
Tak.. Tak.. Tak.. Jari Kim yang dihentakkan diatas kaca meja kerjanya sembari matanya yang tertuju pada layar laptop yang terlihat beberapa gambar desain terbaru dari perusahaannya yang akan diluncurkan sebagai barang baru yang akan dipasarkan kerana publik.
"Ahh God, kenapa tidak fokus begini.?" gumam Namjoon gelisah lantaran tak fokus ditengah-tengah aktivitas perkerjaannya. Pikirannya memikirkan Karin yang berada dirumah, ntah kenapa perasaan gelisah ini muncul pada dirinya. Ini baru hari pertama untuknya setelah hampir 1 bulan ia cuti dan memilih untuk menemani Karin dari pasca kecelakaan yang menimpah dirinya dan juga 2 orang yang ia sayangi.
Ditengah-tengah kegelisahannya, suara pintu diketukan dan reflek ia mempersilahkan masuk tanpa bertanya siapa gerangan. "Masuklah" ucap Namjoon santai.
"Siang pak, maaf menganggu. Ini sudah jam makan siang, bapak ingin makan apa.? Biqr saya siapkan." tanya Soya sopan.
"Mwo? Jinjjah? Ini masih siang? Aishh, kenapa lama sekali jam pulang kantor." Ujar Kim kesal namun tanpa rasa emosi.
"Nee pak, ini masih siang dan sudah masuk jam makan siang. Apa ada menu makan siang yang bapak ingin makan hari ini.?" tanya Soya kembali
Sejenak Kim terdiam dengan tatapan menatap ke arah Soya dan yang pasti tatapan itu membuat Soya bertanya-tanya sampai membuat dirinya salah tingkah dibuatnya.
"Soya-shi.. Apa kamu punya waktu.?" tanya Namjoon tiba-tiba.
"Nee???" ujar Soya bingung.
......................
Tetesan air mata yang mengalir deras membasahi kedua pipi Karin, ditambah rasa sesak kian terasa karna menangis tersedu-sedu saat tangannya mengepal butiran tasbih berwarna dark green mengkiaw.
"Ya Allah, maafkan hambamu ini ya Allah. Betapa dosanya diriku telah melupakanmu dan mengkhianatimu. Masih pantaskah aki meminta maaf atas kesalahanku slama ini dan masih maukah engkau mengampuni pendosa sepertiku ini. Apa masih pantas aku menjadi hambamu ya Allah." ujar Karin penuh penyesalan dengan posisi meringkuk duduk dan wajah yang tenggelam didalamnya. Tubuhnya bergetar hebat dengan suara tangis yang terdengar penuh sesak nan menusuk bagi siapa yang mendengarnya.
......................
"Mau kemana kita pak Kim.?" tanya Soya ditengah-tengah keseriusan Kim saat mengendari mobil pribadinya.
"Emm kita makan diluar." jawab Kim singkat. Seketika Soya tersenyum kecil saat mendengar ucapan Kim. Ntah apa yang ada dibenak Soya saat ini, namun dengan adanya kejadian ini, perasaan hatinya kian gembira ketika dirinya diajak Kim makan siang diluar.
Tak perlu menunggu waktu lama, Kim memutarkan setir mobilnya memasuki area mall yang ada dikiri jalan. Dengan lihai Kim memarkirkan mobilnya saat setelah menemukan lahan parkir yang kosong.
"Kajjah turun Soya-shi." ajak Kim seraya melepas sabuk pengamannya.
__ADS_1
"Nee pak Kim." jawab Soya sembari tersenyum simpul.
Dengan langkah lebar, Kim melangkah memasuki gedung Mall yang dulu sempat ia kunjungi bersama Karin saat dirinya hendak membelilan ponsel baru untuk sang kekasih. Namun sekarang tujuannya kemari bukan untuk membeli ponsel, melain ia mampir kedalam sebuah store yang menjual perhiasan.
Raut wajah Soya seketika berubah menjadi bingung, saat dirinya yang susah payah mengikuti langkah Kim dan awalnya Soya berfikir kenapa Kim melewati restoran saat berada didepan restoran yang baru saja mereka lewati. Dan justru membawanya kedalam sebuah store perhiasan.
"Pak Kim, restonya sudah terlewat tadi. Kenapa kita kemari.?" tanya Soya polos.
"Aah itu, aku lupa memberitahumu Soya. Mianhae-oh, ketika dikantor aku sempat sekilas melirik jarimu, aku teringat pada kekasihku, ukuran jari kalian hampir sama. Aku berniat memberinya hadiah untuk dinner kami nanti malam. Jadi, tolong bantu aku memilih yang pas. Oke.." Jelas Kim seraya tersenyum penuh arti pada Soya.
DEGG!!! Seketika jantung Soya tersentak ketika mendengar penjelasan Kim. Dan disaat itu juga Soya tersadar akan status Kim yang memang sudah memiliki kekasih, meski didata yang Soya baca, yang dimana tertulis dengan jelas bahwa status Kim masih single.
"Annyeong, ada yang bisa saya bantun Tuan." sapa ramah karyawan pada Kim.
"Nee, bisa tolong bantu aku rekomendasikan cincin berlian yang bagus. Ukuran jarinya aku tak tau pasti, dan kurasa ukuran jari kekasihku sama dengan ukuran jari sekertarisku." ujar Kim seraya melirik Soya sekilas.
Dengan perasaan gugup, Soya mencoba tenang dan membalas dengan senyum kecil pada Kim dan menatap karyawan yang juga tersenyum padanya.
"Baik tuan. Kami punya beberapa pilihan. Dan Krat yang berbeda, kira-kira untuk ukuran berliannya tuan tertarik dengan Krat yang berapa.?"
Begitu indahnya senyum bahagia yang ditunjukkan Kim saat menyebut kekasihnya. Tanpa ragu ia menyentuh sendiri dengan teliti saat cincin diberikan dari karyawan padanya. "Betapa beruntungnya wanita itu, bisa mendapatkan ketulusan cinta dari seorang yang berkarismatik nan romantis ini." batin Soya berucap seraya menatap kosong kearah Kim. Sampai ia terkejut saat Kim menyadarkannya dari lamunan.
"Soya-shi.. Kau tak apa.?" tanya Kim bingung.
"Ahh nee pak, mian.. Aku hanya sedang melihat gambar perhiasan yang disana." bohong Soya sembari menunjuk kearah gambar gelang yang terpajang didinding etalasi.
Seketika arah pandang Kim menoleh kearah yang ditunjuk. "Wahh kau benar, itu bagus. Tapi sepertinya tak cocok dipakai untuk melamar seseorang." ujar Kim datar dan kembali melihat dan memilah cincin didalam box.
Jleb!!! Lagi-lagi Soya merasa tertampar kenyataan saat Kim menyinggung soal melamar. "Aishh Soyaa... Bodohnya kau dalam khayalan asmaramu ini. Berhentilah dan sadar!!!" batin Soya berteriak seraya matanya yang terpejam sejenak guna menyadarkan dirinya.
"Soya-shi, tolong ulurkan jarimu." titah Kim memerintah Soya lalu tanpa ragu ia memasangkan cincin pilihannya pada jari manis Soya.
Detak jantung Soya tak beraturan saat Kim memasangkan cincin pada jari manisnya. Meski ia hanya sebagai manekin, namun siapa yang tak terbawa suasana ketika yang memasangkannya adalah seorang CEO muda, tampan dan berkarismatik seperti Kim Namjoon.
__ADS_1
"Waahh seperti ini cocok. Tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. Aku pesan satu pasang untuk prianya juga." Ujar Kim melirik kekaryawan perhiasan sembari mencabut kembali cincin pada jari Soya.
"Baik tuan, apa ada yang lain?"
"Emm, kurasa tidak. Mungkin dalam waktu dekat aku akan kembali untuk memesan desain kalung untuk acara resepsiku. Mohon doa dan dukungannya nee.." jelas Kim tersenyum lebar pada karyawan perhiasan.
"Wahh.. Dengan senang hati tuan. Kami senang anda kemari dengan niat kembali kesini untuk dukungan acara anda. Semoga semua berjalan sesuai rencana dan berbahagialah." ujar karyawan penuh sopan dan tersenyum ramah seolah memberi dukungan penuh pada Kim yang sedang dimabuk asmara.
......................
Saat setelah keluar dari toko perhiasan. Kim mengajak Soya mampir kedalam sebuah resto halal yang ada didalam mall. "Kau tak keberatan kita makan disini.?" ujar Kim melirik Soya yang ada dibelakangnya sembari menunjuk plang resto yang menunjukkan logo halal.
"Ahh ani tuan." jawab Soya singkat dan kembali melangkah mengikuti Kim yang mulai memasuki resto.
Dengan perasaan senang Kim memilih tempat duduk dan langsung menjatuhkan bok0ngnya duduk dikursi sembari melepas kancing kemeja yang mengikat pergelangan tangannya. Begitu pun dengan Soya, ia duduk berhadapan dengan Kim sembari menaruh tasnya dikursi kosong yang berada disampingnya.
"Oiya aku hampir lupa, kau pesanlah sesuatu dan pesankan aku apa saja. Aku pergi sebentar." titah Kim seraya bangkit dan berlalu meninggalkan Soya yang belum sempat menjawab.
Dengan sigap Soya memanggil pelayan resto lalu memesan menu makanan yang sering dipesan disini serta minuman untuk 2 orang.
Tak lama Kim kembali dengan membawa paper bag mini yang terdapat logo D!or yang ia tenteng ditangannya.
"Ini untukmu Soya-shi. Jangan menolak, anggap ucapan terima kasihku untukmu karna tlah membantuku memilih hadiah untuk calon istriku. Dan mohon doanya agar nanti malam lancar." jelas Kim yang seakan tak ingin mendengar penolakkan dari Soya.
"Ahh nee tuan. Terima kasih untuk hadiahnya, aku senang membantumu, sudah menjadi bagia pekerjaankua untuk membantu atasanku saat seperti ini." ujar Soya dengan tersenyum pada Kim. Begitupun dengan Kim, ia juga melontarkan senyuman sembari mengangguk kecil membalas tatap Soya padanya.
......................
......................
Tengkyu efribadeh.. Oiya aku mau promosiin novel baru aku yang baru aku bikin. Ongoing!!!
Kalian bisa cari judulnya (Nuna Bangtan) kalau gak ketemu, kalian bisa langsung mampir keberanda aku ya guys.
__ADS_1
Semoga suka sama jalan ceritanya ya. Tengkyu sekali lagi 😘😘. Jangan lupa juga dukungan nya ya..