
"Aaagh..." Ringis Rosy menahan sakit akibat tamparan Jay. Namun seketika Jay menambah kekasarannya dengan menjambak rambut Rosy dan menatapnya penuh emosi.
"Jaga ucapanmu Ros!! Kau tau asal muasal gajimu itu dari mana.!! Seharusnya kau yang menjaga nada bicaramu. Bukan aku.! Dan perlu kau tau, tidak ada yang mau menyewamu dengan bayaran sebesar itu hanya untuk satu malam." Sentak Jay penuh emosi
Jika memang tak ada yang mau, lalu untuk apa tuan menyuruh Mina menyiapkan kamar dan pakaian untukku.?" Tanya Rosy hati-hati seraya memegang sekaligus menahan tangan Jay yang menjambak rambutnya.
"Aku yang menyuruhnya karna aku ingin melihat kebodohan wanita munafik sepertimu. Sekaligus aku penasaran dengan omong kosongmu yang berbohong dan mengaku masih suci. Haha mana ada wanita dizaman ini seusiamu masih suci Ros.!" Ledek Jay dengan mimik wajah marah.
"Aishh shib*l.! Kalau anda tidak percaya ya sudah! Tak perlu repot-repot sampai seperti ini. Kau membuang waktuku tuan." jawab Ros tidak terima seraya memberontak minta dilepas.
"BERANI KAU MENGUMPAT UNTUKKU!! KATAKAN BERAPA MAU MU! DAN UNTUK APA UANG SEBANYAKNITU HAH.!!" teriak Jay tepat diwajah Rosy sampai mata Rosy terpenjam lantaran takut.
"Untuk apa aku memberitau alasannya jika anda saja tidak percaya dengan pernyataanku.!" Ujar Rosy yang terus berupaya memberontak minta dilepas. Namun tenaganya terlalu lemah untuk melawan Jay yang sudah terselimut emosi. Seketika Jay langsung mendorong kepala Rosy hingga terjatuh kasar keatas kasur.
Jay yang saat ini masih emosi dan terus menekan kepala Rosy hingga wajahnya tertekan dikasur sampai tubuh Rosy terus memberontak karna mulai kehabisan nafas.
Perlahan Jay melepas tangannya dari kepala Rosy dan membalik kasar tubuh Rosy menghadap kearahnya. "Haa haa haa.. Minggir br3ngsek!!" Ujar Rosy dengan suara yang terengah mengatur nafasnya dan berupaya mendorong dada Jay.
"DIAM!!! Kau ingin uangmu kan!. Maka diam dan menurut!" Pinta Jay seraya menahan tangan Rosy keatas kepalanya.
"Apa maksudmu tuan.?" Tanya Rosy berupaya mencerna ucapan Jay.
"Aku tamumu malam ini." Titah Jay seraya mencium Rosy. Seketika detak jantung Rosy terhenti sedetik saat mencerna ucapan Jay. Dia tka menyaka bahwa tamunya adalah Boss nya sendiri.
Rosy terdiam saat Jay melakukan aktivitas bib*rnya dengan tatapan kosong mengarah kelangit-lagit, tanpa menyadari Jay sudah betub*h p0l0s. Dan saat hendak melakukannya, Rosy berteriak begitu kencang.
"Aaahhh hajima....!!"Teriak Rosy seraya menutup d*danya dengan kedua tangannya.
"Cih.! Masih berlaga polos rupanya kau Rosy. Malam ini kamu tak ada bedanya dengan karyawanku yang lain Ros. Ingat itu!" Ujar Jay kesal.
"Tu-an.. Ku mohon, jangan. Aku tak berbohong dengan pernyataanku. Aku mohon berhenti, atau.. Setidaknya perlahanlah saat melakukannya." Rintih Rosy dengan tetesan air mata diakhir kalimatnya. Terlihat kejujuran yang dipancarkan mata Rosy saat mengatakan pernyataannya pada Jay.
"Oke.. Tenanglah, uang yang kau mau akan kamu dapatkan setelah ini. Dan kamu masih bisa tetao bekerja disini sebagai BARTENTER wanita di club ku." Ujar Jay dengan menatap kedua mata Rosy dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Rosy mulai memejamkan kedua matanya saat Jay mulai mendekatkan wajahnya dan perlahan menc*um lembut bib*rnya.
Aroma parfum jasmine yang dikenakan Rosy sangat harum dan enak saat dihirup. Perlahan Jay mulai menjalankan aktivitasnya sesuai permintaan Rosy.
"Bisakan diselesaikan dengan cepat tuan." Pinta Rosy yang disambut senyum nakal oleh Jay.
"Oke sayang, sesuai permintaanmu. Akan aku lakukan dengan nyaman, agar kamu tak kesakitan." Ujar Jay dengan senyum merekah.
Perlahan Jay membuka kain yang dikenakan Rosy. "Hei sayang, kenapa ada stoberi mini disini." Ledek Jay yang tak digubris Rosy. Perasaan malu,gugup marah dan kesal semua bercampur dalam benak Rosy saat ini.
Tanpa basa basi, Jay langsung memakan stroberi mini yang ternyata memiliki rasa yang manis.
"Ah tu-an..." Titah Rosy seraya meraih kedua pipi Jay saat setelah Jay melepas eratan tangannya. Pandangan mereka kini saling bertemu, ntah perasaan apa yang terlihat dari sorot mata keduanya. Perlahan Jay memejamkan mata seraya mencium kening Rosy.
"Apa ini.?? Ada apa denganku.? Kenapa caraku perlahan melembut begini.?" Batin Jay bertanya-tanya saat hendak melakukan hal liar yang biasa ia lakukan pada wanita yang ia sukai. Namun kali ini berbeda saat ia bertemu dan hendak melakukannya dengan Rosy. Sikap kasarnya perlahan melembut tanpa sebab alasan yang pasti.
"Tu-an.. berjanjilah untuk lembut saat melakukannya..?" Pinta Rosy dengan suara lembut nan halus dengan tangan yang masih menyentuh kedua pipi Jay.
"Nee, akan aku coba. Tapi maaf jika aku lepas kendali. Katakan saja jika caraku terlalu kasar. Aku akan menyudahinya sejenak." Ujar Jay yang mencoba untuk mengendalikan emosionalnya saat melakukan aktivitas ranjangnya.
"Katakan.?" uujar Jay memotong kalimat Rosy.
"Bisakan tuan berjanji untuk menutup mulut pada siapapun terutama pada Mina, jikalau tuanlah yang menyewaku malam ini." ujar Rosy dengan tatapan penuh lekat menatap Jay
"Wae-oh?? Apa karna dia menyukaiku? Jadi kamu tidak mau menyakiti perasaan temanmu itu. Hem.?" tanya Jay yang membuat kedua mata Rosy terbuka lebar. Ia syok ketika mendengar ucapan Jay yang seakan tau mengenai hal ini.
"Dari mana tuan tau itu.? Apa Mina sudah menyatakan perasaannya pada tuan.?" tanya Rosy polos dan membuat Jay terkekeh kecil kecil melihat wajah polos Rosy
"Ssstt, sudahlah.. Itu tak penting, aku berjanji ini akan menjadi rahasia kita. Nee, hanya kita." ujar Jay lembut seraya menyatukan wajahnya dengan Rosy.
"Ros.." panggil Jay pelan dengan mata yang terpejam.
"Nee tuan.?" jawab Rosy gugup namun tatapannya tak berpaling dari Jay.
__ADS_1
"Boleh aku menyentuhnya dengan tanganku.?" titah Jay seraya mengarahkan tangannya kebawah.
"Eehmmm..!! Apa ini caramu meminta izin tuan.? Ini sih bukan izin namanya." Oceh Rosy sembari bergerak kecil lantaran geli karna tangan nakal Jay. Jay pun terkekeh saat mendengar ocehan Rosy yang protes dengan tindakannya.
"Hei Ros.. Ada apa dibadanmu, sampai aku terlena dengan lembut seperti ini. Kamu wanita hebat Rosy.. Kamu bisa mengontrol emosionalku saat hendak melakukannya." Batin Jay berkata seraya melakukan aktivitas tangannya disana.
DEG!!!! Seketika mata Jay terbelalak lebar saat tangannya merasakan lapisan pembatas dan seketika ia melirik Rosy yang sudah terpejam seperti menahan sakit. "**!*, dia benar-benar belum pernah melakukannya. Dan saat ini hari pertama untuknya." Batin Jay berucap seraya menghentikan aktivitas tangannya.
Perlahan Jay mulai melaksanakan aktivitas beratnya dengan meminta izin terlebih dulu pada Ros, saat setelah mendapat sinyal. Barulah Jay melakukan aktivitas beratnya dengan perlahan karna ingin merasakan untuk pertama kalinya, bagaimana rasanya memutuskan lapisan pembatas itu.
"tuannnn.." Panggil Rosy pelan diiringi kedua tangan yang mengepal sprei.
......................
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Perlahan lahan kaki Rosy menuruni kasur dan berusaha ia mengambil kain kimono lalu memakainya. Perlahan ia melangkah dengan kaki yang terasa lemas dan rasa sakit yang masih begitu terasa disana. Tanpa disadari Jay melihat semua pergerakkan Rosy dan menatap punggung Rosy menjauh dan menghilang masuk kedalam kamar mandi.
Sekitar 15 menit kemudian Rosy keluar dari dalam kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap saat awal menghadap Jay dengan ditemani Mina.
"Sudah mau pergi.?" Tanya Jay tiba-tiba.
"Nee tuan. Jawab Rosy seraya membalikkan tubuhnya menghadap Jay dan terlihat tubuhnya yang sedikit membungkuk lantaran menahan rasa sakit yang masih terasa.
"Oke, pergilah. Uangmu sudah ku transfer, kamu bia minta itu ke Mina." Jelas Jay tanpa melirik kearah Rosy dan masih sibuk dengan ponselnya.
"Nee tuan. Gomawo." ujar Rosy sembari membungkuk lalu melangkah perlahan meninggalkan kamar dan Jay sendirian disana.
......................
......................
Duh kok Author engap ya. Hufh...
Dah ya.. Segini aja, ada perasaan takut nih waktu ngetiknya. Wkwkwk
__ADS_1
Slamat mnunggu next episodenya guys, jangan lupa di Like ye...👍😁