Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kiss me


__ADS_3

"Ke..napa ka..mu datang Rin. Agh."


Tanya Choki dengan rasa sakit yang tak tertahan dibagian perutnya. Karna pukulan anak buah Kim yang terus menerus menerjang bagian perut. Rasa pengap, nyeri, sertai mual yang bercampur menjadi satu didalam sana.


Buru-buru Karin membuka lebar matanya dan langsung menghentikan tangisnya lantaran tersadar akan rasa yang mengganjal sedari tadi saat ia tiba dan masuk keruangan ini.


Perlahan tangan Karin meraih wajah Choki dengan lembut agar bisa menghadap padanya.


"sshhhhh..." ringis Karin saat melihat bermacam warna luka diwajah tampan Choki.


"Apa dia menyakitimu kak.?"


"Hiks.. Hiks.. Maafin Karin, semua karna Karin. Kakak jadi korban karna Karin."


Seru Karin dengan redu tangisnya yang pecah nan sesak, tak hentinya dia mengelus lembut pipi Choki dengan kedua ibu jarinya. Bahkan Karin menangis dengan kening yang menyatu dengan kening Choki. Merasa bersalah akan kejadian yang menimpah Choki hari ini.


"Rin, kiss me." Pinta Choki tiba-tiba.


Sontak dengan permintaan dadakan dari Choki membuat Karin bingung sekaligus heran, namun saat menatap bola mata Choki seakan memhipnotisnya untuk tidak bertanya bahkan menolak permintaannya.


Cupp..


Kecupan singkat yang diberikan Karin namun terdengar nyaman, yang awalnya semua kecupan berubah menjadi lum4tan lembut. Deru nafas hangat keduanya menerpa kedua wajah insan yang tengah menaut lid4h satu sama lain.


ProkkProkk.. ProkProkk..


Suara tepuk tangan dengan iringan langkah kaki membuyarkan c1um4n Choki dan Karin.


Karin menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya ia, Kim benar-benar muncul dihadapannya sekarang.


"Ki..Kim."


"Yes i am." jawab Kim dengan tatapan tajam menatap Karin dan Choki, terlebih saat ia menyaksikan adegan cium4n mereka yang terlihat dalam dan mesra.


"Jujur saja, aku menyesal tak mempercayai perkataanmu tadi Choki-shi."


Choki menyeringai remeh saat mendengar ucapan Kim. Kim tak percaya akan kejujurannya mengenai hubungan dirinya dan Karin. Dan semua terjawab saat Karin tiba dan Choki meminta Karin untuk menciumnya.


Sebenarnya Karin ragu untuk mencium Choki, namun saat melihat mata Choki dan ia juga merasa tak ada lagi orang selain mereka berdua. Namun siapa sangka, ternyata Kim bersembunyi dibalik lemari usang yang ada disudut ruang.


...


"Dan kau Karin-ah.! Sebegitu mudahnya kah kau menyerahkan diri pada pria lain.!" sentak Kim seraya mengacungkan jari telunjuk pada Karin.


"Kim berhenti.! Hubungan kita sudah berakhir. Pergilah dari sini, dan jangan pernah datang apa lagi sampai menyakiti seperti ini."

__ADS_1


"HA HA HA HA.. Sejak kapan hubungan kita berakhir.?"


"Aku bahkan tak menjawab setuju atau tidaknya atas hubungan kita."


Cetag.!!


Kim menjentikkan jarinya memberi isyarat pada bawahannya yang sudah berdiri tak jauh darinya, untuk segera menarik Karin menjauh dari Choki.


"Hei STOP!! APA YANG KALIAN LAKUKAN.! LEPASKAN AKU.!!"


"AAAGGRRHHHHHH...!!"


"YAK KIM. SURUH MEREKA LEPASKAN AKU.!"


"KAK CHOKIII TOLONG AKU KAK.!!"


...Teriak Karin histeri dengan sepenuh tenaga ia memberontak saat dua pria bertubuh kekar itu mengangkat kedua lengannya secara bersama-sama....


Kakinya terus menendang-nendang berontak agar terlepas dari jeratan manusia bison ini.


Meskipun sangat sulit untuk meloloskan diri dari dua manusia ini, Karin tak putus asa untuk terus berontak. Tendangan kakinya bahkan berhasil menyepak salah satu manusia bison yang menjeratnya. Namun tak ada respon apa-apa darinya. Mereka terlalu kuat.


...


"Bukan hanya ayah dan istrimu yang pergi meninggalkanmu. Tapi wanita masa kecilmu pun akan pergi meninggalkanmu."


Ucap Kim saat setelah ia jongkok dihadapan Choki yang duduk menyandar didinding dengan kedua tangan dibelakang yang diikat dengan tali tambang.


"BUGH..!!"


Satu pukulan keras mendarat diwajah Kim. Ternyata sedari tadi tangan Choki telah terlepas dari ikatan tali yang melingkar ditangannya.


Pukulan darinya mampu menjatuhkan tubuh Kim ke lantai dan berhasil membuatnya tersungkur.


...Tak hanya disitu, sekuat tenaga Choki bangkit dan menghaj4r wajah Kim secara memb4b1 but4 meski pandangan matanya bergoyang lantara kepalanya masih terasa pusing....


Er4ngan amarah Choki keluarkan ketika ia menhant4m kepal4n tangannya pada w4jah Kim.


"Aaghh!!.. Help me!! Kenapa kalian hanya diam disana. Help me.!!"


Teriak Kim sembari menahan pukulan Choki dengan menyilangkan tepat didepan wajahnya.


Saat menerima perintah dari bossnya, para bawahan Kim yang lain langsung bergegas menolong bossnya dengan cara menahan Choki serta memegangi tubuh Choki.


"Aagh.. Shibal.!"

__ADS_1


"Pukulanmu boleh juga Choki-shi."


BUGH BUGH BUGH!!!


Balasan demi balasan Kim layangkan diseluruh perut Choki sampai Choki tersungkur tak berdaya dilantai.


.


.


"LEPAS.!! MAU KALIAN BAWA KEMANA AKU HAH.!!"


Sentak Karin yang masih terua berupaya memberontak, kepalanya terkadang menoleh kearah belakang untuk melihat keadaan Choki.


Tubuhnya makin memberontok ingin lepas saat Kim memukul Choki dengan membabi buta.


"Diam lah nona. Kami tak mungkin memukulmu agar diam. Bisa-bisa bukan bayaran uang yang kami dapat bila memukulmu hingga pingsan." ucap bodyguard disebelah kiri Karin


"Ya, dia benar. Karna kami di bayar untuk membawamu agar bisa bersama dengan pria asing itu."


Sambung bodyguard yang ada disebelah kanan Karin yang membenarkan ucapan temannya.


Karin hanya diam saat kedua bodyguard ini berbicara. Sampai akhirnya ia tiba didepan mobil sedang hitam. Bodyguard melemahkan cengkramannya pada lengan Karin namun tidak melepasnya.


Srakk srakk.. Cetag!!


"Masuklah nona, maaf untuk tanganmu yang kami borgol. Ini semua permintaan dari pria asing itu."


Ucap bodyguard itu sembari menunjuk Kim yang ada didalam gedung dengan bibirnya yang sedikit menyudut.


Lagi-lagi Karin diam dan menurut masuk kedalam mobil. Seketika air mata Karin basah membasahi pipinya yang berkeringat.


Tubuhnya sakit karna terus memberontak tadi. Terutama dibagian lengan yang terasa nyeri karna kuatnya cengkraman para bodyguard yang membawanya.


Tak bisa berbuat apapun sampai harus mengalah diam dan mengikuti apa yang diperintahkan untuknya.


......................


Hai guys..


Minal aidin wal faizin guys. Mohon maaf lahir batin ya 🥰😇


Author udah kaya hiatus banget ya wkwkw. Maafin ya guys, masih dilanda dengan kesibukan ekstra. Masya Allah Alhamdulillah guys masih dikasih kesehatan dan kelancaran rezeki luar biasa..


Sehat2 ya untuk kalian semua guys. Semangat terus untuk jalanin hari-hari seperti biasa, Oke👍😁

__ADS_1


__ADS_2