
Tubuh Part langsung terlunglai saat ia berhasil mendapat kl1m4ks. Nafas keduanya terdeng4r berdaru merebut oksigen sebanyak mungkin.
Terukir senyum senang dibib1r sexy sang wanita ketika melihat tuannya menampilkan raut wajah puas.
Dengan susah payah Park menelan air l1ur lantaran tenggorokkannya yang terasa kering akibat aktivitasnya tadi.
"Kau boleh pergi Alexa. Bayaranmu akan dikirim satu jam lagi."
"Nee tuan, gomawo" jawab Alexa sang wanita bayar itu, lalu beranjak dari kasur kemudian memungut pakaiannya yang tergletak dilantai.
Saat Alexa hampir selesai memakai pakaiannya kembali saat itu juga Park kembali bersuara.
"Alexa.. Apa kau ada pekerjaan lain selain menjadi wanita panggilan.?"
Sontak Alexa terdiam sejenak bukan karna shock mendengar pertanyaan dari tuannya, melainkan ia berfikir sejenak untuk memastikan pekerjaan apa lagi yang ia kerjakan selain menjadi wanita panggilannya.
"Tidak ada tuan, aku hanya bekerja diclub untuk melayani para tamu VVIP seperti anda."
Jawab Alexa lembut.
Park tersenyum kecil saat mendengar jawaban Alexa. Dan kembali bersuara.
"Apa kau mau bekerja untukku.?"
Dengan santai Alexa berjalan mendekati tuannya lalu naik keat4s perut sang tuan.
"Bukankah slama ini aku memang bekerja untukmu tuan.?"
Park terkekeh kecil bukan karna mendengar jawaban Alexa, tapi karna tingkahnya yang menggemaskan dimata Park.
__ADS_1
"Keluarlah, dan temui bodyguardku yang berjaga diruang office. Bilang padanya kau diperintah oleh untuk menjalankan misi."
Titah Park sembari bangun dari baringnya lalu mengangkat pingg4ng ramping Alexa turun dari at4s tubuhnya.
Dengan sigap Alexa keluar dari kamar tuan Park lalu mengikuti instruksi kemana ia harus pergi. Dari obrolan singkat antara Park dan Alexa tadi, sudah dipastikan Alexa menerima tawaran dari Park untuk bekerja sama.
Saat alexa menemui anak buah Park diruang office yang berada didalam mansion megah milik Park.
Dengan seksama ia membaca 2 lembar kertas yang bertuliskan tinta hitam, yang dimana kertas itu bertuliskan formulir pendaftaran kerja sebagai asisten rumah tangga. Dan lembar berikutnya bertuliskan syarat kriteria untuk dapat diterima sebagai asisten rumah tangga.
Alis Alexa mengerut bersatu saat membaca lembar kedua.
"Jinjjah.? Hanya berkerja sebagai ART harus bisa berbahasa asing.?"
Ujar Alexa terkejut dengan menatap sang bodyguard lalu kembali membaca syarat-syarat yang lainnya.
"Bukankah kau memang jenuh bekerja sebagai wanita panggilan."
Ceplos sang bodyguard tanpa melirik Alexa, bodyguard itu tetap fokus pada layar komputernya.
...Alexa mengangguk kecil sampai tak disadar sang bodyguard, ia membenarkan ucapan sang bodyguard. Dimana ia memang jenuh dan lelah bekerja sebagai wanita bayaran. Meskipun uang didapat cukup besar ditambah sekarang ini tuannya adalah tuan Park. Sang mafia tampan yang memiliki sikap lembut terhadap wanita....
Tapi apa mau dikata, yang namanya rasa bosan dan lelah tak bisa dielak lagi. Saat mendapat tawaran seperti ini membuat Alexa berfikir berulang-ulang. Dan kemudian memantapkan keputusannya untuk menerima tawaran tuan Park dan satu hal lagi, tuan Park akan memberinya bonus 2 dua kali lipat jika mau bekerja untuknya. Dari disitulah Alexa memutuskan untuk berhenti menjadi wanita panggilan dan beralih profesi sebagai asisten rumah tangga.
"Dimana aku harus tanda tangan.? Dan kapan aku mulai bekerja disini.?" cecar Alexa pada bodyguard.
"Em.. Apa tuan Park tidak memberitahumu dimana kau akan bekerja?" ujar bodyguard itu dengan menatap Alexa yang berparas cantik.
"Ani." singkat Alexa dengan menggelengkan kepala.
__ADS_1
Bodyguard itu menarik nafas lalu membuangnya malas.
"Kau bekerja ditempat lain, bukan disini. Lihat ini dan dengarkan penjelasanku."
Sodor bodyguard itu memberi beberapa lembar kertas yang berisikan data serta beberapa lembar foto.
"Ini data-data target, dan ini foto-foto target."
"HAH.!! A--apa aku harus mem-bunuh me-mereka.?" kejut Alexa ketika sok tau akan pekerjaannya nanti.
"Haish.. Kau ini, kan aku bilang dengarkan aku dulu. Aku belum selesai bicara kau sudah memotongnya."
Kesal sang bodyguard namun tak mampu berteriak karna Alexa adalah wanita tuan Park.
"Hehe, mian.."
"Lihat mereka, wanita ini bernama Karina Safitri, asalnya dari Indonesia. Dan yang ini namanya Kim Namjoon, dia seorang CEO sekaligus pemilik PT Furnitur terbesar diKorea."
"Pekerjaanmu cukup simpel, kau bekerja dimansionya sebagai ART. Dan hanya perlu mematai-matai aktivitas sehari-hari dimansion itu lalu memberi kabar pada kami melalu pesan singkat. Bisa dibilang mematai-matai kegiatan kedua target ini."
"Aaa.. Nee nee, aku paham sekarang. Lalu kapan aku akan bekerja disana.?"
"Persiapkan saja dirimu, untuk urusan pekerjaan lamamu sudah ku urus. Kau tak perlu kembali kesana, dan nikmati hari-hari kebebasanmu sebelum kembali bekerja." ujar bodygurad itu pada Alexa.
......................
Next episode ini nanti malem ya guys, gak bisa berbarengan ternyata up di jam dan hari yang sama.
Makasih untuk pendatang baru yang udah berminat membaca novel ini 🙏🥰👍
__ADS_1