Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Jika Kau Mengizinkan


__ADS_3

"Aish sebel banget sih, punya boss resehnya kebangetan..!" Batin Karin, ia masih emosi saat Kim memberitahunya untuk bersiap siap. Karna besok siang jadwal pesawat pulang kekorea sudah dipesan. Semua plan Karin berantakan, yang harusnya masih bisa ngabisin waktu seharian bareng Choki. Tapi gagal karna Kim tiba-tiba ngirim pesan singkat, memberitahu Karin jadwal pulang kekorea dimajuin. Hal hasil Karin mau tau mau harus patuh akan perintah, pasalnya ia disini memang untuk pekerjaan, bukan untuk berlibur.


Karin sampai tak enak hati membatalkan plan mereka hanya melalui pesan singkat. Untungnya Choki adalah pria penyabar, jadi tak mempermasalahankan itu semua. Disatu sisi, Kim menyadari sikap Karin yang berubah lebih dingin. Kim melirik sekilas kearah Karin yang sedang melanum kesembarang arah dengan selimut menutupi setengah tubuhnya.


"Apa ada yang kau pikirkan Karin-shi..?" Tanya Kim yang membuyarkan lamunan Karin saat ini.


"Eoh.. Anii tuan, saya hanya berusaha untuk tertidur." Jawab Karin dengan kebohongan, ia sebenarnya masih merindukan Choki, namun mau bagaimana lagi. Pertemuannya memang tidak direncanakan sebelumnya.


"Jangan bersedih hati, kau bisa menikmati keluar negri lagi nanti, setauku beberapa bulan kedepan akan ada pertemuan seperti ini lagi dieropa. Kau cari tau kapan pasti jadwal itu." Jelas Kim saat mencoba menghibur Karin, meski tujuannya tak jauh dari pekerjaan., tapi setidaknya itu sama aja dengan tour.


"Nee Tuan."


......................


Setibanya mereka di-Korea, Kim mengajak Karin untuk bermalam diapartemennya, awalnya Karin menolak. Namun karna waktu memang sudah menunjukkan pukul 11 malam, mau tak mau Karin menerima tawaran Kim untuk bermalam diapartemennya.


"Kajja, masuklah.. Jangan sungkan." Ucap Kim seraya menekan tombol password pintu.


Begitu Karin memasuki apartemen, ia sempat terkejut dengan interior yang begitu indah dan yang pasti barang-barang yang terpajang tidaklah murah, sampai rasanya untuk menginjakkan kakinya dilantai harus berhati-hati.


"Wah.. Selera tuan Kim oke juga, dia pandai dalam hal desain rupanya." Batin Karin berbicara dan matanya mengarah kepenjuru ruangan.


Kenapa dia tetap diam disana. Batin Kim bertanya saat melihat Karin masih mematung didekat pintu. "Apa kau akan tetap disana sampai besok pagi.?"


"Mwo..? A-ah maksudku nee tuan, apa kau memanggilku.?" Ucap Karin terkejut saat Kim bertanya padanya.


"hem.. Kau terus mematung disana, apa kau tidak lelah, kajja ikut aku., Kamarmu ada disana." Ucap Kim seraya berjalan dan diikuti Karin dibelakangnya.

__ADS_1


Ceklek, Pintu terbuka. "ini kamarmu, kau bisa istirahat didalam." Ucap Kim sembari menyeret koper milik Karin kedalam kamar.


"Gamsahabnida seonsaengnim." Ucap Karin sembari menundukkan kepala.


"emm. Nanti jika sudah selesai, keluarlah. Aku sudah memesan makan." Ucap Kim seraya keluar meninggalkan Karin dikamarnya.


......................


Sesuai permintaan Kim, setelah Karin membersihkan diri, dan berganti pakaian. Setelah itu Karin keluar menuju ruang tengah apartemen, dan ia melihat Kim sudah menunggu dimeja makan bundar berukuran sedang, yang hanya cukup untuk 2 orang.


"Mianhae tuan, membuatmu menunggu lama.." Ucap Karin melajukan kakinya mendekati meja makan dan langsung duduk dikursi kosong yang langsung berhadapan dengan Kim.


"Tak apa Karin-shi, kajja mari kita makan, aku sudah lumayan lapar saat ini." Jawab Kim seraya menggosok-gosokkan tangannya saat menatap makanan dimeja makan. Karin peka ketika melihat gelagat Kim, ia langsung membuka box makanan dan menyodorkannya untuk Kim.


Mereka makan tanpa membicarakan apapun, hanya sesekali memuji makanan yang mereka makan, dan sesekali Karin mengecek layar ponselnya. Setelah selesai makan, Karin berinisiatif membereskan dan membersihkan meja, lalu menumpuk box makan menjadi satu, lalu membuangnya ke tong sampah yang berada didapur yang tak jauh darinya.


"Boleh tuan, tapi tak bisa banyak. Besok aku sudah harus kekantor." Jawab Karin seraya menjatuhkan box makanan kedalam tong sampah.


"Lupakanlah sejenak urusan kantor Karin-shi, kau terlalu fokus sampai lupa untuk menenangkan dirimu sendiri." Ucap Kim sembari menuangkan wine kegelas, lalu memberikannya ke Karin.


"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai mana mestinya tuan." Jawab Karin sembari menyambar lembut wine dari tangan Kim.


Kim hanya tersenyum dan menyodorkan gelasnya guna memberi kode pada Karin untuk memulai.. (bersulang)🥂 Tingg..!!!


Mereka minum bersama, berbincang tipis. Dan Kim meminta izin untuk menghidupkan rokok, Karin mengangguk memberi izin pada Kim. Kim bangkit dari sofa, melangkah dan membuka jendela agar asap rokok yang ia hembuskan keluar dengan leluasa.


Sedangkan Karin tengah asik meneguk wine ditangannya, ntah sejak kapan ia menjadi seperti ini. Dulu ia tak pernah sekalipun mencicipi ataupun menyentuh yang namanya minuman seperti wine. Dia sebenarnya tipe wanita yang setia pada pasangan. Tapi ntah kenapa, semenjak perceraiannya kemarin, ia merasakan hal aneh dalam dirinya. Dia tak menolak saat bersentuhan dengan lawan jenisnya, bahkan Karin yang cendrung agresif.

__ADS_1


"Hahhh." Suara hembusan nafas kasar terdengar keluar dari mulut Karin. Karin menjatuhkan kepalanya kesenderan sofa, memejamkan mata. Ia benar-benar merasa lelah dengan kehidupan asmara yang ia lewati saat ini.


Kim yang asik menghisap rokok seraya menyenderkan dirinya dikaca besar apartemen, sesekali ia melihat Karin yang asik meneguk wine tanpa henti,. Kim menghisap habis rokok ditangannya, lalu menekan sumbu rokok pada asbak yang ia pegang. Dan jalan mendekati Karin. Kim menjatuhkan bokongnya tepat disebelah Karin.


"Kau sudah mulai mabuk Karin-shi.." Ucap Kim seraya menarik pelan rambut Karin sembari memainkannya dengan 2 jari miliknya.


Karin hanya diam saat Kim berbicara bahkan tak merespon saat jari jemari Kim menyentuh lembut telinga lalu menurun keleher jenjang nan putih milik Karin.


"Bolehkah aku menyentuhnya Karin-shi..?" Kim spontan meminta izin kepada si pemilik leher. Dengan reflek Karin menyampingnya dirinya menghadap Kim dan menatap dalam wajah Kim si pria dengan wajah berkarismatik.


"Lalu..? Setelah kau mendapatkan ini, apa ada lagi yang kau inginkan, hem..?" Tanya Karin seraya menunjuk leher Kim, lalu mendengak'kan dagu Kim dengan jari telunjuknya.


"Jika kau mengizinkan, aku menginginkan semuanya malam ini..?" Kim menjawab dengan penuh godaan dalam tatapannya saat memandang mata hingga kebawah tubuh Karin.


Karin tersenyum getir saat melihat mata Kim yang begitu tajam saat mengucapkan kalimatnya. "Mianhae tuan, ku rasa kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan malam ini."


"Wae-oh..? Kenapa aku tidak bisa mendapatkannya." Kim bertanya dan reflek menahan tubuh Karin saat ia hendak membalikkan badan seperti semula.


"Aku sedang datang bulan.." Jawab Karin datar tanpa menoleh kearah Kim.


"Aishh.. Ku kira apa Karin-shi, kalau hanya itu ku rasa tidak masalah." Ucap Kim sedikit menggoda Karin saat kalimat terkahirnya terucap,. Kim mendekatkan wajahnya dan menenggelamkannya dileher Karin.


"Eeummh." Suara indah yang terdengar ditelinga Kim membuat ia terus meng*ndus dan meng*cup leher Karin hingga keare sens*t*f dibelakang daun telinga.


Karin merespon dengan bergerak sesuai keinginan si pemilik nafas.. Seakan terbuai nikmat tanpa sadar tangan Karin menarik lepas dan menangkup leher Kim dan meci*m bib*rnya dengan nafas menggebu.., Tanpa perlu diminta dengan senang hati Kim membalas ci*man Karin.


......................

__ADS_1


Okehhhhh, sekian dulu guys... Author lelah nih abis dari RS nganterin anak Author ke Dokter. Sehat-sehat ya untuk semuanya. Jangan lupa banyak minum air putih. Jangan lupa makan, dan istirahat yang cukup..😊👍


__ADS_2