Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Buna Aku


__ADS_3

"Haah.."


"Begini rupanya aroma udara disini."


Seru Kim saat berdiri dibalkon apartemennya dengan tangan memegang gelas mug berisi kopi hitam.


Sudah 3 hari ia sampai di Indonesia, dan sudah 3 hari pula ia berdiam diri diapartemen ini. Menunggu hasil kerja orang suruhannya untuk mengintai keadaan target.


Pucuk dicinta info pun tiba, tak lama terdengar suara bel pintu berbunyi. Kim bergegas melihat siapa yang datang dengan mengintip dari balik layar kecil yang tertempel didinding.


Senyum tipis terukir diwajahnya begitu melihat para bawahannya datang dengan membawa secercah hadiah untuknya.


Ceklek..


"Masuklah." (dalam bahasa korea)


Kim langsung menjatuhkan bokongnya diatas sofa dengan kaki kanan menindih diatas kaki kirinya. Sedangkan untuk para suruhnya masih berdiri dihadapan Kim.


Mereka yang berjumlah 3 orang dua diantaranya adalah orang Indo asli, dan satu diantaranya ialah seorang pria berdarah Korea yang sudah tinggal lama di Indo (orang kepercayaan Kim.)


"Apa kita sudah bisa bergerak Lee.?"


Tanya Kim seraya menjentikkan korek api membakar ujung rokok yang sudah menancap ditengah mulutnya.


"Seperti yang informasi sebelumnya, hasilnya masih sama. Wanita anda tidak pernah keluar dari rumah. Hal itu sedikit menyulitkan kami untuk menculiknya."


"Lantaran penjagaan disana cukup ketat. Area rumah target masuk dalam kategori pemukiman padat penduduk."


"Jadi..?" seru Kim acuh dengan menjelasan Lee, ia tak begitu memperhatikan bawahannya lantaran terus menatap hasil foto terbaru mengenai Karin.


Seketika sorot mata Kim menajam saat menatap salah satu foto yang membuat dadanya terbakar amarah. Salah satu alisnya terangkat seraya menatap sinis bawahannya.


"Saya punya ide lain untuk..."


"Kapan foto ini diambil.?" Kim memotong ucapan bawahannya sembari menghempas foto ditangannya kepada Lee.


"Aa-ah ini foto diambil kemarin. Mereka slalu melakukan ini disetiap pagi."


Seketika pula rahang Kim mengeras saat bawahannya mengatakan *disetiap pagi*.

__ADS_1


Hatinya mengumpat keras dengan sorot mata tajam penuh amarah saat mendengar penjelasan sang bawahan. Ditambah pikirannya yang berimajinasi membayangkan kala setiap pagi mereka melakukan layaknya keluarga kecil harmonis.


......................


Tak Tak Tak..!!


Suara ketukkan pulpen mengetuk meja kayu yang dilapisi kaca memecahkan keheningan diruangan Choki.


Ia terdiam dengan sorot mata kosong. Ets... Bukan melamun karna cicilan, melainkan melamunkan sesuatu yang tak biasa.


******* Karin disetiap malam panas mereka terus berputar mengelilingi pikiran Choki.


Sesekali senyum tipis terukir dibibirnya, lalu sesekali ia memejamkan mata saat merasa ada desiran panas dalam dadanya.


"Aahhh Karina.. Kau membuatku candu."


Seru Choki dengan gairahnya sendiri. Tak sabar untuk cepat sore agar ia bisa cepat-cepat pulang bertemu dengan Karin dan juga putri kecilnya yang kian hari kian aktif dan menggemaskan.


Sampai-sampai Karin pernah mengeluh padanya saat mengurus Maura yang tak bisa diam.


Flashback On.


Seru Karin yang berhenti mengikuti lari Maura, ia berdiam dengan nafaz terengah-engah ditengah taman karna lelah mengejar Maura yang terus berlari bermain bersama Bam.


"Hooiiii capeknya.."


Lanjut Karin mengeluh dengan terduduk lemas diatas rumput jepang yang menghiasi pekarangan luas rumah Choki.


Choki yang sedari tadi duduk dikursi taman memperhatikan putri kecilnya yang tengah bermain asik bersama Bam (hewan peliharannya) dan tak jauh dari dampingan Boby.


Perlahan ia bangkit dari duduknya, melangkah kedepan menghampiri Karin. Lalu berjongkok tepat dibelakang Karin.


Srekkk


Choki merangkul Karin masuk kedalam dekapannya, mencium kilas tengkuknya tanpa rasa canggung.


Serrrr...


Desir darah Karin mengalir deras mengelitiki pusarnya.

__ADS_1


"Kak Chokii.." eluh Karin pelan sembari melihat Boby didepan. Untuk memastikan body guard itu tidak melihat mereka yang tengah berpelukkan. Eeh.. Ralat!! Bukan berpelukkan. Tapi Chokilah yang memeluk Karin.


Alih-alih mengacuhkan eluhan Karin, justru Choki semakin mempererat dekapannya dengan mengucapkan kalimat tanya yang membuat hati Karin tersentuh.


"Yang mana yang capek Buna. Sini, kasih ke ayah aja capeknya."


Senyum hangat terukir dibibir sexy Karin ketika mendengar ucapan Choki. Serasa beban dipundak terlepas dari rasa penat saat Choki menjatuhkan ciuman hangat kepundaknya.


Bruggg!!


Maura menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukkan Karin secara tiba-tiba. Bukan tiba-tiba, akan tetapi Choki dan Karin tak menyadari kehadiran Maura yang ternyata sudah sedari awal melihat kedua orang tuanya dari jauh.


Bukannya menjauhkan diri, justru Choki semakin nyaman berada dalam kedekatannya saat ini.


Ia menadahkan dagunya dipundak Karin dengan tersenyum melihat kedepan menatap putrinya yang tengah menatap tajam matanya.


Plak.!!


"Aduh.."


Keluh Choki saat Maura secara tiba-tiba memukul wajahnya. Tangan mungil Maura mendarat dibibirnya.


"Nanaa ayah.. Buna Aku.."


Oceh gadis kecil itu meminta Choki menjauhi Bunanya sembari memeluk Karin posesif.


Gelak tawa dilontarkan mereka saat mendengar ocehan Maura yang cemburu melihat kedekatan kedua orang tuanya.


Maura yang hampir genap satu tahun memang begitu paham mana oranh tua kandung dan bukan. Yang ia ketahui, ayahnya Choki, mamahnya alm Miranda, dan Karin adalah Buna nya.


......................


......................


Sorry guys ngaret banget up nya.


Banyak urusan yang dikejar-kejar waktu.


Mohon dimaklumi ya guys 😙😙

__ADS_1


Jangan lupa likenya guys..😘


__ADS_2