
"Kau menangis Chagia.." Tanya Kim lembut saat menatap Karin, kini Karin menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukkan Kim, tangisnya kembali pecah saat mengingat kejadi pagi ini dimes, karnanya dia harus melihat teman wanita satu-satunya dipulangkan dan mengalamin stress berat yang Karin sendiri tak tau penyebabnya.
Kim membalas pelukkan Karin, mengusap lembut punggung Karin guna menenangkannya. Sampai beberapa saat isakkan tangis Karin berhenti, Karin melepas tangannya perlahan dari tubuh Kim.
"Kalau sudah puas, kajja masuk kedalam." Titah Kim seraya merangkul pundak Karin dan membantu menarik satu koper milik Karin.
"Ini.. Minumlah dulu, tenggorokkan mu pasti kering karna terus menangis." Juluran gelas berisi air yang diberikan Kim dan disambut tangan Karin.
"Gomawo-oh tuan." Masih terdengar kecil suara isakkan Karin saat menerima gelas berisikan air. Kim mengangguk pelan dan menjatuhkan bok*ngnya dikursi kosong tepat sebelah Karin.
"Aku bertengkar dengan Gadis pagi tadi, sampai terdengar oleh penhuni kamar yang lain. Aku bertanya padanya soal kebenaran foto dan perkataan yang ia ucapkan padamu saat kau mencariku ke mes. Dia tidak menjelaskan apapun padaku, justru dia balik bertanya ("HAHA jadi mas Choki udah nanya ke kamu ya Rin.? Terus apa kata mas Choki Rin.? Dia pasti percaya kan sama omongan aku soal kamu, HAHA sriusan Rin mas Choki udah percaya.? Aduhh aku seneng deh dengernya kalau mas Choki udah percaya, HHAHA jadi aku gak perlu capek-cape lagi ngikutin kamu terus foto-foto kamu buat nunjukkin kek mas Choki.") lalu dia bilang dia benci aku, dia benci karna aku terlihat bahagia sedangkan dia tidak." Jelas Karin spontan tanpa dipinta, Kim melihat Karin kembali menitikkan air mata. Kim menarik lembut lengan Karin lalu memeluknya guna menenangkannya kembali.
"Berhentilah menangis, dia tak pantas kau tangisi." Ucap Kim penuh penekanan. Sontak Karin terdiam saat mendengar ucapan Kim dan mendorong dan sedikit menjauh dari tubuh Kim.
"Tapi tuan, mau bagaimana pun dia tetap temanku. Dia yang menolongku sampai aku bisa bertemu denganmu sejauh ini." Karin menatap tajam tanpa berkedip dan dibalas Kim tak kalah menatap intens saat Karin berbicara.
"Kuberi tahu satu hal padamu, bila dia membencimu karna melihat kau bahagia. Dia pantas disebut pencudang, karna dia tak bisa mencari kebahagiaannya sendiri dan tega membuat dirimu menderita karna ulahnya.!" Kim menangkup tubuh Karin dan berkata dengan nada penuh ketegasaan.
Karin hanya terdiam sembari menatap Kim, rahangnya mengerasa saat kata pencundang terucap.
"T-tapi tuan, mau bagaimana pun dia temanku yang sudah berjasa atas diriku slama disini." Titah Karin yang terus membela Gadis meski Gadis tlah memfintahnya dengan menjatuhkan harga dirinya.
"Aish ****.! Terserah padamu, percuma aku menjelaskan panjang lebar jika kau tetap membelanya.! Kim menghempas tubuh Karin yang sedari tadi ia tangkup. Lalu menjatuhkan punggungnya kesenderan sofa.
"Lebih baik kau mandi sekerang, kau bahkan tidak mengganti bajumu sejak tadi malam, aku tak mau mencium wanita jorok." Timpah Kim tanpa melirik.
Karin membulatkan matanya saat Kim menyadarkan dirinya yang belum mandi sejak tadi pagi. Karin menunduk malu karna imagenya sebagai wanita yang tak memikirkan kebersihan diri.
"Yee yee, aku akan pergi mandi. Lagi pula siapa yang minta dicium..!" Karin mencubit pipi Kim seperti mencubit pipi bayi. Kim meringis saat pipinya dicubit lalu dengan cepat Kim menarik tangan Karin hingga Karin terjatuh kembali kesofa.
"Kau akan minder bila melihat wanita-wanitaku Karin-shi." senyum smrik terukir diwajah Kim sembari memandang wajah Karin yang terkejut akan ucapannya, Kim yakin ada api cemburu dalam hati Karin saat ia menyebut wanita-wanitanya.
"Tunjukkan saja jika kau berani tuan.." Balas Karin enteng sembari tersenyum smrik membalas senyuman Kim. Kini Karin meninggalkan Kim seorang diri, ia menuju kamarnya menarik dua koper masuk kedalam.
......................
Setelah selesai dengan aktivitasnya Karin bergegas keluar kamar, matanya mengelilingi ruangan guna mihat keberadaan Kim. Namun ia tak melihat siapapun disana sampai akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju kamar Kim, membuka pintu dan melihat sekeliling namun tetap ia tak menemukan Kim.
__ADS_1
"Kemana dia, kenapa tidak ada dimana." Gumam Karin sembari menutup kembali pintu kamar berlalu melanjutkan menuju ruangan lain guna mencari keberadaan Kim.
Ceklek.. Suara pintu terbuka. Karin memasuki ruangan yang bersebelahan dengan kamar Kim, melihat seisi ruangan yang didominasi dengan rak buku yang tersusun rapih. Ia melihat-lihat buku-buku dilemari sembari membaca judul buku tersebut tanpa menyentuh.
Sampai pada akhirnya ia menarik buku yang membuatnya penasaran, pasalnya buku tersebut berbentuk pipih sedangkanya buku-buku disebelahnya berukuran tebal seperti kamus.
Ceklek.. Sresttt, suara lemari didepannya sedikti bergeser. Sontak hal itu membuat Karin kalang kabut karna takut, ia berlari berlalu meninggalkan ruangan itu begitu saja. Saat ia berhasil keluar dengan jantungnya yang berdetak kenjang, sampai terdengar oleh telinganya sendiri.
"A-apa tadi, serem banget." Ucap Karin dengan bahass IND.
"Kau kenapa Karin-shi." Sahut Kim yang berdiri diambang pintu masuk apartemen.
"AAAAAGHH." Teriak Karin karna terkejut akan kehadiran Kim.
"Wae wae wae... Tenanglah, aku bukan pencuri." Kim ikut panik saat Karin menjerit kaget.
"Yaishhhhh!!! Apa bisa kau tak mengangetkanku tuan." Jawab Karin sembari memegang jantungnya yang terasa mau copot karna kaget.
"Hahaha siapa yang mengangetkanmu Chagi.. Aku baru masuk dan sudah melihatmu berdiri disana sedari tadi." Tawa Kim disela-sela ucapannya berlalu melangkahkan kakinya mendekati Karin, dan menyodorkan amplop kecil pipih.
"Apa ini.?"
Karin mengangguk mengerti diiringi senyum. Tangan Kim meraih pipi Karin, mengelus pipi putih milik Karin dengan telunjuknya lalu turun kebib*r sexy Karin. Karin yang paham akan maksud Kim mengangguk pelan dan sedikit mendengaknya wajahnya keatas.
Mereka mena*tkan ci*man satu sama lain, diiringi dengan nafas yang terasa berhembus diwajah mereka. Tangan Kim mulai melingkar dipingg*ng dan menurun ke bok*ng sekal Karin. Begitupun dengan Karin ia merespon dengan melingkarkan kedua tangannya kebelakang leher Kim. Menikmati lum*tan l*dah Kim yang terasa manis, walaupun Kim seorang pecandu rokok namun tetap saja mulutnya terasa manis saat berci*man.
Ci*man Kim menurun keleher jenjang Karin, ia menghirup wangi pada tubuh Karin, cup.. Cup.. Cup.. Kim mengec*p berulang kali. Karin membalas dengan menggerakkan kepalanya seiring dengan irama.
"Si*al aku menginginkannya." Batin Kim saat ini. Dan tiba-tiba Kim berhenti dengan aktivitasnya. Lalu mendorong pelan tubuh Karin menjauh darinya. Tatapan mereka bertemu, Karin mentap Kim heran sedangkan Kim hanya menatap kosong pada wajah Karin.
"Wae-oh.? Kenapa berhenti." Gumam Karin saat memandang Kim yang tiba-tiba berhenti dengan aktivitasnya. Kim tersenyum simpul lalu mencium kilas bib*r Karin.
"Jangan menggemaskan seperti itu Karin-shi, kau seperti seekor anak kucing." Celotes Kim mengalihkan pembicaraan. Karin tetap dengan ekpresinya yang memanyun saat Kim mengalihkan topik.
"Kau suka berbelanja Karin-shi.?" Tanya Kim tiba-tiba, lalu direspon Karin seraya melepaskan pelukkan tangannya yang setia melingkar dipundak Kim.
"Tentu saja suka, manusia mana yang tidak suka berbelanja." Ucap Karin berlalu meninggalkan Kim lalu duduk diatas sofa. Kim membalikkan tubuhnya berjalan kekamar tanpa mengucapkan apapun.
__ADS_1
"Aish, pria aneh. Baru ini aku menjalin kasih dengan pria seperti itu. Tapi btw memang tidak pernah sih, tau-tau diajak nikah langsung sama Rega, dia cinta kedua ku setelah Choki." Batin Karin seraya menatap punggu Kim yang secara perlahan menghilang masuk kedalam kamar.
Tak berselang lama Kim keluar dengan pakaian rapih.
"Kau memakai jaket doble seperti itu. Apa sudah masuk musim dingin tuan.?
"Emm." Kim mengangguk sembari merapihkan penampilannya. "Memangnya kau tidak merasa dingin saat diluar kemari.?" Tanya Kim sembari melangkahlan kakinya mendekati Karin, lalu duduk disofa yanh sama.
"Oh ya, aku tak merasakan dingin slama diluar. Kalau begitu tunggu sebentar, aku bersiap-siap dalam 5 menit." Karin bangkit dari sofa menuju kamarnya dan benar hanya 5 menit Karin sudah siap.
"Kajja tuan, aku su.." Karin berhenti bicara saat ia melihat ruang tamu sudah sepi, tak ada sosok Kim disana.
"Kemana dia, apa pergi duluan. Cepet banget perginya." Gumam Karin dengan bahasa IND.
"AAAAAH.." Teriak Karin terkejut saat melihat Kim ternyata berdiri disebelahnya.
"YA.!! Kenapa kau slalu mengagetkanku tuan." Ucap Karin sembari melayangkan pukulan tepat pada bahu Kim. Kim terkekeh dengan ekspresi Karin saat terjekut.
"Hahaha mianhae Karin-shi, tadinya aku ingin masuk kedalam namun aku lebih dulu mendengar suara langkah kakimu , jadi aku hanya diam berdiri disini dan tak berniat mengagetkanmu."
"Iiss nyebelin banget." Gumam Karin dengan bahasa IND. Dengan tiba-tiba Kim menangkup kedua pipimu dengan tangannya yang besar, ******* bib*r Karin dengan kasar. Karin berontak karna merasakan sakit saat Kim menggig*t bib*rnya.
"Emmhh, sakit tuan.!" Karin berhasil melepas lum*tan Kim dan memegan bib*rnya yang digig*t oleh Kim. "Apa-apaan kau ini, kenapa sikapmu mudah sekali berubah-ubah dalam waktu dekat."
"Sudah ku bilang padamu jangan pernah mengumpat ataupun bergumam dengan bahasamu itu." Sahut Kim dengan penekaan disetiap katanya. Karin hanya terdiam tanpa menjawab, ia melihat keseriusan pada mata Kim yang menatapnya tanpa berkedip.
......................
......................
Hai guys Author lanjut besok ya, jangan lupa dukungan untuk karya Author, tinggalkan like dan komen ya. Kritikkan dan saran apapun dari kalian pasti Author terima.
Alhamdulillah Author lulus rivew awal, tinggal nunggu 3 tahapan lagi. Ini semua berkat kalian, makasih banyak ya guys. 😊👍
__ADS_1
Jaga kesehatan ya untuk kalian, yang lagi sakit semoga lekas sehat dan senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur.
Beneran deh tanpa kalian, Author tu gak ada apa-apanya. Seneng bisa kenal kalian, bisa interaksi dengan kalian, berbagi cerita kekalian dengan meluapkanya ke karya Author ini. Sekali lagi makasih banyak ya guys, LOVE YOU SEKEBON pokoknya mah 👍😁