
......................
Hiks.. Hiks..
Tangis redam terdengar menyesakkan dada, Soya merosotkan punggungnya dibalik pintu kamar.
Saat Kim meninggalkannya ditengah makan malam, tak lama Soya ikut pergi masuk kedalam kamarnya.
Tangannya bergetar, dadanya sesak saat mendengar Kim kembali menjelaskan dan menyadarkannya atas pernikahan ini.
"Apa aku salah bila berharap pada pernikahan ini."
"Aku mulai mencintai dan nyaman saat berada saat berdekatan dengan suamiku."
Gumam Soya dengan suara bergetar. Tak bisa dipungkiri lagi, Soya jatuh hati pada Kim saat Kim tersenyum pada diakhir ia mengucapkan janji suci diatas altar.
Namun senyuman itu menjadi raut wajah datar dan dingin saat nyonya besar menghembus nafas terakhir dihari kedua pernikahan.
Nyonya besar mengalamin gagal jantung saat kembali menjalani pengobatannya dirumah sakit.
Sejak saat itulah sikap dan raut wajah Kim kembali dingin seperti biasanya.
Soya berusaha untuk mengembalikan senyum Kim dan mencoba mengambil hatinya. Namun slalu gagal dan ia hampir menyerah.
Pernah suatu hari saat Kim mengalami demam tinggi, dengan telaten Soya merawat Kim dari memberinya obat, menyuapi bubur dan bahkan semalam suntuk ia tak bangkit dari sisi Kim hanya untuk mengganti kompres sembari mengecek suhu tubuh Kim.
Namun hatinya seakan ditusuk beribu duri saat Kim merancau dalam tidur menyebut sang nenek dan juga wanita yang ia cintai (Karina).
Betapa sakitnya telinga Soya saat itu, didepan matanya sendiri sang suami mengalirkan air mata dengan menyebut nama wanita lain.
......................
...Malam yang sama diIndonesia...
"Aagh.."
"Karina.. Panggil aku sayang"
"Katakan kau mencintaiku.. Ssshhh mpphh.."
__ADS_1
Desak Choki ditengah hentakkannya kepada Karin.
"Aaah sayang.. Lebih cepat.. Please"
"Ssshh.. Ya.. Aku mencintaimu Choki.. Aahhh"
Rancau Karin saat lantunan Choki menyentaknya tanpa ampun.
Senyum kemenangan diukir Choki melalui bibirnya, merasa menang bisa membuat Karin luluh lantah dibawah dirinya.
Malam panas kembali terulang lagi seperti malam sebelumnya. Bahkan malam ini lebih menggairahkan kedua insan yang tengah dilanda kerinduan akan sentuhan panas seperti sekarang.
"Haah... Hahh.."
Keluh nafas terengah keduanya begitu terdengar engap. Keduanya tersenyum surai menampakkan gigi rapih mereka satu sama lain saat tatapan mereka bertemu.
Choki memiringkan tubuhnya, berpangku pada satu tangan dan menatap wajah Karin yang terus mengeluarkan keringat.
Nampak sexy dimatanya saat melihat wajah lelah wanita didepannya ini.
"Kamu hebat Rin.."
"Apa sih kak..."
"Beneran.!! Kamu bisa mengimbangiku."
"Tiga kali berturut-turut kamu menyanggupi ketika aku memintamu untuk menahan 0rg4sm3 lebih dari."
"Sampai akhirnya kita keluar bersama-sama."
Karin benar-benar malu sekaligus canggung saat Choki membahas ketika mereka bercinta tadi.
"Udah dong.. Aku malu.."
Seru Karin berucap dengan tangan yang menutup wajahnya.
Choki merasa gemas saat melihat tingkah wanita didepannya seperti ini. Tanpa perlu meminta izin, Choki berhamburan memeluk Karin dengan penuh perasaan nyaman saat menjatuhkan wajahnya didalam dada Karin.
Sontak Karin terkejut dengan tingkah Choki seperti balita yang tengah bermanja-manja dengan sang ibu.
__ADS_1
"Aku nyaman dalam pelukkanmu Rin."
"Bisakah ini terus berlangsung disetiap malamnya.?"
"He'em.." Karin berdehem seraya mengiyakan berkataan Choki.
"Aku mencintaimu. Berjanjilah akan slalu bersamaku dalam keadaan apapun. Mengerti.?"
Sahut Choki lagi dengan lembut seraya memejamkan matanya namun menunggu jawaban yang tak kunjung ia dengar.
"Karina.."
Karin terkejut saat Choki memanggilnya dengan wajah yag mendongak keatas menatapnya.
"Hem.? Gimana.?" Tanya Karin seolah tak mendengar ucapan Choki
Choki berdecak kesal karna ucapannya tak didengar, Choki menggigit punt1ng Karin dengan gemas yang membuat wanita itu langsung meringis kesakitan bercampur geli.
"AAAA iya iya.. Aku janji kak."
Ucap Karin cepat dengan satu tarikkan napas seraya menangkup kepala Choki agar melepas giginya dari punt1ngnya.
"Janji apa.?" Choki memastikan kembali jawaban yang Karin lontarkan.
"Janji untuk slalu sama kamu."
"Bener gak.?" jawab Karin dengan memastika kembali bawah jawabannya tak salah. Dan langsung diberi respon anggukkan kepala oleh Choki.
Keduanya berhamburan memeluk satu sama lain seolah tak ingin menjauh. Dua insan yang tengah dimabuk asmara memang membuat dunia seakan milik mereka berdua.
Tanpa peduli jikalau suara mereka menggema diseluruh ruang kamar, bahkan terdengar samar-samar dari luar.
......................
......................
Sorri guys baru up, aku lagi ajuin judul disebelah. Dan lagi ngerangkum naskah novel yang akan rilis setelah novel ini tamat.
Mohon dimaklumi guys 😁😁
__ADS_1