasnya air shower mengguyur tubuh Choki dari kepala sampai kekaki. Wajahnya menunduk kebawah sembari menikmati guyuran air hangat yang membuatnya sedikit rilex.


Seketika Choki terkejut kecil tanpa menoleh saat merasakan pelukkan lembut dari Miranda yang tak tau sejak kapan ia masuk kekamar mandi.


Choki hanya diam dan tak menolak pelukkan dari Miranda. Lagi-lagi pikirannya teringat sosok Karin. "Seharunya kamu yang memelukku seperti ini. Tapi kenapa kamu pergi. Kenapa kamu.... Aaagghhh.!!" Suara Choki terdengar diakhir katanya. Ia mengusap wajahnya kasar dan hendak melangkah pergi. Namun tertahan karna Miranda narik lengan Choki.


Miranda sempat terkejut saat mendengar Choki mendengus kesal sembari mengusap wajahnya. Ia pikir Choki menahan diri agar tak mengulangi kejadian semalam. Dengan inisiatif Miranda kembali memeluk Choki namun kali ini dari depan. Perlahan ia meraba sesuatu yang sensitif disana. Choki yang seakan tau apa maksud Miranda, tanpa pikir panjang Choki langsung menekan kepala Miranda. Menuntunnya kebawah dan memintanya bermain disana dengan isyarat sentuhan tangan.


"Lakukan kalau kamu mau bermain dengannya. Tunjukin ke aku seberapa ahlinya kamu.!" Ucap Choki penuh penekanan. Spontan Miranda tersenyum sekaligus mencerna kalimat Choki. Namun pikirannya buyar saat mendapati sesuatu yang sudah mengeras. Lantas hal itu membuatnya tersenyum senang sembari melirik keatas dan menatap wajah Choki.


Tanpa pikir panjang Miranda langsung bermain, awalnya ia bermain dengan lembut namun seketika semua menjadi kasar saat Choki juga bergabung dengan menekan kepala Miranda, sesekali ia menghentakkan kedalam sampai Miranda mengeluarkan suara seperti mau muntah. Choki tersenyum sinis saat mendengar sekaligus menatap wajah Miranda yang kualahan dibuatnya.


......................


......................


Sorry guys kemari gak upload. Moodku lagi awur-awuran nih..

__ADS_1


Mau balikkin mood dulu kaya beberapa hari ini. Btw tetep UP kok, tapi UP Chat Story ya..


Yuk mampir ke Chat Story ku (Suami Kembar). Langsung aja klik profil ku. Pasti langsung ketemu, heheh..


__ADS_2