Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Terimakasih Nak


__ADS_3

Hai guys, di episode ini aku mau nerusin kisah hidup Choki yang ada di episode Inilah Kenyataannya. Disini aku mencoba mencritakan sedikit tentang kehidupan Choki. Semoga kalian semua suka ya sama critanya..😁👍


...----------------...


"Apa maksud dari ini semua pak.?" Tanya Choki paka pak Irwan, tangan bergetar seraya memegang map tersebut, hatinya menggebu, matanya berkaca kaca seakan masih tak menyangka dengan ini surat dan beberapa lembar foto yang berada dalam satu map.


"Inilah kenyataan untukmu nak, pak Johan sedang sakit keras, ia didiaknosa tak akan bisa sembuh dari penyakitnya. ia tak mau dirawat dirumah sakit dan lebih memilih dirawat dirumahnya. Sekarang beliau ada dirumah besar." Kediaman pak Johan saat ini.


Choki yang masih melamun dengan pikiran yang terus berputar untuk memahami keadaan saat ini.


"Apa yang harus aku lalukan, gak mungkin mereka mencariku, mengikutiku, bahkan sampai takdir mempertemukanku dengan orang yang tlah mencampakkan ku slama 20 tahun." Batin Choki terus bertanya membuatnya merasa sangat pusing.


"Jika kamu sudah selesai dengan lamunanmu, mari.. Saya antar kamu kerumah besar untuk menjenguk ayah kandungmu.." Ajak pak Irwan yang membuat kelopak mata Choki melebar seketika.


......................


Choki yang sadar dari lamunannya hanya mengangguk pelan dengan tatapan kosong. Selama diperjalanan pun Choki hanya diam sembari menatap keluar memandangi jalanan. Pikirannya ntah kemana, sampai mereka tiba disebuah rumah besar, lengkap dengan air mancur yang berada ditengah² halaman rumah.


"Silahkan Tuan.." Sambut Body Guard membukakan pintu mobil untuk Choki.


"Emm, terimakasih pak." Ucap Choki seraya menundukkan kepala memberi hormat.


Pak Irwan yang melihat kesopanan Choki, memandangnya penuh hati. Berbeda dengan pak Johan saat usianya sama dengan Choki. Sangat angkuh, sombong, gila perempuan, bahkan mabuk²an. Tetapi, semua berubah ketika istri sahnya meninggal dalam keadaan hamil, bahkan anak yang dikandungnya pun tak bisa dislamatkan.


Pak Johan lebih banyak diam, setelah pulang kerjapun beliau menghabiskan waktu didalam kamar. Sampai suatu ketika, salah satu anak buahnya melapor tentang keberadaan ibunda Choki, yang berada dipanti asuhan untuk menyerahkan Choki karna terbelit masalah ekonomi.


Hati pak Johan begitu gembira saat mendengar kabar bahwa ibunda Choki masih hidup dan melahirkan anaknya.


Johan yang kala itu bukan tak menginginkan Choki, namun ia takut bila kehamilan ibunda Choki diketahui oleh orang tuanya. Johan akan dicoret dari pewaris harta keturunan. Dia harus mendapat pewaris dari istri sah, bukan dari simpanannya.


Tog.. Tog..


Pintu dibuka oleh BG yang berjaga didalam. Dan saat Choki masuk kedalam kamar, betapa terkejutnya Choki melihat Pak Johan yang terbaring lemah diatas brankar dengan selang yang menempel dibeberapa titik ditubuhnya. Dan ada 2 layar komputer, yang memantau detak jantungnya.


"Sudah berapa lama pak Johan terbaring seperti ini.?" Tanya Choki pada pak Irwan.


"Semenjak beliau bertemu denganmu, memastikan kamu berada didekatnya. Beliau baru mau menerima perawatan. Tuntas pak Irwan pada Choki yang berdiri disisi ranjang menatap sedih pak Johan.


"Nak.. Ketahuinlah, beliau menyesal melakukannya dahulu. Beliau sangat menginginkan mu, namun keadaan yang memaksanya seperti itu terhadapmu. Beliau menyayangimu tulus nak." Sahut pak Irwan seraya memegang pundak Choki.


Choki terdiam, namun hatinya runtuh kala mendengar kalimat pak Irwan.


"Benarkah dia menginginkan ku, benarkah dia menyayangiku. Tapi dimana dia dikala aku membutuhkannya, dimana dia.." Batin Choki, yang hancur saat ini kala meratapi kisahnya dulu dimasa ia kecil.


......................


...Skip Disebuan Ruangan Pak Johan...


"Setidaknya kamu menandatanginya dulu nak, ini membuktikan bahwa penerus pak Johan telah menyetujui wasiat pak Johan." Jawab pak Irwan yang sebelumnya tlah mengajak Choki untuk membicarakan penerus harta dan perusahaan Johan Grup.

__ADS_1


"Gimana saya bisa menandatangi ini semua, sedangkan saya sendiri belum yakin bahwa saya anak kandung Pak Johan." Sahut Choki penuh keraguan dengan apa yang ia hadapi saat ini.


"Kalau begitu, ini mungkin bisa sedikit membuat keraguanmu memudar." Jawab pak Irwan menyodorkan amplos coklat berlogo rumah sakit.


"Itu hasil tes DNA yang telah dilakukan pak Johan dan dirimu, hasilnya positif. Kamu anak biologis pak Johan. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kantor mengadakan medical cek up yang kamu juga mengikuti tes kesehatan itu." Jelas pak Irwan yang tak bisa Choki kelak.


"Aishhh...!! Kenapa semuanya membuatku pusing, aku bahkan tak pernah bertemu beliau selain dikantor waktu itu. Kenapa sekarang aku harus menerima semua yang dia punya." Batin Choki yang terus bertanda tanya, kepala pusing akan hal yang benar² diluar dugaan.


......................


Choki kembali kekamar pak Johan, guna menemani diruangan tersebut.


Hati Choki tersentuh kala melihat garis yang ada dilaya komputer.


"Apa ini bentuk nafas dirimu pak.?" Gumam Choki pada layar komputer, yang menunjukkan grafik yang Choki sendiri tak mengerti menjelaskannya 📈📉 .


Choki sedari tadi hanya memandang pak Johan sembari duduk disisi brankar yang menjadi tempat istirahat pak Johan.


"Ntah sudah brapa lama kau tertidur pak, saya mohon bangunlah. Jelaskan ini semua kesaya. Apapun itu, tolong bangunlah." Gumam Choki yang memohon sembari mengepalkan kedua tangannya, seakan memohon agar pak Johan bangun.


Choki yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah slama ini, harus menerima kenyataan, ia bertemu ayah yang slama ini ia rindukan dalam kondisi terbaring dengan selang dihidungnya. Seakan hidupnya tergantung pada selang itu.


......................


...Satu Bulan Kemudian...


Choki sekarang tinggal dirumah besar milik pak Johan. Ia telah menandatangi surat wasiat yang diberikan pak Johan padanya. Tapi dengan syarat, ia belum mau kembali ke kantor dan mengantikan posisi pak Johan sebagai pemilik.


"Ayah, ayo kita masuk. Hari sudah mulai gelap." Ajak Choki yang sedari sore tadi menemani pak Johan duduk ditaman belakang rumah.


"Sebentar lagi nak, ayah masih ingin menghirup udara segar ini." Jawab pak Johan seraya mendongakan kepalanya keatas langit sembari menghirup udara segar.


"Kita masih bisa menghirup udara segar besok pagi,. Aku janji besok pagi akan membawa ayah kesini sembari keliling." Rayu Choki agar pak Johan mau kembali kekamar, pasalnya pak Johan tak bisa lepas terlalu lama dari selang yang menyambung ketabung oksigen, ini pesan dari Dokter yang merawat pak Johan.


"Hem, baiklah kalau begitu. Ayo kita kembali kekamar." Jawab pak Johan yang membuat Choki lega.


Sesampainya dikamar, Choki dengan sigap memapah pak Johan kekasur. Ia sangat telaten merawat dan mengurus segala keperluan pak Johan. Dari makan, mandi, bahkan membersihkan k*t*ran pak Johan. Semua Choki yang melakukannya seorang diri.


"eeeh,, Hap.." Suara Choki kala meletakkan pak Johan diatas Kasur. Kali ini pak Johan tak lagi tidur diatas brankar, ini semua permintaan pak Johan. Agar anak semata wayangnya bisa tidur disamping sepanjang malam. Ia juga sudah tak membutuhkan selang yang menempel dibeberapa titik ditubuhnya. Hanya saja, selang pernapasan masih harus ia pakai dan hanya boleh dilepas beberapa jam saja.


"Sini nak, kemari lah.." Perintah pak Johan pada Choki agar tidur disisinya. Choki yang mengerti, langsung naik keatas kasur dan berbaring disisi ayahnya itu.


"Terimakasih nak, mau menerimaku sebagai ayahmu. Maaf aku bukan ayah yang baik untukmu. Maafkan aku dimasa lalumu yang membuatmu susah kala itu, maukah kamu memaafkan ayahmu ini." Minta pak Johan seraya mengusap pucuk kepala Choki yang terbaring disebelahnya.


Choki yang hanya diam mendengar semua permintaan maaf pak Johan atas kesalahannya dahulu, membuat Choki tak bisa berkata apa² karna isak tangis yang membuat dadanya sesak. Choki terenyuh akan permohonan ayahnya yang seakan tak mungkin mendapat maaf dari ayah semata wayangnya ini. (Choki)


Isak tangis Choki sampai terdengar. Suara itu amat sesak terdengar ditelinga. Membuat Johan merasakan pilunya hidup Choki tanpa peran kedua orang tua. Beruntungnya Choki dipertemukan dengan sosok ibu panti yang lembut dan penyayang. Ibu panti bisa berperan sebagai ibu dan ayah untuk Choki. Sampai membentuk karakter Choki yang teduh seperti ini.


"Nak, ketahuilah.. Ibumu orang yang sangat lembut dan penyabar. Ia selalu sabar menghadapiku yang memiliki sikap dan sifat yang berubah ubah, maaf aku belum bisa mewujudkan mimpimu untuk bertemu dengan ibu kandungmu." Ucap pak Johan dengan suara beratnya.

__ADS_1


"Sudahlah Yah, sebaiknya sekarang ayah istirahat. Ini sudah larut malam." Ucap Choki disela² usapan air mata yang mengalir dipipinya.


Pak Johan membantu Choki menghapus air mata dipipinya, sembari melebarkan senyum untuk Choki.


"Mau menuruti permintaan ku satu ini nak.? Tanya pak Johan yang membuat Choki sedikit bingung.


"Apa itu. Katakan Yah, aku akan mengusahakan untuk memenuhinya." Jawab Choki menyakinkan dan menatap pak Johan.


"Jika kelak kamu bertemu wanita yang kamu cintai dan dia mencintaimu, tolong pertahankan dan beri dia keyakinan nyaman dan aman berada disisimu." Ucap pak Johan seraya menggenggam tangan Choki yang terbaring disebelah pak Johan.


"Emm,, aku akan lalukan itu suatu saat nanti. Ketika aku menemukannya., tapi ayah.. Bukankah itu terdengar seperti saran, bukan permintaan.?" Ucap Choki polos, yang membuat pak Johan terkekeh kecil seraya memukul pelan tangan Choki.


"Kau mengejekku anak muda.." Ucap Johan melirik Choki yang sudah merasa paling pintar ketika berbicara didepannya.


"Hheheheh..." Gelak Tawa kecil yang mengisi indahnya malam dari seorang ayah dan anak semata wayangnya itu.


......................


...Keesokkan Paginya...


Pukul 07.00


Choki yang sedari tadi sudah lebih dulu bangun sebelum pak Johan.


ia menyiapkan segala keperluan ayahnya pagi ini. Dari sarapan, obat²an, sampai kain dan air hangat untuk mengelap tubuh renta pak Johan.


"Yah, bangun dulu yuk.. Air hangat dan makannya sudah ku siapkan." Ucap Choki yang duduk disisi ranjang, seraya mengelus lembut wajah yang sudah penuh keriput, namun masih terlihat gagah.


"Yah.. Ayah., ayok bangun.. Setelah ini kita keliling taman, sesuai janjiku kemarin sore." Ucap Choki yang terus mengelus wajah pak Johan. Namun tak ada respon darinya.


Choki yang mulai panik, langsung menghubungi Dokter yang stay dirumah besar, agar ketika keadaan genting seperti ini langsung sigap melakukan tindakkan.


"CEPAT LAKUKAN.!!" Teriak Choki begitu dokter memasuki kamar.


Dengan sigap dan sekuat tenaga Dokter langsung mengambil tindakan,. Semua diperiksa dan dicek denyut nadi pasien. Namun hasilnya Nihil. Saat Dokter berdiri, dan melepaskan stetoskop dari telinganya. Ada kekecewaan diwajah Dokter tersebut.


"A-pa.. Ke-napa kau ber-diri.?" Tanya Choki penuh ketakutan pada Dokter yang tiba tiba berhenti ditengah tengah pengecekkan tubuh pak Johan.


"Saya minta maaf tuan, namun inilah hasilnya. Pak Johan sudah tiada, dari suhu tubuh pak Johan, ia menghembuskan napas terakhirnya pukul 6.30 pagi ini.." Jawab Dokter dengan penuh hati hati.


"AAGRHHH.." Teriak Choki mendengar jawaban dari Dokter, ia tak percaya dengan kenyataan pagi ini. Semua hancur seketika.. Sangat tak adil bagi Choki, ia baru sebentar merasakan kasih sayang dan berdekatan dengan sosok ayah yang ia impikan slama 20tahun ini.


"Mungkin kau salah, tolong cek sekali lagi.. Ku-mohon sekali lagi.." Mohon Choki penuh keputus asaan. ia mendekati tubuh ayahnya. Menangis dalam diam, tubuhnya bergetar saat memegang dingin tangan pak Johan.


"Yah.. ku mo-hon, Jangan begini., jangan tinggalkan aku.. Ku mohon yah, bangunlah.." Isak tangis Choki terus terdengar, sesak dalam dadanya kian menyesakkan. Sosok ayah yang mengisi waktunya slama 1 bulan ini, meninggalkannya seorang diri untuk slamanya.


...----------------...


😭😭😭 Author nangis tau slama ngetik crita kisah Choki di episode ini. Gaktau kenapa kena banget gitu loh kisahnya. Yang dari kecil gk ketemu orang tua, sekalinya ketemu cuman dapet waktu 1 bulan doang. Gimana gak nangis Author..

__ADS_1


Buat kalian diluara sana.. Semangat ya guys, jangan nyerah dengan hidup.. Jangan berpikir untuk ngeakhirin hidup kalian, karna alasan gk ada yg sayang kalian.. Mulai sekarang cintai dan sayangi diri kita sendiri. Karna kalau bukan kita sendiri. Siapa lagi 😇👍


__ADS_2