Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Dasar Playboy


__ADS_3

Tog.. Tog.. Suara ketukkan pintu, tanpa mendengar jawaban Jay langsung mendorong pintu kamar pasien seraya melangkah masuk kedalam.


"Hyeong.." Panggil Jay pelan menatap Kim yang sedang menatap sedih Karin tanpa berkedip. Terlihat dari matanya yang sembab, Kim menangis sepanjang waktu saat setelah Karin keluar dari ruang operasi.


"Apa yang terjadi hyeong.?" Tanya Jay hati-hati seraya mendekati Kim lalu memegang pelan pundak Kim.


Seketika kepala Kim tertunduk dan kembali menangis, Jay merasakan kesedihan yang dirasakan Kim dari pundaknya yang bergetar. Jay menggerakkan tangannya mengelus-elus pundak Kim seakan tau perasaan sedih yang ia rasakan saat ini. Meski sebenarnya Jay tak tau menau apa yang membuat Karin sampai terbaring tak sadarkan diri dirumah sakit ini. Terlebih lagi ada beberapa alat bantu pernafasan yang menempel ditubuhnya.


"Bayi-ku Jay... Ba-yiku, dia sudah pergi." Ucap Kim dengan suara terbata.


Deg!! Seketika mata Jay tertuju pada perut Karin yang sudah rata. Jay tau jelas jika Karin sedang mengandung, Kim sempat menceritakan hal bahagia itu saat Kim mengundang Jay makan malam diapartnya.


Flashback On


"Yeoboseyo, ada apa hyeong? Tumben sekali menelvonku dijam segini.?" Ucap Jay saat mengangkat panggilan masuk dari Kim.


"Apa aku menganggumu.?"


"Aniyo hyeong, aku hanya heran saja."


"Hahaha ku kira aku menganggu aktivitas pagimu." ujar Kim meledek.


"Haish kau ini, sebenarnya aku masih ingin melanjutkan aktivitasku, namun gadisku baru saja terlelap 2 jam yang lalu." Jawab Jay berbisik seraya melirik kesamping melihat wanita yang sedang tertidur pulas.


"Hahahhaha kau masih melakukannya hal itu rupanya." Ucap Kim tertawa


"Wohoho apa bedanya dengan kau hyeong. Bukankah kau sampai menyuruh sekertarismu berhenti bekerja agar bisa melayanimu full time." Jawab Jay tak kalah meledek.


"YA! Apa maksudmu! Aku pria setia, tidak sepertimu." Ujar Kim kesal bercampur gugup, pasalnya saat ini Karin berada tepat dipelukkan Kim sembari mendengar perbincangan mereka.


Tanpa kata penyelesaian, Kim langsung memutuskan sambungan telvon dengan Jay. Lalu mengetik pesan untuk dikirim pada Jay. Kim berusaha menutup rasa gugupnya, saat setelah mengirim pesan pada Jay, Kim berupaya memeluk Karin namun dada Kim ditahan oleh dengan.


"Wae?? Apa aku tak boleh memelukmu?!" protes Kim


"Dasar playboy.!" Ujar Karin dengan wajah kesal seraya bangkit dari tidur berlalu cepat turun dari kasur.


"Chagia.. Yang diucapkan Jay itu bohong. Aku tak sepertinya, aku hanya mempunyai 1 wanita yaitu kamu." Ucap Kim dengan nada memelas.


"Oh jadi sebelum denganku kamu punya banyak wanita? Apa setiap hari kamu berganti pasangan? Berapa banyak wanita yang kamu tiduri secara bersamaan.?" Tanya Karin bertubi-tubi saat sebelum masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Aniyo.. Aku tak pernah bermain lebih dari 1 wanita, aku hanya.." Kim menutup mulutnya saat ia menyadari ia keceplosan. Dengan cepat Kim melompat dari kasur. Namun gerakkannya kalah cepat, pintu kamar mandi keburu ditutup dengan keras.


"Chagia.. Kau salah paham, dengarkan aku dulu, chagia..." Ujar Kim dengan nada memelas seraya mengetuk-ngetuk pintu, dan mencoba membukanya namun sudah terkunci.


"Sh*bal kau Kim. Dasar playboy, menyebalkan..!!!!" Teriak Karin kesal seraya menangis, semenjak hamil moodnya mudah berubah dan lebih sensitif. Hal sepele seperti ledekkannya dengan Jay ini saja bisa membuat perasaannya menjadi berantakan. Ditambah dengan kelakuan Kim yang membuatnya badmood, bahkan Karin tak sengan-segan mengunci pintu kamarnya saat Kim membuatnya kesal. Dan tak mengizinkan Kim masuk kekamarnya selama berhari-hari.


"Chagia kami hanya bercanda tadi, ayolah.. Kamu benar-benar wanitaku satu-satunya, kamu bisa tanyakan nanti ketika Jay datang. Hanya kamu wanita saat ini dan seterusnya." Jelas Kim dengan terus membujuk Karin agar keluar dari kamar mandi, Kim terus mengetuk pintu dengan cepat agar Karin lekas membukanya.


Ceklek.. Perlahan pintu kamar mandi terbuka. Terlihat raut wajah Karin masih kesal saat membalas tatap Kim yang memelas.


"Dasar playboy.!!" Ketus Karin


"Ommo.. Gemasnya kekasihku ketika kesal begini." Ujar Kim seraya menggoda Karin dengan mencubit kedua pipinya.


Tak lama kemudian senyum tipis terukir diwajah Karin dan berlanjut tawa riang mereka lontarkan.


......................


"Apa itu Kim.?" Sahut Irene yang masih terpejam. Jay yang mendengar ucapan Irene langsung meletakkan ponselnya diatas meja lalu memiringkan tubuhnya. Melipat tangannya untuk menopang kepalanya.


"Eoh, itu Kim. Wae.?" Jawab Jay sinis. Perlahan Irene membuka matanya dan mulai menatap Jay seraya tersenyum.


"Eoh, aku cemburu. Kamu sudah tau jika aku mencintaimu, tapi pikiranmu sama sekali tak pernah memikirkanku." Ucap Jay kembali sinis.


Perlahan tapi pasti, Irene mulai mengulurkan tangannya meraih wajah Jay, Irene menatap Jay yang tatapan menggoda. "Jika aku tak memikirkanmu, kita tak mungkin bersama diatas kasur yang sama sepanjang malam." Jelas Irene seraya menc!um bib*r Jay dan mulai melum4tnya seraca perlahan.


"Aku menginginkannya lagi chagia." Ucap Jay luluh saat Irene mulai menci*m mesra bib*rnya lalu melepasnya dengan lembut.


"Lakukan sayang. Aku milikmu hari ini." Jawab Irene menggoda.


......................


...Malam Hari....


"Sini aku bantu." Ujar Kim berjalan mendekati Karin didapur.


"Eoh, gomawo oppa. Bawakan Wine dan gelas itu." Pinta Karin menunjuk Wine dan gelas yang berada diujung meja dapur.


"Mwo.! Kenapa ada 3 gelas.? Jangan bilang kamu juga ingin meminumnya.!" Tanya Kim dengan nada protes.

__ADS_1


"Hehee aku janji hanya sedikit." Jawab Karin dengan menunjukkan jari yang membentu huruf V.


"NO! NO! NO!. Aku tidak mengizinkannya! Ini tidak baik untuk kesehatan junior Kim."


Bukannya membantah, perlahan Karin menyentuh pundak Kim lalu menurunkan tangannya keatas dada Kim. Ia mengelus lembut seraya menatap Kim dengan tatapan menggoda.


"Kamu tidak bisa merayuku kali ini Karin-ah. Jurusmu kali ini tidak akan mempan untukku." Ujar Kim seraya mendorong pelan tubuh Karin, lalu menatap wajah Karin.


"Pelit!!!" Jawab Karin kesal dengan nada menggemaskan.


"Karin-ah... Jangan pakai bahasamu, aku gak mengerti chagia." ujar Kim lembut.


"Pelit.. Pelit.. Pelit.. Wleeee🤪." Ucap Karin meledek. Kim mencium paksa bib*r Karin lantaran kesal bercampur gemas. Awalnya Karin memberontak karna takut make upnya akan luntur karna keagresifan Kim. Namun secara perlahan Karin mengimbanginya sampai pada akhirnya ciuman itu terlepas saat mereka mendengar suara bell berbunyi.


"Biar aku saja yang membukanya, kamu yang menaruh wine dan 2 gelas dimeja. Ingat, hanya 2 gelas." Ucap Kim serius lalu pergi meninggalkan Karin.


......................


Suasana makan yang diharapkan akan hangat menjadi canggung lantaran Irene ikut bergabung menjadi tamu makan malam diapart Kim.


Jay sebenarnya merasa tak enak lantaran membawa Irene ikut bersamanya tanpa izin terlebih dulu. Irene memaksa ingin ikut bersamanya, Irene terus menggoda dan merayu Jay agar ia dapat ikut makan malam bersama mereka.


Keheningan diantara mereka berempat begitu terasa, hanya terdengar suara gesekkan pisau mengiris daging dan ketukkan garpu saat menusuk daging.


"Bagaimana kabar clubmu Jay.?" tanya Kim memecahkan suasana hening.


"Eoh hyung. Seperti yang kau tau hyeong. Semua berjalan baik dan grafik pengunjung meningkat semenjak kau menjadi investor di club ku. Gomawo-oh." Jawab Jay seraya tersenyum sumringah diakhir kalimatnya.


"Wah jinjjah. Kau punya club rupanya Jay Oppa? Aku baru tau itu. Kim tak pernah memberitahukan tentang itu." Sahut Karin nyambung disela-sela obrolan mereka.


"Nee Karin-ah. Aku dan Kim hyeong lulus diuniversitas yang sama. Awalnya Hyeong Kim mengajakku ikut bergabung dalam perusahaannya keluarganya. Namun.."


"Namun kau menolaknya lantaran merasa jenuh jika harus bekerja dikantoran. Kau lebih memilih dunia hiburan agar bisa bersama wanita-wanita kesayanganmu. Benarkan?" Ujar Kim memotong kalimat Jay seraya tertawa meledek setelahnya.


"Haish.. Mana ada aku seperti itu, aku hanya menyukai dunia musik. Lagi pula kau juga menikmati dunia malam, kau slalu..." Ucap Jay keceplosan.


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2